Sahabat Ilmu Jambi di Januari 2013

Capacity buildingnya nggak lengkap kalo nggak foto-foto :D

Capacity buildingnya nggak lengkap kalo nggak foto-foto😀

“Tahun baru, bulan baru, program baru, semangat baru, dan Sahabat Ilmu Jambi menjadi bagian pembaharuan itu.”

Memasuki tahun 2013 ini, semangat saya makin pol untuk Sahabat Ilmu Jambi (SIJ). Terlepas dari kekurangan dan kesibukan, SIJ saya yakin mampu lebih baik lagi di tahun 2013 ini. Pembaharuan yang meliputi dari program, relawan, dan semangat diharapkan bisa mencetak ‘sesuatu’ di negeri ini, bisa berkontribusi sedikit walaupun kecil. Itulah harapan saya. Dan tentunya harapan teman-teman relawan bukan? :’)

Ada banyak kegiatan yang telah dijalankan oleh relawan SIJ pada bulan Januari kemarin. Kegiatan ini berasal dari tiga divisi yang masing-masing membidangi amanah berbeda. Ketiga divisi tersebut adalah divisi pendampingan, divisi taman baca, dan divisi kreatif. Yup, ketiga divisi ini sengaja dibentuk atas usulan teman-teman relawan agar SIJ lebih terarah dan terfokus kegiatannya dengan orang-orang yang bertanggung jawab di masing-masing divisi itu. Selain itu dengan bertambahnya relawan (karena tahun kemarin perekrutan relawan baru untuk angkatan ke V) diharapkan program yang SIJ jalankan bisa berjalan dengan konsisten dan terukur. Meski nggak banyak yang berubah dari program-program sebelumnya, contohnya capacity building, dimana pada tanggal 6 Januari lalu, kami mendatangkan bang Ahmad, seorang motivator di Jambi, berbagi cerita tentang kepemimpinan bersama relawan di Hutan Kota. Diselingin dengan games kekompakan tim yang diinisiasi divisi kreatif, membuat capacity building itu berkesan di hati saya. Well, ini salah satu cara SIJ agar relawan semakin solid dan kapasitas diri mereka lebih baik kedepannya.

Anyway, balik lagi ke program-program yang telah dijalankan oleh setiap divisi. Sungguh suatu progress yang bagus ketika setiap divisi memberi tahu saya program apa saja yang akan mereka kerjakan tahun ini. Saya bahagia banget, teman-teman memiliki ide kreatif untuk SIJ. Contohnya divisi taman baca, baru-baru ini melaksanakan beres-beres sekretariat dan perpustakaan SIJ yang terletak di rumah Maul di Kotabaru. Acara beres-beres ini tentu melibatkan beberapa relawan dan juga menggunakan uang kas divisi taman baca SIJ dalam membeli berbagai peralatan. Buku-buku dan barang-barang dari sekretariat diletakkan di bawah oleh relawan perempuan, sedangkan mengecat sekre dengan warna biru dan hijau dilakukan oleh relawan laki-laki, meski yang perempuan juga tangguh waktu mereka ngecat kemarin lho😀

Yani, sebagai Penanggung Jawab (PJ) divisi ini, menginginkan sekre yang nyaman, alhasil ia dan relawan di divisi tersebut telah merancang sekre dengan konsep yang baru. Katanya nanti rak buku bakal dibikin lebih bagus, ada mading, sekre dicat dengan warna meriah, dan ada plang nama SIJ. Divisi ini juga akan membuat pin dan stiker taman baca SIJ yang bakal dijual (cara fund raising yang cukup efektif), donasi buku di World Book Day bulan April, kegiatan di taman baca seperti pelatihan menulis atau sharing ilmu dengan siswa SMA, serta kegiatan lainnya yang OK banget. Doakan ya program divisi taman baca bisa berjalan semuanya di tahun 2013 ini.

