Menetralisir Emosi

Saya kadang heran kenapa orang terlalu sibuk membicarakan kehidupan orang lain. Yang sejujurnya itu bukan urusan mereka.

Saya kadang kesal melihat orang mengucapkan kata-kata bahagia seolah mereka tahu segalanya. Sotoy kah itu namanya?

Kadang juga menyebalkan sekali saat apa yang kita beritahu kepada orang lain, dia malah menganggap kita ‘nothing’.

Kepo. Apalagi itu. Sibuk nanya sana-sini, bahkan sudah nggak ditanggepin pun juga tetap nanya. Kepekaannya udah putus kali ya?

Duh maafkeun saya yang agak labil. Masih kurang menetralisir emosi di umur seperempat abad ini. Atau ini sindrom lagi dapet ya? Dan puncaknya dua hari belakangan? Ah, entahlah. -______-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s