Kisah ACI Detikcom: Petualangan yang Menjalin Keakraban

Suatu hari pada 6 Agustus 2010, saya berdebar-debar. Menanti sebuah pengumuman nan panjang dan berliku. Saya buka website aci.detik.com, kemudian hasilnya? Foto saya terpampang bersama 65 petualang lain yang mendapatkan kesempatan berkeliling Indonesia dan menyebarkan semangat cinta Indonesia kepada masyarakat nusantara! Saya speechless. Bersyukur dan terharu.
Tak pelak foto dan nama saya yang ada pada website tersebut kala itu telah membukakan mata saya. Sebelumnya saya yang sudah lama tidak keluar dari Jambi, ternyata diberi kesempatan lewat kompetisi berpetualang ke suatu wilayah di Indonesia bersama partner paling gokil, kak Atre J Jujur saat itu saya nggak percaya rasanya, kok saya bisa berhasil? Bukankah selama ini saya selalu gagal ya? Tapi mendadak saya sadar, Tuhan telah memberikan kesempatan setelah saya gagal 3 kali dalam kurun waktu satu tahun.
Aku cinta Indonesia. Saya mau tanya sama kamu, cinta Indonesia nggak? Kenapa cinta negara ini? Kalau nggak cinta, kenapa?
Memang segelintir kalimat “Aku Cinta Indonesia” ini sangat mudah kita ucapkan tapi sulit untuk ditransformasikan dalam tindakan yang nyata. Nggak banyak yang sadar kalo kalimat itu justru akan merefleksika diri kita, sejauh mana bertindak untuk Indonesia?
Saya sendiri yang kala itu masih melek dalam kata “Cinta Indonesia” tiba-tiba terbangun ketika melihat sebuah tweet dari akun @TitiKamal. Yup, artis inilah yang membuka jalan saya. Kalo nggak punya twitter-nya kak Titi Kamal, mungkin saya nggak bakal tahu kali ya ajang ini?
Selidik punya selidik, saya lantas buka website yang diposkan oleh kak Titi. Ternyata setelah saya baca, ada kompetisi jalan-jalan keliling Indonesia gratis! Saya nggak pikir dua kali, saya langsung mengisi formulir pendaftaran yang waktu itu hanya mengisi biodata dan pertanyaan: Kenapa kamu cinta Indonesia?
Setelah dua minggu menanti, akhirnya datang sebuah email yang menyatakan kalo saya berhasil masuk 1000 besar. Then, saya diminta untuk menjawab dua pertanyaan lagi. Pertama, daerah mana yang ingin kamu kunjungi? Kedua, bagaimana kamu menularkan semangat cinta Indonesia?
Jawaban saya pun simpel. Saya pengin ke Jogjakarta (karena saya suka mengunjungi wisata sejarah dan budaya), dan saya akan menularkan semangat cinta Indonesia kepada orang di sekeliling saya, terutama murid-murid saya, yang mana mereka lah sebagai generasi muda Indonesia yang akan mencintai negaranya sendiri.
Beberapa hari kemudian email dari pihak Detik.com datang lagi. Ia berisikan pengumuman bahwa saya masuk 500 besar. Alhamdulillah ya Allah, saya senang sekali mendapat kabar bahagia ini, meski nggak tahu kalo persyaratan kali ini lebih menantang. Saya ingat betul membaca email tersebut waktu di warnetnya Dimas, dan ada junior saya di Trotoar, Silvi, berada di samping saya. Langsung deh saya tanyakan ke Silvi.
“Vi, kak masuk 500 besar Aku Cinta Indonesia, Detik.com, dan diminta bikin video berdurasi paling lama 5 menit, dengan kapassitas tidak lebih dari 10 MB. How can?”
Seingat saya pembuatan video itu membutuhkan waktu yang cepat. Lusa ternyata harus sudah dikirim ke pihak Detik.com. Shock bukan kepalang, mati ide, dan bleum ada gambaran seperti apa video saya nantinya.
Silvi pun menyarankan agar saya mengambil setting video di Ancol, dekat Sungai Batanghari. Saya awalnya setuju, tapi setelah itu membatalkan pembuatan video disana karena waktunya tidak memugkinkan.
Saya pun berinisiatif agar pembuatan video dilakukan di sekolah di tempat saya mengajar sebagai PPL Unja, yakni di SMP N 14 Kota Jambi. Ide ini terlintas begitu saja, mengingat banyak yang bakal menolong saya untuk mengambil video disini (thx buat Rexi dan kak Yandi yang udah rela saya todong untuk mengambil video, hehe). Saya punya ide, nanti saya akan menunjukkan kemampuan saya dengan bernyanyi bersama anak murid. Alhasil, saya mengkonsep ide mulai dari awal, seperti menulis apa saja yang bakal saya katakan di video, menghubungi pihak sekolah untuk meminjam anak-anak OSIS ikut bernyanyi bersama saya, dan meminta teman-teman untuk mengambil video.
Pun saya nggak punya waktu yang banyak. Dalam tempo satu hari, video itu dibuat di SMP N 14 Kota Jambi setelah semua siswa pulang sekolah. Saya take video sampai berkali-kali karena banyak ketawa dan grogi, haha..secara baru kali pertama bikin video sih guys! Untungnya Rexi dan kak Yandi bersabar menghadapi saya yang banyak bacot ini, mereka bikin saya semangat untuk terus take video sampai habis.
Ow ya, adegan saya menyanyi bersama siswa/I OSIS itu dilakukan sebagai take video yang pertama, meski itu diletakkan di akhir. Disana saya nyanyi Indonesia Tanah Pusaka bersama mereka. Di akhir nyanyi itu, saya dan mereka meneriakkan “Kami Cinta Indonesia” sebagai penutup dan diakhiri pula dengan foto bersama.