Next, divisi yang sedari dulu merupakan kunci utama kegiatan SIJ adalah pendampingan. Dikomandoi oleh Tiara, PJ divisi pendampingan, telah menjalankan 2 kali pendampingan di bulan Januari dengan baik. Pendampingan pertama, 12 Januari lalu, merupakan acara pertama kami di panti asuhan Al-Kautsar. Dimana panti ini merupakan panti baru yang kami datangi, karena sebelumnya kami mendampingi di panti lain. Panti asuhan di Al-Kautsar ini lah yang akan kami dampingi selama 1 tahun. Pendampingan pertama dirancang sebagai ajang perkenalan, masing-masing kakak asuh memperkenalkan diri, begitu pula adik asuh. Adik asuh disana berjumlah 15 orang, ada Yoseph, Ridho, Yusuf, Ferri, Fitri, Laila, Ela, Hamida, Ferbina, Ego, Jumaidi, Angga, Winda, Fina, dan Sisi. Di awal pendampingan itu, mereka diajak bermain games bersama kakak asuh, berupa games yang membentuk kelompok dari huruf depan masing-masing nama adik asuh dan kakak asuh. Jadi, masing-masing mereka akan mencari grup yang huruf depannya A-Z, kemudian saling mengingat nama-nama kelompoknya (kakak asuh juga terlibat disini). Wah seru deh pokoknya acara perkenalan SIJ di minggu pertama pendampingan, hehe.

Di minggu selanjutnya, pendampingan tetap berjalan. Kali ini games dipandu oleh Uli. Ia memberikan games pesan berantai yang dibisikkan dari adik asuh A ke adik asuh selanjutnya. Pesan berantai ini menggunakan kalimat peribahasa, dimana pada akhir games diberi tahu makna peribahasa yang telah mereka sebutkan itu. Akhirnya setelah games berlangsung beberapa menit, keluarlah satu kelompok sebagai pemenang. Mereka pun dianugerahi kalung bertuliskan The Winner yang dibuat Uli. Nah di minggu ini pula adik asuh diberikan buku bacaan sesuai minat mereka. Jadi buku bacaan tersebut dimasukkan ke dalam kotak dan Tiara membuat kotak tersebut seolah-olah hadiah harta karun. Terang saja ketika ini dibuka, adik asuh menyerbunya dan saling berebut mengambil buku. Hampir semua adik asuh mendapatkan buku yang mereka sukai. Ahh mudah-mudahan saja mereka menjadi cinta ilmu ya.

Sabtu kemarin, 2 Februari, pendampingan diadakan lagi. Meski jumlah relawan sedikit, tapi ini tidak menyurutkan kami untuk berkegiatan. Saya datang tepat pukul 15.00 disana. Disambut oleh Laila dengan kalimat: “Kakak, kami nunggu kakak lho disini, kemarin kakak dak kesini, kami kangen.” Kalo kalian mendengar langsung kalimat yang dilontarkan anak kecil suka bermain boneka ini, pasti terharu dibuatnya. Itu pula yang saya rasakan. Disambut ceria dan disalami satu persatu                 oleh mereka membuat saya bahagia. Memang nggak ada yang lebih membuat hati kita tentram ketika kita dirindukan kedatangannya untuk berbagi bersama mereka. Dan ternyata relawan SIJ dirindukan mereka kedatangannya :’) Setelah kejadian itu, saya semakin bersemangat melakukan pendampingan kali ini. Apalagi ketika adik asuh diberikan tema Cinta Indonesia yang diinisiasi oleh Tiara.

Konsep ini Tiara bawa agar adik asuh mengetahui tempat-tempat wisata di Indonesia dan semakin mencintai negerinya. Ia mengambil gambar Komodo, Kawah Ijen, dan Gunung Rinjani dari internet, menjadikan gambar-gambar tersebut sebagai puzzle. Disertai pula dengan informasi mengenai gambar yang mana dari ketiga kelompok akan mempresentasikan karya puzzle mereka sembari menyebutkan informasinya. Kurang dari 7 menit, puzzle selesai! Semua adik asuh bersemangat sekali menyusunnya, meski terkadang ada beberapa yang menyerah, tapi karena didampingi kakak asuh per kelompoknya mereka pun semangat menyusun kembali. Setelah menempel puzzle, mereka pun diwajibkan untuk membuat yel-yel kelompok sebelum presentasi dimulai. Dari nyanyi sampai goyang yeye lala ala acara musik di stasiun televisi swasta pun ditampilkan. Sumpah, kocak banget deh! Kakak asuh nggak mau kalah dengan adik asuh dalam hal kreativitas😀 It’s a good job guys!

