Gaya Hidup Hijau Untuk Bumi Kita

Suatu kali saya naik motor, di jalan tiba-tiba melintas sebuah mobil yang tidak begitu cepat melajunya. Tidak berapa lama, kac mobil bagian depan dibuka, dan tangan penumpang yang ada di dalamnya terjulur ke luar. Dia sembari memegang sebungkus plastik snack, kemudian tidak berapa lama bungkus plastik yang saya yakini merupakan sisa makanannya ia buang begitu saja di jalan. Seperti berasa nonton pertunjukan orang-orang yang nggak punya pikiran, saya misuh-misuh dalam hati. Well, seenaknya saja kalian memperlakukan bumi yang kalian tumpangi hidupnya? Sebegitu mudahkah buang sampah sembarangan, wahai kalian?

Perbuatan seperti itu bukan hanya tampak pada jalanan saja, namun seringkali saya lihat sampah yang kita hasilkan sering dibuang begitu saja karena tidak ada tong sampah.  Kebanyakan orang yang saya lihat akan menyimpan sampahnya di kolong meja, membuangnya di tanah, dan meninggalkan sampah di sebuah tempat ketika mereka selesai bikin acara. Apakah kalian masuk kategori itu? Mungkin bisa dijawab masing-masing, dan menyadari apa yang telah dilakukan untuk bumi? Positif atau negatifkah? Merugikan atau bermanfaatkah bagi bumi?

22 April lalu, Bumi merayakan hari jadinya untuk kesekian kalinya. Yup, bumi yang kini sudah tua dan renta merayakan ulang tahunnya setiap tanggal tersebut. Dalam memperingati Hari Bumi itu, banyak yang melakukan kampanye lingkungan untuk menjaga bumi dari kerusakan. Komunitas atau organisasi peduli lingkungan menyuarakan aspirasinya, mengajak semua elemen masyarakat untuk bergaya hidup hijau agar mampu meminimalisir laju pemanasan global yang berdampak pada berbagai sektor kehidupan manusia di bumi. Lalu seperti apakah gaya hidup hijau kalian?

Saya meyakini bahwa sesuatu hal yang kecil bisa berdampak besar jika dilakukan secara konsisten dan berkomitmen. Ini terjadi pada semua hal, termasuk melakukan hal-hal kecil untuk melindungi bumi. Jangan anggap remeh chargeran listrik yang sengaja tidak kalian cabut setelah mengecas handphone. Jangan anggap sebuah kewajaran jika membuang sampah sembarangan karena tidak ada tong sampah. Toh meski negara-negara berkembang memiliki andil besar dalam laju pemanasan global, toh meski aparat tetap saja membiarkan perusahaan-perusahaan menebang pohon kelewat batas, toh meski pemerintah tidak memberikan solusi terbaik dalam menanggulangi masalah lingkungan, singkirkan dulu skeptis kita terhadap hal itu. Pikirkanlah bahwa kita hidup untuk tahun-tahun berikutnya. Namun bukan saja kita yang hidup di dunia ini, tapi anak cucu kita kelak akan merasakan dampaknya. Jadi, apapun yang kalian lakukan terhadap bumi, bertanggungjawablah akan hal itu. Hal-hal kecil bisa berdampak baik bagi bumi dengan menerapkan gaya hidup hijau. Sebaliknya hal-hal remeh temeh yang tidak menjaga bumi pun akan merusak lingkungan.

Menurut saya, menerapkan gaya hidup hijau gak sulit dibayangkan kok. Disini saya mau share dengan teman-teman apa saja yang telah saya lakukan (dalam konteks gaya hidup hijau) untuk menjaga bumi. It starts from simple things guys, jadi jangan anggap itu sebagai hal yang sulit ketika dilaksanakan. Believe me, perubahan dimulai dari diri kita, dan perubahan gaya hidup hijau dimulai dari sekarang dengan melaksanakan gaya hidup hijau di bawah ini.

