Pawai Takbiran Keliling Mendahara Ilir

Lebaran memang telah usai, tapi kisah di balik tradisi lebaran sangat sayang untuk dilewatkan. Beberapa waktu lalu Jameks Minggu mampir ke Mendahara Ilir, salah satu kecamatan yang berada di Tanjab Timur. Menjelang hari raya Idul Fitri, warga disana berlomba-lomba menyiapkan segala sesuatu guna memeriahkan hari lebaran. Apa saja?

Di suatu malam lebaran, Mendahara Ilir disesaki oleh semua warga. Mereka numplek di pinggir jalan setapak setelah sholat Isya’. Ternyata bukan tanpa alasan masyarakat disana berbondong-bondong ke luar rumah, karena mereka ingin menyaksikan pawai takbiran yang dilaksanakan beberapa warga Mendahara Ilir.

Pawai takbiran dari RW masing-masing ini dlaksanakan setiap malam menjelang lebaran. Camat Mendahara Ilir, Aman MA, S.Sos, mengatakan bahwa kegiatan ini sudah lama berlangsung. “Setiap tahun pasti ada pawai takbiran. Masyarakat ramai sekali menyaksikannya ketika malam lebaran. Tahun kemarin pawai takbiran ini dilombakan, namun tahun ini ditiadakan sementara,” ujarnya.

Dalam pawai takbiran tersebut, beberapa kelompok dari RW masing-masing berjalan mengelilingi Mendahara Ilir. Mereka membawa gerobak yang dibuat Masjid diatasnya dan dihiasi lampu. Sementara itu, drum band dari pelajar setempat tampil memukau penonton dengan aktraksinya. Tak luput pula, ada sekumpulan anak membawa obor, dan pemudanya membawa bedug berkeliling.

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, Amiruddin AS, menuturkan bahwa pawai takbiran tersebut memiliki keunikan, yakni terdapat Tumbu’ raksasa yang terbuat dari peralon 12 inchi. Pemuda mengarak Tumbu’ tersebut dengan menyuguhkan musik bernuansa islami sepanjang jalan.

Usai melaksanakan takbiran, keesokan harinya ketika hari raya Idul Fitri, masyarakat berkumpul di Masjid untuk melaksanakan sholat Idul Fitri. Setelah sholat, mereka pun berkunjung ke rumah-rumah warga. Saling bermaaf-maafan adalah hal utama. Selanjunya, menikmati hidangan khas masyarakat Bugis tidak akan dilewatkan. “Masyarakat disuguhi masakan khas Bugis yakni Burasa (terbuat dari beras biasa) dan Tumbu’ (terbuat dari belas pulut dan ditambah dengan tapai, bulu peca, dan lauk pauk),” ujar Amiruddin.

Tradisi seperti ini mungkin jarang anda temukan di kota. Masyarakat Mendahara Ilir masih menjunjung tinggi pelaksanaan hari raya yang ada satu tahun sekali ini. Karena itulah, acara dibuat semeriah mungkin, agar masyarakat bergembira dalam menyambut hari raya Idul Fitri.

One thought on “Pawai Takbiran Keliling Mendahara Ilir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s