Ashoka Young Changemakers: Tanamkan Empati, Lalu Beraksi!

Bukan hanya sekali saya mendengar kata ‘Ashoka’ ini. Dulu, sekitar tahun 2009 atau 2010 (persisnya saya lupa), saya pernah membaca artikel dalam bentuk pdf yang diluncurkan oleh Ashoka. Artikel tersebut terakit soal pembaharu muda yang telah memberikan dampak positif bagi sekelilingnya. Saat itu membaca berita tersebut sangat iri. Bukan karena tergabung dalam komunitas Ashoka Youngchangemaker, tapi iri dengan kepekaan anak-anak muda yang terpilih dari berbagai wilayah Indonesia untuk beraksi di lingkungannya masing-masing. Saya hanya bisa mengagumi mereka, dan kebetulan dengan seorang teman yang mengetahui program ini sama-sama bingung, how can we start like them? How can we make a CHANGE?

Akhirnya ide untuk melakukan perubahan dan memberikan dampak positif berhenti hanya sebatas pemikiran itu saja. Masih bingung dengan gimana memulainya. Saya merasa ingin melakukan, tp dengan siapa? Apakah ada anak-anak muda Jambi yang berpikiran sama seperti Ashoka Young Changemakers? Hingga kemudian saya melupakan Ashoka, dan berkutat dengan kegiatan pers mahasiswa di kampus saya kala itu. Anehnya, tanpa sengaja saya dipertemukan lagi oleh kakak-kakak dari Ashoka yang waktu itu mengisi acara pada Parlemen Muda Indonesia (PMI) di Jakarta dan Indonesian Young Changemaker Summit (IYCS) di Bandung. Lalu cerita bermula dari sini..

Saya pun bertukar pikiran dengan kak Agni yang waktu itu bersama kerabatnya kak Reta Dungga mengisi acara di PMI pada Januari 2012. Saya bertanya apa itu Ashoka dan kegiatannya, di sisi lain saya juga mendapatkan ilmu dari mereka bagaimana memulai suatu perubahan dari hal-hal kecil. Meski sudah ketemu mereka di PMI, ternyata saya mengetahui Ashoka membuka pendaftaran Young Changemakers (YCM) dari mbak Thantien di Malang via grup di Facebook pada akhir 2011. Pada kesempatan itulah, saya bertanya ke mbak Thantien bagaimana mengikuti prosedurnya, dan akhirnya mengirimkan aplikasi ide sosial dengan membawa Sahabat Ilmu Jambi (SIJ). Nah, ketika bertemu dengan kak Agni itulah, perasaan saya semakin positif. Sudah lama kata ‘iri’ merasuki saya dengan kegiatan para Ashoka YCM, bahkan menunggu beberapa tahun, lalu kesempatan hadir di depan mata, saya nggak mau melewatkannya.

Awalnya Ein, wakil di SIJ, yang saya minta untuk mewakili SIJ mengirimkan aplikasinya. Namun karena Ein kala itu ingin mendaftar kegiatan lain dan ia merasa kalau saya saja yang mengirimkannya, akhirnya dalam waktu beberapa hari aplikasi tersebut dikirim via email ke mbak Thantien, dan beliau yang memproses bersama recruiter lainnya. Sejak Desember 2011 hingga awal September saya belum mendapat informasi bagaimana nasib aplikasi tersebut. Hingga akhirnya Adit, kawan sesama organisasi, menghubungi saya, bahwa Ashoka YCM akan mengadakan seleksi panel. Setelah itu pula, dua kali telepon dari Ashoka YCM mewawancarai saya tentang ide gerakan sosial SIJ ini dalam kurun waktu September-Oktober.

Finally, sebuah email yang menyatakan ide sosial tersebut lolos maju ke tahap seleksi panel datang kepada saya pada akhir Oktober. Sujud syukur bisa membawa SIJ lebih baik di tahun 2012, pikir saya. Saya pun mempersiapkan media presentasi dalam bentuk kardus bekas yang sudah tidak dipakai, lalu menempelnya dengan foto-foto kegiatan dan gambar dari majalah remaja yang berhubungan dengan SIJ. Dalam 3 hari, media presentasi sederhana itu selesai. Saya membawanya ke Jakarta pada 27 November lalu, disertai dengan semangat membara tentunya😀

