Pengejar Mimpi dan Harapannya

La Tahzan

Asslmlkm,
Maaf ibu mengganggu bella..ibu sebenarnya sangat sedih liat status Bella akhir2 ini yg sepertinya ‘patah’ sekali karena kegagalan u/ mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri (USA, I supposed?).

Ibu ga ingin banyak menasehati karena ibu ga mau terlalu menggurui..apalah ibu ini sampe bisa menasehati..

ibu cuma ingin sharing sebuah cerita nyata ttg teman ibu..

 

Beliau pernah mengalami yg bella rasakan sekarang lbh parah bahkan..dia berkali2 di’kalahkan’ oleh teman lain yg bahkan punya nilai TOEFL jauh dibawah teman ibu..pernah dlm suatu kesempatan beasiswa, dari jambi dikirm 5 orang untuk wawancara akhir, you know what?, ke 4 teman laen lolos dan hanya dia yg hrs pulang ke Jambi dgn tangan hampa..

Teman ibu menangis dan bertanya ‘apa salahku?’..’Harus bagaimana lagi?’
Ibu ga bisa menjawab..ibu cuma mencoba mengingatkan bahwa Allah tidak pernah mengingkari janjinya bahwa setiap permintaan umatnya akan dikabulkan..tapi dengan satu dari 3 cara: dikabulkan instantly, dikabulkan pada waktu yg tepat, atau dikabulkan dengan diganti yg lebih baik..

mungkin kita cuma hrs bersabar..dan mengingat bahwa dapat scholarship bukan satu2nya rezeki dari Allah..mulai menata hati, mencoba melihat rezeki laen yg mgkn selama ini luput dari perhatian..

Juga memperbanyak memudahkan urusan orang lain..tapi ingat ya bella, jangan berdagang dlm berbuat baik..artinya jgn berharap kalau kebaikan kita akan lgsg dpt balasan atau membuat yg kita inginkan jadi terkabul..karena itu namanya berdagang dengan Allah..itung2an..berbuat baik lah karena memang ingin menolong orang, terserah akan ada hasilnya atau tidak..

Kembali ke cerita teman ibu..alhasil beliau tetap belum dpt beasiswa, tp beliau ga begitu patah lagi..beliau jg mulai membuka hati kepada seseorang teman yg selama ini sangat memperhatikan namun luput dari perhatian karena si teman sibuk mengejar mimpinya..mereka kemudian menikah, punya bayi yg sangat lucu..ortu jg senang sekali krn emang mereka sdh lama ingin si teman menikah..

And you know what? Setelah si baby sktr 4 tahun, teman ibu dapat juga beasiswa, bahkan ke negeri yg lebih baik..Eropa!..

One day, teman ibu datang ke ibu lagi..dengan sukacita berbagi berita bahagia dan tak henti2nya bersyukur..ternyata kegagalan kmrn membuat dia dikarunai segala yg lebih baik..suami yg baik, anak yg lucu, ortu yg bahagia,dan beasiswapada waktunya…yg mgkn ga akan dia dapatkan kalau dia brgkt kmrn..

Ibu yakin bella sekarang ada di posisi teman ibu dulu..mgkn ada baiknya bella ‘melupakan’ dulu keinginan yg satu itu u/ sementara dan memeprhatikan hal2 lain yg mgkn luput..bukan berarti bella hrs memaksakan diri menikah jg kl emang blm ada rencana…(Kl sdh ada rencana sih, bagus juga ◦°◦:D:D◦°◦Нзнзнз ◦ )

nanti InsyaAllah ada saatnya bella sdh lbh siap dan memulai lagi ikhtiarnya..

InsyaAllah, pada waktu yang terbaik menurut Allah, bella akan dapat semua yg bella inginkan..

آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

(Just sharing)…”

Segelintir paragrap di atas merupakan pesan mom Ella Masita yang sudah beliau berikan kepada saya lewat inbox facebook. Entah kenapa ketika mom Ella mengirimkannya kepada saya, saya terharu dan sedih membacanya. Saya dan mom Ella tidak begitu dekat sewaktu beliau mengajar di kelas saya, namun dalam beberapa tahun ini beliau selalu menyemangati saya, salah satu dosen yang cukup banyak memberikan perhatian kepada saya, bagaimana menyikapi impian yang gagal :’)

Refleksi saya dari pesan mom Ella tersebut terkenang kembali pada dua hari yang lalu, dimana untuk keempat kalinya saya mengikuti tes pertukaran pemuda antar negara yang diadakan oleh Dispora Jambi. Sejujurnya itu adalah yang kesembilan, sebelumnya saya juga ikut di tiga institusi, IELSP, SUSI, dan satu konferensi islam. Sayangnya kedelapan institusi yang saya coba itu belum menunjukkan pertanda baik, dan seleksi PPAN ke Kanada dan Malaysia untuk perempuan tahun ini merupakan yang kesembilan. Dan seharusnya saya memang tidak ikut seleksi ini lagi, namun begitu kuatnya dorongan dari teman-teman dan diri saya sendiri, akhirnya saya memutuskan ikut lagi.

I’m dreamcatcher. Mungkin ada juga yang menyebut saya sebagai orang yang ambisius, perhaps? Atau bisa jadi saya yang tidak pantang menyerah? Bagi saya, jatuh..ya bangun lagi, dan kalo gagal..ya coba lagi! Selalu ada semangat di dalam saya untuk berjuang lagi di lain kesempatan. Saya berusaha menilik kekurangan tahun sebelumnya, dan memperbaikinya di tahun selanjutnya. Meski memang tak semulus yang dikira, saya selalu tersenyum terhadap apapun keputusanNya, bahkan sepahit atau semanis apapun itu. Impian itu kalau nggak dikejar dan nggak diusahakan ya nggak bakal dateng. Itulah saya, seorang pengejar mimpi. Dan bukan hanya mimpi, tapi juga berusaha, berdoa, dan tawakkal.

Terharu sekali rasanya melihat banyak orang yang mendoakan saya, entah itu implisit atau eksplisit, entah itu kamu, dia, atau mereka? Terima kasih atas doanya. Semangat dari mereka membuat saya kuat, ya harus kuat bukan? Kalau nggak kuat, bukan pemuda namanya! Doa mereka lah yang justru membuat saya bertawakkal dalam dua hari kedepan, dimana pengumuman PPAN akan diumumkan di Dispora senin depan, 2 April 2012. Doa tulus yang keluar dari hati mereka tak pelak membuat saya menangis, bila mengingat perjuangan saya selama ini yang mungkin kalian anggap tidak seberapa.

Jatuh bangunnya saya mengejar impian yang berkali-kali belum dikabulkanNya, membuat mental saya ditempa. I prepare the best and the worst of the result! Selalu stay cool ketika sebuah keputusan tidak sesuai yang diinginkan, meski dalam hati bertanya-tanya, apa ya kekurangan saya? Atau apakah Allah Swt belum mengizinkan saya? Dia belum meridhoi saya? Atau malah belajar ke luar negeri adalah sesuatu hal yang buruk ketika saya menjalaninya? Wallahua’lam.

