Mencari Scrapbook Hingga ke Penvil

Ini cerita tentang alur skripsi saya. Topik yang saya angkat dalam pengambilan skripsi ini adalah peningkatan kemampuan menulis melalui scrapbook. Memang kata ‘menulis’ sering banget didengar, tapi jangan sangka dengan ‘scrapbook.’ Banyak teman-teman saya yang belum tahu apa maksudnya, bahkan dengan orang Jakarta sekalipun yang saya temui, masih ada yang bertanya, “scrapbook apa sih?” Otomatis saya harus berulang kali menjelaskan dengan panjang lebar tentang scrapbook adalah………..
Buat yang belum tahu scrapbook, ia sejenis album foto yang didalamnya terdapat sekumpulan foto dengan satu tema, misalnya foto saat jalan-jalan ke Papua, nah disana kita tidak hanya menempelkan foto saja, tapi kita juga diajak berkreasi membuat album foto semenarik mungkin dengan menggunakan ornamen2 dan craft untuk dihiasi di samping foto. Tak hanya itu saja, sekelumit tulisan wajib dicantumkan untuk memberikan penjelasan terhadap foto tersebut. You get my point?
Nah ikhwal scrapbook menjadi bahan skripsi saya ini benar-benar tidak terduga. Waktu itu ketika teman2 sibuk menjalankan tugas dari dosen mengenai proposal skripsi (semester 7), saya malah keluar Jambi ikut program ACI Detikcom, melakukan perjalanan ke Banten selama 2 minggu. Teman2 sudah banyak yang sibuk, sudah banyak yang bingung dengan ide skripsi, mereka turut pula menanyakannya pada saya yang waktu itu notabene belum balik ke Jambi! Syukurlah saya bisa mengaturnya, kalau tidak sepanjang perjalanan dulu pasti memikirkan tugas itu.
Sesampainya di Jambi, dua hari kemudian, saat mau tidur, kebiasaan saya adalah membuka handphone, entah itu sms atau browsing di internet. Entah kenapa pikiran saya ke skripsi dan menulis. Lalu saya teringat kata scrapbook, dan memang dulu saya pernah membacanya di suatu majalah atau website. Makanya saya ingat kembali, dan mencoba membuatnya menjadi skripsi saya. Dari awal bikin proposal untuk tugas kuliah hingga pengajuan proposal skripsi pada semester 8 ini saya tidak berganti topik! Sekali scrapbook, tetap scrapbook, saya yakin bahwa scrapbook bisa meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam bahasa Inggris. 
Setelah beberapa kali konsultasi dengan dosen pembimbing skripsi saya, akhirnya saya memutuskan untuk mencari pernak pernik yang berhubungan dengan skripsi, mulai dari informasi di internet hingga penjualan buku dalam negeri dan luar negeri. Kebetulan beberapa waktu lalu saya ke Bogor, dan sempat jalan2 ke Jakarta. Inisiatif saya sih sekaligus mencari toko scrapbook, My Scrapbook Ideas namanya. Ia berada di beberapa kawasan, yang paling saya ingat ada dua, yakni di Pejaten Village dan Bintaro Junction.
Kedua tempat itu ternyata ada penambahan. Beberapa teman saya di milis ACI memberi tahu lokasi toko scrapbook yang bahan2nya lokal, yakni di Blok M Mall. Ada juga yang menyarankan ke beberapa tempat, tapi saya akhirnya ke Blok M Mall dulu berkat saran bang Prama. Ketika tiba disana, hasil yang saya temukan nihil. Saya nggak tahu apa salah tempat atau orang yang nggak tahu. Pokoknya setiap saya tanya, “Mas, mbak, tahu toko scrapbook gak disini?”, mereka pasti menjawab “Apaan tuh?” dan “Kayaknya bukan disini deh”.
Patah orang? sempat sih terlintas. Saya yang waktu itu ditemani oleh tante jadi bingung. Papa dan keluarga sudah menunggu hampir dua jam di parkiran mobil Blok M, tapi saya tak kunjung mendapatkan toko scrapbook itu. Yang saya temukan malah toko buku murah, emang beneran murah dan obral, plus jual buku bajakan, hehe.. Letaknya di lantai I di Blok M Mall. Malah saya membeli buku Catatan Hati-nya Oki Setiana Dewi, dan jreng jreng jreng…buku Catatan Seorang Demonstran yang dari dulu saya cari-cari malah ketemu di tempat yang tak terduga sebelumnya! Wow, ini berkah, ujar saya dalam hati. Menyenangkan sekali tampaknya, tapi hati kecil saya mengatakan perburuan scrapbook tidak berhenti sampai disini saja.
Ketika mobil mulai beranjak keluar dari kawasan Blok M, kami menusuri jalanan ibukota yang waktu itu tidak padat. Melewati berbagai kawasan, dan akhirnya tante saya bertanya dengan temannya melalui telepon apakah kawasan yang baru kami lewati tadi ada Pejaten Village. Ternyata Allah swt membukakan jalan, Pejaten Village ada disana! Dekat dengan kantor Republika. Saya pun melihat tulisan Pejaten Village di gedung megah tersebut, dan bergegas mobil papa saya masuk ke parkiran mall itu. Dengan mata kusut dan capek yang sangat sangat melelahkan, papa pun mengantarkan saya ke Penvil (Pejaten Village).
Saya pun turun dari mobil, dan bersama dengan tante saya masuk ke dalam mall itu. Sampai di dalam, saya mesti bolak-balik dari lantai 2 ke 4 trus turun lagi untuk memastikan apakah My Scrapbook Ideas ada di Penvil. Setelah berkeliling, eh nggak tahunya ada di dalam Heritage, toko tersebut berada di dalam toko baju branded! Baahhh, saya pikir ketemu juga akhirnya. Perasaan senang bukan kepalang akhirnya saya rasakan setelah berkali-kali masuk toko namun nihil!
Tanpa membuang2 waktu saya lantas memilih majalah scrapbook sebagai bahan panduan skripsi, dan berbagai ornamen2 pelengkap dalam membuat scrapbook. Ternyata toko ini menjual bahan scrapbook yang diimpor dari luar negeri, Amerika, Australia, dan negara lainnya. Harganya pun selangit, namun untunglah uang di kantong saya memenuhi belanjaan dibawah Rp. 500 ribu itu. Puas memilih, saya pun mengajak tante saya turun (waktu di Heritage ia juga bersama oom saya membeli baju untuk keponakan).
Pencarian scrapbook ini benar2 membutuhkan perjuangan! Saya sangat lelah hati, jiwa, dan pikiran karenanya. Kata mama saya, untuk mendapatkan sesuatu yang baik itu perlu perjuangan yang keras dan cobaan yang besar. Saya sempat adu mulut dengan orang seisi mobil waktu itu, tapi diredam oleh mama saya. Saya pun berbesar hati, ya mungkin mereka nggak tahu perasaan saya, ya sudahlah buat apa juga ditanggapi. Maka saya pun diam saja, dan pastinya bersyukur kepada Allah swt karena telah menunjukkan jalan terang bagi saya.
Hikmah yang dapat dipetik dari tulisan ini menurut saya adalah jangan pantang menyerah mencari apa yang kamu cari selama ini. Saya sadar nggak punya cukup waktu dan banyak uang untuk kembali ke kota metropolitan ini, jadi mau tidak mau harus dicari, sesulit apapun itu. Kerja keras dan perasaan percaya diri wajib ditanamkan agar kita memperoleh apa yang diinginkan. Apalagi ini untuk keperluan baik, jadi kejarlah selagi kita bisa. Meski mencarinya hingga di Penvil, scrapbook yang kini berada dalam kamar saya ini pun menjadi barang tak terlupakan selama saya cari. Pencarian berbuah manis berkat Penvil, scrapbook pun di tangan 

