Ada Cerita Di Balik Duta Bahasa 2012

“Kamu bisa bahasa apa?” tanya sang penguji kepada saya.

                “Karena saya asli Palembang dan berasal dari suku Komering, saya bisa bahasa Komering, dan karena saya menetap di Jambi sudah sejak lama jadi saya pun bisa berbahasa Melayu Jambi,” jawab saya.

Dialog tersebut saya alami ketika mengikuti pemilihan Duta Bahasa Jambi 2012 beberapa waktu lalu. Selama tiga hari mengikuti pemilihan Duta Bahasa ini (4-6 Juni), saya mendapatkan pengalaman baru yang tidak dialami sebelumnya. Meskipun sebelumnya pada 2009 lalu saya sempat mengikuti ajang ini (meski hanya sampai tahap finalis), tetapi atmosfir Duta Bahasa tahun ini lebih baik daripada tiga tahun lalu. Atmosfir tersebut terlihat dari pertanyaan yang diajukan juri hingga catwalk di atas panggung. Oh well, catwalk di atas panggung lah yang sejujurnya bikin saya ketar-ketir!

Tulisan ini bukan ingin menyombongkan diri ya sodara-sodara, tapi lebih kepada sharing ilmu atas apa yang saya rasakan dan dapatkan ketika mengikuti Duta Bahasa Jambi 2012. Hari pertama, 4 Juni, semua peserta yang berjumlah 15 cewek dan 15 cowok, mengikuti tes pertama yakni Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). UKBI ini mirip dengan TOEFL, tetapi karena berbahasa Indonesia jadi soalnya pun bahasa Indonesia. Disini saya perlahan mengenal teman-teman sesama finalis, meski tidak semua ingat namanya, hehe..many people join this competition.

Pada hari kedua, 5 Juni, saya kembali mengikuti serangkaian tes. Tes di hari kedua ini meliputi wawancara yang dibagi atas tiga sesi, pengetahuan bahasa (Indonesia, daerah, dan asing), mengenal struktur kaidah bahasa Indonesia, psikologi, dan budaya daerah. Tes hari kedua ini memakan waktu yang cukup lama, dari pagi hingga jam 3 sore. Selain karena waktu wawancaranya yang lama, di hari ini juga diumumkan 7 pasang cewek dan cowok yang maju ke babak grand final di hari ketiga (6 Juni). Well, sedikit hectic dan menegangkan sih😀

Ada beberapa pertanyaan yang saya ingat ketika berbincang-bincang dengan juri pada hari kedua itu. Diantaranya pengetahuan berbahasa daerah dan berbahasa asing, dengan cara memperkenalkan  diri. Saya menggunakan bahasa daerah asal saya, Komering, Palembang, dan bahasa Inggris. Dalam memperkenalkan diri ini, saya menyebutkan nama, tempat tanggal lahir, aktivitas saat ini, hobi, dan passion. Ketika berada pada juri ini juga, saya ingin menampilkan tari Mak Inang dan presentasi batik Jambi dengan memakai Tengkuluk, namun karena sang juri ternyata sudah mengenal saya waktu ikut pemilihan PPAN dimana saat itu saya juga menampilkan hal yang sama, maka beliau mengatakan: “Sudah, kayaknya nggak perlu, saya juga sudah tahu apa yang mau kamu tampilkan.” Dan saya pun tertawa keras dalam hati, haha..

Selain itu, untuk pertanyaan pada juri psikologi, saya juga memperkenalkan diri. Setelah itu saya diminta untuk memilih satu gambar dari banyak gambar yang ada. Kemudian saya memilih gambar yang isinya terdapat keluarga yang membaca koran, lalu saya menginterpretasikan gambar tersebut, karena itu cocok dengan passion saya dan keluarga, membaca. Setelah selesai, saya diminta untuk menatap kertas kosong di atas meja, dan membayangkan siapa yang ada di kertas kosong itu kemudian menjelaskan impian apa yang bakal tercapai dari siapa yang dibayangkan. Lantas saya pun menggambarkan diri saya, meski tanpa menyebut kalau di kertas kosong itu adalah saya. Impian yang tercapai pun bukan pergi ke luar negeri yang saya sebutkan, melainkan membangun sekolah untuk anak-anak tidak mampu yang berbasisikan multiple intelligences, budaya, alam, dan agama. Pertanyaan terakhir dari juri bidang kaidah penggunaan bahasa Indonesia adalah membaca sebuah berita dan menjawab soal bahasa Indonesia dalam waktu 10 menit. Alhamdulillah tes hari kedua lancar, saya bersyukur karenanya, Allah Swt memberikan kemudahan dalam menjalani tes ini. Dan..ketika jam 2 diumumkan siapa 7 pasang cewek dan cowok yang maju ke babak grand final, alhamdulillah lagi saya diloloskanNya untuk maju ke grand final dengan peringkat ke-2. Well, the competition still continue tomorrow, I think!

