Ini Refleksiku, Mana Refleksimu?

Hari ini hari Jum’at, besok hari Sabtu, dan lusa adalah…Tahun Baru, 1 Januari 2012! New life comes soon J  Sungguh sangat gak kerasa Januari 2012 akan datang secepat ini. Kayaknya saya baru berada pada 1 Januari 2011 beberapa waktu lalu, eh nggak tahunya saya sudah berada di penghujung 2011. Benar-benar waktu itu…time goes by so fastly!

Well, banyak banget yang terjadi pada hidup saya mulai Januari 2011Desember 2011 saat ini. Allah Swt memberikan saya banyak kebahagiaan untuk menjalani hidup, pun di sisi lain saya tidak mengingkari adanya kesedihan yang saya alami sepanjang tahun ini. Bagi saya sangat penting untuk merefleksi apa-apa saja yang telah saya alami di 2011 ini, kemudian membuatnya lebih baik, dan menjadikan itu semua sebagai unforgettable moment in my life.

2011 berikan saya banyak kenangan? Bener banget! Di tahun ini saya gagal sebanyak lima kali untuk go abroad, baik itu tes melalui aplikasi (4) dan tes yang bertemu dengan penguji di Jambi (1). Sungguh saya bukan orang yang ambisius untuk mengejar kesempatan ini. Saya termasuk orang yang memilih juga aplikasi mana yang cocok dengan saya, namun sayangnya aplikasi yang saya masukkan selama satu tahun ini nggak ada yang cocok satupun haha.. Mungkin bukan rezeki saya kali ya tahun ini? Saya sempat kecewa, sedih, bingung, dan tersenyum diberikan kegagalan tersebut di tahun ini. Saya menyadari saya pasti banyak kekurangan dan saya akan mengubah kekurangan tersebut menjadi kelebihan. Saya pun senang Allah Swt menguji saya sebanyak ini, karena kalau saya cepat lolos dan sukses, saya pasti nggak akan mengalami kegagalan dan usaha sungguh-sungguh. Bagi saya, jika berusaha dan berdoa sudah terpenuhi, selanjutnya adalah urusan Tuhan. Dia Maha Tahu untuk kehidupan saya. Mungkin tahun ini saya nggak bisa belajar di luar negeri, namun tahun depan siapa tahu? Saya tak henti-hentinya berusaha dan berdoa kepadaMu, ya Allah, hingga Engkau memberikan izin untukku. ^_^

2011 juga membuat saya mengenal desa dimana di desa tersebut terdapat tempat wisata paling luas se-Asia Tenggara. Apalagi kalau bukan Situs Percandian Muaro Jambi. Tempat wisata ini memang memiliki desa di bantaran Sungai Batanghari. Yup, desa itu sudah ada ketika Situs Percandian Muaro Jambi ditinggalkan oleh pengikutnya. Desa Muaro Jambi  namanya, saya dan teman-teman Kuliah Kerja Nyata (KKN) disini selama dua bulan, periode Maret dan April. Saya beruntung pula tinggal dua bulan bersama teman-teman posko yang terkadang bikin geregatan😀 Ditambah juga keluarga Ayuk Mar yang menampung kami, membuat kami merasa nyaman selama dua bulan disana, serta penduduknya yang ramah dan pemudanya yang sangat nyeni+kreatif abis! Di desa ini pula saya bisa keliling luasnya situs ini, ditemani beberapa local guide yang ramah dan bisa saya tanyai seputar candi. Saya juga berkesempatan mengajarkan bahasa Inggris untuk siswa Sekolah Alam Raya-nya bang Borju, siswa SD dan SMP, serta memberikan praktik daur ulang kertas kepada remajanya. Saya juga belajar Tari Topeng, kesenian tradisional desa setempat yang sarat makna. Tari Topeng inilah yang awalnya membuat saya percaya diri menampilkannya dalam ajang pertukaran pemuda Jambi, namun sayang tepukan tangan juri kesenian budaya kala itu tidak bisa membawa skor saya naik untuk maju ke babak selanjutnya. Tapi tak apa, mengenal budaya Jambi seperti tradisional ini sungguh saya nikmati. Tak peduli apa kata orang, tapi saya menyukainya ^_^

Di tahun ini pula saya tergabung dalam beberapa komunitas seperti Care Environmental Organization (yang waktu itu diperkenalkan oleh Dwi), Sahabat Lingkungan Walhi Jambi, dan Sahabat Ilmu Jambi yang saya bentuk bersama kak Meila dan teman-teman. Meski tidak terlalu aktif dalam dua organisasi lingkungan hidup tersebut, tapi saya senang dari sini saya bisa dapat pengetahuan yang nggak sekedar berbatas pada diktat kuliah saja. Saya menyadari peran pemuda bagi lingkungan sekitar untuk menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan hidup agar semakin asri. Saya melihat betapa teman-teman di kedua organisasi itu sangat kritis menyikapi beberapa perusahaan yang sangat ambisius dalam menyebarkan pangsa ekonominya. Ini tidak saya dapatkan dari perkuliahan, justru ini saya dapatkan dari teman-teman di luar sana yang sangat concern dengan lingkungan hidup.

