Mengenang Keceriaan Ramadhan 2012 Kali Ini

Adalah suatu harapan besar bagi setiap umat muslim di dunia, ingin bertemu kembali dengan bulan Ramadhan di tahun-tahun berikutnya. Begitu pun dengan saya. Ramadhan tahun ini telah berakhir, dan bulan syawal nan fitri akan menyambut saya dengan hati gembira. Ramadhan berakhir, hati sedih. Idul fitri tiba, hati senang. Meski begitu, saya bersuka cita atas Ramadhan kali ini, kenapa? Karena banyak keceriaan yang hadir di bulan ini, keceriaan yang bahkan berlipat ganda dari bulan-bulan sebelumnya. Disini saya akan berbagi cerita bagaimana kisah-kisah yang dituturkan dalam paragrap selanjutnya ini membuat Ramadhan saya semakin berwarna, disamping tentunya beribadah kepada Allah Swt. ^_^

Cerita pertama dimulai pada awal Ramadhan. Kala itu, 25 Juli lalu menjadi saksi sejarah saya menuntaskan ujian skripsi yang telah dinanti sekian lama. Ya, ujian skripsi ini dilaksanakan di bulan puasa, apalagi waktu itu ujian saya dimulai pada pagi hari dan membuat mata harus sejenak ON terus. Ujian skripsi yang diadakan pada bulan Ramadhan itu pula yang membuat saya bersyukur. Bahkan di bulan Ramadhan saya diberikan kesempatan mengukir sejarah pendidikan saya. Berusaha memberikan yang terbaik, dan….hasilnya tidak sia-sia..dosen penguji dan pembimbing memberikan nilai B+ untuk saya. Didukung oleh keluarga dan sahabat menjelang ujian dan selama ujian membuat saya bahagia, I should thank to them, they support me a lot!

Cerita kedua mengenai liputan saya dan Sahabat Ilmu Jambi di majalah nasional Intisari. Sebenarnya saya nggak tahu bahwa wawancara dengan mbak Hasanah, pemimpin redaksi Tribun Jambi, pada bulan Mei lalu akan dimuat di majalah Intisari itu. Awalnya saya pikir mbak Hasanah hanya ingin tahu SIJ saja, dan pada waktu itu beliau memang sengaja bertandang ke sekre dan perpustakaan kami. Saya bahkan tidak memikirkan apa mbak Hasanah akan memasukkannya ke majalah atau korannya, tetapi setelah melihat Intisari tanggal 1 Agustus lalu, ternyata apa yang tidak saya pikirkan itu terjadi! Ternyata profil saya dan SIJ dimuat di Intisari, gilanya disejajarkan dengan tokoh idola saya seperti pak Anies Baswedan, pak Dahlan Iskan, ibu Tri Mumpuni, dan Sinta Ridwan. Tema Intisari edisi agustus ini adalah 50 Inspirasi Indonesia. Saya lantas bingung, apa yang menjadikan saya sebagai inspirasi ya? Takutnya orang yang membaca malah tidak mengambil sisi inspiratif dari kehidupan saya dan SIJ. Meski begitu, seneng banget akhirnya SIJ bisa dikenal di media nasional. Ini membuat saya pengin SIJ lebih baik lagi di umurnya yang ke 1 tahun ini J

