Ada Cerita Di Indonesian Young Changemakers Summit

Ketika saya tahu saya lolos mengikuti kegiatan Indonesian Young Changemakers Summit pada 10-13 Februari lalu, terlintas di benak saya kejadian mendorong motor vespa bersama ayah tercinta saat kelas 2 atau 3 SD. Meski kejadian itu sudah lama, tapi saya masih ingat, yah mungkin karena diceritakan oleh orangtua juga kali ya? Intinya itu salah satu pengalaman berkesan selama di Bandung ketika masih kecil. Tentu saja keberhasilan mengikuti kegiatan itu membuat saya bisa bernostalgia lagi di Bandung ^_^

Hari Jum’at, 10 Februari, saya berangkat ke Bandung. Sendirian? Tentu saja. Saya memberanikan diri naik travel yang dijemput ke rumah mama mulkan dan mama sri di Bukit Cimanggu City. Sebelum subuh datang, saya bergegas bangun, dan menanti travel yang akan membawa saya ke daerah yang sudah lama tidak saya kunjungi itu. And the journey was started..

Indonesian Young Changemakers Summit, sebuah acara yang digagas oleh Goris Mustaqim aka Kang Goris, Pak Anies Baswedan, Kang Ridwan Kamil, Mas Sandiaga Uno, dan Ibu Tri Mumpuni. Kegiatan yang mengundang 200 pemuda se-Indonesia ini terbagi menjadi 100 changemakers (orang yang sudah melakukan perubahan paling tidak dua tahun) dan 100 observers (orang yang baru melakukan perubahan atau masih memiliki inisiatif perubahan). Saya salah satu dari 100 observers IYCS yang terpilih pada batch I.

Hari pertama kegiatan IYCS, pembukaan berlangsung di Saung Angklung Udjo. Ini adalah tempat yang dari dulu saya ingin kunjungi, seriously! Saya yang suka budaya pun seneng banget😀 Pertunjukan budaya Sunda ditemani padunan suara angklung di tengah malam bersama panitia dan peserta membuat saya berasa lebih hidup. Penampilan Babendjo, komunitas musik tradisional di saung ini pun mempertunjukkan kemampuannya yang bikin saya terpesona, woowww it’s amazing! Sayangnya pertujukan itu dilaksanakan pada malam hari, jadi saya nggak bisa lihat souvenir yang dijual di tempat ini. All in all, pertunjukan malam itu juga terekam bersama makanan khas Sunda yang disantap bersama teman-teman. Agaknya lidah saya gak sesuai nih dengan makanan Sunda, hehe..

Bertemu dengan 199 orang yang memiliki visi sama, memajukan Indonesia dengan passionnya masing-masing, betul-betul membuat saya bahagia. Kenapa begitu? Karena saya yang notabene anak daerah punya kesempatan belajar dari orang-orang hebat yang telah melakukan perubahan. Sungguh suatu kesempatan yang jarang saya temui di Jambi. Maka dari itu, saya memanfaatkan pertemuan dengan mereka untuk berdiskusi, meminta saran, dan mengambil ilmu sebanyak-banyaknya.

Dari segi speaker,  nama-nama seperti Pak Anies Baswedan, Pak Sandiaga Uno, Kang Ridwan Kamil, Ibu Tri Mumpuni, Pak Dahlan Iskan, Pak Lendo Novo, Pak Joko Widodo, Prof. M. Yunus, dan lainnya membuka cakrawala saya. They give brief presentation, what we have to do as youth, and what should we give for better of Indonesia. Sempat pula saya berfoto dengan salah satu diantara mereka, sekedar say hello dan jika mereka ada waktu, saya sempatkan untuk berdiskusi. Selain itu, pertemuan saya dengan beberapa changemakers dan observers yang nggak bisa disebutkan satu persatu disini memberikan saya kekuatan bahwa BANYAK BANGET pemuda yang mau berkorban dan berjuang untuk Indonesia. Meski mereka awalnya ditentang, awalnya mengalami hambatan, tapi mereka tetap berjuang. Mereka percaya bahwa dari hal-hal kecil atas permasalahan yang ada di sekitarmereka, perubahan dapat terwujud jika dijalankan dengan konsisten, fokus, dan amanah.

