Kak Nelly, Perajut Tenun Kebangsaan Onatali

With kak Nelly. kakak perempuan yg baik :')

With kak Nelly. kakak perempuan yg baik :’)

“Pagi/Siang/Malam Bapak/Ibu, saya Bella, saya nanti akan menggantikan Ibu Nelly mengajar di SD Inpres Onatali satu tahun kedepan.”

Begitulah cara saya memperkenalkan diri kepada masyarakat Onatali, Rote Tengah dalam dua minggu ini. Setiap saya bertemu dengan penduduk Onatali, kalimat itu selalu saya lontarkan, diiringi dengan senyuman termanis yang saya berikan. Tanpa bermaksud melebihkan, cara tersebut merupakan jalan pertama untuk dikenal masyarakat. Harapan kedepannya pula saya bisa menjadi anggota keluarga baru yang cepat diterima oleh masyarakat.

Dua minggu berada di Onatali tidak terlepas dari peran Pengajar Muda IV sebelumnya yang berada di wilayah ini, Kak Nelly. Wanita asli Papua ini sangat sabar dalam memberikan pengarahan kepada saya yang masih awam dengan daerah baru ini. Ia dengan teliti pula menjelaskan siapa saja yang bisa diajak kerjasama. Apa potensi di daerah penempatan saya? Bagaimana kondisi masyarakatnya? Apa yang dapat dilakukan di sekolah? Bagaimana kondisi geografisnya? Beruntungnya pertanyaan yang saya tuliskan di atas sudah bisa saya temukan jawabnya saat ini.

Satu hal yang saya ingat dari Kak Nelly adalah jangan terlalu cepat ingin melakukan sesuatu. Dari kalimat ini tampaknya Kak Nelly tidak ingin saya terlalu terburu-buru dalam melakukan sesuatu disini. Ia ingin memberikan waktu untuk saya agar peka terhadap kondisi. Ia tidak ingin adek penerus perjuangannya terjatuh jika ekspektasinya terlalu tinggi. Justru yang ia berikan wejangan selama ini adalah jangan ragu untuk dekat dengan masyarakat. Baginya, memulai sesuatu dari paling dasar, yakni masyarakat, adalah cara ampuh agar kita bisa dilihat dan didengar.

Saya melihat integritas ada di dalam diri Kak Nelly. Ia mengucapkan sesuai dengan perbuatan. Terbukti ketika saya mengunjungi banyak masyarakat di daerah ini, mereka semua menyatakan kesedihannya karena Kak Nelly akan segera meninggalkan mereka (yang nyatanya telah berangkat menuju Jakarta pada 29 Juni kemarin dari Kupang). Mereka menyayangi Kak Nelly, dari sikapnya yang lembut, ramah, dan mudah bersosialisasi. Masyarakat, khususnya para orangtua murid memuji kerja Kak Nelly sebagai guru. Mereka bahagia memiliki guru dari anak mereka yang cukup perhatian.

Mengutip perkataan Bapak Kepala Sekolah SD Inpres Onatali, Bapak M.J. Johannis, beliau mengatakan bahwa Kak Nelly secara tidak langsung telah merajut ikatan persaudaraan antara saya dan masyarakat disini. Anggukan kepala saya membutkikan kebenaran perkataan Bapak Johannis. Respon yang baik sejauh ini dari masyarakat, pihak sekolah, dan anak-anak adalah berkat perjuangan Kak Nelly dalam memperkenalkan saya pada lingkungan baru ini. Meski hanya dibangun dalam waktu ± 2 minggu, manfaatnya sangat terasa pada diri saya hingga sekarang. Banyak hal yang diberikan Kak Nelly kepada saya membuat saya tidak tahu bagaimana caranya saya berterima kasih atas kebaikan wanita yang bercita-cita ingin bekerja di United Nations ini. Teriring do’a yang saya panjatkan, saya berharap Kak Nelly bisa menggapai cita-citanya kelak, diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan untuk menjalani kehidupan di masa depan.

Kini, saya satu-satunya keluarga Indonesia Mengajar di Onatali, Rote Tengah ini. Disini saya bisa katakan saya sendiri. Tapi di sisi lain, saya bisa mengatakan saya tidak sendiri. Kenapa? Karena saya memiliki keluarga baru, yakni Ibu Fehmi, guru SD kelas I di sekolah saya, dan Mega, siswi SMA yang letak sekolahnya tidak jauh dari SD saya. Saya juga memiliki keluarga Pengajar Muda sebelumnya, Ibu Terikh dan Bapak Naben. Saya juga memiliki rekan kerja baru, kepala sekolah dan guru di SD Inpres Onatali. Saya juga memiliki anak-anak didik baru, anak-anak SD Inpres Onatali yang wajahnya selalu ceria saat bernyanyi Marilah Kawan, membaca buku di perpustakaan, atau bahkan pesiar dengan berjalan kaki dalam rute yang sangat jauh hingga ke pantai. Saya pun bersyukur memiliki keluarga baru, masyarakat Onatali, komunitas dimana saya bisa banyak belajar dari mereka satu tahun kedepan.

Tidak ada lagi kekhawatiran, tidak ada lagi kecemasan. Penerimaan yang baik disini akan selalu saya jaga. Merajut tenun kebangsaan yang telah dilakukan Kak Nelly akan saya lanjutkan. Doakan saya agar langkah ini dapat bermanfaat bagi semua. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s