Well, Ramadhan kali ini juga membawa berkah bagi SIJ! Yup, karena kami merayakan hari jadi SIJ yang pertama, oya SIJ merayakan ulang tahun dan buka bersama pada 13 Agustus (meski ultahnya sendiri pada 5 Agustus). Di usia yang masih muda ini SIJ telah banyak memberikan arti bagi saya dan relawan. Dari yang egois jadi mulai bisa mendengarkan orang lain, mengubah sifat diri lebih baik, mendatangkan rezeki, hingga menenangkan diri karena mampu berbagi ilmu dengan mereka yang kurang beruntung. Di umur 1 tahun ini pula SIJ sudah memberikan dampak yang positif pula bagi adik asuh dan pengunjung taman baca. Adik asuh kini mulai berani tampil dan mengembangkan potensi dirinya, mereka tidak lagi pesimis dengan hidup, berani memiliki cita-cita, dan termotivasi untuk membaca dan menulis sesuai dengan visi misi SIJ. Pengunjung taman baca pun semakin banyak dan berasal dari berbagai kalangan. Meski taman baca sederhana, tapi itu tidak menyurutkan niat kami untuk membumikan ilmu di negeri sepucuk Jambi sembilan lurah ini. Di sisi lain, 1 tahun SIJ sudah membuat kami berbahagia karena telah banyak media (massa dan elektronik) yang meliput keberadaan kami, sponsor di setiap kegiatan yang menyumbang, mendapatkan donatur berupa dana, buku, dan jasa dalam kelancaran program SIJ, hingga dukungan langsung maupun tidak langsung yang membuat saya terharu. Kerja keras kami terbayarkan sudah, seneng rasanya ternyata kami tidak sendiri, begitu banyak orang yang membantu kami. Semoga saja di usia ini, SIJ bisa lebih baik lagi, SIJ bisa merayakan ulang tahunnya lagi (5 Agustus) bersama adik asuh lagi tahun depan, semoga program kami lebih terarah dan terukur, dan semangat para relawan nggak luntur dalam menebar ilmu membuka cakrawala😀

Di pertengahan Ramadhan, selain merayakan ulang tahun barena relawan, adik asuh dan pihak panti asuhan, media partner, dan simpatisan SIJ, saya juga mengalami perayaan ulang tahun kemerdekaan RI yang ke 67 tahun di daerah lain. Yup, biasanya 17 Agustus itu saya merayakannya di kota Jambi, saya datang ke kantor gubernur dan ikut upacara disana. Namun tahun ini, upacara kemerdekaan itu mesti saya laksanakan di Mendahara Ilir, ya sebuah tempat dimana saya dan sekeluarga harus berlebaran di hari pertama disini. Mendahara Ilir ini adalah salah satu kecamatan yang ada di Tanjab Timur, dimana Zumi Zola adalah bupatinya. Disini juga penghasil makanan laut yang banyak, daerah pembuat kerupuk udang bernama Kayu Api yang sudah saya kenal sejak lama. Daerah dimana banyak tanaman kelapa, sawit, dan pinang, serta banyak tanaman bakau karena terletak di pesisir sungai J Nah 17 agustus ini lah bikin agak berbeda, karena saya sekeluarga upacara disini. Menjadi saksi perayaan kemerdekaan RI jauh dari hiruk pikuk kota Jambi, karena daerah ini jauh banget, menempuh 3 jam dari kota dan medan perjalanan pun berbatu (belum diaspal jalannya). Sedihnya meski Indonesia merdeka, saya masih menyaksikan rumah sebelah (disamping  tempat saya tinggal) gelap gulita, tanpa penerangan tanpa lampu. Glekkk..miris ya Allah -___- Ahh, semoga saja suatu saat Indonesia benar-benar bisa setara dalam hal apapun ya!

