Cerita Hari Ini: Indonesia Mengajar, Terima Kasih

“If you really want something & you work hard for it,the universe will conspire to achieve your dream.” -Paulo Coelho- 

Saya menjadi begitu gilanya untuk mengajar di daerah sejak mengetahui Indonesia Mengajar (IM). Sebuah gerakan pengabdian mengajar di daerah terpencil yang diinisiasi oleh pak Anies Baswedan sejak 2010 lalu. Perasaan ini bahkan timbul sebelum IM ada. Saya dulu pernah sekolah di daerah yang menurut saya sulit akses terhadap bacaan berkualitas. Pun sulit untuk mengakses kompetisi yang saya inginkan dalam kurun waktu 1999-2003. Bahkan keinginan memiliki kolam renang dengan luas rumah yang besar tergantikan dengan rumah kayu sederhana dengan air sungai Batanghari di bawah rumah tersebut.

Ketika itu, dunia terasa tidak berpihak kepada saya. Keinginan dan impian untuk begini dan begitu sontak tergerus zaman. Masih bersyukur saya dikirimkan buku bacaan dari keluarga di Palembang dan Bandung. Masih menikmati masa-masa dimana membantu teman menulis surat kepada artis/penyanyi cilik, kemudian melihat balasan yang diterima teman (dan saya juga tentunya yang turut mengirimkan) dengan wajah sumringah. Masih ingat di hati saya, bahwa perpustakaan kecil di samping rumah itulah yang membuat saya ingin sekali mengajak anak muda di Jambi untuk membaca dan menulis lewat Sahabat Ilmu Jambi. Sekali lagi, saya masih bersyukur saat itu orang tua tetap menomorsatukan pendidikan saya dan kedua adik laki-laki saya meski kami hidup di desa Nipah Panjang II.

Paragrap di atas adalah jawaban saya selama ini, kenapa saya ingin mencoba mengabdi kepada negeri, lewat mengajar, di daerah terpencil, melalui program Indonesia Mengajar ini. Inilah alasan kuat kenapa saya merasa terpanggil untuk membahagiakan mereka yang ada di daerah. Mengukir senyuman mereka, seperti guru-guru saya dahulu mengukir tawa dan senyum kepada saya. Itulah mengapa saya ingin melakukan sesuatu untuk bangsa ini. Passion saya di pendidikan, saya ingin jadi guru. Saya suka anak-anak. Ingin membuat mereka menjadi generasi penerus bangsa yang yakin dengan kemampuan mereka, tidak peduli ada label ‘anak daerah’ yang disematkan kebanyakan orang kepada mereka, atau mungkin kepada saya, dulu.

Saya menunggu waktu 2 tahun untuk ikut program ini. Dikarenakan saya belum lulus kuliah waktu itu, maka saya mengurungkan niat itu. Toh sebenarnya bisa saja mendaftar ketika skripsi saya akan selesai, namun rasa tidak percaya diri mendera, di sisi lain saya ingin membereskan skripsi dulu baru deh ikut IM. Nah, kesempatan itu datang ketika saya selesai kuliah pada Oktober 2012 kemarin. Semangat saya menggebu-gebu karena teman sesama perjuangan di Forum Indonesia Muda, Tala, yang juga Pengajar Muda (PM) angkatan V mengabarkan bahwa IM akan membuka pendaftaran lagi pada November. Tahu apa yang ada di benak saya kala itu? Saya harus ikut. Jangan pikirkan lolos atau tidak, daftar dulu, isi aplikasi dulu. Soal lolos atau tidak, itu jalan yang diberikan Allah Swt.

So, mendaftarlah saya sebagai PM angkatan VI. Saya mulai mengisi aplikasi di website indonesiamengajar.org dengan teliti. Saya tidak ingin ada esai yang kata-katanya melebihi ketentuan. Saya mengisi formulir sesuai apa yang saya alami, tanpa ada penambahan dramatisasi cerita. Saya menuliskan pengalaman, kegiatan, dan apa yang sudah saya lakukan selama ini. Saya pun mengisinya tidak sekaligus, tapi setahap demi setahap. Misalnya, hari ini mengisi lembar pertama dan kedua, besoknya dilanjutkan di lembar berikutnya. Uniknya, ketika saya mengerjakan esai IM, saya mengerjakannya di sela-sela mengawas murid bimbel yang saat itu sedang ujian menjelang semester I. Saya bawa-lah laptop dan ide-ide yang bertebaran di kepala ke dalam ruang kelas tersebut, saya tuangkan isi hati ini ke banyak esai tersebut, sambil melihat-lihat aoakah kata-kata yang saya gunakan berlebih atau tidak. Saya pun meminta koreksi esai dari mbak Aisy yang baik banget, hehe, dan ternyata banyak yang harus saya perbaiki. Setelah memperbaikinya, saya pun mengirimkan formulir pada tanggal cantik, 12-12-2012, dengan no urut VI-01405. Bismillah..