Selain itu, pada 5 Agustus lalu akhirnya impian saya untuk membentuk komunitas terwujud. Kerisauan hati saya yang melihat beberapa di antara teman tidak hobi membaca dan menulis membuat saya mendirikan komunitas sosial ini. Saya berpikir bahwa jika generasi saya saat ini tidak hobi dual hal tersebut, maka apa yang bakal terjadi pada generasi muda di bawah kami? Jika tidak dari sekarang yang memotivasi anak muda di bawah kami untuk hobi membaca dan menulis, kapan lagi? Kalau bukan saya dan teman-teman yang memotivasi siapa lagi? Selain itu saya cukup gerah dengan mahalnya harga buku yang tidak bisa diakses oleh masyarakat kurang beruntung, terutama anak-anak, maka dari itulah Sahabat Ilmu Jambi terbentuk. Dengan taglinenya Menebar Ilmu,  Membuka Cakrawala, kami berharap kehadiran relawan SIJ di dua panti saat ini mampu membuat anak-anak tersebut menyadari pentingnya membaca dan menulis bagi pendidikan mereka kelak. Kami tidak bisa mengubah itu secepat mungkin, perlu pendekatan dari hati ke hati dan bimbingan yang membuat mereka antusias untuk membaca dan menulis. Tapi tak mengapa, berakit-rakit dahulu berenang ke tepian. Memang susah mengajak mereka, apalagi untuk menanamkan karakter. Tapi kami sampai saat ini masih bertahan mewujudkan itu, membuat mereka tahu masih ada yang peduli dengan pendidikan mereka. Relawan pun ada yang bertahan dan juga yang tidak, saya menghormati setiap keputusan mereka. Yang terpenting adalah peran kami untuk berkontribusi di bidang masing-masing. Jika kamu peduli pendidikan anak-anak kurang beruntung, peduli, berkomitmen, dan bisa diajak kerja sama dalam tim, kamu lah yang kami cari untuk berperan serta menyukseskan visi misi SIJ ke depannya sebagai relawan.

Tahun ini pula membuat saya produktif menulis setelah beberapa bulan vakum. Saya juga menjadi jurnalis kembali dan mewawancarai berbagai orang dengan berbagai karakter dan keperluan wawancara. Kisah mereka tersebut membuat saya kadang tersenyum, sedih, bahagia, bingung, kecewa, dan bersyukur bahwa saya masih diberikan kehidupan lebih baik untuk menjalaninya. Pengalaman-pengalaman di hidup saya juga mulai sering ditulis di dalam blog ketika selesai KKN. Tulisan tersebut entah sudah berapa banyak, mulai dari tulisan di koran dan blog. Semoga saja yang saya tulis ada gunanya bagi pembaca dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Karena saya meyakini bahwa, saya menulis berdasarkan apa yang saya tanya dan dapatkan, tidak dikurangi dan tidak dilebihkan.

Ow ya 2011 juga memberikan kesempatan bagi keluarga saya untuk mengunjungi Pula Jawa bersama-sama. Saya, papa, mama, Sadi, nenek, dan kakek, berangkat dari Palembang naik mobil pribadi pada akhir Juni lalu ke Jawa, terutama Cilegon, Jakarta, dan Bogor. Misi saya ikut perjalanan ini adalah mencari bahan skripsi berjudul scrapbook. Saya tahu scrapbook nggak ada di Jambi, maka saya melancong ke Jawa untuk mencarinya dan sekaligus jalan-jalan lburan. Kami mengujungi rumah Bik Dewi di Cilegon, rumah Mama Sri dan Mama Mulkan, serta adik saya yang kuliah di Bogor, ke rumah Bik Yuli, Bunda Femi, dan Ombai Yam di Jakarta, serta sedikit shopping di beberapa tempat. Saya agak menyesal tidak berkunjung ke beberapa tempat budaya, namun apa mau dikata jalanan di Jakarta nggak bikin ayah saya mengenal tol sepenuhnya, kami yang didampingi oleh Mama Mulkan juga nggak punya banyak waktu untuk menjelajah seluruhnya, jadinya kami hanya berkunjung ke beberapa tempat saja. Yang paling miris ketika saya mencari scrapbook di Jakarta, tidak ada yang tahu soal itu -___- Setiap ketemu orang saya menanyai hal itu, tapi nggak ada yang menjawab: “Ya, saya tahu, mbak.” Akhirnya dengan perjuangan keras, scrapbook itu ditemukan di Pejaten Village, dan itu pun mobil papa saya sudah lewat mall tersebut dan terpaksa putar balik arah, hehe. Sampai-sampai saya kena omel gara-gara ingin menemukan toko scrapbook. Alhamdulillah I found it🙂

