Yang Beda dari Baduy Dalam dan Baduy Luar

Mengunjungi Baduy bagaikan menemukan berlian di tengah sungai. Saya yang sebelumnya tidak pernah masuk hutan dan berjalan berkilometer jauhnya, kini harus bertemu dengan penduduk Baduy Dalam pada 9 Oktober lalu. Setelah menginap selama dua malam di Baduy Dalam, saya pun berkunjung ke Baduy Luar. Di dua tempat ini saya menemukan banyak perbedaan. Apa saja?
Isi: Kang Erwin, guide kami selama di Baduy banyak menceritakan banyak hal. Obrolan saya dengan beliau masih terekam dalam buku kecil nan lusuh yang saya pegang. Meski banyak perbedaan antara kehidupan Baduy Dalam dan Baduy Luar, mereka memiliki kesamaan, ramah dan suka bicara.
Andai waktu bisa terulang, kunjungan ke Baduy Dalam nggak cukup rasanya. Pertama kali menginjakkan kaki di rumah orangtua Kang Erwin, dimana kami bermalam disana, saya terpana melihat keluarga tersebut. Raut wajahnya halus, tegap, sorot mata yang tajam, dan garis-garis hidup pekerja keras tampak di bola mata mereka.
Seketika saya melihat pakaian mereka. Orang Baduy Dalam memakai pakaian berwarna putih, dan juga ikat kepala berwarna serasi. Sedangkan Baduy Luar mengenakan ikat kepala berwarna biru bermotif batik. Kang Erwin menjelaskan lebih rinci kepada saya.
“Selain pakaian, tekstur pakaiannya pun berbeda. Bahan kain Baduy Dalam kasar dan terbuat dari kapas, sedangkan Baduy Luar memiliki bahan kain yang licin, halus, dan tidak selalu berbahan kapas, alias bebas. Bahkan ada peraturan yang menyebutkan kalau orang Baduy Luar boleh memakai pakaian Baduy Dalam, tapi orang Baduy Dalam tidak boleh memakai pakaian Baduy Luar. Ini sudah adatnya, karena orang Baduy Luar lah yang mengikuti cara berpakaian Baduy Dalam,” paparnya.
Ikat kepala orang Baduy Dalam pun terbagi menjadi dua, Koncer dan Telekung. Koncer khusus untuk pria yang masih muda, sedangkan Telekung bagi mereka yang sudah tua. Ikat kepala Koncer ini bisa menutup kepala, dan bisa juga bebas, tetapi bagi mereka yang mengenakan Telekung, diwajibkan untuk menutup seluruh bagian kepala lho, tanpa ada helai rambut sedikit pun. Beda halnya dengan Romar, ikat kepala berwarna biru bermotif batik ini digunakan oleh orang Baduy Luar. Contohnya saja Kang Erwin yang memakai Romar.
Penduduk yang memiliki kepercayaan Sunda Wiwitan ini juga berbeda dalam pembuatan pakaian. Kebanyakan orang Baduy Dalam mebuat baju selama satu minggu dan tidak diperbolehkan berwarna-warni. Itupun mereka mengerjakannya dengan tangan sendiri. Tapi, pakaian orang Baduy Luar bisa dikerjakan dalam hitungan menit. Cukup lima menit dengan mesin jahit, semuanya beres!
Kang Erwin juga menjelaskan mengapa orang Baduy Dalam dan Baduy Luar tidak sama. “Semuanya berangkat dari tradisonal. Kalau orang Baduy Dalam, mereka sama sekali tidak memakai paku ketika membangun rumah, sedangkan orang Baduy Luar boleh memakai paku. Bahkan dari modernitas pun, orang Baduy Luar sudah mengenal Televisi dan Handphone, sedangkan orang Baduy Dalam masih kental memegang aturan adatnya,” ujar beliau.

7 thoughts on “Yang Beda dari Baduy Dalam dan Baduy Luar

  1. Orang badui luar sebenarnya itu buangan, ibarat ayam,badui dalam adalah telur sedangkan badui luar itu tahi-ayam…

  2. setau saya, orang badui dalam ga pernah mandang hina baduy luar, apa lagi sampe disamain ama kotoran. sistem badui dalam-luar sebenarnya semacam pem-filter kebudayaan. biar kebudayaan asing mempengaruhi adat badui yang asli.

  3. Maaf kalo telat banget komennya. Sebenernya baduy dalam itu penghuninya tidak boleh lebih dr 41 jiwa. Kalo lebih ya bisa dibilang ditempatkan di baduy luar. Itu setau saya. Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s