Perjuangan Meraihmu, Ujian Skripsi…

Menjalani skripsi bagi mahasiswa tingkat akhir berarti banyak sekali. Ada yang menganggap bahwa skripsi mematikan, skripsi susah dikerjakan, skripsi bagaikan selezat pizza, hingga pengen cepat menyelesaikan skripsi karena mau cepat wisuda😀 Well, dari berbagai perspektif itu, saya mencakup semuanya sih. Terkadang saya nggak percaya bahwa ide yang keluar di malam hari saat tidur ini bisa jadi judul skripsi. Saya juga nggak percaya bahwa beberapa minggu ketika teman-teman menulis tugas proposal skripsi ketika mata kuliah dengan mom Lilik dan mom Una pada 2010 lalu, saya malah ikut kegiatan jalan2 ke Banten dalam even ACI Detikcom selama 2 minggu, alhasil ketika pulang ke Jambi, saya kelabakan dan nggak tahu mau mulai dari mana. Untunglah, dua hari setelah berada di Jambi, saya dapet ide bahwa scrapbook bisa dicoba untuk menulis tugas Research on Education J Sujud syukur banget deh, hehe..

Akhirnya perjuangan pun dimulai. Saya pun meyakinkan diri bahwa judul skripsi yang berhubungan dengan scrapbook ini bisa diajukan sebagai mata kuliah skripsi yang saya ambil sejak Maret 2011 lalu. Alhamdulillah, judul itu pun langsung diterima dan saya mendapatkan dua pembimbing skripsi yang juga bersedia membimbing saya, mom Delita dan mom Nelly. Selama dibimbing beliau berdua, cakrawala penulisan skripsi terbuka. Ada banyak hal-hal sepele dari skripsi yang justru saya belajar dari beliau berdua. Pun beberapa kali revisi skripsi dengan PS 1 dan PS 2 saya tersebut, saya banyak belajar dari kesalahan. Saya sadar ini adalah proses yang harus saya jalani. Saya yakin revisi skripsi ini bukannya menyusahkan saya, tapi membuat saya harus lebih teliti membuat tulisan ilmiah. And I learn from this thesis, from my both of supervisors of course.

Bahkan suatu kali saya sempet disarankan oleh mom Delita. Sungguh saran ini adalah masukan yang sama seperti mama saya katakan. Waktu itu ketika bulan Oktober 2011, saya memberikan revisi skripsi kepada beliau. Saat terakhir perkuliahan dengan mahasiswanya kala itu, saya mengobrol di ruangan kelas. Ketika itulah beliau mengatakan begini kepada saya: “Bella, kalau saya lihat kamu banyak kegiatan ya? Kerja di koran itu apa namanya? Jambi Ekspres? Dan kegiatan kamu lainnya di dalam maupun di luar kampus. Saya harap kamu bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dan skripsi yang kamu kerjakan, walau bagaimanapun kamu harus bertanggung jawab atas studimu. Dulu sewaktu saya menjalani S2, saya lebih sibuk daripada Bella, saya harus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, mengurus perkuliahan dengan mahasiswa, dan menyelesaikan disertasi juga. Kamu bisa bayangkan bagaimana susahnya kan? Tapi saya alhamdulillah bisa menyelesaikan dengan baik. Dan saya harap kamu juga seperti itu, Bel.”

Ngedenger saran dari PS 1 yang kata senior B.Inggris agak susah diajak bicara langsung merubah paradigma saya. Darisana saya ternyata tahu beliau sangat peduli dengan studi skripsi mahasiswanya. Saran itu juga membuat saya bangkit menulis skripsi setelah dua bulan ditinggalkan. Saran itu serta merta mengubah paradigma saya agar semakin sering konsultasi dengan mom Delita, karena beliau sendiri justru memberikan kemudahan bagi saya. Lalu kenapa saya harus mempersulitnya? Inilah yang terkadang dialami mahasiswa semester akhir, dimana perasaan susah menemui dosen karena kesibukan seringkali membuat mahasiswa jadi malas mengerjakan skripsi. Atau bahkan ketika kita sendiri sebagai mahasiswa sibuk, kita jadi malas mengerjakan skripsi. Tapi ternyata saya justru disadarkan oleh PS 1 saya, saya harus tetap memprioritaskan skripsi di tengah kesibukan kesana kemari, and she motivated me and encouraged me to do it as well as I can!

