Sahabat Ilmu Jambi dalam Liputan Media, Dare to Dream, dan Capacity Building

 

Tahun 2012 bagi saya merupakan awal tahun yang baik bagi Sahabat Ilmu Jambi (SIJ), komunitas sosial yang bergerak di bidang pendidikan. Kenapa saya katakan begitu? Karena pada awal tahun ini SIJ banyak menerima kabar baik dan banyak memberikan program terbabik bagi adik asuh dan relawannya. Rentang waktu antara Januari hingga April ini, saya banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak: liputan media elektronik DAAI TV dan JEK TV, liputan media massa Tribun Jambi, on air di Radio Boss Fm Jambi, mengadakan program Dare to Dream dan Capacity Building untuk pertama kalinya bagi adik asuh dan relawan, mendapatkan mini grant yang insyaAllah akan dikirim oleh pihak Indonesian Future Leaders melalui keikusertaan saya di Parlemen Muda Indonesia, hingga ditelpon mbak Hasanah (Pimred Tribun Jambi) dua hari yang lalu untuk berbincang-bincang mengenai saya dan SIJ. Selebihnya saya sangat bersyukur teman-teman masih berkomitmen berjuang, semangat mereka tetap menyala di tengah derasnya aktivitas yang mereka lakukan.

Pendampingan berjalan seperti biasa, kami melakukan pendampingan terhadap adik asuh di dua panti yakni Panti Asuhan Darul Aitam dan Panti Asuhan Madinatul Aitam. Pendampingan pada 24 Maret lalu sangat berkesan karena pertama kalinya kami diliput oleh televisi Jakarta, DAAI TV, dalam program Meniti Harapan. Saya yang pada akhir Januari lalu mengikuti Parlemen Muda Indonesia di Jakarta diwawancarai oleh Pak Hong Tjhin mengenai komunitas sosial yang dijalankan di Jambi. Kemudian pada 23-25 Maret lalu, kami kedatangan mbak Vince dan mas Bannu untuk meliput langsung kegiatan SIJ di Jambi. It’s truly an honour for us. Syuting selama dua hari tersebut juga sangat berkesan karena kami serentak meluncurkan program terbaru bagi adik asuh selain pendampingan, yakni Dare to Dream. Dare to Dream adalah sebuah program yang mengajak adik asuh untuk berani meraih cita-cita/impian mereka dengan mendatangkan anak muda berprestasi untuk ngobrol-ngobrol dan memberikan kemampuan. Ketika DAAI TV meliput kemarin, kebetulan kak Bona merupakan pembicara Dare to Dream pertama yang bersedia kami ajak untuk memberikan materi Melukis Mimpi. Kak Bona mengajak adik-adik untuk melukis sebuah profesi atau cita-cita yang ingin mereka raih suatu saat. Dare to Dream berjalan dengan sukses, adik-adik diharapkan berani bermimpi untuk meraih cita-cita mereka.

Selain DAAI TV, SIJ juga diliput oleh JEK TV dalam program Bincang Komunitas. Pada program ini, kami syuting di Jamtos. Beda halnya dengan DAAI TV yang banyak mengambil lokasi syuting, JEK TV hanya syuting di satu lokasi saja. Disana kami menceritakan apa itu SIJ kepada masyarakat. Disana saya juga tidak sendiri, tapi ditemani oleh Ein, Arif, Juki, dan Andi. Tayangan SIJ di JEK TV bahkan diputar berulang-ulang di stasiun TV swasta milik Jambi Ekspres tersebut hingga tiga kali. Senang sekaligus khawatir sih kalau-kalau pemirsa JEK TV bosen ngelihat kami melulu, haha. Ow ya selain media elektronik, kami juga diliput media cetak yakni Tribun Jambi. Mas Kelik lah sang inisiatornya buat ngeliput kami, setelah dulu pernah diliput di Jambi Eskpres juga, tahun ini SIJ kembali diliput media cetak dalam halaman Community. Tidak berhenti disana saja, SIJ juga diajak on air oleh radio Boss Fm dua minggu kemarin. Seperti biasa ketika komunitas diundang on air, kami diajak berbincang-bincang mengenai kegiatan SIJ. Dalam obrolan di radio ini saya bersyukur ditanyai harapan kepada pemerintah. Langsung deh panjang harapannya buat pemerintah hehe😀 Well, sebenarnya nggak nyangka SIJ bakal secepat ini diliput berbagai media, mengingat kami masih 8 bulan dan belum banyak memberikan kontribusi. Tapi kami yakin kalau suatu hal dikerjakan dengan konsisten dan komitmen, perubahan sekecil apapun akan terjadi. And we will prove it, meningkatkan minat membaca dan menulis serta berbagi ilmu dengan mereka yang kurang beruntung.

