Karena Ada Resah Dibalik Indonesia

Ya Allah ya Rahman ya Rahim..izinkan malam ini aku berbicara tentang ini, tentang keresahan hati terhadap Indonesia dan segala isi di dalamnya.

Tuhan..kenapa ya aku terlahir di Indonesia? Kenapa bukan terlahir di negara-negara yang berkembang itu? Kenapa aku terlahir di tempat yang bikin aku nggak habis pikir, kenapa selalu ada masalah yang bikin aku jengah?

Aku nggak perlu muluk-muluk ngeliat kejengahan ini di skala nasional. Bahkan di tempat tinggalku sendiri saja Tuhan, Engkau pasti melihat apa yang ku alami akhir-akhir ini. Engkau pasti tahu betapa perjuangan ini nggak memakan sedikit biaya, waktu, energi, dan semangat. Semuanya itu karena aku sadar Tuhan, kalau bukan aku, siapa lagi? Aku nggak mau menjadi bagian dari mereka-mereka yang membuat negeri ini semakin diunderestimate orang-orang.

Tuhan, kenapa ya pemerintah itu yang seharusnya melindungi dan mendukung kegiatan kepemudaan, malah bersikap underestimate. Sedih nggak sih Tuhan, kalau kita ngomong baik-baik, ternyata ditanggepin seolah-olah ‘nggak berarti’? Aku pernah mengalaminya Tuhan. Komunitasku Sahabat Ilmu Jambi, ternyata tidak dianggap semestinya oleh mereka yang bertugas membentuk karakter pemuda itu sendiri. Tahu nggak Tuhan, waktu itu ketika aku jelasin soal SIJ yang bergerak di bidang sosial kerelawanan, aku dibilang begini: “Oh kerelawanan berarti nggak dibayar ya? Tapi jaman sekarang mana ada lah orang bekerja tapi nggak dibayar.” Kira-kira Tuhan tahu tidak maksud orang itu? Mau ngerendahin SIJ ya Tuhan? Iya begitu?

Trus Tuhan..Bella mau curhat lagi nih. Kasian banget Tuhan, ngeliat anak-anak nggak bisa sekolah dengan baik, orangtuanya nggak mendukung pendidikan anaknya, dan segala macam hal yang menimpa anak tersebut. Orangtua anak tersebut berharap ada beasiswa lho Tuhan dari pemerintah yang katanya bisa memberikan ‘cahaya’ di dunia pendidikan. Tapi kenapa ya Tuhan, pelayanan di tempat itu bikin aku yang mendengar tambah jengah? Ditanya ini itu dengan ngomong baik-baik, malah dijawab: “Tuh liat be disano (sambil ngarahin bibir ke kiri atau ke kanan, atau mengarahkan jari telunjuknya, dengan muka datar)”. Kenapa ya Tuhan, seolah-olah beasiswa atau kedudukan itu hanya milik orang-orang yang kenal dekat dengan orang dalam? Kasian dong Tuhan kalo liat anak-anak yang bener-bener membutuhkan uang untuk sekolah, tapi pas ngeliat daftar pengajuan proposal, hasilnya NIHIL, dan dalam daftar itu kosong melompong namanya. Kan kasian Tuhan mereka😥 Gimana mereka mau mengabdi ke daerahnya setelah mereka selesai belajar di luar provinsi, kalau pemerintahnya aja nggak ngehargai gitu. Jadi wajar saja ya Tuhan, kalo banyak teman-teman Bella yang kuliah di luar provinsi, kebanyakan nggak mau pulang ke Jambi. Begitu kah Tuhan? Atau anak-anak berprestasi di provinsi ini lebih memilih kerja di luar kota? Karena semua yang ada disana lebih menjanjikan daripada disini? Bener nggak sih asumsiku ini Tuhan?

Tuhan..Bella lagi mikir juga nih. Kenapa ya untuk berbuat baik dan mengajak orang lain untuk bersinergi melakukan perbuatan positif itu susah banget ya? Malah ada seolah-olah memanfaatkan kegiatan positif itu untuk kepentingan dirinya sendiri, yang mengatasnamakan ‘para pekerja’. Mereka nggak tahu sih ya Tuhan, betapa susahnya menjalani ini, mencari kesana kemari, mengorganisir semuanya, tapi tetep keukeuh dengan apa yang mereka minta. Mereka sudah tahu lho Tuhan bahwa ini sosial dan kami mensinergiskan dengan sumber daya kami sendiri, tapi kenapa ya seolah-olah ‘harus bayar segini’? Di pihak lain, boro-boro deh Tuhan mau membantu, mengunderestimate malah yang ada. Siapa yang nggak kesal Tuhan? Kami bukan lembaga yang banyak duit lho Tuhan, Tuhan pasti tahu sendiri dari mana kami menjalankan ini semua? Kalo bukan karena semangat, pasti udah hancur lebur dari kemarin. Tuhan, tolong Bella dan kawan-kawan ya Tuhan, lunakkan hati mereka untuk memberikan kami keringanan. Bukakan mata hati mereka, bahwa ini bukan sebagai ajang kami mencari pamor atau uang, justru kami malah bersiap untuk ‘turun’. Doakan kami tidak mengibarkan bendera setengah tiang ya, Allah swt, yang maha mengetahui kesulitan hambaNya..

