Penemuan Tiga Makara di Situs Percandian Muaro Jambi: Bagian Sakral Ketika Memasuki Candi

Sekitar 20 pekerja pemugaran Situs Percandian Muaro Jambi sedang membuka menapo (struktur bata di dalam tanah) pada 10 Agustus lalu. Tak ada yang menyangka bahwa pemugaran mereka kali ini berbuah hasil harta karun yang terpendam sejak 1094 masehi. Adalah Ruslan yang pertama kali melihat makara pada pukul 08.30 di sisi timur, berselang 20 menit kemudian makara di sisi barat pun ditemukan. Tepat pada 15 Agustus pula, satu makara ditemukan kembali dalam posisi roboh ke arah timur. Pendektesian ‘harta karun’ candi pun membuahkan hasil, tiga makara ditemukan di dalam area Candi Kedaton, salah satu candi yang terdapat di dalam kompleks situs ini.
Awalnya dua pekerja pemugaran Situs Percandian Muaro Jambi sengaja ditempatkan disana untuk memugar area Candi Kedaton. Banyaknya menapo disana memang mengindikasikan bakal ditemukan ‘harta karun’ yang masih tertimbun di dalam tanah. Kementrian ESDM, Disbudpar Jambi, dan BP3 Jambi memang memfokuskan area Candi Kedaton untuk dipugar. Maka, ketika berita heboh ini menyeruak di kalangan masyarakat, banyak yang berbondong-bondong datang kesana untuk melihat temuan ini.
Ketiga makara yang berbentuk hewan mitologi gajah dan ikan tetapi penggambarannya distilir dalam bentuk pola hias flora sulur-suluran ini berada pada sisi kanan dan kiri tangga ketika memasuki komplek bangunan Candi Kedaton.

Menurut Agus Widiatmoko, Arkeolog BP3 Jambi, makara (orang awam menyebutnya arca) ini secara simbolis berati, “Ketika seseorang memasuki bangunan candi yang dianggap sakral harus memiliki jiwa dan raga yang bersih, oleh sebab itu penempatan makara dianggap penting untuk menolak bala’ atau hal-hal yang bersifat buruk agar tidak bisa memasuki bagian yang sakral atau suci,” jelasnya kepada Jameks Minggu.
Setelah ditemukan beberapa waktu lalu, ketiga makara tersebut akan ditempatkan pada posisi semula, baik itu di sisi kiri maupun sisi kanan tangga. Pemugaran ini pun akan dilanjutkan hingga struktur bata yang ditemukan stabil. “Setelah penguatan struktur bangunan baik pada bagian tangga dan dinding gapura, makara akan dikembalikan sesuai kedudukan pada saat ditemukan,” ujarnya.
Yang menarik, di salah satu makara ini ditemukan pula tulisan Jawa kuno. “Tapsir sejarah menyebutkan tulisan tersebut masih ada kaitannya dengan Kerajaan Kediri di Jawa Timur, namun kita masih butuh kajian lagi oleh para ahli,” ujar Ahok, Pemerhati Situs Percandian Muaro Jambi. Tulisan bermakna Parmurwitanira Empu Kusuma ini berarti tempat sirnanya sesepu empu kusuma. Ahok mengatakan tulisan ini diyakini usianya sudah bertahun-tahun, sama halnya ketika makara ini dibuat pada 1094 masehi.
Hingga saat ini, komplek Situs Percandian Muaro Jambi tersebut terus dilakukan pemugaran. Sejak ditemukannya struktur candi yang baru-baru ini terungkap membuat arkeolog berfokus pada area Candi Kedaton tersebut. Pun ketika kabar Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono akan bertandang ke Situs Percandian Muaro Jambi ini pada 23 September mendatang, Agus pun sibuk menata komplek situs ini agar lebih baik. “Kami ingin Situs Percandian Muaro Jambi ini dilirik Presiden RI, begitu pula pemuda Desa Muaro Jambi sendiri,” paparnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s