Living by Passion, I care, Do You?

Panggilan Hati. Lentera Jiwa. Passion.

That’s Mr. Rene Suhardono writes on his book ‘Your Journey to be the Ultimate You.’ Passion itu adalah sesuatu yang kita sukai dari hati kita, dimana kita sangat menikmati apa yang kita kerjakan. Sometimes, passion sama seperti hobi, tapi bagi saya hobi sendiri adalah aktivitas, sedangkan passion gak melulu soal aktivitas. Bagi saya (lagi), hobi belum tentu menjadi passion saya. Contohnya begini, saya suka menyanyi, tapi saya sadar itu bukan passion saya, dimana saya hanya meluangkan waktu untuk menyanyi di saat senggang, hanya untuk menikmati hidup di kala lelah. See that?

Yap, dimana ada lentera jiwa kalian, disitulah letak passion. Memang tidak mudah menyadari lentera jiwa kita seperti apa. Bahkan sampai sekarang saya masih menemukan teman-teman yang bingung dengan passion yang mereka miliki. Namun, ada perjalanan yang membuat kita sadar bahwa ini adalah passion saya. Perjalanan tidak terduga itu dialami beberapa sekelompok orang. Saya mengetahui kisah mereka dari orang pertama itu sendiri, mas Harry Kawanda, seorang traveler dari Aku Cinta Indonesia (ACI) Detikcom, yang memutuskan untuk berkeliling dunia setelah ia menyadari bahwa jurusan kuliahnya di bidang Informasi Teknologi bukan passionnya. Ada pula mas Ernest Prakasa, seorang comic yang mengembangkan Stand Up Indonesia, ceritanya bahkan ia tulis dengan lugas di blognya lho. Di sisi lain, seorang teman fotografer yang masih dalam satu lingkaran pertemanan di ACI Detikcom, Yunaidi Joepoet, malah mengkhususkan foto-foto karya dirinya di bidang wisata, budaya, dan kearifan lokal Indonesia.

Saya sendiri? Passion saya lumayan beragam😀 Kalo mereka yang saya sebutkan di atas mengkhususkan dirinya di satu bidang, kalo saya malah lebih dari tiga! Entah kenapa, justru awal masuk kuliah saya masih santai-santai saja, nggak mereasa ada yang harus dijalani sesuai hati, kecuali menamatkan kuliah di jurusan yang saya sukai. Seiring perjalanan sejak menjadi mahasiswa hingga melepaskan gelar mahasiswa, finally I find my passion. Sekali lagi, emang nggak mudah menyadari passion apa yang saya miliki. Tetapi, saya akhirnya tersadarkan bahwa passion saya sekarang ini ditemukan dari pergaulan dan interaksi dengan orang-orang di sekitar saya. Entah kenapa saya jadi mengetahui kecocokan saya dengan orang lain dalam mengerjakan sesuatu, saya mendapatkan banyak informasi, dan kerap tukar pikiran dengan beberapa orang. Next, hiduplah saya dengan passion. Membuat hidup semakin hidup. Life to the fullest!

Berinteraksi dengan orang-orang di sekitar saya, belajar dan berbagi, serta menjadi wanita yang punya banyak kegiatan perlahan-lahan membuka jalan menuju passion saya. Pertama, saya menyukai dunia pendidikan, anak-anak, suka memotivasi, dan suka hal-hal kreatif. Ternyata ini membuat saya mencintai pendidikan sepenuhnya. Di sisi lain, interaksi saya untuk menggerakkan lebih banyak pemuda di sekitar saya untuk aware dengan permasalahan sosial membuat saya juga menemukan passion saya, yakni berkegiatan sosial di komunitas. Berbagi dan berkontribusi dengan sedikit apa yang saya kerjakan disana. Yang ketiga, saya enjoy saat menulis, entah mau sampai berapa halaman, saya selalu menikmati aktivitas satu ini. Ternyatanya lagi, saya menulis sejak SD, dimana saya menulis ualng biodata orang-orang, menulis surat ke penyanyi/artis cilik, hingga menulis puisi di diary. Nggak cuma itu aja, keinginan untuk terus belajar dan mencari ilmu membuat saya haus akan bahan bacaan. Jadilah sejak masuk kuliah, saya mengoleksi buku dari beragam jenis, kebanyakan sih buku pendidikan, kisah motivasi dan pengembangan diri, dan info jalan-jalan. Mendorong orang lain untuk mencintai lingkungan pun turut saya rasakan, meski saya belum banyak ambil peran untuk menggerakkan lebih banyak anak muda di sekitar saya untuk peduli lingkungan, but I start it from my self.