9 thoughts on “Mencari Scrapbook Hingga ke Penvil

  1. Hi. Sy suka buka situs scrabook. Tp ga nyangka scrabook bisa diangkat jd sripsi. Di indonesia msh blm populer. Mungkin krn materialnya cukup mahal. Saya py hobby membuat kartu krn relatif murah materialnya. Toko scrapbook yg saya ketahui jg cuma di Heritage Pejaten Village. Toko itu jarang pengunjungnya. Lama tak ke Penvil, awal bln ini saya surprise krn di toko itu juga menjual craft punch martha stuart yg sy lihat di internet. Cantiknya. Harga yg mahal tdk sanggup menghalangi hobby ngumpulin craft punch.

  2. hai🙂
    nama saya Vania, saya seorang mahasiswi semester 7 yang sekarang sedang mengerjakan skripsi hahhaa.. topik saya sama seperti skripsimu. saya mengangkat scrapbook juga.. namun saya sangat kesusahan untuk mendapatkan jurnal yang membahas tentang scrapbook.. apakah kita bisa bertukar ide tentang scrapbook? terimakasih atas bantuannya..

    • Halo vania, wah sama nih ceritanya. Sebenernya jurnal scrapbook yg benar2 membahas belum ada, dulu saya ambil sumber dr internet biasa. Tp kebetulan pas di penvil kemarin saya beli buku ttg how to make scrapbook, cuma gak membahas definisi sih. How? Kamu univ mana ya?

  3. kebetulan saya lagi cari bahan2 scrapbook untuk tugas sekolah anak saya, ternyata di PenVil ada, lumayan dekat dari rumah! biasanya saya cuma bikin digital scrapbook, banyak bahan yang bisa di download gratisan. Tapi utk tugas anakku, harus cari yg betulan. Dulu setahu saya ada counter di lantai dasar Citos, depan kasir FoodMart, tapi sekarang sudah nggak tahu kemana… Thanks infonya, sukses utk skripsinya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s