Ada lagi nih Tuhan curhatannya, semoga Tuhan nggak jengah juga ya membaca tulisan dari hati Bella ini :’) Tuhan, Indonesia ini krisis pemimpin atau emang nggak ada yang berkarakter ya? Soalnya ngeliat berita akhir-akhir ini kami jadi bertanya-tanya, sebenernya Indonesia ini dipimpin oleh siapa? Kenapa makin banyak pemimpin yang nggak berkarakter? Kenapa seolah-olah tutup mata, membuat segalanya perlahan menghilang tanpa jejak? Yang benar jadi salah, yang salah dibenarkan. Hebat banget ya negeri ini sampai begitu? Apa jiwa mereka yang memperjuangkan rakyat cuma sampai batas pemilu dan terpilih doang? Jadi ketika mereka sudah mencicipi ‘jabatan’, mereka pun bilang begini: “Ogah banget ngurusin rakyat, lha wong saya udah habis berapa banyak uang untuk mendapatkan ini semua.” Kalo boleh meminta Tuhan, tolong kirim pemimpin Indonesia yang bener-bener membuat rakyatnya merasa terlindungi ya Tuhan. Kalo rakyat saja udah merasa terancam di negeri ini, ya nggak heran lah ya Tuhan mereka pada mau berangkat ke luar negeri?

Satu hal lagi Tuhan, Bella mau curhat ini. Kenapa ya Tuhan, anak muda itu susah banget diajak untuk berkomitmen? Susah banget untuk diajak peduli dengan kegiatan positif? Susah banget untuk diajak peduli dan sadar peran mereka sebagai pemuda? Seolah-olah mereka berpikir bahwa itu bukan tugas mereka, itu hanya tugas pemerintah. Jadi mereka kebanyakan memikirkan kesenangan diri mereka saja, memikirkan isi dompet dan perut saja. Acuh tak acuh melihat kondisi bangsa yang sebenernya perlu tindak mereka. Kenapa ya susah ya Tuhan untuk mengajak orang lain untuk berbuat baik? Tuhan tahu jawabannya nggak ya? Atau justru jawaban itu ada di diri mereka sendiri karena mereka yang mampu menjawabnya? Tuhan, bayangin deh, berapa banyak anak muda di Indonesia. Kalau mereka mau peduli, berkomitmen, bersinergi sesuai passion, membantu memecahkan masalah dan berkontribusi nyata, berapa banyak masalah yang ada di Indonesia yang bisa diatasi oleh anak muda? Ah Tuhan, andaikan semua anak muda berpikir hal yang baik bukan hanya untuk mereka saja, namun untuk Indonesianya juga. Andaikan yaaa…

Tuhan, segitu dulu ya curhat Bella malam ini, plong rasanya udah ngebicarainnya dengan Tuhan. Semoga Tuhan nggak bosen dengerin curhat Bella lagi ya. Semoga setelah curhatan ini, ada yang mengambil sisi positif dari apa yang aku resahkan. Karena ini sebenernya nyata lho ada di hadapan kita, tinggal kita mau memberikan perubahan dari masalah tersebut atau berdiam diri menikmati fase: lahir, makan, tidur, kerja di kantor yang gajinya tinggi, punya rumah bertingkat, bisa belanja sepuasnya, uang di rekening banyak, lalu mati?

2 thoughts on “Karena Ada Resah Dibalik Indonesia

  1. bella… bersyukurlah terlahir di indonesia karena tidak mungkin hadir seorang bella jika tidak punya maksud dan tujuannya… allah maha mengetahui atas ciptaannya. bangsa ini sebenernya kaya tetapi miskin dalam sprit membangun dan dengan hadirnya SIJ insya allah memberi warna perubahan sendiri.ada satu hal yang perlu dicatat “semakin tinggi suatu pohon maka akan semakin banyak angin yang akan mencoba merobohkannya”.jadikan semua masalah yang menghampar termasuk segala hinaan terhadap SIJ menjadi bahan bakar untuk melakukan perubahan bukan sebaliknya. sebenernya tidak sulit mengajak orang berbuat baik tetapi kepada orang2x yang tepat dan dengan cara yang tepat dan jika mengajak orang yang tipikal matrealistis maka itu yang tidak mudah karena harus merubah paradigmanya dulu tentang kehidupan. untuk masalah tentang pemerintah, memang pemerintahan indonesia lagi kondisi krisis kepedulian begitu pula dengan pemimpin2xnya hanya saja kakak percaya masih ada pemimpin yang peduli dengan rakyatnya atau bertanggung jawab sebagai pemimpin tetapi ini tidak diketahui oleh publik. SIJ menurut kakak adalah salah satu organisasi yang luar biasa yang insya allah dapat banyak memberikan kebaikan kepada masyarakat, teruslah bersemangat dalam melakukan aktifitas yang positif. satu hal yang pasti bella masih banyak pemuda yang peduli tetapi mereka melakukannya dengan cara mereka sendiri dan terkadang cengderung tersembunyi dan tidak tereksplor ke luar..pesan kakak ::semangat terus ya bella….^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s