Anyway, perjuangan meraih ujian skripsi ini berlangsung selama berbulan-bulan. Di sela-sela mengerjakan skripsi itu, saya beberapa kali kerap meninggalkan Jambi untuk mengikuti kegiatan kepemudaan dan jalan2, hehe, seperti ke Jakarta (Oktober 2011 dan Januari 2012), Bandung dan Bogor (Februari 2012), dan Jogjakarta+Semarang+Dieng (Juni 2012). Banyak teman yang menyayangkan sikap saya yang terlihat seolah-olah menomorduakan skripsi dan nggak fokus dengan kuliah. Tapi justru keluarga saya percaya bahwa keikutsertaan saya di beberapa kegiatan itu akan bermanfaat bagi kehidupan saya di masa yang akan datang. Thanks God, di saat orang lain mengunderestimate apa yang saya kerjakan, keluarga masih mengizinkan saya pergi keluar Jambi dalam waktu yang agak lama (pernah sampai 2,5 minggu).

Dalam kasus seperti ini, saya bersyukur masih memiliki teman-teman yang berusaha mengingatkan saya. Namun di sisi lain saya justru bahagia jika mengikuti kegiatan yang dapat memberikan ilmu pengetahuan disamping ilmu kuliah itu sendiri. Pun setelah mengikuti kegiatan kepemudaan dan jalan2 ke beberapa tempat wisata itu saya semakin semangat mengerjakan skripsi. Setelah balik ke Jambi lagi misalnya, saya bahkan semangat menulis dan melalukan penelitian skripsi, atau misalnya ketika email saya belum dibalas mom Delita, saya memutuskan untuk ikut lomba di FKIP dan Duta Bahasa, dan juga ikut kegiatan di Jogjakarta, provinsi yang sudah lama saya idam-idamkan untuk ditapaki. Well, saya berusaha membuktikan bahwa pekerjaan dan kegiatan saya di luar kampus tidak mengganggu aktivitas studi saya. Rasanya ada semangat membuncah ketika menyelesaikan suatu perjalanan dan beraktivitas normal kembali. And I did it well alhamdulillah :’)

Finally, perjalanan menuju ujian skripsi itu membuahkan hasil setelah saya menunggu balasan email dari mom Delita yang tak kunjung dibalas selama 1 bulan lebih. Di suatu malam saya tiba-tiba menerima email dari BlackBerry saya, ada balasan email dari mom Delita bahwa beliau ingin melihat revisi skripsi dari mom Nelly karena saya diperbolehkan juga menyerahkan hasil penelitian skripsi ke mom Nelly sebagai PS 2. Di email itu juga disebutkan bahwa TIDAK ADA REVISI DARI BAB 4-5 SAYA dan saya akhirnya diperbolehkan mengikuti ujian skripsi! Well, I can’t say anything at that night, tears in my eyes only, and I smile for no reason. Tuh kan dalam hati saya, nggak sia-sia saya berpergian keluar Jambi, toh pada akhirnya penentuan selama ini berbuah manis, balik ke Jambi malah dapet berita bahagia. Saya sangat berterima kasih kepada Allah Swt yang telah membukakan pintu hati mom Delita untuk membalas email saya. Menangis terharu deh :’)

Then..perjuangan untuk daftar skripsi pun dimulai. Saya sadar alur pendaftaran skripsi saya agak aneh dari teman-teman lainnya. Biasanya kan kalau mau daftar ujian itu harus nemui mom Duty untuk nyerahin uang, lalu menghubuni mom Nora untuk meminta menaruh nama kita di papan prodi untuk ujian. Nah apa yang terjadi dengan saya cukup berbeda. Kenapa? Karena saya belum memberikan uang ke mom Duty sebesar 300 ribu untuk daftar ujian, namun saya sudah disuruh oleh beliau untuk menuliskan nama sendiri di papan prodi agar pencantuman nama-nama ujian sudah dapat diketahui, iya saya sendiri yang menulis nama itu! Di satu sisi ketika orang lain namanya ditulis oleh mom Nora sebagai pengatur jadwal ujian, nah ini malah saya sendiri yang nulis hehe.. Bahkan belum bayar uang ujian pula! Meski begitu saya agak galau juga sih, apa mungkin alur agak aneh ini bisa diterima ya? Alhamdulillahnya, semua berjalan mulus, saya bisa daftar ujian juga akhirnya J Hingga akhirnya hari ini, 25 Juli 2012 saya mengukir sejarah bagi perjuangan saya selama 5 tahun sebagai mahasiswi FKIP Bahasa Inggris Universitas Jambi angkatan 2007. And the journey has began, and should be ended with the presentation of my thesis.