Anyway, SIJ sekarang sudah lebih PD untuk menjajaki perusahaan, seperti memasuki proposal ke Gramedia. Saya dan kak Meila beberapa waktu lalu memasuki proposal, kalau-kalau saja kan dapet sumbangan buku dari Gramedia, alhamdulillah. Untungnya kemarin sudah sempat bertemu dengan pihak Gramedia langsung dan mas-nya menyambut baik. Tinggal ditindaklanjuti saja mengenai perbincangan kemarin, mudah-mudahan SIJ bisa diberikan donasi buku oleh Gramedia. Tidak hanya dukungan dari perusahaan saya yang berusaha kami jajaki, kami juga akan diberikan kesempatan oleh Indonesian Future Leaders, organisasi kepemudaan independen yang menyelenggarakan Parlemen Muda Indonesia beberapa waktu lalu yang saya ikuti, untuk menggunakan dana sebesar Rp. 500.000 dalam menjalankan proyek sosial SIJ. Saya baru-baru ini mengirim email proposal kepada pihak IFL, semoga saja itu bisa cepat ditindaklanjuti oleh Iman dkk, agar kami bisa menggunakan uangnya untuk program pendampingan, Dare to Dream, dan talkshow ke sekolah-sekolah mengenai kecerdasan majemuk yang dimiliki siswa.

Di sisi lain, impian untuk memiliki sekretariat dan perpustakaan sudah terkabul. Terima kasih untuk Maul sekeluarga yang meminjamkan tempatnya untuk SIJ, terima kasih juga untuk teman-teman yang sedari awal membangun sekre ini dari awalnya gudang hingga berubah menjadi sekre nan cantik. Kami pun mulai membuka taman baca karena banyaknya buku yang disumbangkan oleh donatur. Alhamdulillahnya, hingga saat ini sudah banyak kaum remaja dan dewasa yang meminjam buku disini. Kami meminjamkannya secara gratis, tapi ketika mereka lewat satu minggu mengembalikannya, kami terpaksa memberikan sanksi yakni berupa denda satu hari Rp. 1.000/buku. Anyway, rencananya kami akan membentuk klub buku bagi mereka yang suka meminjam buku, namun ini akan menjadi rencana kedepannya. Doakan saja banyak yang minjam buku disana, biar kami secepatnya membentuk klub buku. Ow ya bagi teman-teman yang mau menyumbangkan buku bekas atau baru, kami sangat welcome lho, ditunggu ya sumbangannya untuk SIJ ^_^

Nah, untuk Sabtu kemarin, tepatnya pada 28 April, kami mengadakan program capacity building dengan tema How to Find Passion and Live it! Pembangunan kapasitas diri ini dilaksanakan khusus untuk relawan SIJ di Taman Anggrek Jambi. Sebelum memulai acara, saya mengajak mereka untuk bermain games pengenalan diri dengan menjelaskan hal-hal unik yang ada pada diri mereka. Gamesnya seperti ini: Tiara misalnya, karena dia merasa jiwa penari ada di dalam dirinya, maka dia berkata “Halo, saya Tiara, saya seorang penari,” dia berkata seperti itu sambil menginterpretasikan gerakan yang menunjukkan dia seorang penari. Well, sounds interesting right? Teman-teman diajak berpikir keunikan mereka, dan teman-teman secara tidak langsung mengetahui keunikan masing-masing relawan. Ada yang menyukai band, model, baca, fotografi, dan wirausaha. Keren-keren banget kan relawan SIJ?😀

