Buku Untuk Lutfi :)

Kemarin, 18 Juni 2011, saya bertemu dengan seorang anak kecil penjaga sandal/sepatu di lingkungan Masjid Agung Al-Falah. Waktu itu seperti biasa saya meletakkan sandal di tempat khusus sandal. Tapi entah kenapa baru kali ini saya ngeh kalau ada seorang anak kecil, cowok, yang menjaga sepatu itu dan meletakkan sepatu yang diletakkan sembarangan di atas tempat sandal. Padahal saya sering melakukan ibadah disana, tapi baru nyadar dengan sosok kecil itu.
Lantas saya duduk di sampingnya, dan bertanya: “Dek, idak sholat?”, lalu dia jawab, “Idak Kak, lagi jago sepatu.”
Degg, anak kecil ini jaga sepatu? Pikir saya. Kenapa anak sekecil ini bekerja ya?
Saya pun mengajak dia mengobrol sebentar. Saya tanya apa dia suka baca buku? Lalu dia menjawab iya. Sungguh tepat penjelajahan saya hari ini. Sebelum menuju tempat air wudhu’, saya memberikannya sebuah buku seri pengetahuan umum tentang Kain Tenun di Indonesia. Saya memberikan buku pemberian mas Kelik itu kepadanya. Wajah anak kecil itu pun berbinar-binar. Ahh, senang sekali melihatnya J
Ow ya kawan, anak kecil itu diketahui bernama Lutfi. Ia kelas 2 SD, dan bersekolah di SD N 45. Ketika dia menyebutkan nama sekolahnya ini, saya agak bingung, karena belum tahu dimana letak tempat ia bersekolah. Saya pun mengangguk saja. Lutfi menjaga sandal/sepatu itu setiap pulang sekolah.
“Setelah selesai sekolah, kami balik dulu ke rumah istirahat sebentar, dak lamo tuh kami kesini jaga sandal/sepatu orang yang mau sholat,” tuturnya.
Sungguh saya terharu, masih kelas 2 SD, tapi sudah terpikir untuk bekerja. Memang anak kecil selalu menyimpan sejuta rahasia yang orang dewasa pun kadang sulit mencernanya. Jujur, pertama kali bercakap dengan anak kecil di Masjid ini membuat saya bangga dengan sosok anak kecil dari Jambi.
Ia juga menceritakan keluarganya. Ayahnya seorang pekerja kecil-kecilan (lebih tepatnya saya lupa), dan ibunya hanya mengurus rumah tangga. Ia juga memiliki kakak, ia bercerita kalau kakaknya ini sudah tamat SMP dari SMP N 5, sekarang ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Saya jadi terpikir, seumur ini akankah ada anak Jambi lain yang mau bekerja? Adakah anak Jambi lain rela menghabiskan waktunya bekerja dibandingkan les di bimbel ternama atau bermain dengan limpahan kemewahan? Sungguh tidak salah saya berhenti di Masjid Agung Al-Falah ini, ia memberikan pelajaran kepada saya.
Kebetulan waktu itu saya sudah selesai sholat, dan kembali melanjutkan perjalanan ke Desa Muaro Jambi, untuk membawa buku yang akan disumbangkan ke PKBM Muaro Jambi. Buku itu adalah pemberian dari mas Kelik dan mbak Arne. Saya pikir memang tidak ada salahnya memberikan satu buku kepada Lutfi, bukan? Saya pun bertanya apa dia suka buku itu? Ia menjawab suka. Terlihat sekali kalau anak kecil ini hobi baca buku, batin saya. Sebelum meninggalkan jejak dari sana, ia mengucapkan: “Terimo kasih yo, kak.” Saya tersenyum menatapnya. J

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s