Merawat Budaya dan Sejarah Indonesia dari Sosok Candi Prambanan

Sejenak menatap candi yang mengisahkan Roro Jongrang dan Pangeran Bandung Bondowoso di malam hari ini agak mengerikan. Gelap mengelilingi tempat perkemahan kami di kompleks Candi Prambanan. Kompleks Candi Prambanan yang terletak di area seluas 20 hektare itu sangat berharga terletak di tengah-tengah alam Sleman, Jogjakarta. Meski tak ada lampu penerangan di depan tenda kami, saya dan teman-teman peserta Java Summer Camp larut akan keindahan sekaligus prakira tak terduga, seperti apa kejadian Roro Jongrang yang membatalkan pembangunan 1000 candi yang ia perintahkan kepada Pangeran Bandung Bondowoso ketika malam hari? Sontak, bulu kuduk saya merinding.

Lampu temaram sengaja diletakkan di Candi Prambanan. Kalau anda memiliki pengalaman tidur di tenda saat berkemah di kompleks candi ini, anda akan menyaksikan betapa indahnya Prambanan di malam hari. Syahdunya lampu temaram itu membuat suasana menjadi romantis. Warna emas berpadu dengan warna batu candi, diterpa oleh sinar bulan, kemudian memantul ke bilik-bilik candi, that sounds very interesting! Sungguh saya terpesona dalam dua malam acara Java Summer Camp. Tidak henti-hentinya mengagumi arsitektur candi yang membuat saya terpikat saking tingginya. Beruntung bisa menikmati UNESCO World Heritage ini di malam hari :’)

Sejak dulu saya memimpikan berkunjung ke candi ini. Meski tidak pernah berharap banyak akan mengalami pengalaman lumayan lama bercengkrama dengan Prambanan, tapi impian itu terwujud ketika 8-10 Juni lalu saya berada di kompleks itu untuk mengikuti kegiatan JSC. Kisah Roro Jongrang yang murka karena Bandung Bondowoso hampir menyelesaikan 1000 candi, dan ia mengerahkan warga desa untuk menumbuk padi dan membakar jerami, serta ayam berkokok seolah-olah fajar akan menyambut, membuat saya tertarik untuk menyentuhnya selain Candi Muaro Jambi di kota saya sendiri.

Di kompleks yang sangat luas ini, pengunjung bisa melihat tiga candi induk utama, yakni Candi Siwa yang tingginya mencapai 47 meter, lalu Candi Brahma dan Candi Wisnu yang lebih rendah. Prambanan juga dilengkapi dengan 11 candi sedang dan 224 candi perwara, yang bentuknya lebih kecil. Di sisi lain, candi yang diperkirakan dibangun pada abad ke-9 pada masa Raja Rakai Pikatan dan berakhir pada masa Raja Rakai Balitung ini, memiliki arca Betari Durga Mahisasuramardini, arca setinggi 2,5 meter. Dan ada pula bongkahan batu yang terserak di tanah, meski tak dipugar, tetapi batu-batuan itu lumayan menarik minat saya untuk brfoto.

Prambanan juga sempat terbengkalai ketika Islam mulai masuk ke Pulau Jawa. Meski begitu untunglah seorang kebangsaan Belanda, C.A. Lons memberitahu adanya situs purbakala ini pada 1733. Tentu saja perbaikan situs ini segera dilaksanakan. Meski harus menunggu 1 abad, rekonstruksi Prambanan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat Indonesia hingga saat ini (meski pernah terhambat pada Perang Dunia II), terbukti banyaknya wisatawan asing dan dalam negeri mengunjungi candi yang biasanya saya lihat di buku Sejarah pada jaman SMP dulu.

Tidak tanggung-tanggung, Indonesia patut berbangga karena pada tahun 1991 Candi Prambanan diresmikan sebagai warisan dunia yang harus dilindungi.

Candi Prambanan ketika pagi hari,candi pada suasana malam hari nggak difoto karena terlalu gelao buat kamera digital biasa punya saya😀

Saya berharap, masyarakat Indonesia dan luar negeri yang mengunjungi candi ini juga melindungi warisan ini dengan tidak mencorat coret namanya di pahatan batu. Justru melindungi disini harus lebih dari itu, mengabarkan kepada masyarakat dunia bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang tidak dapat ditandingi dari negara manapun. Inilah yang bisa kita lakukan sebagai generasi muda Indonesia, untuk merawat Indonesia melalui budaya dan sejarahnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s