Well, disana saya memberikan materi passion kepada teman-teman. Senangnya bisa berbagi dengan mereka bagaimana kita sendiri harus mengetahui apa passion kita, dimana itu akan membawa kita lebih mudah menjalani hidup dari hal-hal yang kita sukai. Materi tentang passion ini bertujuan agar teman-teman bisa mengetahui passionnya dimana, kemudian bisa membawa mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai passionnya kelak. Disini saya memberikan pengarahan yang teratur dalam enam kertas. Yup, mereka harus menjawab pertanyaan yang saya ajukan dengan menyadari sesungguhnya siapa diri mereka, karena passion itu adalah proses pengenalan diri dan passion ada di diri mereka. Saya menanyakan siapa yang menjadi inspirasi mereka dan kenapa, tentang diri mereka, skill yang dimiliki, apa hal yang disukai dan dibenci, antusiasme diri terhadap sesuatu, hingga mau jadi apa mereka kedepannya (cita-cita). Dalam acara yang berlangsung satu jam tersebut, kami banyak berdiskusi mengenai passion. Saya juga berpesan kepada mereka agar menempelkan kertas yang telah ditulis di dinding kamar agar impian yang mereka tulis menjadi pemantik semangat mereka untuk mendapatkan impiannya. Nice chating with them, tired but fun! ^_^ Setelah materi passion berakhir, kami pun membahas pendampingan di dua panti, baik itu kendala maupun saran. Sesi ini diinisiasi oleh Ein, dia juga memberikan materi soal pendampingan bulan Mei yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi. Dalam kesempatan ini, masing-masing relawan juga saling memberi kritik dan saran. Mereka juga semakin terbuka wawasannya bagaimana menjadikan diri sebagai kakak asuh yang baik. Karena kalau sudah tune in dengan adik asuh, insyaallah visi misi akan tercapai bukan? Well, kegiatan kemarin ditutup dengan foto bareng dan makan ala kadarnya dalam suasana piknik. Terima kasih sudah dateng di capacity building yang pertama teman-teman, semoga tahap keduanya bisa lebih antusias lagi ya da dan bisa diikuti semua peserta!

All in all, satu kejutan yang bikin saya penasaran adalah dua hari yang lalu saya ditelepon oleh mbak Hasanah, pimpinan redaksi koran Tribun Jambi. Beliau mendadak menelpon saya untuk memberi tahu bahwa dia pengin mengobrol tentang saya dan SIJ. Suatu kabar yang mencengangkan dan membuat saya bertanya-tanya. Apa sebenarnya yang diinginkan mbak Hasanah ya? Kata beliau sih mau dijadikan tulisan, tapi saya nggak tahu juga. Beliau pun bertanya kepada saya apakah setelah tanggal 13 Mei ada di Jambi, karena setelah tanggal itu beliau ingin mengajak saya mengobrol tentang hal itu. Jujur nih, saya nggak nyangka banget mbak itu mau menelepon dan mengajak mengobrol, secara sebelumnya saya nggak pernah kontak langsung dengan beliau. Palingan yah ama mas Kelik, mas Pras, dan mas Hanif doang bergaulnya. Dalam hati sih berharap pertemuan dengan beliau nantinya akan memberikan wawasan positif bagi saya. For sure, I can’t wait to meet her soon!

Segitu dulu deh laporan kabar baik untuk SIJ ya teman-teman. Doakan kami tetep semangat menjalani kegiatan ini, doakan kami tetep istiqomah ya untuk memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan di Jambi. Mohon doa restunya agar kami senantiasa kompak, karena kalo nggak kompak ya gak bakal ada SIJ di Jambi kan? Terima kasih atas doa dan dukungannya. Ayo menebar ilmu dan membuka cakrawala bersama kami ^_^

2 thoughts on “Sahabat Ilmu Jambi dalam Liputan Media, Dare to Dream, dan Capacity Building

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s