Milih Jurusan Layaknya Milih Pacar :D

Dua hari yang lalu, saya menerima sms dari seorang junior waktu sama-sama bekerja di harian anak muda di Jambi Ekspres, XPRESI. Riska, cewek yang baru tamat SMA ini bertanya kepada saya, “Kak, jurusan mudah di universitas apa ya?”

Sontak sms ini membawa saya ke tiga setengah tahun yang lalu, dimana waktu itu saya mengalami hal yang sama. Masih bertanya-tanya mau masuk mana dan ambil jurusan apa. Untungnya waktu itu tidak lama, saya langsung menemukan dimana saya harus menimba ilmu selanjutnya dan jurusan apa yang akan saya ambil. Mengapa itu tidak lama? Karena saya tahu dimana MINAT saya yang harus dikembangkan.

Sebelum saya memberi tahu tips memilih jurusan agar nggak salah pilih (selektifnya sama kayak milih pacar lho :D), saya mau memberikan cerita sedikit tentang apa yang saya alami pada 2007 lalu.

Well, minat saya untuk mengajar nggak bisa dibendung lagi, hal ini sudah saya jadikan passion hidup ketika orang bertanya: “Mau jadi apa besok?”. Lantas saya jawab: “Guru.” Jawaban itu saya lontarkan dengan mantap, tanpa ragu-ragu. Saya yakin menjadi guru adalah cita-cita yang saya inginkan, ditambah lagi senang rasanya bergaul dengan anak muda dan bisa membuat mereka bersemangat dalam mengejar impian, hal itu telah menjadi darah daging yang nggak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Mo orang tua saya bilang kamu masuk jurusan ini aja daripada jadi guru, it’s a big NO!

Ternyata orangtua saya menyerahkan sepenuhnya kepada saya agar memilih jurusan sesuai keinginan. Thanks God, mereka begitu pengertian dengan saya. Mereka menyerahkan sepenuhnya cita-cita anaknya agar menjadi pribadi yang berguna bagi nusa dan bangsa kelak.

Alhasil, karena saya ngebet banget ama bahasa Inggris, tanpa pikir panjang saya memilih FKIP Bahasa Inggris sebagai tujuan ilmu selanjutnya. Ini bukan karena saya menganggap bahwa bahasa Inggris mudah, tapi karena minat dan passion saya di bahasa Inggris, serta menjadi guru adalah cita-cita luhur yang saya miliki sejak SD. Jadi sebenarnya untuk mencari hal yang mudah itu relatif, semua tergantung ama minat, passion, kemampuan, dan tawakal. ^_^

Waktu ikut SPMB tahun 2007, saya memilih Universitas Sriwijaya dan Universitas Jambi sebagai pilihan universitas, kemudian bahasa Inggris dan Agribisnis sebagai pilihan jurusan. Satu hal yang patut diketahui, saat melamar menjadi calom mahasiswa baru, kita harus memiliki 3 pilihan jurusan. Nah, ketiga pilihan ini menurut saya mewakili tiga hal: paling disukai, setengah disukai, dan tidak disukai. Bahasa Inggris Unsri dan bahasa Inggris Unja menempati posisi I dan 2, sedangkan Agribisnis Unja sebagai posisi ke-3. Kalo kalian mo milih jurusan khusus IPC (IPA+IPS) harus memberikan 3 pilihan tersebut, tapi lain halnya dengan IPA dan IPS, itu khusus jurusan yang ada kaitannya dengan IPA atau IPS.

Karena saya anak IPA waktu SMA dan memilih bahasa Inggris yang notabene masuk ke bagian IPS, jadi saya mati-matian belajar IPS waktu ikut bimbel di Primagama. Ya, meski IPS nggak sesulit IPA yang banyak menghitung, tapi disini letak kesulitannya adalah menghapal dan mengingat T__T. Tapi nggak boleh berhenti dan putus asa dong? Saya terus belajar, belajar, dan belajar, serta bertanya kepada mereka yang ahli di bidang ini. Saya sadar, ketika itu diberitahu oleh tentor Primagama kalo pengin masuk bahasa Inggris harus meninggikan nilai IPS karena bahasa Inggris masuk dalam daftar IPS. So, daripada masuk Agribisnis, lebih baik saya menempuh kerja keras di IPS untuk masuk bahasa Inggris bukan?

