Sabtu Sore Bersama SIJ di Museum Perjuangan Rakyat

Apa lagi hal yang paling membuat kita bahagia bila berada di sekeliling orang-orang yang memiliki semangat yang tinggi untuk berbagi dengan sesama? Saya rasa tidak ada. Tidak ada hal lain yang mampu membuat saya bahagia hari sabtu kemarin, bertemu dengan orang-orang dengan visi yang sama, meningkatkan minat baca dan nulis untuk anak-anak kurang beruntung di Jambi. That’s what I called, happiness. ^_^

Ya, bagi teman-teman relawan yang datang hari Sabtu kemarin pasti sudah tahu ngapain kan? Sahabat Ilmu Jambi memberikan bekal berupa pelatihan dan diskusi mengenai berbagai hal yang mesti dilakukan relawan saat menjadi kakak asuh selama di panti asuhan. Sekitar 25 relawan hadir di Museum Perjuangan Rakyat Jambi, termasuk saya. Mereka adalah Ruth, Meila, Novi, Syinta, Enny, Fany, Rara, Rini, Lita, Putzai, Dimas, Ana V, Ana M, Alisa, Lia, Peni, Vivie, Andi, Taufik, Arif, Al, Icha, Titia, dan Gita. Terharu rasanya melihat mereka berkumpul kemarin, kenapa? Ternyata masih banyak pemuda Jambi yang memiliki semangat berbagi untuk kemajuan pendidikan! Words can’t say :’)

Meski baru terbentuk pada 5 Agustus lalu, saya merasa SIJ sangat berarti bagi kami semua. Kami memang masih kecil, baru merangkak, dan baru memulai, pun masih belajar bersama-sama, tapi karena semangat teman-teman juga lah yang membuat saya semakin yakin kalau langkah kecil ini akan memberikan kontribusi positif dalam mengisi perjuangan Indonesia. Inilah yang bisa kami lakukan untuk Jambi.

Sabtu kemarin kami menyepakati diberikannya pelatihan untuk relawan SIJ disana. Saya yang sebelumnya mengantar Irna ke Bandara Sultan Thaha datang agak sedikit terlambat dari jadwal yang sudah ditentukan, pukul 13.30. Setibanya di Museum pun yang datang baru tiga orang. Pikir saya, toleransi keterlambatan hingga pukul 2 saja. Namun akhirnya acara dimulai jam 3 juga, karena masih banyak teman-teman yang belum datang. Entah kenapa jam ngaret belum benar-benar dipatenkan ya? Saya ingin untuk ngumpul ke depannya kami bisa datang on time sebelum acara dimulai, jadi nggak nunggu-nunggu dan menghabiskan waktu. Estimasi dua jam dari pukul 2 hingga 4 sore agak molor menjadi pukul 5. Pertemuan besok bisa datang tepat waktu kan teman-teman? Hehe..

Kegiatan pertama SIJ memang belum dilaksanakan (mendatangi beberapa panti asuhan), namun penyerahan bantuan untuk korban bencana kebakaran di Pulau Pandan sudah terlaksana. Ini sedikit membuat saya termotivasi untuk secepatnya masuk ke panti, jangan ditunda lagi. Maka sebelum ke panti, teman-teman yang nantinya akan menjadi kakak asuh dan mendampingi adik asuh wajib mengetahui rambu-rambu pendampingan membaca dan menulis. Dimulai sekitar pukul 3, teman-teman sangat serius menyimak. Diselingi dengan candaan dan games dari kak Ruth, relawan pun semakin mengenal nama-nama sesama teman. Ayo sekarang masih pada ingat dong? ^_^

Pemberian materi oleh kak Ruth, kak Meila, dan saya pun memotivasi mereka untuk mengetahui terlebih dahulu siapa adik asuhnya. Untuk pendampingan membaca dan menulis, anak diajak perlahan-lahan mengenai kegiatan kedua hal tersebut. Kami tidak langsung menyuruh anak untuk ini itu, tapi membuat mereka senang terlebih dahulu dengan kakak asuh, setelah itu baru kita bergerak sesuai rentang umur mereka. Pemberian bekal ini disatukan dalam modul yang kami berikan satu persatu kepada relawan. Kartu tanda pengenal juga telah diberikan, namun ada beberapa teman yang baru bergabung hari itu harus sabar menunggu karena akan dibuatkan kartu pengenal secepatnya.

Seru, fun, dan asyik banget sabtu kemarin. Meski ada beberapa yang berhalangan hadir, kami tetap semangat. Ada juga role play kegiatan pendampingan membaca dan ‘drama’ dari teman-teman yang bikin saya ketawa ngakak, hehe.. It was fun day, I think. We share together and we have same goal. Saya harap bekal pelatihan nanti akan berguna bagi mereka, dan mereka sudah mengetahui apa saja yang akan dilakukan ketika berada di panti. Teori dan praktek seringkali berbeda, harapan saya relawan tidak patah arang ketika menemui hambatan nantinya.

Sebelum masuk ke panti asuhan yang telah ditentukan, kami perlu menyiapkan segala hal. Pembuatan kartu tanda pengenal, pin, pemberitahuan ke panti, persiapan materi saat datang ke panti, dan lainnya. Jadi saya sangat berharap kerja sama teman-teman agar kerja yang pertama kali ini berjalan dengan sukses. Kalau tidak ada teman-teman, saya tidak akan tahu seberapa banyak yang peduli dengan pendidikan. Kalau tanpa dukungan teman-teman, SIJ tidak akan pernah ada. Terima kasih banyak atas dukungan dan kepedulian teman-teman. Semoga apa yang kita lakukan memberikan setitik cahaya baik untuk mereka yang kurang beruntung. Karena saya yakin, passion yang dilakukan sesuai minat dan keinginan akan lebih abadi dibanding uang yang kita miliki. So, tetap semangat berbagi, tetaplah menebar ilmu dan membuka cakrawala! ^_^

 

(NB: Yuk menulis kesanmu tentang SIJ,teman J Ini melatih kita untuk menulis sebelum kita meminta adik asuh untuk menulis, hehe.. Nggak perlu panjang, cukup beberapa paragrap saja. Ceritakan apa saja yang kamu ketahu tentang SIJ dan harapan kamu ke depan, bisa juga disertai dengan kritik lho)

2 thoughts on “Sabtu Sore Bersama SIJ di Museum Perjuangan Rakyat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s