Saya yang dulu sempat minder karena: nggak cantik, bahasa Inggris juga nggak lancar amat, nggak punya orang ‘dalem’, nggak tahu budaya Jambi, perlahan-lahan menepis hal itu. Biar bagaimanapun juga kalau saya belajar jadi lebih baik dan Allah Swt belum merestuinya toh saya juga nggak akan lolos. Dan kalau saya sudah berusaha yang terbaik, Allah Swt menempa mental saya serta melihat seberapa keras perjuangan saya, dan saya juga selalu berdoa kepadaNya, toh kesempatan itu pasti akan datang juga. It’s just a matter of time, Bella, as I always said to my self. Kamu emang nggak cantik, nggak tinggi, nggak ada prestasi bagus, nggak ada relasi orang dalem, nggak tahu budaya Jambi dengan baik, atau perasaan negatif dahulu kala tersebut, membuat saya berupaya mengubahnya. Menggali ilmu dan pengalaman dari mereka yang rejeki ke luar negerinya sudah duluan ada daripada saya adalah hal terpenting. Minder sih pasti, gimana nggak, ketika orang udah mengenal dan mempelajari kehidupan masyarakat luar, saya belum ada apa-apanya. Ilmu mereka justru lebih banyak daripada saya bukan? Tapi saya biasa-biasa saja, menganggap mereka juga pasti dahulunya sama seperti saya. Pernah jatuh berkali-kali, dan kemudian diberikan izin olehNya. Sekali lagi, ini adalah masalah waktu. Kapan Allah Swt mau mengaulkan permintaan kita, semua keputusan ada di tanganNya.

Satu hal yang mungkin nggak bisa saya sembunyikan ketika gagal adalah kecewa. Perasaan ini memang lumrah bukan? Kita sudah berharap, namun Yang Maha Kuasa belum mengizinkan. Pernah saya kecewa dan sangat bertanya-tanya kenapa Allah Swt belum memberikannya? Kenapa malah memberikan kepada mereka yang baru sekali atau dua kali mencoba? Lama kelamaan saya jadi sadar, bahwa pertanyaan saya itu salah banget! Saya nggak boleh meragukan keputusanNya, saya harus selalu berpikir positif terhadapNya, dan saya harus bangkit lagi dari kegagalan! Saya pun mengamini ayat Al-Qur’an ini: “Boleh jadi kamu menyukai sesuatu, tetapi Allah Swt membencinya. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, tetapi Allah Swt menyukainya.” (ini surat apa saya lupa teman-teman, mohon dikoreksi jika ada yang tahu)

Kalau boleh saya interpretasikan ayat yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia itu berarti seperti ini: boleh jadi apa yang selama ini saya cita-citakan bagus untuk saya, mungkin itu ternyata tidak sesuai dengan apa yang dikehendakiNya, dan bahkan bisa jadi sesuatu hal yang saya benci malah diridhoinYa, who knows right? Untuk itulah saya selalu percaya apapun keputusan yang diberikan Allah Swt kepada saya. Termasuk keputusan yang mesti saya lihat dan dengar senin besok. Rasa deg-degan pasti, bertanya-tanya, dan berharap yang terbaik. Satu pinta saya kepada Allah Swt, kalau memang ini sudah jalan Bella, izinkan Bella ya Allah, ridhoilah..kabulkanlah.. Ataupun jika itu bukan jalan Bella saat ini, tegarkanlah Bella, kuatkanlah hambaMu ini untuk kesekian kalinya, hingga Engkau benar-benar mengabulkan impian ini. Jadikan Bella sebagai perempuan yang tidak sombong, tidak ambisius, dan selalu semangat meski kalah. Impian saya adalah menjadi yang terbaik dan mampu memberikan yang terbaik bagi keluarga, teman, dan masyarakat Jambi :’) Maka dari itu, berikanlah keputusanMu yang terbaik tahun ini..

2 thoughts on “Pengejar Mimpi dan Harapannya

  1. Hey kawandku…. Dont cry…. Dulu aq suka debat bhs inggris… Dan harus kalah belasan kali sampai akhirnya dpt tropy.. It jg cm selampung…. Dulu byk yg tak respect ktika cndra mw bwt komunitas u anak muda… Tp ktika bandar lampung creative network berjalan… Everyone welcome… -tuliskan mimpimu dgn pinsil dan berikan penghapusnya pada Allah., ia akan menghapus bagian yg salah dn menggantinya dg sesuatu yg lbih indah… Keep move on, salam manis dr lampung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s