Pohon Beringin Itu

 

Pada semilir angin yang melintas di depan mata

Pada helaan nafas teramat dalam

Pada terpaan bunyi klakson kehidupan yang semrawut

Pada kesunyian diri yang coba meresapi apa yang diingini

Pada saat itulah, pohon beringin itu diam, menatap dirinya sendiri

 

Ketika yang ia tunggu tak kunjung membuahkan hasil

Ketika jawaban yang ia tunggu tak sesuai harapannya

Ketika langkahnya semakin skeptis

Ketika jiwa dan pikirannya lelah berdiri

Ketika itu pula, ia mencoba untuk berdamai

 

Yang ia tahu, hidup pernah sesulit ini, khususnya dalam urusan itu

Yang ia alami, bahkan dulu ia tetap tegar meski badai menerpanya

Yang ia pahami, sesuatu tak perlu dianggap serius

Yang ia harus pelajari, mungkin itu

Pohon beringin akan terus berdiri, tegap

Meski ia kadang harus mengacuhkan orang-orang yang mendekatinya

Meski ia sering jatuh karena kesalahannya sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s