Lantas saya menunggu. Dalam masa menunggu itu, hati saya gundah gulana, apa lolos atau tidak. Apa pantas maju ke tahap selanjutnya atau tidak? Sedikit sharing dengan teman-teman, mereka menguatkan saya untuk terus berpikiran positif. Saya juga meminta doa restu dari mama papa, untuk selalu didoakan agar Allah Swt memberikan yang terbaik untuk saya (doa orang tua penting lho). Pun saya pernah mengalami peristiwa dimana saya bermimpi lolos tahap kedua IM. Hahaha. Setelah mimpi itu selesai, saya merenung, ini mimpi bakal jadi kenyataan atau tidak ya? Hingga akhirnya hari ini, 27 Desember 2012. Penantian saya selesai.

Jreng jreng jreng.. Sebuah email dari tim IM yang saya terima tadi siang sekitar jam 1. Waktu itu saya sebenarnya mau tidur, tapi urung karena lebih mementingkan melihat koleksi sepatu yang memberikan promo besar-besaran. Hahaha. Kemudian mama masuk ke kamar dan sambil ngeliat koleksi sepatu itu juga di tablet. Hingga akhirnya bunyi notifikasi email di BB berdering. Saya menyangka email itu akan sama dengan email yang berdering sejak pagi, yakni teman-teman petualang penjelajah Indonesia yang lagi ngomongin sepatu gratis dari kak Inka untuk jalan-jalan. Eh gak tahunya, email itu dari IM. Terkejutlah saya. Saya bilang ke mama, ada email dari pihak IM tapi saya gak berani buka. Namun mama bilang, buka email, dan saya menurutinya, mengambil handphone dengan perasaan dag dig dug.

Andddd you know what? Email itu berisikan bahwa saya lolos tahap pertama IM! Alhamdulillah, sujud syukur saya kepadaNya. Tangan saya gemetar kala itu. Surprise banget di tengah hari bolong :’) Bikin saya nggak jadi tidur dengan berita mengejutkan itu! Yang biasanya selama ini sering banget dapat penolakan kalau ikut seleksi ke luar negeri, alhamdulillahnya Allah Swt memudahkan jalan yang juga saya impikan sejak lama ini. Finally, saya sedikit lebih dekat dengan impian, ingin menjadi pengajar muda. Terima kasih atas karuniaMu yang gak lepas untukku, terima kasih telah memberikan jalan yang terbaik :’)

Kini, saya berharap, semoga Allah Swt mempermudah jalan yang telah Ia berikan kepada saya ini. Tahap kedua, Direct Assessment akan saya lewati diantara kurun waktu 7-23 Januari 2013. Direct assessment tersebut meliputi wawancara, micro teaching, dan serangkaian kegiatan yang dirancang tim IM sehari penuh di Jakarta (saya memilih lokasi ini supaya lebih dekat dan hemat). Doakan saya bersama Reza Ma’ruf yang saya ketahui adalah mahasiswa Universitas Jambi juga yang lolos IM tahap ini, untuk bersama-sama memberikan yang terbaik nantinya (ternyata dia ini adek dosen bahasa Inggris saya, mom Hustarna).

Finally, saya jadi ingat kalimat Agnes Monica yang Dream, Believe, and Make it Happen. Juga kalimat dari Paulo Coelho di atas. Hari ini benar-benar haru dan bahagia banget deh, banyak ucapan selamat yang diterima. Terima kasih untuk mama papa dan keluarga, teman-teman, serta semua yang telah mendoakan saya. Doakan saya untuk terus semangat pada seleksi berikutnya ya!🙂indonesia-mengajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s