Sahabat Ilmu Jambi: Menebar Ilmu, Membuka Cakrawala

Mungkin beberapa waktu yang lalu, saya sudah cukup sering memposting status seperti ini:
“Bagi teman-teman yang ingin menyumbangkan buku dan ingin mengajar sebagai volunteer untuk anak-anak tidak mampu/panti asuhan/anak jalanan, silahkan komen status saya ya  “
Nah status itu bukanlah status biasa. Saya sudah lama ingin mendirikan sebuah organisasi (sejujurnya saya kurang cocok dengan nama organisasi ini, tapi mungkin sebaiknya begitu kah?) yang khusus bergerak di bidang pendidikan, lebih khusus lagi memberikan taman baca gratis dan mengajarkan menulis kepada anak-anak. Dalam hal ini, anak-anak yang diajar adalah anak tidak mampu/anak panti asuhan/anak jalanan. Dengan adanya informasi tersebut melalui Facebook dan Twitter, saya pun menemukan banyak orang dengan visi yang sama!
Sebelum saya menjelaskan apa maksud Sahabat Ilmu, saya ingin memberikan alasan kenapa saya ingin Sahabat Ilmu ada di Jambi. Ikhwal ide ini berawal ketika saya menjalani masa KKN di Desa Muaro Jambi, dimana salah satu proker saya yakni memberikan taman baca gratis dan menyumbangkan buku bekas layak baca untuk PKBM Muaro Jambi dan siswa Sekolah Alam Raya. Sebetulnya saya sangat hobi baca dan menulis juga. Saya ingin hobi saya juga tertular oleh anak-anak lain. Saya pun juga berniat melanjutkan proker saya di KKN tersebut ke dunia pendidikan yang nyata. Yang saya inginkan lagi, anak-anak Jambi melek baca, suka baca, dan suka nulis. 
Pendidikan merupakan pilar utama bagi anak-anak Indonesia, khususnya Jambi. Coba saja lihat orang-orang sukses tentu mendapatkan pendidikan yang berkualitas bukan? Sebenarnya setiap warga negara kita dilindungi UU yang menyatakan bahwa pendidikan agar diberikan seluas-luasnya kepada setiap elemen masyarakat. Namun ternyata tidak semua berada di kalimat tersebut. Kenyataan yang saya lihat, baca, dan dengar, bahwa tidak semua merasakan manfaat pendidikan. Masih banyak anak tidak mampu yang tidak bersekolah karena biaya pendidikan yang tidak terjangkau oleh orang tuanya. Masih ada pula anak-anak yang bekerja setiap saat untuk mendapatkan uang, padahal di umur relatif muda tentu ia lebih menyukai belajar bersama teman-temannya? Ini jadi pertimbangan saya untuk berbuat sesuatu bagi pendidikan Jambi. Ya, passion saya di dunia ini sebenarnya, dan saya dengan hati yang tulus ingin mengajak lebih banyak orang lagi untuk peduli dengan pendidikan dan berbagi dengan sesama.
Dulu sewaktu saya meliput di sekitar daerah Kota Baru, saya tak sengaja melihat sebuah PKBM yang kondisinya tak terurus. Banyak rumput ilalang yang berada di sekitarnya. Sungguh dalam hati saya berpikir, kemana orang-orang yang punya kewenangan? Apa mereka melihat kondisi ini? Tidakkah mereka tahu di Desa Muaro Jambi terdapat PKBM yang kondisinya jauh lebih bagus dari kota? Ah, waktu itu saya berharap kelak suatu saat saya bekerja di bidang pendidikan, saya ingin membangun taman baca gratis!
Nah teman-teman, karena itulah Sahabat Ilmu Jambi lahir untuk memberi inspirasi di dunia pendidikan Jambi. Sahabat Ilmu Jambi terbuka bagi siapa saja yang punya visi dan misi yang sama demi memajukan pendidikan dan membuat anak Jambi belajar lebih giat lagi untuk hidupnya. Saya percaya banyak orang yang ingin berbagi, banyak orang yang ingin berkontribusi dengan dunia pendidikan, dan banyak orang yang ingin melihat negeri ini lebih hebat di beberapa tahun ke depan!
Saya menamakan Sahabat Ilmu karena ilmu sendiri berasal dari siapapun yang ingin berbagi, ilmu bisa didapatkan baik lewat pelajaran atau diskusi kecil. Sahabat Ilmu tidak terpatok dia harus hebat, punya motor, berprestasi, atau lainnya, yang lebih diutamakan adalah mereka yang mau membantu pendidikan di Jambi. Simpel bukan? Tapi meski simpel, suatu saat saya yakin ini akan berguna bagi ana-anak Jambi.
Sahabat Ilmu memakai nama Jambi di belakangnya karena ingin menunjukkan identitas. Saya ingin Jambi juga dikenal luas oleh masyarakat luas. Jadi tidak ada salahnya memasukkan nama Jambi disana kan? Ow ya Sahabat Ilmu akan berperan penting dalam membangun taman baca, mengajarkan baca, mendongeng, mengajak anak-anak untuk menulis pengalaman, mengetahui kecerdasan setiap anak, mengajarkan keterampilan, diskusi pelajaran, bermain, menonton, jalan-jalan untuk mengenal Jambi, dan kegiatan-kegiatan lain yang tentunya akan bermanfaat bagi anak-anak. Kegiatan tersebut diperuntukkan bagi anak-anak yatim piatu di panti asuhan di Jambi. Tapi tidak menutup kemungkinan pula akan diperluas bagi anak-anak tidak mampu di suatu daerah terpencil atau anak-anak jalanan.
Guys, semua itu akan berjalan jika kamu punya niat yang sama dengan saya. Kita sebagai pemuda Jambi jangan jadi penonton saja, lakukan sesuatu yang berguna untuk Tanah Pilih Pesako Betuah ini. Buat semua orang tahu kalau pendidikan tidak terbatas pada nila-nilai saja, buktikan pada semua orang bahwa kita bisa mewujudkan impian anak-anak untuk mengenyam pendidikan. Saya yakin banyaaaaakkkkkkkk sekali yang juga berpikiran seperti ini. Jadi saya menunggu atensi teman-teman, mungkin dalam waktu dekat saya akan survey ke panti asuhan dan menjelaskan Sahabat Ilmu kepada mereka. Saya berharap pula dukungan teman-teman untuk bergabung menyumbangkan bukunya atau menjadi tenaga pengajar di Sahabat Ilmu. Untuk tenaga pengajar ini bersifat relawan (volunteer), jadi Sahabat Ilmu tidak menyediakan dana, karena organisasi ini murni sosial.
Jadi, mari bergabung bersama Sahabat Ilmu. ^_^
“Menebar Ilmu, Membuka Cakrawala.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s