Saya berangkat ke Jakarta bersama Cici yang mewakili ide sosialnya SAD Rengke-rengke. Pada tanggal 27 November pagi, pesawat membawa kami ke Jakarta, dan bertemulah kami dengan Adit, Rara, Indah, dan Muhammad, yang juga mewakili ide gerakan sosialnya masing-masing. Daannnnn..akhirnya saya ketemu ibu Mira (ketua Ashoka Indonesia), ibu Nia (Youngchangemaker teacher), mas Ali (Kick Andy Foundation), dan pak Wahyu (Aksi), plus mbak Cipi dan mbak Nana😀 So glad to meet them, yang memberikan kesempatan bagi anak muda untuk berkolaborasi dan mempresentasikan ide sosial. Nah, pada 28 November-nya, saya mendapat giliran kedua untuk mempresentasikan SIJ. Deg-degannya maksimal siih, karena ini presentasi pertama di tingkat nasional. Unfortunately, ini diadakan dalam bentuk informal, so I stay cool aja deh😀 Presentasi berlangsung cepat dan sesi tanya jawab dari empat panelis pun sangat bersahabat. Saya banyak mendapat pertanyaan dan saran untuk SIJ kedepannya. Alhamdulillah, 30 menit berada di ruangan itu membuat saya keluar dengan seyuman. I gave my best. Soal lulus atau tidaknya, saya serahkan kepada Allah Swt.

Memakan waktu seharian untuk mendengarkan 6 anak muda presentasi tidak membuat kami bosan. Justru kami berenam banyak mendapatkan ide-ide baru dan saling tukar pikiran untuk komunitas masing-masing. Bahkan hal-hal lucu yang diberikan Muhammad kerap membuat kami tertawa, hahaha.. Kebersamaan yang terjalin ini lebih dari sekedar kolaborasi antar anak muda, namun kepada keinginan bersama sebagai teman baru untuk bergerak memberikan kontribusi kepada Indonesia. Kami banyak foto-foto, makan, jalan-jalan di sekitar komplek Rumah Perubahan (tempat tinggal kami disini, yang juga milik pak Rhenald Kasali), hingga bercengkrama dengan panelis yang welcome bangeeetttttt! Disini juga membuka jaringan kerjasama dan kolaborasi, jadi saya tidak ingin menyia-nyiakannya.

Tibalah saatnya pengumuman satu persatu yang diberikan oleh mbak Nana dan mbak Cipi. Saya mendapat giliran kedua (lagi-lagi). Saya diberikan penjelasan pada malam tanggal 29 November itu, hehe.. Isinya adalah panelis mengapresiasi ide sosial saya, apalagi kalau di tahun depan semakin banyak panti asuhan yang disentuh pasti akan lebih baik. Ada juga panelis yang menyampaikan bahwa mereka melihat potensi kepemimpinan dari dalam diri saya. *tersipumalu* Di sisi lain, saran untuk memberikan pendampingan yang berkelanjutan dan terarah juga diberikan. And next..when mbak Nana and mbak Cipi said that: “Congratulation, you join Ashoka Young Changemakers, Bella!”

Seketika itu pula, pikiran saya melayang pada tahun 2009-2010 dimana waktu itu saya hanya berangan-angan bisa masuk komunitas ini dan bertemu dengan changemaker lain. Dan ternyata tahun 2012 memberikan kesempatan bagi saya dan SIJ untuk berkolaborasi dan beraksi bareng komunitas lainnya. Ini semacam dream comes true. Saya yang nggak berharap banyak lolos seleksi aplikasi YCM ternyata diberikan kesempatan. Saya yang nggak yakin bahwa SIJ yang baru seumur jagung bisa diikutsertakan ternyata itu dipatahkan. Saya bersyukur, SIJ bisa lebih berkembang dengan Ashoka Indonesia. Kesempatan ini paling berharga untuk SIJ, untuk relawan SIJ tentunya🙂

Komunitas Ashoka Young Changemakers ini kalo saya lihat, melirik anak muda yang nggak hanya melakukan perubahan, tapi dia memiliki empati untuk peduli dan berbagi, lalu kemudian beraksi dengan timnya. Visinya adalah menciptakan lebih banyak lagi pembahari muda yang melaksanakan ide kreatif yang berkesinambungan. Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan, Ashoka. We dream it, do it, and growth it!20121128_124129

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s