Heboh Candi Kimpulan di UII Jogja

Tidak ada yang menyangka bahwa dibawah bangunan institusi pendidikan tersimpan bangunan bersejarah. Pun bagi saya yang awam soal penemuan arkeologi tidak menyangka bahwa di Universitas Islam Indonesia justru memiliki candi. Berita kehebohan candi ini terdengar senusantara, termasuk saya yang berada di Jambi pada 2009 lalu. Toh meski hanya mendengar kisahnya melalui media, saya berkeinginan mengujungi candi ini langsung. Alhamdulillah impian ini terkabul melalui kegiatan Java Summer Camp di Jogja pada 10 Juni lalu.

Selidik punya selidik, akhirnya saya mendapatkan informasi akurat dari ibu-ibu di Dinas Budaya dan Pariwisata Sleman. Dikarenakan ada satu ibu yang menjelaskan tentang candi ini memakai pengeras suara, dan ada satu lagi wanita yang saya ingat namanya, yakni Ibu Ruslaini dari Budpar Sleman juga. Mereka dengan telaten menjelaskan tentang penemuan candi ini kepada peserta. Saya pun menyimak dengan baik, sambil sesekali melontarkan pertanyaan di hari yang sudah mulai terik itu.

Candi Hindu ini ditemukan pada 2009 lalu, dimana saat itu UII sedang merencanakan membangun perpustakaan. Pada awalnya hanya berupa tanah, namun setelah digali oleh pekerja, ditemukanlah candi yang diperkirakan sudah berada sejak abad 9-10. Penelitian dan penyelamatan candi ini tidak mengganggu jalannya pembangunan perpustakaan. Terbukti dengan pihak rektorat memperbolehkan arkeolog meneliti lebih lanjut soal Candi Kimpulan. Berbarengan dengan itu pula, UII dijadikan destinasi wisata sejarah bagi pengunjung yang ingin mengenal Candi Kimpulan. Sampai disini, saya berharap Universitas Jambi, almamater saya juga bisa dijadikan destinasi wisata suatu saat nanti😀

Meski tidak ada prasasti kata Ibu Ruslaini, namun usia candi ini diperkirakan sama dengan Candi Prambanan. Saya pun melihat langsung ke bagian bawah perpus ini, dan memasuki area candi. Terbukti memang tidak ada prasasti. Jika anda berkunjung kesini, yang anda lihat hanya arca Ganesha (arca ini konon jarang sekali ditemukan lho di candi-candi), dan sisa tanah yang sengaja disingkirkan untuk menunjukkan bukti bahwa tanah setinggi itulah ketika digali dan ditemukan candi ini. Terdiri dari satu bangunan induk dan satu perwara, kemudian pagar yang mengelilingi candi dihiasi oleh batu-batuan yang simpel, serta tidak memiliki atap, itulah ciri-ciri Candi Kimpulan.

Meski terletak di dalam kampus, candi ini tetap menjadi primadona wisatawan. Toh pihak UII tidak mempermasalahkan bangunan ini. Masih menurut Ibu Ruslaini, ia mengatakan bahwa pihak UII tidak mempersoalkan agama dalam konteks ini, malah sebaliknya pihak UII melindungi cagar warisan budaya Indonesia. Belajar dari pengalaman institusi pendidikan yang menjadi ruang lingkup budaya, Candi Kimpulan layak anda tapaki ketika berada di Jogja🙂

Arca Ganesha di Candi Kimpulan UII🙂

2 thoughts on “Heboh Candi Kimpulan di UII Jogja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s