Go nasional setelah hampir satu tahun vakum juga saya alami. Saya terpilih sebagai peserta Leadership Lifeskill Training yang diadakan oleh Forum Indonesia Muda tahun ini. Saya berangkat dari Jambi seorang diri menuju Jakarta, saya bertemu dengan 100 lebih pemuda seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua yang mengikuti pelatihan selama seminggu ini di Cibubur. Saya mengenal mereka, dan menyadari bahwa saya belum ada apa-apanya dibanding mereka yang telah membuat perubahan nyata kepada masyarakat di bidangnya masing-masing. Saya bahagia menemukan keluarga baru, teman baru, dan pengalaman baru. Mereka bikin saya percaya bahwa masih anak muda yang nggak hanya memikirkan dirinya sendiri, masih ada mereka yang mau memajukan bangsa ini dengan caranya masing-masing. Selain Forum Indonesia Muda, saya juga menjadi kandidat Parlemen Muda Indonesia. Untuk pertama kalinya saya masuk ranah politik yang diorganisir oleh anak muda dengan lembaga independen di Jakarta, siapa nggak kenal Indonesian Future Leaders? Saya sempat meminta dukungan suara dari teman, sibuk motret-motret, dan lainnya. Meski tidak terpilih mewakili provinsi Jambi, tapi saya diundang sebagai delagasi undangan bersama dua orang lain dari Jambi. Semoga sidang tahun depan saya bis menghadirinya ya!

2011 juga mendekatkan saya dengan keluarga di rumah. Mereka sangat mengetahui aktivitas saya dan mendukung apapun yang saya kerjakan asal itu positif. Mama dan papa juga nggak ragu-ragu untuk memberikan pilihan bagi saya mana yang terbaik untuk dikerjakan. Mereka juga yang selalu aktif bertanya, kapan seminar skripsi? Hehe, iya nih, saya sekarang mengerjakan skripsi, doakan saja awal Januari sudah bisa seminar ya. Mereka bikin saya percaya, ketika ada beberapa orang di luar sana yang menjauhi saya, yang tidak mengindahkan saya karena kesibukannya, yang mengejek dan mencomooh saya, saya masih punya keluarga saya. Saya yakin mereka mengerti saya, dan saya mengerti mereka. Kami satu darah, satu jiwa, dan satu pemikiran, tidak ada yang lebih berharga daripada keluarga.

Kisah terakhir adalah perasaan saya yang terombang ambing bagai ombak di lautan. Bertemu dan berpisah saya alami tahun ini. Saya memantapkan hati untuk tidak mengenal pria dalam waktu dekat, sama saja pikir saya, membuat saya kecewa kembali. Ah, sudahlah yang berlalu biarlah berlalu, semoga saya bisa lebih baik dari sebelumnya, dan semoga dia bisa mendapatkan yang terbaik untuknya. Matahari akan selalu bersinar, dan bintang akan selalu membuat kerlap kerlip indah di langit malam hari. Begitu pula saya, kuatkan saya untuk mampu berjalan sendiri, percaya bahwa suatu saat akan ada seseorang yang kelak mendampingi saya sebagai pendamping seumur hidup. Terima kasih untuk selama ini, ya :’)

Anyway segitu dulu refleksi saya ya, semoga saja refleksi ini tidak menimbulkan kata sombong pada diri saya setelah membacanya. Ini hanya sebagai sharing. Mau ditanggapi bagus, alhamdulillah, pun kalau ditanggapi jelek ya nggak ada manusia sempurna kan di dunia ini? Saya ingin refleksi ini membuat saya mampu mengenangnya dalam beberapa tahun ke depan, seraya berkata: “Oh ini yang saya lakukan pada 2011 lalu ya?” Sebenarnya banyak sih kejadian yang nggak terlupakan, namun hanya itulah yang bisa saya tulis karena tersimpan jelas di memori ini. Saya berharap kegagalan dalam hidup ini tidak membuat saya surut dan patah semangat. Semoga refleksi ini membuat saya semakin memantapkan resolusi terbaik ke depannya, membenahi yang kurang menjadi lebih, dan membuat lebih menjadi bermakna. Sampai jumpa di 2012, nantikan tulisan saya mengenai resolusi besok ya🙂  Ini refleksiku, mana refleksimu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s