Terpesona Dengan Sendratari Ramayana

Sendratari Ramayana (Ramayana Ballet), barangkali diantara anda asing mendengar dua kata tadi, begitu pula dengan saya. Ketika melihat rundown acara Java Summer Camp (JSC) #4 yang saya ikuti Juni lalu di Sleman, Jogjakarta, akhirnya saya mulai memahami apa itu Sendratari Ramayana. Selain karena kisah legendaris dalam kebudayaan Jawa, Ramayana, ternyata konsep pertunjukan yang diadakan di panggung terbuka tersebut cukup menarik perhatian saya karena biaya menontonnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah!

Di malam minggu itu, 9 Juni 2012, saya dan teman-teman kelompok 10 ‘Kopi Jos’, berangkat dari tempat perkemahan kami menuju arena pertunjukan tersebut. Meski tempatnya tidak terlalu jauh, kami memakan waktu yang cukup lama dengan berjalan kaki selama ± 20 menit. Kami melewati jalan tembus di komplek Candi Prambanan sekitar jam 7 malam. Saya yang tidak pernah menonton pertunjukan seperti ini semakin mempercepat langkah saya. Seolah tidak mau melewatkan barang sedikitpun cerita yang dikemas dalam rangkaian gerak tari khas Jawa yang diiringi musik gamelan itu.

Memasuki arena penukaran karcis tiket, kami sekelompok diminta untuk memperlihatkan kartu tanda peserta JSC kepada petugas, setelah itu kami diperbolehkan melenggang masuk, mencari tempat duduk yang sekiranya bisa memuaskan mata untuk menatap lebih dekat. Setelah mencari-cari, akhirnya kami sekelompok menemukan tempat duduk paling depan dan berada di paling bawah (posisi ini cukup strategis untuk mengambil foto dan menatap pertunjukan lebih dekat). Tidak lama kemudian, setelah grasa grusu foto-foto, sebuah pengeras suara memberikan aba-aba, bahwa pertunjukan akan segera dimulai, dan penonton tidak diperbolehkan mengambil foto di dekat arena panggung, yang artinya harus mengambil foto dari tempat duduk mereka saja. Well, kami cukup beruntung bukan karena duduk paling depan?😀

Cerita dimulai ketika Prabu Janaka mengadakan sayembara untuk menentukan pendamping Dewi Shinta (puterinya) yang akhirnya dimenangkan Rama Wijaya. Dilanjutkan dengan petualangan Rama, Shinta dan adik lelaki Rama yang bernama Laksmana di Hutan Dandaka. Di hutan itulah mereka bertemu Rahwana yang ingin memiliki Shinta karena dianggap sebagai jelmaan Dewi Widowati, seorang wanita yang telah lama dicarinya.

Untuk menarik perhatian Shinta, Rahwana mengubah seorang pengikutnya yang bernama Marica menjadi Kijang. Usaha itu berhasil karena Shinta terpikat dan meminta Rama memburunya. Laksama mencari Rama setelah lama tak kunjung kembali sementara Shinta ditinggalkan dan diberi perlindungan berupa lingkaran sakti agar Rahwana tak bisa menculik. Perlindungan itu gagal karena Shinta berhasil diculik setelah Rahwana mengubah diri menjadi sosok Durna.

Di akhir cerita, Shinta berhasil direbut kembali dari Rahwana oleh Hanoman, sosok kera yang lincah dan perkasa. Namun ketika dibawa kembali, Rama justru tak mempercayai Shinta lagi dan menganggapnya telah ternoda. Untuk membuktikan kesucian diri, Shinta diminta membakar raganya. Kesucian Shinta terbukti karena raganya sedikit pun tidak terbakar tetapi justru bertambah cantik. Rama pun akhirnya menerimanya kembali sebagai istri.

Begitulah kisah cerita Ramayana ini. Saya yang baru menonton pertama kali harus memahami cerita ini sedikit demi sedikit. Bertanya kepada teman yang lebih dahulu menonton, membaca literatur di brosur, hingga mencari kisah cerita ini di situs internet. Meski tidak mudah bagi saya memahami pertunjukan ini, satu hal yang membuat saya berdecak kagum adalah Sendratari Ramayana mampu menggabungkan seni tari, drama, dan musik dalam satu panggung nan epik! Bukan hanya itu saja, pertunjukan akrobat dan permainan bola api cukup mendebarkan hati.

Di sisi lain, saya cukup terkesima, bahwa kisah ramayana yang terpahat pada Candi Prambanan ini dilakoni oleh penari yang rupawan, mereka melenggak lenggok cantik diiringi musik gamelan. Saya diajak berpikir keras dari tutur bahasa tubuh yang digunakan penari, sebab tidak ada satupun dialog yang digunakan dengan lisan. Mesk tidak ada dialog, sesekali penutur sinden menceritakan kisah dalam bahasa Jawa. Saya pun hanyut dalam pertunjukan itu, syaratnya adalah menonton pertunjukan dengan hati. Sedemikian pula para penari mempertunjukan Sendratari Ramayana menghayati peran mereka menghibur penonton.

Saya jamin, menonton Sendratari Ramayana tidak akan membuat kalian bosan. Bahkan mungkin anda bisa setuju dengan saya bahwa pertunjukan ini merupakan pertunjukan cantik yang pernah saya tonton di Indonesia. Beruntungnya saya menonton pertujunkan ini dengan gratis. Bila penonton lain harus merogoh kocek ratusan ribu rupiah, kami para peserta JSC #4 cukup membayar Rp. 150.000 sebagai uang pendaftaran (termasuk rangkaian kegiatan, penginapan, makan sehari-hari, dan mengikuti field trip ke beberapa tempat wisata di Sleman). Pun uang Rp. 100.000 kami saja dikembalikan, karena Pak Irwan Hidayat, selaku CEO Sido Muncul memberikan Rp. 100.000 untuk semua peserta! Lagi-lagi, saya masuk kategori orang beruntung bukan?😀

Dua jam pertunjukan membuat saya berasa tidak puas. Kenapa? Karena sendratari ini cukup memukau mata saya! Bener-bener pertunjukan yang cantik, dikemas dengan budaya yang elok, pun begitu pula dengan pujian-pujian yang terlontar, tidak henti-hentinya saya berikan. Di akhir acara, kami diperbolehkan berfoto dengan para penari dan pemain musik. Saya nggak ketinggalan dong, hehe. Saya sempat berfoto dengan hanuman dan pemain sendratari lainnya bersama teman-teman. Langkah saya pun ringan selepas menonton pertunjukan tersebut. Sambil berharap, andaikan Jambi memiliki pertunjukan budaya yang bisa ditonton setiap malam minggu (bisa menceritakan tentang Dul Muluk, Orang Kayo Hitam, atau Datuk Paduka Berhala), yang tentunya diangkat dari sejarah Jambi, pasti keren banget! Ahh, semoga saja suatu saat terwujud di Jambi ya!🙂

Pencahayaan dalam pertunjukan ini keren banget kan?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s