Rileksasi Diri di Tanjung Lesung

Panitia ACI Detik.com memang tahu bagaimana membuat kami, 66 petualang, merasa bahagia. Grup Banten yang sebelumnya berada di daerah jauh dari komunikasi, akhirnya merapatkan diri menuju Tanjung Lesung pada 13 Oktober 2010. Perjalanan yang memakan waktu lebih dari dua jam ini tentu membuat kami letih. Tapi setelah melihat pemandangan Tanjung Lesung yang kaya akan vegetasi alam, pantai, dan resortnya, kami pun langsung rileks berada disini. Dan kamu tahu, hanya Indonesia-lah yang memanjakan kamu seperti ini, bukan negara lain!

Untuk tiba di Tanjung Lesung tidak mudah. Kali ini supir mobil kami, A’ Maman harus sering bertanya kepada masyarakat yang ditemui di jalan, begitu pun Mas Dona, pendamping setia tim 9 ini. Meski kami berbalik arah lagi, tetapi sebuah palang penunjuk arah Tanjung Lesung segera mempercepat adrenalin kami untuk tiba di lokasi.
Kami sudah dijadwalkan menginap di Tanjung Lesung Resort kala itu. Jadi, setibanya disana, kami langsung check in dan mencari resort, 210, yang kata petugas resort ini bilang kalau Yusril Ihza Mahendra dan Desy Ratnasari pernah menginap di kamar yang sama. Akhirnya tibalah kami disini untuk merileksasikan diri.
Esok harinya, jadwal jelajah Tanjung Lesung sudah menanti. Tetapi karena hujan turun terus menerus, kami batal menjelajah daerah ini. Malah sekitar jam 5, kami memutuskan untuk jalan-jalan saja di luar Tanjung Lesung dengan menggunakan mobil. Karena tidak ingin kecewa, kami pun mampir di warung makan ketika hujan masih mendera.
Tanjung Lesung resort, tempat dimana kami menghabiskan waktu selama dua malam ini, benar-benar membuat saya rileks. Area resort yang masih banyak ditumbuhi pohon ini sangat hijau. Bahkan suara hewan seperti tokek pun terdengar lho. Meski begitu, kami tidak was-was, karena panorama pantai di Tanjung Lesung sangat indah.
Saya juga menikmati bersepeda di pagi hari bersama kak Atre dan A’ Maman. Saya mengayuh sepeda hingga dermaga pemancingan ikan. Disana jelas terlihat panorama keindahan alam Indonesia yang membuat saya berdecak kagum. Bagaimana mungkin langit biru berpadu air laur jernih memberikan sensasi rileksasi yang hebat? Dan saya menemukannya ketika berada disini.
Sekali lagi saya bersyukur hidup di Indonesia. Tuhan tidak putus memberikan keindahan panorama negeri ini bagi saya. Ia begitu lihai menciptakan keindahan Tanjung Lesung kepada siapapun yang melihatnya. Ah, ingin rasanya saya kembali kesana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s