Ngejazzy Bareng Jajan Jazz

Setelah menginap di Tanjung Lesung Resort selama dua malam, tibalah saatnya kami harus meninggalkan tempat tersebut siang harinya, 15 Oktober 2010. Perlengkapan selama di resort sudah diebreskan, begitu pula semua hal yang berhubungan dengan check out. Kami meninggalkan resort sekitar pukul 11.30 WIB, dan langsung meluncur ke Jakarta. Ya, sore itu kami harus sudah berada di penginapan sebelum malamnya mengunjungi Jajan Jazz di Teras Kota. Mendengar kata jazz, saya langsung senang. Betapa tidak, saya cukup menyukai musik ini untuk meringankan pikiran saya. Dan malam pun beranjak, saya meluncur ke Teras Kota bersama partner saya, Astri Apriyani.

Di sepanjang perjalanan menuju Jakarta, Banten menawarkan sejuta keindahan untuk saya. Bahkan kesejukan yang menyelimuti dua gunung di sepanjang jalannya memberi saya ketentraman hati. Ya, dua gunung itu adalah Gunung Karang dan Gunung Pulosari. Dua gunung tersebut diselimuti awan di bagian puncaknya. Saya terpana melihatnya, dan berpikir, pasti penduduk yang mendiami bagian puncaknya merasa dingin sekali dengan hal itu. Tak putus-putus saya menyaksikan keindahan alam ciptaanNya, rasanya ingin sekali memeluk puncak gunung tersebut.
Perjalanan yang kami tempuh menuju Jakarta kurang lebih enam jam. Tidak lupa selama di jalan, kami membeli oleh-oleh khas Banten untuk diberi kepada keluarga. Hingga jarum jam menunjukkan pukul 16.30 WIB, mobil kami sudah memasuki jalan Jakarta. Bedanya, kalau di Banten pepohonan dan gunung masih terlihat, tapi di Jakarta gedung-gedung bertingkat sudah terlihat menjulang.
Sekitar pukul 17.45 WIB, kami tiba di Hotel Sofyan, Cikini, Jakarta. Disana saya rehat sebentar, membereskan apa yang peru dibereskan. Kami menunggu jemputan dari BSD, Pak Edi, yang akan mengantarkan kami ke Teras Kota. Tidak lama kemudian, pukul 19.30 WIB kami dijemput Pak Edi. Tidak ingin menunggu lama, kami langsung berangkat.
Di jalan menuju Teras Kota, rasa kantuk menerpa kami. Saya melihat Kak Atre sudah tertidur pulas. Karena rasa kantuk yang juga ikut menerpa kami, akhirnya saya pun tertidur di mobil. Hingga sebuah telepon dan suara mobil berdecit terdengar, saya pun bangun. Sadar akhirnya saya sudah sampai di Teras Kota. Wah, pertunjukan malam ini sudah berlangsung rupanya.
Memasuki area Teras Kota, saya langsung tertarik dengan desain di dalam ruangan ini. Entah kenapa saya tidak sabar melihat pertunjukan Jajan Jazz. Seketika kami memasuki tempat pertunjukan jazz, dan saya bertemu dengan Pak Idham, pengelola BSD yang juga dari Sinarmas. Ia cerita kalau Jajan Jazz sudah berdiri sejak Maret 2006.
“Komunitas Jajan Jazz diadakan karena banyaknya permintaan masyarakat BSD yang ingin ada komunitas jazz, dan kami mewujudkan keinginan tersebut pada Maret 2006. Sebenarnya Jajan Jazz sering diadakan di Taman Jajan, BSD, tapi kami juga sering mengadakannya di Teras Kota. Sudah banyak musisi yang datang mengisi acara Jajan Jazz, dan itu berasal dari semua kalangan, baik amatir maupun sudah mahir,” katanya.
Nah, buat kamu yang hobi dengerin jazz, nggak ada salahnya mengunjungi tempat ini. Alunan jazz dari musisi yang hadir akan membuat kamu terhanyut dalam irama yang ada. Yuk, ngejazzy bareng Jajan Jazz!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s