Just For My Mom: Kado di Usia 48 tahun

Saya dan mama waktu di dusun papa dan mama, Campang Tiga, OKU, Palembang. Ini lagi makan di tengah kebun lho😀

Sometimes I feel my heart so lonely but it’s ok
No matter how my girl just left me and I don’t care
Whenever the rain comes down and it’s seems there’s none to hold me
She’s there for me, she’s my mom

Reff:
Just for my mom, I write this song
Just for my mom, I sing this song
Just for my mom, can wipe my tears
Just for my mom, can only here

Trap in a subway, can’t remember the day but I feel ok
Damped in damn situation, in every condition with no conclusion
Whenever the rain comes down and it’s seems there’s none to hold me
She’s there for me, she’s my mom

Ke Reff

You may say I have none to cover me under the sun
She’s there for me, she’s my mom

 

Well, lirik lagu Just for My Mom dari Sheila on 7 itu sungguh ngena banget. Mama selalu ada di hati saya. Mama selalu ada disamping saya. Ya, dialah mama saya, Setiaty. :’) Lagu ini berasa indah banget saya nyanyikan di malam ini, dimana tanggal 3 Oktober ini mama berulang tahun yang ke 48. Angka yang hampir memasuki setengah abad, tapi beliau selalu menjadi inspirasi saya dalam melangkah di hidup ini.

3 Oktober 1964-3 Oktober 2012. Mama sudah berusia 48 tahun di dunia ini. Ia dilahirkan  di Palembang dari keluarga yang sederhana. Kakek saya (ayah mama) dulunya seorang mantri (profesi dokter tidak menjadi lambang bagi kakek saya) yang dipercaya oleh bule-bule di tempat kerjanya untuk membantu di kala sakit (sungai gerong tempat kerja kakek saya). Selain profesi itu, kakek saya juga menjual batu bata, kerikil, dan pasir di halaman rumahnya yang berada di tepi jalan. Mama juga terlahir dari perempuan cantik di jaman itu. Yup, nenek saya-lah yang melahirkan beliau. Kata akas (kakek) dan ombai (nenek), nama panggilan tersebut untuk orang Palembang, mama kecil mirip sekali dengan saya dari segi fisik. Dan emang bener sih, setelah ngeliat foto-foto mama masih kecil, mirip banget dengan saya hehe. Hanya saja kata nenek kakek, mama dulu tuh gak seberani Bella sekarang. Maksudnya berani disini, mama orangnya agak takut kalau bergaul dengan orang, paling hemat diantara saudaranya, dan rajin membersihkan rumah. Anyway, ketiga hal itu emang rada jauh sih dengan saya😀

Mama juga-lah yang paling deket dengan akas dan ombay lho dibanding empat saudara lainnya (mama anak ke-2). Ya, ini terbukti dari pengakuan akas yang bilang kalo mama itu perhatian banget dengan orangtuanya sejak kecil. Mama suka menjaga warung akas. Mama suka mijitin akas meski akas gak suka. Mama juga paling jujur kalo ada yang beli di warung akas. Mama selalu memperhatikan makanan dan kesehatan akas dan ombai. Mama juga perhatian ke adek-adeknya (Matiar,Bik Dewi,dan Bik Ana), dan juga ke kakak mama (Mama Mulkan). Bahkan sampai sekarang mama tetep perhatian ke keluarga besarnya dari hal-hal kecil, misalnya menelepon, mengucapkan ulang tahun, atau hal lainnya. Perhatian itu turut dirasakan oleh keluarga besar papa. Meski kadang mama jarang dimengrti oleh beberapa anggota keluarganya, dan mama kerap kali sedih karena itu, tapi mama tetep perhatian ke mereka. Ahh, kalau saya bisa-bisa cekcok ya, tapi kalo mama sama sekali nggak.

Oya mama dulu pernah jatuh dari motor, sama kayak saya, ehhmm.. Hahaha. Iya jatuh dari motor ini mama alami waktu beranjak dewasa. Mama waktu itu lagi belajar motor, dan ketika tidak bisa menjaga keseimbangannya, mama pun terjatuh. Lantas, betis kaki sebelah kanan mama kena jos motor, sama seperti yang saya rasakan pula hehe. Sayangnya gara-gara hal ini mama gak mau lagi bawa motor, meski waktu itu masih dalam tahap pembelajaran. Beda dengan saya, yang masih tetap bawa motor meski jatuh berkali-kali😀

Mama itu lentera jiwa bagi keluarganya. Mama juga-lah yang berkorban untuk anak-anaknya untuk tidak bekerja (salah satu hal yang saya saluti). Mama sosok berwibawa, disegani adek-adeknya, selalu jadi panutan meski ia jadi anak nomor 2. Mama rela menyisihkan uang penghasilannya sedikit demi sedikit, menyisihkan uang gaji papa, untuk keluarga besarnya, mengirimkan uang kepada keluarganya dan keluarga papa juga. Mama ingin nikmat tersebut juga dirasakan keluarga besar, meski itu hanya sedikit, begitu kata beliau. Mama, yang meski tamat diploma III, tapi keinginannya untuk menghijaukan bumi tak pernah padam. Kecintaan lingkungan saya pun tertular dari beliau. Meski ia belum sempat mencicipi bangku S1, tapi isi pemikirannya boleh diadu dengan sarjana S1 jaman saat ini. She loves reading newspaper, she loves to plant a tree or a flower, she love to clean her house, she loves my family :’) Pokoknya kalo tanpa mama  di dunia ini, entah jadi apa saya dan adik-adik saya. Kami gak akan bisa seperti ini kalo gak karena pengorbanan mama untuk kami. Kata beliau: “Anak-anak harus lebih sukses daripada mama, biarlah mama gak kerja asal anak-anak terdidik dengan baik.” Ahh ma, maafkan Bella, kalo selama ini bikin banyak dosa ke mama. Semoga Allah swt mengampuni dosa-dosa kita ya ma :’)

Mama, selamat ulang tahun yang ke 48 ya (udah diucapin berkali-kali hehe). Semoga di umur ini mama selalu sehat, selamat, semangat, dan selalu jadi panutan kami. Semoga mama semakin banyak memberikan manfaat dan kebahagiaan di sekitar mama. Kami sayang mama selalu, kami akan menjadi anak terbaik bagi mama, it’s just because of you, mommy🙂

2 thoughts on “Just For My Mom: Kado di Usia 48 tahun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s