Deg-degan hari ketiga pun dimulai. Setelah hari sebelumnya saya dan teman-teman gladi resik untuk menyambut hari grand  final, kini deg-degannya semakin membuncah. Bukan karena takut nggak menang, tapi mesti berbicara di depan umum dan berlenggak-lenggok di panggung, haha.. Tapi alhamdulillahnya lagi, saya menjalani itu semua dengan baik. Saya mendapatkan nomor pertama untuk cewek yang maju ke depan dan mendapatkan topik, untungnya pilihan topik yang saya ambil justru saya ketahui, yakni penggunaan bahasa di kalangan remaja. Setelah diberikan waktu selama 1 menit untuk memikirkan apa yang bakal dipresentasikan dihadapan juri dan teman-teman, finally I did it. Saya menjelaskan penggunaan bahasa yang terbagi menjadi dua, yakni lisan dan tulisan, apa yang bisa anak muda lakukan dengan menggunakan dua bidang bahasa tersebut di kehidupan sehari-harinya, serta bagaimana saya sendiri menggunakan bahasa lisan dan tulisan dalam konteks bahasa daerah, Indonesia, dan asing. Setelah presentasi itu, saya lega sekali. Setidaknya saya sudah menyelesaikan satu misi, di tengah misi lenggak-lenggok yang masih akan berlangsung pada sesi terakhir nanti😀

Pun sesungguhnya saya patut berterima kasih kepada panitia Duta Bahasa, karena sejak kecil dulu hingga menjadi mahasiswa, saya nggakl pernah berlenggak-lenggok di atas panggung lagi. Ketertarikan dalam hal seperti itu hanya mentok saat TK dan SD saja, haha..kemudian hilang terbawa arus minder! Jadi cukup beruntung saya bisa jalan di atas panggung, meski nggak sesempurna model, karena akhirnya mencicipinya lagi setelah beberapa tahun tidak menikmatinya. Meski begitu, lenggak-lenggok di atas panggung lumayan bikin parno saya hilang kok hehe..

Nah..pengumuman pemenang I, II, dan III pun dimulai. Kami para grandfinalist menjadi super deg-degan, siapa ya kira-kira yang bakal membawa nama Jambi ke tingkat nasional. Akhirnya setelah grandfinalist berada di atas panggung, Melly dan kak Dedi (DB 2009) membawa selempang dan piala kepada pemenang ke atas panggung. Saatnya deg-degan semakin bertambah. Setelah mereka keliling-keliling, muter-muter untuk waktu yang cukup lama, selempang Duta Bahasa untuk juara ke-3 diberikan kepada Linda dan kak Nicky. Kemudian selempang untuk juara ke-2 diberikan kepada saya dan Evin, lalu yang paling spontan bin terharu ketika selempang DB juara pertama diberikan kepada kak Meila dan Delon! Woowww, sesuai prediksi saya, dan ternyata benar!

Saya bersyukur diberikan selempang ini, meski mendapatkan juara ke-2. Nggak masalah bagi saya mau dapat juara atau tidak, yang penting saya bisa mendapatkan pengalaman dari kegiatan yang saya ikuti. :’) Dan kepada kak Meila dan Delon, semangat ya untuk pemilihan Duta Bahasa tingkat nasionalnya. Proud of you guys, and do the best for Jambi!

4 thoughts on “Ada Cerita Di Balik Duta Bahasa 2012

  1. waaah senengnya.. hari ini aku barusan daftar jadi duta bahasa Yogyakarta. Tulisanmu cukup membantuku memberi gambaran, ada saran? aku juga pengen berlenggak-lenggok di panggung nih :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s