Fragmen Kisah Muaro Jambi

Sebuah lagu mengalun indah..sepertinya lagu ini paling pas menggambarkan tulisan saya. Lagu ini berjudul Sahabat Kecil yang dinyanyikan oleh Ipank BIP. ^_^

Baru saja berakhir hujan di sore ini, menyisakan keajaiban kilauan indahnya pelangi..

Tak pernah terlewatkan, dan tetap mengaguminya..

Kesempatan seperti ini, tak akan bisa dibeli..

Bersamamu kuhabiskan waktu, senang bisa mengenal dirimu..

Rasanya semua begitu sempurna, sayang untuk mengakhirinya..

Melawan keterbatasan, walau sedikit kemungkinan..

Tak kan menyerah untuk hadapi hingga sedih tak mau datang lagi..

Bersamamu kuhabiskan waktu, senang bisa mengenal dirimu..

Rasanya semua begitu sempurna, sayang untuk mengakhirinya..

Janganlah berganti.. 3x Tetaplah seperti ini..

Saya paling suka menulis kenangan masa lalu. Entah itu kenangan masa pahit atau indah, semuanya saya kenang dan saya rangkum dalam sebuah tulisan. Bagi saya mengenang kejadian dan merangkumnya ke dalam tulisan seperti melepaskan kerinduan akan kejadian yang sejujurnya ingin saya putar balik, yang saya ingin kembali pada masa itu. Tulisan ini saya peruntukkan bagi orang2 yang berada di sekeliling saya ketika menjalani masa KKN di Desa Muaro Jambi, desa kedua yang tidak akan saya lupakan setelah desa Nipah Panjang.

Minggu lalu, saya ke Desa Muaro Jambi lagi. Memang saya sudah meniatkan setelah pulang dari Bogor dan sebelum bulan Ramadhan tiba, saya ingin berkunjung ke desa itu, tentunya melihat posko KKN saya terdahulu bersama 15 teman terhebat di rumah ayuk Mar dan bang Marzuki, plus kedua jagoannya Doni dan Meri. Ya, kunjungan kemarin memang ingin melepas rindu bersama mereka, di samping membantu seorang teman (mas Pras) untuk mengambil video ACI yang berlokasi di Candi Muaro Jambi. Sebelumnya, Jo sudah bermalam disana, dan saya pun sudah menghubungi teman-teman agar beramai-ramai ke Muaro Jambi, tapi sepertinya memang saya yang kesana sendiri, hehe..

Sampai di rumah itu, saya mengingat kenangan dua bulan dari 28 Februari 2011-1 Mei 2011. Waktu dua bulan itu seolah kembali lagi di dalam ingatan saya. Alhasil tempat duduk di ruang tamu depan, foto yang terpajang di dinding, dapur ayuk Mar, kedua ruangan istirahat bagi anak cewek dan cowok, ruang tengah tempat rapat dan bertangis ria, wak dang airlinesnya yang selalu bikin saya tertawa gila, hingga pinggiran sungai tempat nongkrong di kala malam hari, bikin saya penggiiiiiiinnnnnn balik lagi ke masa itu! Tapi toh tentu nggak bisa ya, saya pun mencoba merangkai fragmen2 bingkai kenangan itu ke dalam imajinasi otak saya di ruangan depan, ketika saya berbincang2 dengan ayuk Mar, wak Dang, dan mas Pras.

Ada beberapa hal, baik itu benda maupun kenangan yang bikin saya (dan mungkin teman2 juga) tertawa dan sedih bersamaan. Perasaan ini nggak pernah saya alami sebelumnya. Apalagi ikatan yang kuat selama dua bulan penuh nggak bakal mengusir unforgettable moment itu. Saya mau mengingatnya sebentar….dan inilah beberapa fragmen kecil itu, meski kecil tapi tidak akan pernah saya lupakan setiap detik, menit, dan jam yang mengiringi fragmen tersebut.