Untuk kegiatan divisi pendampingan yang lain, saya menyarankan kepada Tiara agar ia berdiskusi dengan teman-teman di divisinya dalam menentukan tema per minggu, termasuk mencari topik program Dare to Dream atau belajar di luar panti asuhan setiap satu bulan sekali. Setiap minggunya tema akan berbeda, dan setiap itu pula relawan yang berbeda akan diamanahi tugas mencari tema pendampingan sebagai tanggung jawabnya. Jadi ketika relawan D mendapat amanah minggu ini, ia harus mencari tema baru dan mendiskusikannya dengan relawan lain. Setidaknya melatih kreativitas bisa dilakukan dari hal-hal kecil bukan? ^_^

Hmm, apalagi divisi yang belum saya ceritakan? Yup, divisi kreatif! Dipandu oleh Rio sebagai PJ divisi ini, ia dan relawan divisi kreatif telah memiliki rancangan program yang nggak kalah keren dengan dua divisi sebelumnya. Sesuai namanya sih, kreatif, berarti orang-orang di disivi ini juga kreatif-kreatif bukan? Salah satu program yang hari Rabu besok akan dijalankan oleh mereka adalah pelatihan menyulam. Yup, pemberian keterampilan ini didukung pula oleh mbak Rina, yang kebetulan menjadikan SIJ sebagai bahan penelitiannya untuk menyelesaikan S1 Pendidikan Luar Sekolah di salah satu universitas di Jawa Barat. Berdomisili di Jambi, ia pun mengajak SIJ kerjasama. Nah pendampingan kreatif ini akan melibatkan 18 adik asuh di panti asuhan Al-Kautsar, Darul Aitam, dan Madinatul Aitam, dan akan dilaksanakan setiap hari Rabu dan Minggu. Sebelumnya divisi kreatif juga mengajak mbak Rina memberikan capacity building menyulam di akhir bulan kemarin, 26 Januari. Jadi sebelum kakak asuh mendampingi pembuatan menyulam, mereka terlebih dahulu dilatih mbak Rina. Di sisi lain, bagi adik asuh cowok, Rio dan kawan-kawan telah menyiapkan program kreativitas berupa lampion. Seperti apa bentuknya? Kita lihat senin nanti saat divisi ini mempresentasikannya😀

Guys, divisi kreatif bukan sekedar memberikan pelatihan keterampilan hidup tanpa follow up lho. Mereka telah merancang kegiatan di dua bulan ke depan, setelah adik asuh mahir membuat sulaman di jilbab atau membuat sulaman dari kain perca, hasil karya mereka akan dipamerkan. Yup, SIJ akan bikin pameran hasil kerajinan tangan adik asuh di salah satu tempat yang cukup strategis. Kita akan mengundang orang-orang di sekitar kita yang peduli dan mau berbagi. Di pameran ini juga, barang mereka akan dijual kepada masyarakat! Wah siapa yang nggak bangga coba barang hasil kerajinan tanggannya dibeli dan mengahasilkan uang? Ternyata divisi kreatif mencoba memberikan sisi social entepreneurnya kepada adik asuh. I do hope it will be come true, jadi nggak sabar nunggu waktu pameran hehe. Oya, selain pelatihan kerajinan tangan tersebut, divisi kreatif juga bertanggung jawab untuk tema capacity building, berkolaborasi dengan divisi pendampingan dalam menyelenggarakan Dare to Dream, hingga menggodok acara anak muda di Jambi, semacam seminar, talkshow, sarasehan, atau yang lain. Tentu kita menanti ide-ide kreatif yang dilontarkan, kemudian secepatnya direalisasikan.

Yang membahagiakan SIJ di tahun ini, selain 3 divisi dengan program kerennya itu, kami mendapatkan bantuan dana dari Ashoka Indonesia karena keikutsertaan saya di Ashoka Young Changemakers akhir November kemarin. Dana ini semoga bisa menjadi pemicu semangat kami, dimana kadang kami bingung bagaimana mengalokasikan uang untuk setiap program. Semoga dana ini bisa kami manfaatkan dengan baik ya guys :’)

Sepertinya cerita tentang SIJ di bulan pertama ini dicukupkan sampai disini dulu ya. Saya janji tiap bulannya akan menulis perkembangan dan evaluasi dari kegiatan yang dilaksanakan oleh SIJ. Semoga begitu pula dengan para relawan lain, mari menulis agar kita dikenang suatu hari nanti🙂

2 thoughts on “Sahabat Ilmu Jambi di Januari 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s