Java Summer Camp #4 “Jogja” Harmony in Diversity”

Indonesia kaya akan alam dan budaya yang terbentang luas dari Sabang hingga Merauke. Kekayaan alam dan budaya tersebut merupakan hal yang patut disyukuri karena negeri ini menyimpan banyak potensi yang disukai oleh turis mancanegara. Seyogyanya penerus bangsa, tentu kita harus mengenal potensi wisata, alam, dan budaya tersebut, dengan tujuan agar kita semakin mencintai negeri ini, dan selanjutnya memperkenalkan kepada orang di sekitar betapa indahnya Indonesia. Hal inilah yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman – Jogjakarta, dalam menyelenggarakan 4th Java Summer Camp 2012 di Bumi Perkemahan Rama Shinta, Kompleks Candi Prambanan, Sleman – Jogjakarta.

 

Kabupaten Sleman menggelar event skala internasional dengan tajuk Java Summer Camp (JSC) pada 8 – 10 Juni 2012 di Bumi Perkemahan Rama Shinta Kompleks Candi Prambanan Sleman Yogyakarta. Penyelenggaraan JSC tahun ini merupakan yang ke empat kalinya, menyusul setelah tahun 2009, 2010 dan 2011 silam. Tema yang diangkat pada JSC kali ini adalah “Jogja: Harmony in Diversity”. Penyelenggaraan event JSC dimaksudkan untuk meningkatkan intensitas interaksi dan komunikasi budaya antar daerah maupun budaya asing di antara para peserta.

 

Java Summer Camp (JSC) adalah ajang strategis untuk meningkatkan kohesivitas antar budaya untuk mencapai kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai dan harmonis serta menciptakan perdamaian dunia. Sangatlah tepat event JSC diselenggarakan di DIY mengingat Yogyakarta kental dikenal sebagai kota budaya dengan wilayah yang penuh kedamaian sehingga menjadi pilihan masyarakat dari berbagai daerah maupun manca negara untuk belajar tentang budaya Jawa.

 

Terdapat 300 peserta dari seluruh Indonesia dan dunia dalam kegiatan ini, dan penulis termasuk salah satu diantara peserta yang mewakili Universitas Jambi dan provinsi Jambi dalam mengenal budaya Jawa di Sleman. Selain itu, peserta dari luar daerah seperti Malang, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan lainnya turut menjadi bagian dalam acara ini. Di sisi lain peserta dari luar negeri berasal dari Australia, Spanyol, Portugal, Timor Leste, Papua Nugini, dan Thailand. Kami disatukan dalam acara yang diselenggerakan selama tiga hari tersebut. Kami tidak hanya disatukan, tetapi juga belajar mengenal budaya masing-masing daerah, saling tukar informasi, saling menghargai, dan menepis perbedaan, karena sesuai motto Bhinneka Tunggal Ika, meskipun kami berbeda namun tetap satu jua.

 

Hari pertama kegiatan JSC dimulai pada 8 Juni 2012. Kala itu saya meregistrasi kelengkapan diri sebelum bergerak menuju tempat berkemah dimana kami menginap disana selama tiga hari dua malam. Registrasi diadakan di Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo, Jl. Laksda  Adisucipto, Jogjakarta, dengan membawa fotocopy slip konfirmasi pembayaran, formulir pendaftaran, fotocopy identitas diri, dan ijazah. Tidak lama kemudian saya diinformasikan oleh panitia agar ikut mereka menemui Sri Paduka Alam di kediaman kantornya. Sri Paduka Alam ini kedudukannya di bawah Sultan Hamengkubuwono. Karena saya merupakan peserta terjauh yang berasal dari luar daerah, maka saya diistimewakan untuk diikutsertakan mengikuti audiensi dengan Sri Paduka Alam.

 

Setelah audiensi berlangsung di kediaman beliau, saya dan dua orang peserta dari Thailand dibawa menuju tempat penginapan, yakni Bumi Perkemahan Rama Shinta, Kompleks Candi Prambanan. Sesampainya disana pukul 12.00, kami langsung meletakkan barang-barang di tenda. Saya dan teman-teman pun mengikuti acara pertama yakni Workshop Traditional Dance oleh Mrs. Jeannie Park, beliau adalah orang Korea yang pernah tinggal di Amerika, kemudian setelah dia mengenal budaya Jawa, ia memutuskan untuk menetap di Jogja untuk mempelajari tari tradisional. Kemudian pada malam harinya, acara pembukaan 4th Java Summer Camp resmi dibuka. Welcome dinner ini dibuka oleh Bupati Sleman – Jogjakarta dan pihak PT Taman Wisata Candi Prambanan, Candi Borobudur, dan Candi Ratu Boko. Dalam acara ini pula, diadakan presentasi dari budaya masing-masing daerah. Setelah puas mengikuti acara hari pertama, kami pun kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat.

