Destinasi Wisata Wajib Kunjung di Kerinci

Perjalanan ke Kerinci sudah hampir dua tahun saya kenang, namun masih terasa segarnya udara Kerinci yang saya rasakan dalam waktu 3-4 hari pada 28 Januari 2011 lalu. Perjalanan yang memang saya rencanakan untuk jalan-jalan itu terwujud berkat keringanan hati sahabat saya, Ana, yang mau mengajak saya ke Kerinci. Di saat banyak kawan nggak ada yang mau ikut kala itu, saya masih terus saja membujuk Ana untuk pulkam ke kampungnya tersebut. Bujukan saya berhasil! Akhirnya dengan biaya Rp. 100.000/orang, kami berdua berangkat ke Kerinci dengan menggunakan mobil travel pada pukul 20.00 WIB. And the journey had begun…

Meski saya merasa bahwa waktu 3-4 hari di Kerinci tidaklah cukup untuk mengeksplor negeri sakti ini dikarenakan sesuatu hal, namun akhirnya saya berusaha menikmati waktu yang singkat tersebut. Alam Kerinci yang dingin, pepohonan hijau, keramahan penduduknya, dan banyaknya destinasi wisata membuat saya merasa waktu berasa cepat berlalu. Namun saya beruntung tinggal di Desa Betung Mudik, desa keluarga Ana di Kerinci. Desa ini membuat saya melihat dengan mata kepala saya sendiri tradisi Kenduri Seko (saya akan memberikan pemaparan dibawah) dan baiknya penduduk di sekitar rumah Ana, wah khas penduduk desa yang ramah lho! Kalau ada yang memberikan tiket gratis kesini, saya nggak akan nolak deh😀

Btw, menuju Kerinci artinya harus menyiapkan mental, begitulah kata Ana. Kenapa? Karena jalan menuju kesana agak rawan, terjal, dan sering terjadi kecelakaan. Saya pun bergidik mendengarnya. Namun itu tidak mematahkan semangat saya menuju Kerinci. Uang PP sebesar Rp. 200.000 terbayarkan oleh suasana wisata alam yang keren di Jambi ini. Pun perjalanan yang memakan waktu 12 jam lebih ini terbayarkan ketika saya melihat sinar matahari pagi menerobos masuk ke pelupuk mata saya, lalu mengerjapkan mata, dan takjub karena sinar tersebut memantul ke atas Danau Kerinci!

Penasaran dengan Kerinci? Berikut saya paparkan beberapa destinasi wisata yang wajib kalian kunjungi jika suatu saat melancong ke Kerinci. Here they are:

  1. Desa Betung Mudik

Untuk menempuh desa ini, kita memerlukan waktu dua jam dari Tutung Bungkuk, dengan menggunakan mobil. Jalanan ke Desa Betung Mudik ini pun dikatakan rawan, karena berada pada liukan bukit, dan jalannya agak rusak. Sesampainya disini, kita disambut dengan ramah. Penduduknya hampir selalu mengajak saya mampir kalau lewat rumahnya. Mampir untuk diajak makan lemang khas Kerinci! Well, khas rumah disini sama seperti rumah panggung di Sekoja (Seberang Kota Jambi). Di atas merupakan tempat berkumpulnya keluarga, dan di bawah biasanya tempat penyimpanan barang, seperti kayu manis yang ada di rumah keluarga Ana. Disini pula kita bisa melihat Gunung Kerinci yang menyembul di balik awan ketika pagi hari. Saya selalu tertantang untuk melihat Kerinci timbul lho, sungguh sensasi yang jarang saya rasakan ketika berada di kota. Oya, di desa ini pula setiap empat tahun sekali diadakan Kenduri Seko. Kenduri Seko adalah perayaan ucapan terima kasih kepada Tuhan YME, atas rahmatNya yang telah memberikan panen padi yang luar biasa di desa Kerinci. Menjelang Kenduri Seko diadakan, semua penduduk membuat lemang yang dihiasi kertas minyak warna warni dan membuat gulai daging khas mereka. Setiap rumah akan membawa semua itu ke masjid. Karena waktu itu saya di Desa Betung Mudik, saya menyaksikan perayaan yang dihadiri bupati tersebut di Masjid Baiturahmi. Pelaksanaan ini diadakan pada hari minggu, dan ketika itu minggu siang Desa Betung Mudik diguyur hujan lebat. Namun semangat untuk menghadiri Kenduri Seko tidak luntur, semua masyarakat berbondong-bondong menyaksikannya. Ada yang menggunakan payung, atau berteduh di rumah penduduk, atau bahkan rela hujan-hujanan lho😀 Barangkali adat istiadat seperti Kenduri Seko ini bia dijadikan tujuan wisata, dan Desa Betung Mudik bisa pula diiniasikan sebagai desa wisata seperti yang banyak dilakukan oleh pemerintah Sleman, Jogjakarta.

2. Saya sendiri mengujungi beberapa tempat wisata pada Januari 2011 lalu, antara lain:

a. Kebun Teh Kayu Aro

Terletak di bawah kaki Gunung Kerinci, kebun teh ini menurut saya lebih asri dan sejuk daripada Puncak, Bogor, hehe.. Hawa dinginnya lebih menyengat, dan lebih banyak penduduk yang memetik daun teh berkeliaran di sekitar saya. Bahkan saya kerap melihat penduduk yang juga membawa sapi melewati kebun teh ini. Kalau ke kebun teh yang dimiliki oleh PTPN VI ini, jangan lupa siapkan jaket tebal ya, dinginnya minta ampun deh😀

b. Air Terjun Telun Berasap

Destinasi ini merupakan destinasi kedua setelah Kebun Teh Kayu Aro. Air terjun yang memang berasap ini wajib kunjung karena terletak di antara rimbunnya pepohonan dan bebatuan. Menginjakkan kaki disini tak ubahnya seperti di Kayu Aro, sama dinginnya! Namun berhati-hatilah kalau kalian ingin menuju ke bawah, karena banyak lumut yang melingkupi tangga. Saya saja hampir tergelincir meski sudah hati-hati. Mungkin ada baiknya pemerintah Kerinci dan Jambi segera memperbaiki infrastruktur tersebut, agar tidak mencelakakan wisatawan bukan?

