Surat Untuk Pak Jokowi Dodo :)

Jambi, 28 April 2012

Kepada Bapak Joko Widodo

Di tempat

 

Assalamualaikum wr.wb.

Selamat siang bapak Jokowi, bagaimana keadaan bapak hari ini? Saya doakan bapak senantiasa sehat walafiat ya, biar selalu semangat memberikan perubahan positif bagi Solo dan indonesia. Saya juga berharap bapak tidak letih memperbaiki hal-hal yang kurang baik di negeri ini menjadi lebih baik di masa kepemimpinan bapak.

Bapak, masih ingat ketika bapak menjadi pembicara di Parlemen Muda Indonesia di Jakarta dan Indonesian Young Changemakers Summit di Bandung tahun ini? Disanalah saya pertama kalinya bertemu dengan bapak, mendengarkan langsung sepak terjang yang bapak lakukan bersama petinggi Solo untuk memajukan daerah tersebut. Saya yang sebelumnya tidak mengetahui persis apa yang bapak lakukan, kini menjadi terkagum-kagum atas apa yang telah bapak lakukan.

Bagi saya Indonesia saat ini benar-benar kehilangan role model-nya. Kebanyakan pemuda (termasuk saya) sudah skeptis dengan aparat pemerintah yang tidak bisa mengayomi masyarakatnya. Kami terlihat apatis atas pekerjaan yang dilakukan pemerintah saat ini. Tidak adanya tindak tegas untuk memperbaiki keadaan yang semakin semrawut ini membuat kami hampir-hampir tidak percaya lagi kepada pemerintah. Saya tidak tahu mengapa kami, pemuda, tidak percaya dengan janji-janji pejabat berkepentingan itu? Seakan-akan mereka hanya semangat berbicara untuk melakukan apa saja saat berkampanye, nyatanya di kehidupan mereka sendiri, karakter mereka justru luntur di mata kami.

Saya bersyukur saya hadir pada dua acara kepemudaan tersebut. Dalam Parlemen Muda Indonesia yang digagas oleh Indonesian Future Leaders, saya sangat antusias mendengarkan bapak berbicara di podium kala itu. Saya terkesan dengan gaya berpakaian bapak. Saya terkesima ketika beberapa kalimat pelan namun tegas yang bapak lontarkan. Saya kagum dengan ketegasan dan keputusan yang bapak ambil dalam memimpin. Saya ternganga, ternyata ada pemimpin di Indonesia yang berani seperti bapak. Saya pun seolah tak percaya ketika bapak menyebutkan berhasil mengubah pasar tradisional menjadi pasar modern di Solo, dengan tidak menghilangkan para pedagangnya, yang justru hal seperti yang bapak lakukan tidak bisa terwujud di Jambi. Saya juga kagum atas usaha bapak membangkitkan wisata dan budaya Solo dengan tema The Spirit of Java. Bahkan saya sangat berharap, akan lahir Jokowi-Jokowi lainnya, baik itu di kalangan pejabat atau pemuda, yang berani seperti bapak, yang tidak takut untuk mengadakan perubahan.

Kemudian pandangan skeptis saya tersebut berubah ketika melihat perjuangan bapak. Saya melihat role model baru bagi Indonesia di diri bapak. Saya melihat bahwa orang seperti bapak-lah yang kami perlukan untuk memimpin Indonesia kelak. Bapak tidak perlu kharisma dan pencitraan, karena bapak sudah melakukannya dengan baik. Bapak tidak perlu memperlambat sesuatu hal yang perlu diubah, karena bapak sendiri sangat cepat menangani hal itu. Dalam pembicaraan yang bapak sampaikan di dua forum yang saya ikuti tersebut, saya dan teman-teman terhenyak menyaksikannya. Bahkan tidak jarang kita sama-sama tertawa melihat apa yang bapak presentasikan. Saya pun mendapatkan inspirasi dari bapak. Ya, inspirasi untuk melakukan sesuatu bersama-sama demi membuat Indonesia lebih baik.

Satu hal yang saya kagumi dari diri bapak ketika memimpin masyarakat adalah mau mendengarkan curahan hati mereka. Ternyata mendengarkan curahan hati masyarakat saja tidak cukup. Apa yang mereka lontarkan harus diperbaiki di masa depan. Dan inilah yang membuat saya semakin kagum dengan bapak. Bapak mengadakan rembug kota, dimana setiap tahunnya bapak mengumpulkan 3500 warga Solo di sebuah lapangan untuk berbicara dalam forum yang bapak selenggarakan. Bapak mempersilahkan siapa saja yang ingin mengungkapkan pendapatnya tentang Solo. Dalam forum ini, ternyata banyak sekali keluhan para warga terhadap hal-hal jelek yang terjadi di Solo ketika masa awal kepemimpinan bapak. Tidak heran jika di tahun pertama bapak memimpin, 100% masyarakat marah dan komplain karena kebutuhan mereka tidak terpenuhi. Saya ingat betul bagaimana ekspresi salah satu warga yang marah dalam slide show yang bapak tampilkan membuat kami tertawa.

Pada tahun kedua rembug kota diadakan, ternyata perubahan masyarakat yang marah dan komplain itu menurun drastis. Sedikitnya 35% warga yang marah dan komplain terhadap kepemimpinan bapak. Angka persentase yang menurun ini menunjukkan bahwa bapak sedikit berhasil memenuhi kebutuhan masyarakat yang dahulu komplain. Ini merupakan prestasi yang patut diacungi jempol, karena rata-rata masyarakat sudah merasakan dampak positif dari kepemimpinan bapak. Fantastisnya, pada tahun ketiga rembug kota diadakan, ternyata TIDAK SATUPUN warga Solo yang marah dan komplain lagi! Justru mereka berbalik arah, dari yang awalnya marah dan komplain menjadi memberikan ide/masukan untuk perbaikan Solo kedepannya. Pada tahap ini, saya benar-benar salut dengan bapak. Bapak hebat!