Guys, menjelang ujian skripsi, saya malah sering mewek. Mewek untuk urusan yang nggak ada hubungannya dengan ujian skripsi lho. Agak lebay? Haha..pasti ya? Mungkin kalian sering membaca status agak aneh selama beberapa hari terakhir ini menjelang ujian skripsi di social media yang saya gunakan. Since I’m expressive, so I write anything that comes up in my mind through these social medias. Pengalaman mewek itu bikin saya cukup down, tapi ya sudahlah saya harus kuat menjalaninya sebagai the real Bella Moulina, bukan berada dalam kepura-puraan. Meski sakit, saya harus bertanggung jawab dengan keputusan saya, termasuk mengecewakan orang lain dan membuat orang lain sakit hati terhadap saya. Maafkan saya nggak pernah sempurna, saya ini apalah, hanya seorang hambaNya yang penuh dosa dan berharap apa yang ia jalani saat ini bisa memberikan kebahagiaan bagi orang disekitarnya. Toh kalo ada yang terluka hatinya karena saya, yakinlah maksud saya baik karena ini pesan dari Allah swt, sejauh mana kita menginterpretasikannya dapat terlihat dari iman yang kita miliki, karena apa yang saya lakukan ini karena Allah swt, bukan karena keinginan diri sendiri.

Dann…setelah peristiwa mewek itu datang dalam beberapa hari ini, pagi tadi pukul 09.00-11.00 WIB saya menjalani ujian skripsi! I felt surprised about this, hehe.. Saya sudah mempersiapkan diri dengan baik, menjalani ujian insyaallah juga akan baik (pikir saya dalam hati), jadi nggak ada yang perlu diragukan lagi, nggak ada yang perlu digugupi, hehe.. Bahkan orangtua, keluarga besar, sahabat terdekat juga memotivasi saya, dan mereka hadir ketika ujian skripsi saya dilaksanakan. Huuaaaa, serasa banget dua jam di dalam ruangan prodi tadi seperti lagi diuji oleh penguji yang sudah expert di bidangnya masing2 itu bikin saya kerdil. Tapi setelah saya ketemu teman-teman di luar ruangan prodi ketika sesi tanya jawab berakhir, rasa takut akan hasil berkurang. Saya diajak bercanda dan tertawa dengan teman2 yang ada pada saat itu. Sungguh saya bersyukur mereka mau meluangkan waktunya untuk  datang menyemangati saya, meski begitu beberapa teman yang nggak sempat dateng akhirnya memberikan ucapan motivasi via SMS dan BBM, hingga komen di social media yang saya gunakan. Well, it means a lot for me, hilang sudah gugup saya, bahkan saya nggak nangis setelah selesai ujian skripsi, yang ada malah ketawa2 haha hihi hehe hoho😀

Saya cukup puas dengan pencapaian nilai yang saya peroleh dari ujian skripsi tadi, nilainya 75 dengan huruf B+ nangkring disana..nilai ini saya yakin adalah nilai yang diberikan sejujur2nya oleh para penguji. Saya sadar kapasitas otak dan ilmu saya selama menjalani skripsi ini cukup di B+, meski banyak orang yang memprediksi saya bisa mendapatkan nilai A. Tapi untunglah saya tidak terobsesi untuk mendapatkan nilai A, karena saya sendiri tahu kemampuan saya ada di B+, and I thank to Allah swt, saya bersyukur banget bisa menjawab semua pertanyaan meski agak terseok-seok hehe.. Saya sendiri bukan orang yang memprioritaskan nilai, namun saya menghargai proses, karena itulah proses yang saya lalui selama ini dihargai B+ dan saya senang banget! Alhamdulillah ya Allah :’)

Kini..saya sadar bahwa menjadi pembelajar seumur hidup seperti yang dikatakan pak Munif Chatib, pakar pendidikan di bidang multiple intelligences di Indonesia, tidak akan berhenti setelah selesai kuliah saja, namun sebagai guru kita harus menjadi pembelajar seumur hidup, jangan pernah berhenti belajar dari apa yang Tuhan kasih kepada kita. Ya, meski gelar sarjana sudah di genggaman dan peluang menjadi guru lebih terbuka lebar nantinya, saya tetap akan belajar dari orang-orang di sekitar saya. Pun perjalanan menempuh ujian skripsi ini juga belajar dari mereka yang ada di sekeliling, without them I’m nothing. Pengin saya Universitas Jambi akan lebih baik dan menghasilkan sarjana yang dapat mengabdi kepada masyarakat Jambi di masa depan. Saya juga pengin teman2 mampu menyelesaikan skripsi, biar lambat asal pengalaman banyak hehe..eh nggak juga sih, maksudnya sebelum kita  lulus sebagai mahasiswa, kita harus tahu skill kita apa, passion kita dimana, jangan sampai setelah lulus nanti kita malah terombang-ambing mencari jati diri yang menyebabkan kita kesulitan mencari pekerjaan. Yakinlah bahwa berakir-rakit dahulu berenang-renang ke tepian itu ada benarnya. Where there is a will, there is a way. Dream, believe, and make it happen! Believe me, skripsi yang baik itu adalah skripsi yang diselesaikan, like Mr.Anies Baswedan said on his Twitter J Jadi, semangat terus ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s