Bingkai Banten dalam Aku Cinta Indonesia

Mencintai negeri harus dimulai dengan mengenali negeri. Menyukai seseorang harus dimulai dari apa yang membuat kita tertarik kepadanya. Begitu pun dengan Indonesia, mencintai daerah yang akan saya tuju, Banten, harus dimulai dengan ‘Bagaimana saya bisa mencintai bagian dari provinsi ini?’ Bingkai kenangan bersama kak Atre, A’ Maman, dan mas Dona akan selamanya terpatri di dalam benak saya.

Terbayang di benak saya, Indonesia yang demikian luasnya ingin saya jelajahi. Saya ingin tahu apa saja yang ada di bumi pertiwi ini. Tetapi di sisi lain saya juga berpikir, bagaimana saya menjelajah Indonesia ini?
Ternyata Tuhan memberi jalan lain kepada saya. Saya secara tidak sengaja melihat Twitter Titi Kamal yang menginformasikan program Aku Cinta Indonesia dari Detik.com. Saya lantas masuk di situs tersebut dan mengisi formulir pendaftaran online. Tanpa beban sedikitpun saya mengisinya dengan mantap, tanpa adanya harapan terpilih, I just sent it.
Tidak dinyana, saya pun lolos ke 1000 besar. Kembali saya dihadapkan dengan dua pertanyaan yang harus dikirimkan satu hari sebelum penutupan, praktis saya mengetahui email tersebut satu hari sebelum penutupan. Kembali beberapa hari kemudian, saya dikejutkan oleh email yang berisikan kalau saya lolos 500 besar dan harus mengirimkan video. Nah, bagi saya video ini adalah tantangan terberat. Waktu yang saya perlukan hanya satu hari, dan esoknya pun harus dikirimkan ke panitia ACI, sebelum waktu penutupan tiba.
Lucu banget saat pengambilan video. Saya dibantu oleh dua teman PPL di tempat saya mengajar SMP N 14 Jambi. Ya, pengambilan video berada di sekolah tersebut, dan saya meminta bantuan kepada OSIS untuk ikut bernyanyi Indonesia Pusaka. Tak terhitung berapa kali pengambilan video diulang. Saya tidak menyerah, demi melihat Indonesia lebih dekat.
Selang waktu, saya mengikuti beragam tes berikutnya. Hingga akhirnya saya menerima kejutan berupa terpampangnya nama saya di website ACI Detik.com sebagai 66 petualang yang akan menyebarkan semangat cinta tanah air ke 33 provinsi di Indonesia. Ini adalah kado terbesar selama satu tahun saya tidak berhasil mengikuti kompetisi. Kesempatan emas mengujungi Banten akan saya jelajahi selama 14 hari dengan orang baru, semangat baru, dan impian baru.
Masih ingat dalam benak saya bagaimana saya bertemu dengan kak Atre, partner saya, dan petualang lain dalam kloter dua. Panitia ACI yang selama ini saya ketahui dari internet kini bertatap muka. Grand Kemang menjadi saksi kami menyatukan impian menjelajah Indonesia.
Tiga manusia baru di dalam hidup saya pun sangat loyal, kak Atre, mas Dona (pendamping Banten), dan A’ Maman (supir). Selain itu para guide local, seperti Mas Yayus (TNUK) dan Kang Erwin (Baduy) sangat membantu kami dalam menjelajah daerah yang belum saya ketahui. Semuanya menyatu, semuanya kompak, semuanya kocak, dan semuanya penuh kenangan yang nggak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
Banyak beberapa hal yang saya lakukan selama berwisata di Banten yang sebelumnya tidak pernah saya lakukan. Diantaranya, jelajah Pulau Peucang, Pantai Carita nan indah, masuk hutan di Taman Nasional Ujung Kulon selama 2 jam, naik anak Gunung Krakatau, snorkeling di sekitar Pulau rakata, eksplorasi Baduy Dalam dan Baduy Luar, dan jalan kaki selama 6 jam dari Baduy Dalam ke Baduy Luar saya lakukan. Sungguh ini petualangan yang akan saya kenang seumur hidup saya. Dimana saya bisa melihat keindahan Indonesia lebih dekat, nyata, dan diimpikan oleh setiap orang. Saya beruntung diberikan kesempatan besar ini, dan rasa terima kasih pun saya haturkan kepada semua pihak yang telah membuat saya betah selama 14 hari di Banten dan semua pihak yang merelakan saya meninggalkan Jambi, serta dukungan dari keluarga, pacar, teman, prodi di universitas, instansi PPL, instansi sekolah, tempat kerja, dan semua yang mendukung saya, tetaplah mencintai Indonesia, tanpa syarat apapun, tanpa harus jalan-jalan ke luar negeri.
Bingkai Banten saya beri lima bintang. Biarkan ia tetap bersinar di relung hati saya, biarkan ia tetap ada dalam ingatan saya, biarkan ia memberikan kesenangan tiada tara bagi siapapun yang menjelajahnya. Banten adalah provinsi budaya, agama, dan alam yang sangat hebat!
Kini, saya berada di Jambi, kembali beraktifitas seperti semula. Kenangan di Banten menyisakan bekas terindah, unforgettable moment in my life. Saya tidak tahu apakah saya akan hidup lama di Indonesia, saya juga tidak tahu apakah masih bisa menjelajah negeri ini, mengenalinya dan mencintainya? Tapi saya yakin, jika saya bisa menularkan semangat cinta Indonesia kepada generasi muda dan siapapun yang hidup di negeri ini, Indonesia akan tersenyum di tengah kondisinya yang sedang terpuruk. Indonesia, Kau kucinta, Kau kubangga.
“Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya…
Indonesia sejak dulu kala, selalu dipuja-puja bangsa…
Disana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan bunda…
Tempat berlindung di hari tua, sampai akhir menutup mata…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s