Apa yang bapak lakukan dalam mendengarkan keluhan masyarakat berjalan baik dan banyak yang mendukung. Partisipasi masyarakat pun dilibatkan. Bapak juga tidak hanya mendengarkan keluhan saja, tapi keluhan mereka tersebut berubah dengan membelikan fasilitas terbaik bagi masyarakat. Menurut bapak, ada dua cara untuk mendengarkan masyarakat, yakni mengajak masyarakat berpartisipasi dan bergotong royong. Bapak juga berkata bahwa pemerintah harus melayani masyarakat. Bapak Berkata, “Kalau ada masalah pada masyarakat, ya didengarkan, kemudian diselesaikan. Kita harus menjadi pemimpin yang mendengarkan masyarakat. Dan yang terpenting adalah harus menyelesaikan masalah yang ada pada masyarakat.”

Di kesempatan kedua saya bertemu dengan bapak, yakni Indonesian Young Changemakers Summit, penampilan bapak tidak berubah. Tetap memakai kemeja putih yang dipadukan dengan celana jeans. Tubuh bapak yang tidak terlalu berisi membuat kami tertawa saat bapak menceritakan bahwa orang lain yang melihat bapak mengira bahwa bapak adalah asisten walikota, padahal justru bapak sendiri walikotanya. Perawakan bapak, menurut saya, tidak mencerminkan pejabat. Kenapa? Karena seolah-olah perawakan bapak itu sama dengan masyarakat pada umumnya. Apa mungkin karena bapak banyak memikirkan masyarakat jadi kurang makan dan tidur? Oh well, saya berharap kesehatan bapak selalu terjaga ya, biar selalu berkarya bagi Indonesia.

Saya bermimpi, akan hadir pemimpin Indonesia yang wataknya seperti bapak. Saya berharap para pejabat pemerintahan itu tersindir dengan apa yang telah bapak lakukan. Saya pengin siapapun juga aparat pemerintahannya di Indonesia ini, bisa setegas bapak dalam bertindak. Saya juga berharap agar semakin banyak Jokowi-Jokowi lainnya yang mengadakan perubahan nyata untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Bahkan saya berpikir, bagaimana kalau para pejabat-pejabat itu studi banding ke Solo agar tahu bagaimana mengatur tata kelola yang baik, yang tidak meninggalkan budaya dan kelestarian alamnya.

Saya ingin semua pejabat dan pemuda negeri ini belajar dari bapak. Belajar bagaimana bapak berhasil mengubah pasar tradisional menjadi pasar modern (bukan hanya sebagai wacana dengan berbagai total anggaran). Saya ingin petinggi negeri ini juga peka terhadap masalah masyarakatnya. Saya ingin agar kelestarian budaya tetap dijaga meski modernitas merasuki anak bangsa. Saya ingin alam Indonesia tetap lestari di tengah hancurnya hutan karena pembangunan. Saya ingin tidak banyak mal-mal atau bangunan yang tidak terlalu penting dibangun, yang justru hal tersebut menyingkirkan pendapatan masyarakat. Saya ingin para pemimpin berkaca terhadap kepemimpinan bapak, agar Indonesia nggak loyo, tegas, dan berani mengambil sikap. Ahh seandainya saja Indonesia ini dipenuhi oleh Jokowi-Jokowi lainnya, saya yakin semua rakyat pasti makmur! Tidak ada lagi masyarakat yang bekerja sebagai pemulung, tidak ada lagi anak kecil yang meminta-minta di jalanan, tidak ada lagi anak muda yang pengangguran, dan tidak ada lagi masalah di Indonesia. Andai saja kalau impian saya itu terkabul suatu saat.

All in all, terima kasih ya pak sudah mau membaca surat ini. Saya ingin meyakinkan bahwa saya tidak sedang didukung oleh partai politik lain untuk membanggakan nama bapak, karena surat ini lahir dari apa yang saya lihat, dengar, dan rasakan dari bapak dan teman-teman. Saya berdoa agar bapak selalu semangat memperbaiki Indonesia ya! Jangan menyerah sebelum lilin benar-benar menyala terang dalam kegelapan. Terima kasih telah menyinari hati masyarakat dan pemuda yang hadir di dua konferensi itu. Wassalamualaikum wr.wb.

Salam pemuda,

Bella Moulina

Bersama pak Jokowi ketika acara Indonesian Young Changemakers Summit di Bandung Februari lalu


5 thoughts on “Surat Untuk Pak Jokowi Dodo :)

  1. Alhamdulillah… Pak Jokowi mungkin adalah “hadiah” dari Allah SWT di tengah keadaan bangsa yang carut marut ini. Semoga saja dalam pilkada DKI nanti beliau mendapat amanah dari masyarakat Jakarta untuk menjadi pepimpin mereka, agar membuka mata hati para petinggi negara ini dalam mengelola negara. Amiiin.

    Salam kenal mbak Bella

  2. Salam kenal Bella..

    Surat anda begitu bagus… anda salah seorang pemudi dr jutaan pemuda/i yang kurang peduli dng arah jalan bangsanya..

    Salut dng kepedulian anda..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s