Ow ya, kami juga dikasih materi open space discussion, sebuah materi diskusi yang baru saya ketahui. Dan yang kasih materi adalah salah satu petualang ACI detikcom 2010, mas Endro, eciee akhirnya mas ini eksis juga di kegiatan anak muda😀 Setelah dulu pada tahun 2010 ketemu mas Endro dan kasih kopi bubuk AAA dari Jambi, kemarin ketemu lagi. Hari itu kami digembleng abis, diberi materi dari pagi hingga malam. Diberi kesempatan olahraga pagi bersama pak Dahlan Iskan di Sabuga. Dilanjutkan dengan tur di Museum Konferensi Asia Afrika (kedua kalinya kesini dengan rentang waktu yang cukup lama), dan berakhir di tempat penginapan Wisma Pendawa, Jl. Cimbeleuit😀

Keesokan harinya kami memiliki agenda yang bikin jiwa saya berdebar. Hari tersebut merupakan presentasi beberapa 100 changemakers, mereka berbicara mengenai proyek sosial yang telah mereka lakukan dan memiliki dampak positif di sekitar mereka. Sekali lagi, saya berdecak kagum melihat mereka. Banyak banget ide setelah saya melihat presentasi mereka dan ingin berbuat sesuatu lebih banyak untuk Jambi. Ada diantara mereka yang memberikan kredit mikro bagi masyarakat menengah ke bawah, memberikan pemahaman green lifestyle di kalangan masyarakat kota, berjuang mengadakan perbaikan hutan yang rusak, memberikan wirausaha bagi siswa pesantren, mendirikan komunitas relawan untuk ditempatkan di daerah bencana, membuat komunitas penggiat museum dan sejarah Indonesia dengan gaya yang asyik, menjadikan 890 permainan tradisional se-Indonesia dikenal masyarakat, dan lainnya!

Gedung Menggugat dimana hari itu kami berada seakan runtuh karena suasana yang semarak. Apalagi ketika kami mengikrarkan sumpah pemuda jilid 2.0, kami seakan diminta untuk benar-benar melakukan ikrar tersebut. Mau tahu apa sumpah pemuda jilid 2.0 pada 120212 kemarin?

  1. Kami putra putri Indonesia, bersumpah untuk menegakkan integritas dan kepedulian demi mewujudkan Indonesia adil dan sejahtera
  2. Kami, putra putri Indonesia, bersumpah untuk berkreasi dan berkolaborasi demi mewujudkan Indonesia unggul dan berdaya saing
  3. Kami, putra putri Indonesia, bersumpah untuk bekerja keras dan bertanggung jawab demi Indonesia lestari, selaras dalam keragaman

Malam harinya adalah malam penutupan di Gedung Sate, kantor gubernur Bandung. Saya seperti deja vu lho. Seakan ingat kembali mendorong vespa dari gedung sate itu bersama ayah, hehe.. Ow ya di gedung tersebut kami mengadakan perpisahan dan jamuan makan malam dari pemerintah setempat. Keesokan harinya kami berkunjung ke beberapa komunitas yang ada di Bandung. Saya sendiri memilih ke Komunitas Hong, ingin mengetahui dan bermain permainan tradisional Indonesia. Saya pun bermain bedil jepret, papan jakan, gasingan, dan momonyetan. Karena kelompok bermain saya mendapatkan poin terbanyak, jadi kami mendapatkan satu hadiah lho! *senangnya*

Satu kata untuk IYCS -> AWESOME! Terima kasih telah memilih saya untuk berada disana ^_^ Terima kasih atas kesempatannya untuk belajar dari orang-orang hebat!

Observers IYCS di depan Gedung Indonesia Menggugat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s