SARAMUJA dan Pendidikan Bagi Generasi Muda

SELAIN Sahabat Ilmu Jambi, komunitas lain yang juga bergerak di bidang pendidikan adalah Sekolah Alam Raya Muaro Jambi (SARAMUJA) yang digawangi Mukhtar Hadi, atau lebih dikenal Borjoe, seorang pemuda yang tinggal di Desa Muaro Jambi. Keinginan Borjoe membuat sekolah gratis untuk sosial ini tidak lain karena ia ingin generasi muda bisa memiliki pola pikir dan tindakan yang maju.
Seruan yel-yel SARAMUJA pasti kerap Anda saksikan jika berkunjung ke Situs Percandian Muaro Jambi setiap hari Minggu. “Semua Orang Guru, Alam Raya Sekolahku,” begitulah yel-yel itu diucapkan dengan lantang sebelum pembelajaran dimulai. SARAMUJA yang dikelola sendiri oleh Borjoe ini memberikan pendidikan gratis setiap hari Minggu, dimana pengunjung yang melihat situs sejarah terluas se-Asia Tenggara ini sedang rame-ramenya berkunjung.
Borjoe pun menceritakan kisah awal mula SARAMUJA terbentuk. “SARAMUJA dibuka pada 28 Februari 2010. Saya membuka sekolah gratis ini untuk anak-anak di desa saya, hingga saat ini sudah mencapai 60 siswa yang bergabung,” katanya.
Borjoe pun menyebutkan latar belakang SARAMUJA terbentuk karena keinginannya untuk berbagi ilmu dengan generasi muda dan mewujudkan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis, dan mengabdi kepada rakyat. Keempat pilar inilah yang dipercaya Borjoe akan menghasilkan anak muda yang mampu mengubah Jambi ke arah yang lebih baik.
Sejak dibukanya SARAMUJA, Borjoe bertindak sebagai guru tunggal yang mengajar sekitar 60 anak. Ia tidak hanya sekedar mengajar saja, namun juga memberikan pengetahuan sejarah, seni budaya, pelestarian lingkungan, pemahaman tentang Situs Percandian Muaro Jambi, yang ia kemas semenarik mungkin. Selain itu, ia kerap dibantu oleh sesama relawan yang mengajarkan berbagai ilmu kepada 60 anak didiknya. “Kami memberi nama mereka dengan Sahabat Alam Raya,” ucapnya.
Borjoe mengaku, sudah banyak pemuda Jambi yang mendukung kegiatan sosialnya tersebut, mereka datang dari berbagai elemen, baik itu komunitas kampus hingga anak-anak punk. “Dulu SARAMUJA pernah dibuat menjadi film dokumenter oleh teman-teman dari STISIP-NH. Selain itu, saya mengajak siswa untuk melestarikan lingkungan desa dengan membangun bank sampah. Ini dilakukan agar masyarakat tidak membuang sampah lagi ke sungai, karena sungai kan bukan tong sampah raksasa,” ujarnya kritis.
Sosialisasi pentingnya menjaga situs budaya pun ia berikan kepada siswanya. Ia kerap trekking mengelilingi Situs Percandian Muaro Jambi agar anak-anak yang berada di sekitar kawasan wisata ini lebih aware dan menjaga cagar budaya yang masuk dalam tentative list UNESCO ini.
Di akhir perbincangan, Borjoe berharap akan semakin banyak pemuda Jambi yang memberikan perubahan bagi Tanah Pilih Pesako Betuah ini. “Semoga makin banyak orang yang memahami pentingnya pendidikan. Saya yakin semua orang pasti bisa melakukan perubahan, dan itu datang dari kita, pemuda,” kata pria lulusan IAIN Sultan Thaha ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s