Dua Tahun Perjalanan, Dua Tahun Penuh Makna

Perjalanan dua tahun terasa cepat dilalui. Tanpa terasa selama dua tahun itu, banyak kenangan yang terjadi. Entah itu bahagia, tawa, sedih, ataupun haru, menumpuk jadi satu. Kepingan kutub utara dan selatan yang membayangi perjalanan ini memberikan makna berarti bagi saya. Tunggu, perjalanan ini bukan menyangkut soal hati, tapi soal komunitas yang saya cintai sejak ia lahir, 5 Agustus 2011 lalu, Sahabat Ilmu Jambi.
Tidak ada yang pernah tahu apakah yang kita lakukan punya makna bagi sekitar atau tidak. Syukur-syukur itu bisa berdampak baik. Toh kalaupun tidak, at least kita udah berani melakukan sesuatu yang kita yakini benar, sesuai dengan passion kita.
Begitu pula yang terjadi pada saya setelah selesai Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Muaro Jambi pada awal Mei 2011 lalu. Saat itu, terbersit keinginan untuk lebih banyak berkarya bagi orang di sekitar. Terinspirasi oleh beberapa pemuda di Indonesia, terlebih lagi pemuda di desa tempat saya KKN dulu, berbincang dengan orang-orang yang kira-kira mendukung ide saya, akhirnya muncullah Sahabat Ilmu Jambi.
Awalnya saya melihat bahwa kondisi dimana teman-teman saya kurang motivasi untuk mencari ilmu selain ilmu di bangku pendidikan. Kerisihan ini yang membuat saya ingin berbagi ilmu. Berbagi ilmu dengan anak-anak kurang beruntung di sekitar saya, terutama anak-anak di panti asuhan. Saya pun memilih bidang pendidikan karena sesuai dengan passion, dan yang paling penting adalah menjawab keresahan saya terhadap motivasi mencari ilmu, khususnya membaca dan menulis.
Sahabat Ilmu Jambi, di dalam perjalanannya, tidak semulus yang teman-teman lihat saat ini. Banyak lika-liku yang justru saya alami pribadi, sebagai bentuk pendewasaan diri. Saya melihatnya dari kacamata pandangan saya, dimana tidak semua anak-anak mendapat pendidikan yang layak. Tidak semua anak mendapatkan pengasuhan dan bimbingan baik dari orangtua. Tidak semua anak hidupnya bahagia seperti negeri dongeng, bahkan jauh dari orangtua berbulan-bulan adanya.
Pendewasaan diri dalam berpikir memiliki makna tersendiri bagi saya. Saya berpikir mengusahakan terbaik bagi komunitas ini. Cara mengajak orang lain untuk terlibat langsung dalam aksi kerelawanan. Membuka pikiran bahwa dengan berbagi hidup akan lebih berarti. Hidup tidak lebih dari sekedar kongkow-kongkow di mall dan menghabiskan uang sia-sia. Toh, kita bisa lihat di sekitar kita masih banyak yang butuh bantuan kita. Mereka butuh ilmu dari kita yang terdidik ini. Sungguh sebuah kebahagiaan jika apa yang saya lakukan dapat menggerakkan orang lain tanpa dipaksa.
Saya juga belajar untuk sabar. Ya, sabar dalam menghadapi orang lain yang terlibat dalam komunitas ini. Sabar menjadi kakak bagi teman-teman relawan. Sabar untuk mendengarkan cerita dari mereka yang ingin didengarkan pendapatnya. Terlebih lagi sabar dalam mengendalikan emosi ketika bertentangan pendapat. Well, saya merasa kesabaran hidup melonjak drastis ketika saya berada di komunitas ini.
Di dalam perjalanan saya menuju pendewasaan diri ini. Saya telah melewati tahun pertama bersama relawan dan adik asuh pada 5 Agustus 2012 lalu. Merayakan satu tahun pertama dengan kegiatan buka bareng dan kegiatan positif lainnya. Saya masih ingat waktu itu kami potong tumpeng dan memberikan hadiah bagi pemenang di Twitter @SahabatIlmuJBI yang berhasil memberikan ucapan ulang tahun kreatif. Sekarang, 24 Agustus 2013 lalu, SIJ merayakan ulang tahun yang kedua. Bedanya, kali ini tanpa saya, karena saya berada di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Saya cukup iri mendengar progress SIJ yang lebih baik sekarang. Dari segi relawan dan program, saya merasa perkembangannya melesat sekali. Dan tentu saja, acara ulang tahun SIJ kemarin sukses bikin saya ingin berada di tengah-tengah mereka!
Saya banyak belajar dari SIJ. Relawan dan adik asuh menjadi keluarga baru dimana saya belajar dari mereka. Perjalanan dua tahun ini penuh makna. Perjalanan dua tahun ini pasti akan menjadi kepingan kenangan bagi saya yang akan indah bila saya ceritakan di masa depan.

SIJ volunteers and the orphans, my heart still there :')

SIJ volunteers and the orphans, my heart still there :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s