Cerita Ramadhan selanjutnya sungguh sangat manis di akhir Ramadhan. Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan informasi dari mbak Nurul, teman sesama petualang ACI detikcom. Beliau menginformasikan bahwa ada lowongan menjadi guru bahasa Inggris di Papua Barat. Sungguh bagai kena durian runtuh saat tahu ada penerimaan guru disana! Saya yang sudah lama memimpikan menginjakkan kaki di tanah Papua, bagai tersengat listrik! Langsung saya dihubungkan dengan mbak Indri, dulu beliau pernah menjadi tenaga pengajar Palembang Sampoerna Academy (salah satu sekolah yang didirikan oleh Putera Sampoerna Foundation (PSF). Ternyata PSF diajak kerja sama dengan BP Indonesia dan Dikti dalam merekrut beberapa guru bidang studi untuk ditempatkan di SMP SMA Sumuri, Tanah Merah Baru, Bintuni, Papua Barat. Daerah yang agak pelosok ini merupakan impian saya dalam mengajar anak-anak. Seketika itu pula impian ini datang tak disangka-sangka. Akhirnya saya diminta mengirim CV oleh mbak Indri ke salah satu email pihak PSF. Pada malam hari mengirim email, eh nggak tahunya paginya malah udah dapat telepon dari pak Simon (beliau mewawancarai saya dengan bahasa Inggris) dan mbak Lina (office leader proyek PSF ini). Setelah mengobrol selama beberapa menit, akhirnya pukul 10 saya ditelpon lagi oleh mbak Lina, dan dinyatakan lolos sebagai pengajar disanaaaaa!! Ya Allah, sungguh nggak disangka, impian ini terkabul. Allah Swt memberikan pengalaman berkesan di bulan Ramadhan ketika Ramadhan akan berakhir. Saya pun mulai berbincang-bincang dengan mbak Lina dan kak Dimas (pengajar yang sudah lebih dahulu menjadi guru rekrutan PSF disana). Saya banyak dapat cerita yang bikin ngiler menjelajah negeri Papua. Namun sayangnya saya belum mendapat tanggal yang pas mengenai waktu wisuda hingga saat ini, karena saya akan dikontrak selama satu tahun setelah mbak Lina mengetahui tanggal pasti wisuda universitas saya. Di sisi lain, saya takut tidak direstui oleh orang tua. Piuuhhh, semoga saja akan ada keajaiban bagi saya, entah itu saya jadi berangkat ke Papua Barat (dimana Raja Ampat berada disana dan suda lama memimpikan untuk menginjakkan kaki disana) atau batal berangkat, saya menyerahkan semuanya kepada Allah Swt. Saya percaya rencana Allah Swt selalu indah untuk saya, apapun itu, Allah pasti memberikan yang terbaik untuk Bella bukan? Semoga saja :’)

Dalam Ramadhan kali ini saya juga mengalami dua profesi yang bertolak belakang. Pertama menjadi guru Primagama di bulan puasa, yang harus menahan haus dan lapar serta emosi ketika mengajar murid di kelas. Meski letak tempat mengajar jauh dari rumah, saya harus ikhlas menjalaninya. Dan profesi kedua yakni menjalani bisnis sepatu yang bikin saya lumayan excited ;D Yup, bisnis sepatu bordir yang saya ambil dari Yogyakarta ini lumayan banyak dilirik oleh teman-teman di Jambi. Nggak henti-hentinya saya promosiin sepatu ini di BBM, FB, dan Twitter, dan hasilnya ada 8 sepatu bordir yang terjual. Wah meski berbisnis itu sulit, tapi karena ini bisnis flat shoes bordir yang saya sukai, jadinya nggak ngerasa terbebani deh, hehe. Setidaknya ya saya sudah mulai menjalani dunia bisnis yang dulu saya anggap nggak mungkin saya jalani😀

Guys, itulah sedikit cerita mengenai pengalaman saya menjalani Ramadhan tahun ini. Semoga yang saya ceritakan itu bisa memberikan manfaat yang baik dan kita bisa mengambil hikmah dari semua yang saya ceritakan. Harapan saya di bulan yang sebentar lagi berubah menjadi syawal ini, saya ingin bertemu dengan Ramadhan lagi di tahun-tahun berikutnya, saya ingin diberi kesempatan oleh Allah Swt lagi untuk merasakan Ramadhan dengan jati diri yang lebih baik. Saya ingin berkumpul dengan keluarga dalam hangatnya suasana lebaran, hari raya Idul Fitri, dimana Allah swt menebar sukacita di bumi yang Ia ciptakan. Kabulkan doa saya dan orang-orang di luar sana yang juga berharap begitu, amiiinnnnnn.. Selamat hari raya Idul Fitri 1433 H, semoga kita semua terlahir suci dan menjadi pribadi terbaik atas hidup kita masing-masing :’)

2 thoughts on “Mengenang Keceriaan Ramadhan 2012 Kali Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s