Jelajah BSD: Dari Ocean Park Hingga Monumen Peristiwa Lengkong

Satu jadwal yang harus kami patuhi sebelum menyelesaikan perjalanan ACI Detik.com adalah mengunjungi BSD. Di hari terakhir, kami berkunjung ke Pasar Modern BSD, Ocean Park Water Adventure, dan Monumen Peristiwa Lengkong. Kami ditemani kak Gadis dan Pak Edi, guide kami dari BSD. Banyak hal yang belum saya ketahui dari ketiga tempat tersebut, salah satunya Monumen Peristiwa Lengkong yang dilestarikan oleh BSD.

Pagi-pagi sekali kami dijemput Pak Edi menuju BSD. Setelah malamnya kami nonton jazz, hari itu kami kembali ke BSD. Tujuan pertama adalah Taman Kota I, dimana banyak masyarakat BSD yang senam dan olahraga pagi di area ini. Ketika turun dari mobil, saya melihat banyak orangtua yang sudah uzur melakukan senam Tai Chi. Sambil menunggu Kak Gadis yang akan menemani kami jalan-jalan di BSD, saya dan kak Atre melihat ‘atraksi’ senam tersebut.
Tidak lama kemudian, kami bertemu dengan kak Gadis. Dia langsung mengantarkan kami ke Pasar Modern BSD. Tahukah kamu? Pasar Modern BSD ini awalnya pasar tradisional yang kurang bersih, tetapi dengan kesigapan pihak BSD, akhirnya pasar tersebut berubah ikon. Ya, Pasar Modern BSD menghadirkan rasa tradisional dengan kenyamanan pasar modern yang bersih dan teratur.
Kak Gadis juga bilang kalau di dalam pasar ini terdapat 100 ruko, dan lebih dari 600 kios dan lapak. “Pasar Modern BSD hadir dari pukul 03.00 WIB, lalu malam harinya diisi dengan pedagang makanan yang mendirikan tenda di area parkir ini,” tuturnya.
Setelah puas melihat isi Pasar Modern BSD, kami diajak ke Ocean Park Water Adventure. Ternyata kejutan lain menanti saya disana. Wahana air tematik terbesar di Asia Tenggara ini sangat luas dan menakjubkan. Saya dan kak Atre pun bergegas mencicipi arena rekreasi, seperti water boom, kolam ombak, dan kolam arus sepanjang 500 meter.
Selain itu, kak Atre yang melihat wahana flying fox tiba-tiba mengajak saya naik. Jujur, saya takut melihat wahana satu ini, di Jambi pun saya nggak pernah ingin mencobanya. Tapi setelah diajak oleh kak Atre, saya memberanikan diri untuk mencobanya. Beberapa anak tangga sudah saya lewati, peralatan flying fox pun sudah terpasang di badan saya. Namun ketika sesuatu hal terjadi dan perasaan takut muncul kembali, akhirnya saya menyerah. Saya tidak berani dengan ketinggian. Memang aneh sih, kenapa saya bisa kalah sama anak kecil yang hobi bermain, tapi mau gimana lagi, flying fox tidak ada di dalam kamus hidup saya.
Puas menikmati Ocean Park, tim 9 menuju Monumen Museum Lengkong. Di kawasan BSD ini terdapat situs bersejarah. Monumen ini dibangun untuk mengenang gugurnya para perwira Akademi Militer Tangerang termasuk Daan Mogot saat mendapat tugas negara melucuti senjata tentara Jepang. Di lokasi seluas 4.000 meter ini juga terdapat rumah saksi sejarah. Jangan lupa melihat monumen ini kalau kamu ke BSD ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s