Nah untuk sesi pengambilan video ini, sesuai permintaan pihak Detik.com saya diwajibkan memasukkan tiga hal ke dalam video: pertama, memperkenalkan diri, kedua, mengapa saya cinta Indonesia, ketiga, kenapa saya berhak dipilih sebagai 66 petualang. Tentunya pada akhir video, saya diminta menampilkan unjuk kebolehan yang saya miliki, bisa nyanyi, nari, baca puisi, ato lainnya.
Btw, karena saya nggak berada di Jakarta, maka saya harus mengirimkan video ini. Sedangkan teman-teman lain yang kebetulan berada dalam wilayah Jabodetabek, mereka mengambil video di kantor Detik.com. inilah letak perbedaan dalam kualifikasi petualang ACI yang berada di Jabodetabek dan luar Jabodetabek, guys. Wawancara dengan saya juga melalui telepon lho.
Ow ya, kita balik lagi ke cerita pengambilan video tadi. Take video yang berulang-ulang ini membuat saya letih. Gimana nggak, waktu itu bulan puasa, dan suasana sangat panas. Saya mesti fresh dan berusaha meyakinkan pihak Detik.com agar saya terpilih. Setelah hampir satu jam lebih, take video pun selesai. Saya bersyukur banget deh cepat selesai, karena terus-menerus menahan tawa sih, haha.. Kalo saja Rexi dan kak Yandi inget, hehe..
Well, perjuangan belum berhenti sampai disitu saja. Saya harus menemui Satria, teman saya di Kwarda Provinsi Jambi, yang kantornya berada di Kotabaru untuk mengedit video saya. Ia dengan sabar meladeni saya dengan berbagai pertanyaan yang saya lontarkan. Teman semasa SMA ini juga membantu saya dalam memperkecil ukuran video menjadi di bawah 10 MB. Hmm, sungguh perjuangan ini belum selesai, kawan. Saya harus siap dengan kapasitas 10 MB itu, video saya agak buram, karena diperkecil. Tapi tidak mengapa, asal terkirim juga. Dan satu orang lagi yang membantu saya dalam memperkecil ukuran video ini adalah pacar saya, Heri. J
Video pun dikirim karena telah selesai diedit. Beberapa minggu selanjutnya saya menerima sebuah email tentang surat pernyataan apabila telah lolos seleksi menjadi 66 petualang. Selang beberapa hari setelahnya, saya kembali menerima telepon yang mengharuskan saya untuk tidak menceritakan penerimaan surat pernyataan tersebut kepada orang lain. Saya pikir, ada apa ya ini? Kenapa seperti dirahasiakan? Padahal saya belum tentu lolos.
Ternyata tepat pada 6 Agustus 2010, saya melihat pengumuman itu di website ACI detikcom. Saya lihat ke deretan nama B, dan alhamdulillah dengan seizin Allah SWT saya lolos menjadi salah satu dari 66 petualang ACI yang terpilih dari Jambi. Sungguh perjuangan saya selama itu terbayar sudah dengan berita gembira ini.
Next, kami (66 petualang) digabungkan dalam satu email untuk saling berkoordinasi dan berkenalan satu sama lain, saya menyebutnya milis ACI. Disana kami juga diinfokan tentang persyaratan yang harus kami lakukan agar perjalanan sebelum berangkat ke Jakarta selesai. Medical check up di Prodia, mengirim foto, dan mempersiapkan keberangkatan.
Yup, kloter pertama sudah berangkat, itu artinya saya yang berada di kloter kedua harus bersiap-siap (saat itu ada empat kloter keberangkatan). Saya berangkat dari Jambi pada 2 Oktober, hari sabtu, naik Garuda Airlines. Setibanya di Jakarta, saya dan teman-teman dikumpulkan di Hotel Grand Kemang. Kami diberikan materi, briefing, dan perkenalan sesama petualang dan tim Detikcom. Uniknya perkenalan yang singkat ini membawa kami dekat satu sama lain. Beragam orang dari berbagai daerah numplek jadi satu. Tentunya saya nggak mau tenggelam diantara mereka, kami saling bertukar cerita tentang daerah masing-masing.
Tercatat pada 4 Oktober, saya dan kak Atre, serta mas Dona dan aa’ Maman menjelajah Banten. Dalam kurun waktu 14 hari (daerah saya terkena jatah dua minggu untuk berkeliling) tersebut, saya mengunjungi banyak tempat, antara lain: Taman Nasional Ujung Kulon, Pulau Peucang, Canoying di Pulau Handeuleum, Karang Copong, naik Gunung Anak Krakatau, Snorkeling di sekitar Pulau Rakata, Mercusuar Cikoneng, Karang Bolong, Suku Baduy Dalam dan Luar, Masjid Agung Banten, Benteng Surosowan, Tanjung Lesung, Ocean Park, dan Jajan Jazz.
Kawan, saya mengikuti program ini tentu tertarik dengan kata GRATISnya. Tapi yang paling membuat saya tergiur adalah jalan-jalan keliling Indonesia untuk menyebarkan semangat cinta negeri kepada siapapun. Saya nggak pernah menyesal mengenal 65 petualang (bahkan sampai saat ini kami masih terhubung di milis). Saya yakin dengan mengunjungi dan mengenal daerah, maka akan timbul rasa cinta tanah air dan merasa memiliki dengan Indonesia. Prinsip saya, sebelum saya mengenal negara luar, saya ingin mengenal negeri ini dulu. Dan kalau bisa, berbuat sesuatu hal positif bagi Indonesia. So, tetap semangat ya bagi kamu yang mengikuti audisi ACI 2011. Jalani seleksi dengan baik, jujur, dan apa adanya. Salam Aku Cinta Indonesia!🙂