  1. Selalu bawa tumbler. Tumbler bagi saya merupakan cara ampuh untuk tidak mengkonsumsi air mineral dalam kemasan plastik. Saya memakai tumbler sejak dua tahun lalu.  Pertama karena saya pikir jika satu hari saya minum dua botol mineral, satu tahun berapa uang yang saya habiskan untuk sekedar membelinya? Kemudian saya juga sadar bahwa botol minuman bisa menjadi gaya hidup yang meminimalisir penggunaan botol plastik. Meski memang kita harus hati-hati dalam memilih tumbler yang ramah terhadap kesehatan, kita pun juga harus tahu bahwa itu berkontribusi banget bagi bumi.
  2. Bawa tas belanja kemanapun. Dulu saya selalu bingung kenapa mesti bawa tas belanja sendiri dari rumah. Apa sih kerennya? Yang ada malah nyusahin,  hehe. Tapi ketika saya tahu kalau plastik kantong kresek yang selalu kita terima di pusat perbelanjaan itu tidak bisa hancur di tanah untuk berjuta-juta tahun lamanya dan malah merusak PH tanah itu sendiri, saya lantas beralih ke tas belanja. Tas belanja kain itu pun selalu saya keluarkan ketika membeli sesuatu. Atau kalau yang saya beli sedikit, saya langsung masukin ke dalam tas, seraya bilang: “Saya gak ambil plastiknya mbak.”
  3. Bertanggung jawab dengan sampah. Yup, setiap hari kita pasti menghasilkan sampah bukan? Coba deh cek berapa banyak sampah yang kamu keluarkan setiap harinya, lalu hitung berapa lama kamu hidup di dunia, dan hasilnya pasti wooowww! Kita banyak sekali membuat sampah bertumpuk di TPA-TPA dan menjadi gundukan sampah yang baunya pun tidak sedap. Untuk meminimalisir sampah, saya selalu mendaur ulangnya menjadi barang berguna. Atau bahkan kalau sudah berjudulkan ‘sampah’, saya akan selalu membuangnya di tong sampah. Misalnya tidak ada tong sampah di sekitar saya, sampah itu saya masukkan ke dalam kantong dulu, lalu kalo ada tong sampah saya buang disana. Pernah saya ditertawai teman oleh hal ini, tapi saya cuek aja. Toh saya harus bertanggung terhadap sampah sendiri kan?
  4. Hemat energi. Bukan tidak mungkin ketika pagi hari, kalian masih melihat lampu-lampu di jalan masih menyala, saya pun begitu. Bahkan lampu di rumah kita sendiri ada yang menyalakannya hingga siang hari! Oh my God. Ini kan nggak banget! Kalau ada sesuatu yang terbuang sia-sia dan kita tidak memaksimalkan potensinya, pasti suatu saat sumber tersebut akan habis seketika. Jangan kalian anggap bahwa tidak mencabut chargeran handphone merupakan hal yang biasa. You are totally wrong! Kalau sudah mengecas handphone atau lampu kamar tidak terpakai, ya mbok dimatiin kenapa? Saved the energy!
  5. One man one tree. Menanam pohon atau merawat tanaman di sekitar pekarangan rumah wajib hukumnya jika pengin rumah kalian adem ayem. Saya selalu senang banget kalau di suatu rumah ada banyak tanamannya. Bukan hanya sedap dipandang, namun juga berkontribusi dalam memberikan asupan oksigen kepada makhluk hidup serta menyerap karbondioksida dari polusi udara! Jadi kalau di rumah ada tanaman, yuk dirawat bersama-sama. kalau belum ada tanaman, yuk tanam pohon yang sekiranya selain bisa bermanfaat bagi bumi, juga bermanfaat bagi kehidupan dunia masak memasak setiap harinya, hehe.

Well, apapun yang kalian lakukan di hidup ini, lakukan dengan wisely. Bijak menggunakan sesuatu, bijak melakukan sesuatu, dan bijak merawat bumi untuk kelangsungan lingkungan alam yang baik di masa depan. Itu bukannya tugas kita sebagai khalifah yang diturunkan oleh Allah Swt ke bumi? Jadi sebagai utusan Tuhan, jagalah bumi dan lingkungannya. Pedulilah untuk merawatnya, jangan seenak perut saja menghancurkan bumi. Atau bahkan kita gak tahu kalau selama ini perbuatan kita merusak lingkungan? Wallahua’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s