1. Kamar cewek vs kamar cowok

Seyogyanya antara cewek dan cowok dipisah rumahnya, namun akhirnya kami memutuskan untuk tinggal satu atap. Tapi tentu beda dong kamarnya. Alhasil, kamar Doni disulap jadi kamar cowok dengan setumpuk barang2nya, sedangkan kamar Meri diubah menjadi kamar cewek yang super rapi dan terawat dengan baik, ehhmmm.. Doni mengungsi ke warung ayuk Mar atau rumah wak Dang di samping, dan Meri mengungsi ke kamar ortunya. Kami? Dua ruangan itu sepertinya terlihat sesak dengan kehadiran 16 penghuni baru. Apa daya, segala barang dan jemuran baju terletak di dinding, belakang pintu, hingga terkapar di lantai. Kamar cowok lebih unyu lagi, di setiap dinding diberi sket nama per orang untuk meletakkan jemuran pakaian. Dari mulai Alsep hingga Supriadi, numplek disana. Sedangkan kamar cewek pasti rapi kan? (setuju kah 7 teman cewekku?) J

2. Ruang tengah

Ruang tengah belum begitu bernafas lega ketika harus memenuhi hasrat kami meletakkan barang-barang (setumpuk koper, tas, buku, dll) dan menuntaskan rapat! Ya, rapat yang menjadi agenda rutin kami dalam melancarkan kegiatan posko. Kami sering rapat di ruang tengah karena ruangan tersebut lumayan besar menampung kami. Di ruang tengah lah, banyak kejadian berlangsung, dari senang hingga sedih. Seorang teman pernah menangis meminta mundur dari jabatannya sebagai sekretaris, hingga saya pun memberikan wejangan yang bikin teman2 ketawa saat itu. Asli, suasananya kontras banget karena omongan saya, hehe.. Trus ada juga perselisihan pendapat yang berujung tangisan, ehhmmm.. Bahkan mentertawai kejadian yang kami alami selama seharian juga terjadi. Tak luput pula mengerjakan tugas laporan dan beres2 acara perpisahan. Mungkin ini yang disebut manfaat ruang tengah bagi posko kami.

3. Wak dang airlines

Hahaha..saya tergelak tertawa ketika mengingat kejadian ini pada hari minggu kemarin. Sumpah, ini fragmen paling gokil sepanjang saya menulis (teman2 ngerasa gitu juga nggak ya). Intinya, wak dang airlines ini seperti pesawat milik Muaro Jambi yang setiap saat bisa membawa kami ke tempat paling diinginkan ketika hasrat sudah sampai…….(cuuuttt!) Haha, dengan lugunya, kadang Mul bisa mendadahkan tangannya yang mungil itu kepada kami di rumah ayuk Mar, karena wak dang airlines terletak di samping rumah ayuk Mar. Setiap Mul melambaikan tangan kepada kami tanda perpisahan beberapa menit (halahhhh), seketika itu pula kami ketawa tergelak di rumah sebelah. Setelah ia turun dari wak dang airlines, kami pun bergegas menyambutnya kembali. Wah, ia sudah kembali ke rumah tercinta! 😀

4. Dapur milik duo V

Apa yang ada di benak kalian ketika mendengar kata dapur? Jelas aktivitas memasak dan mengolah bumbu menjadi bahan makanan yang siap disajikan setelah beberapa jam menunggu, hehe.. Itu pula yang terjadi di dapur posko kami. Rasanya kalau mengingat dapur, saya jadi sadar sendiri (nggak perlu disebutkanlah ya sadarnya dalam kondisi apa?). Yang pasti segala kericuhan hampir sering terjadi disana dan itu diakibatkan oleh saya! Lihat dan baca baik2, SAYA! Mulai dari meledakkan teko air panas Vivi, memecahkan kaca dapaur ayuk Mar, menumpahkan air teh yang masih panas hingga mengenai Mul, dan beragam kejadian yang bikin teman2 berkata “Nah, Bella, apo tuh?”. TAPI JUJUR SAYA KATAKAN DISINI DENGAN TANDA CAPSLOCK, SAYA TIDAK SENGAJA. T___T Selain kejadian mengerikan itu, dapur menjadi hal wajib saya dan teman2 lainnya (baik itu cewek maupun cowok) untuk menjalankan piket harian. Dari yang pintar masak jadi nularin ilmunya yang nggak bisa masak, atau belum pandai masak, disinilah tempatnya. Mbak Vidia dan Vivi seperti duet maut ketika menjalankan piket harian. Hasil racikan dua tangan mereka patut diacungi jempol tangan kiri kanan dan jempol kaki kiri kanan, hehe, saking enaknya. Kalau mereka berdua sudah menjalankan kewajiban, seriusnya minta ampun cuyy.. Selain itu, keenam cewek pun nggak mau ketinggalan memasak, ya meski kepandaian kami masih sebelas dua belas dengan mereka berdua, toh teman2 nggak pernah menolak masakan kami, karena kalo nggak makan, kurus boo’!