c. Air Panas Semurup

Air panas semurup identik dengan hal-hal yang mistis. Kata Ana, sewaktu saya berkunjung kesana, air panas disini sering dijadikan tempat bunuh diri. Hhiiiii! Nggak kebayang deh gimana rasanya meninggal di tempat yang suhu panasnya minta ampun itu! Tapi alhamdulillah sekarang tempat tersebut sudah ditutupi dengan pagar dan dijaga ketat. Kita pun dilarang masuk ke dalam, jadi saya hanya bisa memotret dari luar saja. Oya disini juga disediakan tempat untuk berleyeh-leyeh, kita juga bisa membeli telur dan merebusnya di air panas tersebut jika berani, hehe.. Tertarik untuk kesini guys?

d. Danau Kerinci

Danau Kerinci merupakan danau kebanggan masyarkakat Kerinci. Saya saja yang baru pertama kali mengunjunginya langsung takjub karena disambut oleh matahari pagi yang memantul ke atas air. Kami ke Danau Kerinci setelah selesai bersantap siang dengan keluarga Ana yang menemani jalan-jalan. Yup, di tepi danau ini banyak sekali tempat makan lho, jadi kita bisa makan sambil melihat danau yang asri. Pun bahkan ikan-ikan yang ditangkap berasal dari danau lho, so fresh from the open deh! Jangan lupa juga untuk mencelupkan kaki ke dalam danau, bagi saya ini pengalaman unik ketika saya bahkan tidak berani memasukkan kaki ke sungai Batanghari :p

e. Lubuk Nagodang

Ingin membeli dodol kentang khas Kerinci? Mau mencicipi sirup kayu manis yang terkenal itu? Atau mau serundeng khas Kerinci juga? Ayo mampir kesini! Di Lubuk Nagodang tersimpan banyak toko industri kecil yang menjual makanan Kerinci sebagai oleh-oleh yang wajib dibawa! Di sepanjang jalan Lubuk Nagodang ini, kita nggak akan kesulitan mencari oleh-oleh, pelayan di setiap tempatnya akan menawarkan kita oleh-oleh, harganya pun bervariatif, dan terbilang masuk akal di kantong kita😀 Harga oleh-oleh berkisar di atas Rp. 3.000. Jadi jangan sampai nggak beli oleh-oleh khas Kerinci di tanahnya sendiri ya!

3.

Kerinciiiii, someday I will back to this town!🙂

Danau Kaco

Danau yang airnya sangat bening ini terkenalnya bukan main! Selain karena terkenalnya lewat beningnya air danau, ia juga terkenal dengan hal-hal mistis dan perjalanan masuk hutan yang terjal. Meski saya belum kesini, saya mendapatkan cerita dari seorang teman yang beberapa hari lalu mengunjunginya, mbak Weni. Mbak Weni, Mul, dan Dicky, memang berniat ke Danau Kaco sejak lama. Mereka merasakan pengalaman yang sangat seru disini uys! Meski hanya 30 menit di Danau Kaco, pengalaman tersebut sangat berkesan bagi Mbak Weni. “Karena kondisi saat itu hujan lebat, jadi kami sebentar saja disana. Lagian kami khawatir kalau kemalaman pulangnya, jadi mau selesai cepat waktu itu. Yang nggak tahannya kami kena incaran pacet. Perjalanan menggunakan motor di medan yang berat selama empat jam tersebut terbayarkan karena indahnya melihat sosok Danau Kaco. Kami juga dibantu oleh guide yang ada disana, dan meminta izin kepada warga adat disana. Karena disana juga penuh mistik, sebaiknya jangan sedikit yang berangkat, lebih baik rombongan dan banyak cowoknya. Bagi yang memiliki niat aneh, mending nggak usah ikut, apalagi buat cewek yang haid lebih baik membatalkan.” Begitu kata mbak Weni sore ini via sms kepada saya. Jadi, meski banyak rintanngannya, jangan sampai kalian melewatkan panorama Danau Kaco yang airnya bening banget itu! Saya pun jadi tertantang untuk mengujunginya suatu saat nanti!

 

Well, sepertinya segitu saja dulu ya informasi destinasi wisata wajib kunjung selama liburan di Kerinci. Memang sih masih banyak lagi destinasi wisata, seperti Gunung Kerinci, Gunung Tujuh, Danau Gunung Tujuh, Bukit Kayangan, dan lainnya, namun saya belum berani menuliskannya secara emang belum pernah mengunjunginya, hehe.. Mudah-mudahan kita semakin mencintai negeri ini dengan mengenalnya sampai ke akar-akarnya. Karena kalau bukan kita sendiri yang menikmati alam Indonesia, siapa lagi? Jadi..kenali negerimu, cintai negerimu! (pssttt, ada yang mau ke Kerinci setelah baca tulisan saya ini? )😀

8 thoughts on “Destinasi Wisata Wajib Kunjung di Kerinci

  1. knapa kmu kok gk mw berfoto di desa ku sich. . . ?

    Di makam pahlawan :semumu,
    Kmu waktu di sana udah nyobain bendi gk, , ?
    Dan 1 lgi knapa kmu gk melihat2 peta di atas bukit desa kami. , .
    Peta itu msih rahasia, ,blom bnyak yg tw tu tentang peta itu, , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s