 

Keesokan harinya, pada 9 Juni 2012, acara kedua tetap berlangsung di kompleks Candi Prambanan. Diawali dengan jogging dan outbond di area kompleks candi, kami mengikuti acara pagi itu dengan antusias dan bersemangat. Rasa lelah pun terbayarkan dengan hidangan oleh panitia JSC di siang harinya. Tidak lama kemudian kami bersiap-siap untuk mengikuti workshop mengenai budaya Cina dan pengaruhnya di Jogja bersama Pak Handoyo. Adapula workshop dan training yang diisi oleh pengrajin batik jumputan. Kami pun diajarkan bagaimana membuat batik jumputan yang berproses lumayan lama dan harus dikeringkan semalaman. Meski lelah, tapi kami menyukai sesi ini karena kekompakan dituntut agar hasil batik jumputan yang kami buat memberikan yang terbaik.

 

Dilanjutkan pada sore harinya, workshop entrepreneurship diberikan oleh bapak Irwan Hidayat, selaku CEO Sido Muncul. Beliau menceritakan perjalanan Sido Muncul sebagai usaha keluarga turun temurun dan mampu berkembang pesat di era globalisasi, hingga Sido Muncul mampu bersaing di level internasional. Selesai acara dari beliau, kami mempersiapkan diri untuk menyaksikan pertunjukan keren se-Indonesia. Ya, kami menyaksikan penampilan Ramayana Ballet (Sendratari Ramayana) yang menceritakan tentang kisah cinta dan perjalanan hidup Rama dan Shinta, Gatotkaca, dan lainnya. Kami menonton acara ini bersama peserta lain pada malam hari dengan latar belakang Candi Prambanan. Pertunjukan ini sangat berkesan di hati saya, karena disajikan dengan sangat keren dan memukau penonton. Saya tidak berhenti berdecak kagum akan keuletan pemain. Selama dua jam kami menonton, saya tidak pernah bosan, hingga pada akhirnya acara ini harus berakhir, dan kami mengikuti kegiatan selanjutnya di malam hari. Kegiatan itu adalah api unggun dan malam perpisahan JSC.

 

Pada hari terakhir, 10 Juni 2012, kami menyelesaikan misi mengenal budaya Jogja sebelum pulang ke daerah masing-masing. Mengenal budaya Jogja hari tersebut diberikan dengan mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Sleman. Setelah berberes-beres di tenda masing-masing, kami pun membawa tas dan barang yang ada di tenda menuju bus. Kami pun diberikan pengarahan terakhir oleh panitia JSC. Setelah itu, kami bersama-sama mengunjungi kompleks Candi Prambanan, dan beberapa tempat wisata yakni: showroom Disperindag Sleman – Jogjakarta, Situs Candi Kimpulan Universitas Islam Indonesia,  Museum Merapi, Desa Wisata Penting Sari, dan berakhir di tur ke Merapi untuk melihat bekas abu vulkanik menghantam daerah ini ketika Gunung Merapi mengeluarkan keganasannya. Setelah puas mendapatkan informasi dan menikmati tempat wisata yang kami kunjungi, akhirnya kami harus berpisah. Bus tetap menuju Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo untuk mengantarkan peserta ke tempat pertama kali bertemu.

Peserta Java Summer Camp #4 berpose di kawasan Candi Prambanan🙂

Sungguh sebuah perjalanan mengenal Indonesia dengan keanekaragaman alam dan budayanya yang sangat indah dan patut disyukuri. Menjadi bagian peserta 4th Java Summer Camp adalah keinginan saya sedari dulu untuk mengenal budaya Jawa lebih dalam. Melalui kesempatan inilah, impian tersebut terkabul. Bahkan ketika kembali ke Jambi, saya merasakan kehangatan Jogja memang benar-benar membuat saya ingin kembai kesana. Saya nyaman berada di tengah kultur dan teman-teman di Jogja, mereka menjamu saya dengan baik dan membuat saya ingin kembali kesana suatu saat nanti. Belajar mengenai Jogja lebih banyak lagi. Semoga saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s