Nah..bagaimana dengan kalian? Sudah punya passion? Atau bahkan masih bingung? Ada beberapa hal yang dapat kalian lakukan di dalam pencarian passion tersebut. Saya merangkumnya ke dalam beberapa bagian, yakni:

  1. Jangan tutup dirimu

Jangan jadi pribadi yang minder dan terus-terusan menganggap diri kita jelek. Bergaullah. Berjejaring dengan orang sebanyak mungkin, dari lintas manapun, tanpa pandang dia berasal dari mana dan latar belakangnya seperti apa. Dengan banyak bergaul, mata kita akan terbuka, kita akan ‘melihat’ dengan baik bahwa banyak hal yang bisa membuat kita melakukan sesuatu dari orang-orang yang kita temui.

  1. Think out of the box

Berpikir di luar zona nyaman seringkali menjadi hambatan. Saya sendiri bahkan pernah berada dalam zona nyaman saya, namun hal ini perlahan-lahan saya kikis karena saya sendiri sudah bosan dengan zona nyaman itu. Akhirnya saya berpikir, bagaimana kalo saya melakukan hal itu? Meski agak ekstrim dan belum banyak yang berpikiran seperti itu, setidaknya saya sudah berani mengemukanan pemikiran, beda dari yang lain!

  1. Read, read, and read!

Bukan hanya membaca buku saja, namun membaca semua yang ada di sekeliling kita. Baca buku yang sesuai dengan kesukaan kalian, bisa jadi membuat kalian menemukan passion. Contohnya saya, menyukai gaya hidup hijau gara-gara banyak baca buku tentang itu dan pernah ikut lomba karya tulis lingkungan. Di sisi lain, saya banyak ‘membaca’ isi alam semesta dari kehidupan di sekitar saya. Kita pun kaya ilmu, bukan?

  1. Sadarilah, pahamilah, dan kerjakanlah

Do you consider when you feel enjoy while playing the kites? Do you consider that you eat chocolate, sehingga bikin dunia seakan meleleh karena makan cokelat? Nah sadarilah bahwa passion itu terletak disana. Ketika kamu enjoy menikmati sesuatu atau melakukan sesuatu. Selanjutnya kamu harus paham bahwa passion itu akan membawa kebahagiaan di diri kamu. Apakah prestasi yang sudah kamu dapatkan selama ini sudah menjadi kebahagiaan untuk kamu? Pahami bahwa passion lebih dari sekedar itu. At last, do everything by your own passion. Kalo udah tahu passionnya dimana, ya jangan takut untuk melangkah. Kerjakan!

                Siapa sangka, passion bisa mendatangkan uang? Pengalaman saya mengajar membuat saya bisa menabung untuk terus membeli buku (sekali dayung, dua passion terlampaui :D). Yup, apabila sesuatu yang kita kerjakan dengan hati, insyaallah akan memberikan keuntungan bagi kita, terlebih lagi kalo itu dalam bentuk materi yang bisa menyambung hidup, why not? Oya, passion juga yang membuat saya mengenal banyak orang, padahal dulunya saya minder abis!

Well, akankah kamu peduli dengan passion kamu, hidup kamu? I care, do you?passion

2 thoughts on “Living by Passion, I care, Do You?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s