6 thoughts on “Kisah ACI Detikcom: Petualangan yang Menjalin Keakraban

  1. Cerita yang sangat menggugah hati🙂

    Terima kasih buat artikel ini, seru banget bacanya ! Sekarang saya yang lagi deg2an nunggu pengumuman tanggal 13 Juli nanti semoga saja bisa terpilih.

    Saya memang penggila berat jalan2 bahkan pekerjaan lama saya selama 10 tahun terakhir ini memberi saya kesempatan untuk mengunjungi negara2 di 4 benua setiap bulannya. Tapi sayangnya, saya malah belum memiliki kesempatan untuk menjelajahi negeri sendiri – sad but true.

    Kalo boleh, saya tertarik untuk bergabung di milis ACI 2010 untuk bisa mendengar langsung pengalaman2 dari para pesertanya – terima kasih sebelumnya.

    Salam – JERRY

    • wah syng sekali mas gak mencicipi indonesia dulu, hehe.. saya mah udh brkali2 mencoba ksmptan ke luar negeri tp blum bruntung, sprtinya memang hrus menjelajah indonesia dulu🙂 ow ya, utk milis aci 2010 sprtinya tidak bsa krna ini tertutup utk peserta aci 2010 saja, maaf y mas, trima ksih sblumnya, smoga lulus tahun ini, aminn..

  2. keren. saya jadi semakin bersemangat untuk ikut wawancara. hehehe
    thanks ya ud ngasih masukan ttg apa aja yang harus dijawab di wawancara nanti.
    doakan ya.
    semoga bisa ikutin jejak menjadi petualang ACI 2011. hehehe

    amien
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s