Raminten dan Pertama Kali ke Jogja

Apa yang kali pertama saya kunjungi setelah mendarat di Bandara Adisutjipto Jogjakarta? Well, saya dengan puas mengatakan: RAMINTEEENNNNNN!😀

Pertama kali ke Jogja membuat saya terkagum-kagum dengan suasana provinsi kecil ini. Berhati nyaman, sebagai simbol kota Jogja membuat saya langsung menyetujuinya. Toh, benar kata orang, kalau sudah ke Jogja, pasti pengen balik lagi! Dan saya pun lagi-lagi setuju kata orang itu. Rasanya tuh ya, nggak cukup sekali ke Jogja, nggak cukup 6 hari di Jogja (seperti yang saya alami). Masih banyak tempat wisata dan budaya menarik lainnya yang harus dijamah.

Saya ke Jogja pada 7 Juni 2012 lalu. Beberapa bulan yang lalu, saya mengikuti kegiatan Java Summer Camp (JSC) #4 di Sleman, Jogjakarta. Saya berangkat dari Jambi sekitar pukul 16.00 dan mendarat di Soetta pukul 17.10 WIB. Dari sini, saya harus menunggu pesawat transit menuju Jogja pada pukul 19.00. Meski delay hingga setengah jam dan sedikit kesal, di benak saya mengatakan: “Sudah, tidak apa-apa Bella, toh Jogja sebentar lagi akan menyapamu.”

Akhirnya setelah satu jam berada di pesawat, sampailah saya di Jogja pada pukul 20.40 WIB. Jogja menyambut saya dengan rintik hujan, ya ternyata sebelum pesawat mendarat di bandara tersebut, Jogja diguyur hujan. Walhasil udara dingin langsung membuat tubuh saya menggigil. Pikiran saya seperti peri di negeri antah berantah, jauh dari orangtua, melancong sendirian, dan ke daerah yang baru pertama kali diinjakkan kakinya. Sontak suasana itu bikin saya takut. Akankah Jogja ramah kepada saya?

Sekitar setengah jam-an lebih, saya menunggu bagasi. Yup, satu backpack Consina sedang saya tunggu bersama para penumpang lainnya. Di sela-sela waktu itu, saya menghubungi Bunga dan Rezha, anak Parlemen Muda Indonesia, yang gokil-gokil😀 Sengaja saya menghubungi mereka untuk memastikan apakah mereka sudah berada di bandara atau belum, karena mereka-lah yang menjemput saya malam itu. Setibanya menunggu balasan bbm, yang ada malah mereka mengguraui saya. Mereka bilang kalo mereka tiba-tiba nggak bisa menjemput saya karena Bunga disuruh neneknya balik cepat. Well, darah saya berdesir, kalo nggak dijemput mereka, akankah saya jadi gembel di bandara ini? Oh noooooo..!

Untunglah mereka hanya menakut-nakuti saya saja. Kenyataan itu tidak benar sodara-sodara! Mereka ternyata bersembunyi di dekat pintu keluar bandara, dan saya melihat mereka tertawa-tawa bahagia telah mengerjai saya. Piuhhh, senior dikerjai junior haha.. Saya pun say hello dengan mereka. Sedikit basa basi bilang minta maaf kalo harus menunggu terlalu malam. Alhamdulillah mereka berdua baik banget. Saya langsung diajak ke parkiran mobil, menaruh tas dan badan yang sudah letih ini di mobilnya Bunga. Ketika keluar dari bandara tersebut, hati saya lapang. Ahh Jogja, akhirnya aku memelukmu juga :’)

Berfoto bersama Bunga di depan banner House of Raminten😀

Beranjak dari bandara tersebut, mobil Bunga bermain dengan malamnya Jogja. Pukul 22.00 WIB, lalu lintas jalanan masih ramai banget. Mobil Bunga membawa kami mengitari kota Jogja di malam hari. Sesuai rencana mereka berdua, saya akan diajak muter-muter Malioboro setibanya di Jogja malam itu, tapi karena Malioboro sudah tutup jam segitu, akhirnya mereka membawa saya ke sebuah restoran bernama Raminten, yang terletak di Jl.  FM Noto 7, Kotabaru.

Sesampainya disana saya diberitahu kalo kami harus menunggu tempat yang dipesan, jadi nggak bisa sembarangan masuk kesana. Kami harus mendaftarkan nama pelanggan, kalo tempat masih penuh dengan pengujung kami harus menunggu di Area Sabar. Sesuai prediksi mereka berdua dimana semakin malam Raminten semakin ramai, akhirnya kami duduk di kursi yang telah disediakan sambil menunggu nama kami dipanggil, pertanda waiting list telah berakhir😀 Saya melirik sekitar, kok pelayannya unik begitu ya?

Pertanyaan tersebut saya simpan hingga kami mendapat tempat di lantai atas. Kami bertiga duduk di saung atas tersebut, lesehan dan agak menyudut dekat tangga. Sampai disini, meski aneh dengan nama Raminten, saya masih takjub dengan tutur kata pelayan yang halus dan tentu saja pakaian yang mereka kenakan. Angkringan semi cafe ini memberikan ciri khas dari penampilan luar dan dalamnya. Dari luar, saya melihat bangunan ini sederhana sekali. Pelayan wanita memakai kemben, sedangkan pria berpakaian ala keraton istana gitu. Molek dan cantik sekali si pria, sedangkan si wanita modis banget. Pakaian batik, sanggul, paras nan ayu, hingga cara bertutur kata yang baik, menjadi ciri khas tambahan mereka. Pun sisi dalamnya seperti harga menu makanan dan minuman MURAH BANGET. Kalian bisa memesan porsi dari Rp. 1.000 – Rp. 25.000 saja! Sungguh harga yang bersahabat bukan? Saya sangat menyarankan backpaker harus kesini, menikmati malam Jogja sambil mendengarkan lagu Jawa. *langsungterbayangsuasananya*

Waktu itu saya memesan nasi goreng dan es dogan (saya lupa dua nama ciri khas kedua menu itu), dan harganya nggak lebih dari Rp. 20.000 lho, so WOW banget deh. Untungnya lagi dibayarin ama Bunga dan Rezha (hehe, makasih adek-adek yang baik). Meski saya tidak mencicipi gudeg atau nasi kucing disini, harganya pun nggak kalah saing ama di angkringan. Berkisar antara Rp. 3.000 – Rp. 15.000 lah. Minuman es dogan itu pun porsinya besar, jadi bisa diminum bersama-sama. sluurrpppp, hilang deh rasa lapar saya😀

Pukul 23.00, kami mulai beranjak pulang. Rezha diantar Bunga ke rumah kakak seniornya, sedangkan saya dan Bunga ke rumah nenek Bunga yang berada justru dekat bandara. Malam itu saya nggak lupa untuk berfoto di tulisan House of Raminten bersama Bunga. Mojok berdiri seolah-olah seperti Raminten pula haha. Saya juga mengambil kartu Jangan Panggil Aku Raminto di restoran yang buka 24 jam itu. Kesan pertama dateng ke Jogja dan disuguhi Raminten? Oh jelas OK banget!🙂

 

 

2 thoughts on “Raminten dan Pertama Kali ke Jogja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s