5. Duduk pinggir sungai, asoooyyyy

Ingin mencari sinyal yang mentereng tanpa terganggu oleh siapapun? Pinggir sungai jawabnya. Tempat ini memuaskan hasrat kami berenambelas dalam menelepon, mengirim sms, browsing di internet, hingga menatap bintang di kala malam hari (eh yang terakhir ini saya banget lho). Duduk di pinggir sungai itu menurut saya bagai duduk di pinggir sungai Batang Hari dan sungai Musi. Saya dan teman2 nggak akan terkecoh dengan sinyal yang hilang timbul, gangguan suara teman2 yang berbicara, dan yang paling penting menikmati kesendirian. Saya sendiri suka duduk di pinggir sungai ketika sore hari dan malam hari. Tapi momen paling asoy duduk disana ya pas malam hari. Ditemani bintang2 dan bulan di atas langit, saya terkadang berpikir apalagi yang saya mesti perbuat di dunia ini. Disini pula saya dan teman2 melepas rindu dengan orang tersayang. Suasana lampu temaran dari lampu pabrik yang memantul ke sungai Batang Hari bikin suasana tambah romantis. Saya pun betah duduk disini bersama teman2 hingga pukul 11 malam, hehe..

6. Abang2 suka menolong

Tinggal di desa yang masyarakatnya ramah dan suka menolong, siapa sih yang nggak mau? Bisa berinteraksi dengan mudah dengan para pemuda/i (ayuk2/adek2/abang2) bikin kami makin betah. Nggak percaya? Saya dan teman2 banyak mengenal abang2 yang suka meolong dan membantu setiap proker kami. Diantara kami nggak ada tuh kata jaim, semuanya numplek, saya pun menganggap mereka sebagai pemuda yang luar biasa hebatnya, mau memajukan desanya, man! Beberapa abang2 yang saya kenal di Muaro Jambi antara lain, bang Borju, bang Ahok, bang Brata, bang Budun, bang Abas, bang Bojes, bang Rakai, bang Nazarudin, bang Bahok, dan abang2 lainnya. Abang2 tadi memiliki semangat pemuda asli Jambi yang suka menolong, ingin maju, dan terus menggali potensi diri untuk tetap semangat dalam menjalani kehidupan. Beberapa pemuda pun bahkan menjadi artis di TVRI Jambi, menghibur masyarakat Jambi dengan logat Muaro Jambi nan kental lagi lucu. Mereka ini pemuda harapan bangsa!

Teman2, mungkin ini saja yang perlu saya tulis. Saking banyaknya saya jadi bingung apa aja yang mau saya tulis. Mungkin inilah yang dapat saya tulis untuk bisa flashback ke beberapa bulan yang lalu. Saya yakin masih banyak kejadian2 lain yang ada di benak teman2, tapi mungkin inilah yang sekiranya dapat saya ingat dan tulis. Selebihnya kelimabelas teman saya mungkin bisa menambahkan ^_^

Satu kalimat nggak bisa menggambarkan perasaan saya berada di desa ini, berada di posko ini, dan menjalankan amanah sebagai mahasiswa KKN. Saya ingin apapun kenangan itu bisa lengket di otak kita masing2, biarkan ia menceritakannya dalam rangkaian kalimat atau hadir dalam mimpi ketika kita sangat rindu akan pengalaman itu. Mungkin suatu saat kisah berharga ini dapat diceritakan kepada mereka yang berada di sekeliling kita. Mari dengan lantang kita teriakkan: “SAYA RINDU SUASANA MUARO JAMBI!!!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s