Dari Jakarta ke Pondok Remaja Rhino

Perjalanan Banten – Labuan sebagai destinasi pertama ke Banten membangkitkan semangat cinta tanah air kami. Meski kami belum menginjakkan kaki di Pulau Peucang karena kondisi cuaca buruk, kami akhirnya stay di Pondok Remaja Rhino di Jl. TNUK – Sumur, Banten.

Mata masih mengantuk ketika jarum jam menunjukkan pukul 06.00 WIB. Saya sadar hari ini saya harus memulai petualangan bersama partner saya, Astri Apriyani (Atre). The journey had started.
Kami beranjak dari Hotel Grand Kemang menuju destinasi pertama. Pembimbing tim 9 kloter 2 ini datang sekitar jam 7 dengan muka segar. Mas Dona, dialah yang akan membimbing kami selama perjalanan, plus driver yang mengantarkan kami Mas Maman. Ketika meninggalkan Hotel Grand Kemang, perasaan seru, was-was, khawatir, dan nggak sabar menginjakkan kaki di Banten meliputi diriku. Ini adalah petualangan pertama saya, catat: TANPA ORANG TERDEKAT.
Jakarta di pagi hari menyambut kami dengan kemacetan, banyak orang hilir mudik di jalanan, mengejar aktivitas mereka di tengah sibuknya kota terpadat ini. Saya cukup mewakili perasaan masyarakat Indonesia ketika melalui jalanan di ibu kota ini, “Pembangunan cukup pesat di tengah tingginya keinginan totalitas hidup. Well, our journey must go on, right?
Jakarta – Labuan memakan waktu enam jam. Itu sudah ditambah istirahat, makan, dan macet. Sepanjang perjalanan, gedung pencakar langit dan hamparan sawah serta pepohonan menemani perjalanan di dua daerah tersebut. Saya dan Atre makin semangat menjelajah Bnaten. For your info, kami dijadwalkan ke Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) di Labuan untuk proses perijinan dan koordinasi tur ke TNUK dan Pulau Peucang. Ketika tiba di Balai TNUK, kami harus menunggu Pak Julianto, staf layanan informasi dari Balai TNUK.
Sambil menunggu beliau, saya menyempatkan diri berjalan-jalan ke depan balai, dan menemui seorang tukang ojek bernama Pak Aman. Pria yang sudah lama berpropesi sebagai tukang ojek ini sangat mengetahui destinasi ke TNUK. Ia mengaku beberapa kali pernah mengantar truis asing ke TNUK. “Saya sering mengantar wisatawan asing ke TNUK, seperti Prancis dan Belanda,” ujarnya.
Tidak lama kemudian, yang ditunggu pun datang juga. Kami menemui Pak Julianto, dia kemudian menjelaskan tentang informasi pengunjungan ke TNUK. “Di TNUK pernah ada shooting dari salah satu televisi swasta, selebihnya pengunjung adalah wisatawan,” pria ramah satu ini membuat kami makin semangat menjelajah TNUK.
Setelah puas mengelilingi Balai TNUK, kami melanjutkan perjalanan ke rumah pemilik kapal yang akan membawa kami ke Pulau Peucang. Saya yang masih dalam keadaan mengantuk dan pusing karena perjalanan jauh tiba-tiba dikejutkan di sebuah rumah di Sumur. Rumah itu milik Pak Sukroni, pemilik KM Samudra. Selang beberapa lama, saya baru ‘ngeh kalau perjalanan ke Pulau Peucang sebentar lagi diraih.
Saya turun dari mobil, dan duduk di kursi teras. Kami disuguhkan makanan dan minuman oleh istri Pak Sukroni. Dengan perut keroncongan dan haus tak terkira, saya langsung menyeruput teh panas. Seketika suara Pak Sukroni menggema di telinga, “Sepertinya kita tidak bisa menyeberang ke Pulau Peucang karena kondisi cuaca buruk. Kalau diganti besok subuh gimana?” katanya.
Glekkk! Kita nggak jadi nih ke Pulau Peucang? Padahal seharusnya malam ini sudah tiba disana, dan itu sudah dijadwalkan oleh pihak ACI Detik.com. Kami bingung apakah akan meneruskan perjalanan di kondisi buruk ini atau melanjutkannya besok subuh?
Diskusi dan diskusi, akhirnya kami memutuskan untuk menginap sementara di Pondok Remaja Rhino. Disini saya, Atre, Mas Dona, Mas Maman, dan Mas Yayus, local guide menikmati malam sambil berbincang-bincang. Terkadang jokes lucu ditertawakan bersama-sama. Cukuplah menghilangkan rasa penat seharian di perjalanan.
Besok pagi, setelah subuh saya dan semua tim akan melanjutkan petualangan ke Pulau Peucang. KM Samudra-lah yang akan mengantarkan kami kesana. Semoga saja perjalanan kami selamat, dan kami selalu siap mengeksplor Banten!
(Tulisan ini dipublish di web ACI detikcom pada 4 oktober 2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s