Guys, Tuhan memang maha mengetahui apa yang diinginkan hambaNya, dan Ia telah mengabulkan permintaan saya, masuk FKIP Bahasa Inggris. Meski tidak masuk ke Unsri, tapi saya beryukur lolos di Unja, murni lewat SPMB, murni dari otak saya yang kerja hampir tiap hari, hehe.. Alhamdulillah, Ia telah membukakan jalan yang terbaik untuk saya ^_^

Masuk Unja bukan nggak mungkin mendapat pandangan miring dari orang lain. Emang sih ada yang bilang: “Masuk Unja, Bel?” dengan tatapan sinis, tapi saya senyum saja. Saya yakin yang bikin seseorang ‘keren’ itu bukan karena dia masuk di universitas bergengsi, tapi ‘keren’ kalo masuk di jurusan yang paling diminati! Dari situ saya buktikan kalo Unja nggak layak dipandang sebelah mata, meski disana sini terdapat berbagai kekurangan, tapi saya yakin kalo tiap mahasiswanya memberikan yang terbaik dan berprestasi, maka dengan sendirinya universitas yang awalnya dicibir itu menjadi universitas TOP (meski saya akui kalo proses menjadi TOP di Unja belum signifikan :D).

All right, here are my ways to enter the department that I like, supaya nggak salah milih, hehe..  Kalo kamu bisa memilih pacar dengan selektif, kenapa hal itu nggak kamu terapkan dalam memilih jurusan. Salah milih jurusan bisa berakibat fatal terhadap masa depanmu lho guys, so ikuti petunjuk di bawah ini ya.

Minat/Passion

Pernah menginginkan sesuatu sampai kamu nggak mau melepaskannya? Pernah merasakan sesuatu hal yang kamu rasa ingin dilakukan seumur hidup? Atau bahkan mungkin memiliki cita-cita besar untuk menjadi maestro musik? That’s passion!

Passion harus dimiliki oleh setiap orang. kalo dia kuat dengan passion yang sudah dimiliki maka bakal enak tuh hidupnya. Trus satu lagi, minat. Minat ini berhubungan dengan apa yang paling kamu sukai. Misalnya kamu suka musik, kenapa nggak masuk jurusan yang berkaitan dengan musik? Lalu kamu suka menulis dan suka bercerita dengan banyak orang, kenapa tidak memilih jurusan jurnalistik? Atau suka menggambar rumah beserta model properti? Ambil jurusan teknik atau desain grafis saja!

Intinya sesuaikan jurusan yang kamu pilih dengan minat yang kamu sukai. Jangan salah pilih ya, karena sekali kamu salah pilih, ini akan menjadi boomerang bagi kamu terhadap karir di masa depan. Saya justru melihat hal ini di sekeliling saya, kan sayang sekali uang yang dikeluarkan oleh ortu tidak dimanfaatkan dengan baik gara-gara kamu nggak minat di bidang itu?

Untuk mengetahui apa yang kamu sukai dan bakat kamu dimana, baiknya kamu membaca buku Thomas Amstrong yang berjudul: Kamu Itu Lebih Cerdas dari Yang Kamu Duga. Di buku ini terdapat 8 kecerdasan majemuk yang kesemuanya pasti ada di diri kamu, dan tentunya bisa dikembangkan menjadi jurusan yang bakal kamu pilih lho.

Lihat passing grade

Kalo kamu udah mantep milih jurusan yang sesuai diinginkan, saatnya melihat passing grade jurusan tersebut. Passing  grade ini bisa kamu lihat di lembaga bimbel atau informasi dari orang yang mengetahuinya. Passing grade adalah suatu ukuran dimana apakah bisa kamu masuk ke jurusan itu atau tidak, passing grade juga bisa menjadi tolak ukur agar kita bisa belajar lebih baik.

Waktu saya ikut bimbel dulu, saya selalu melihat nilai saya apakah sudah cukup untuk masuk ke FKIP Bahasa Inggris. Kalo belum berhasil tembus, di try out berikutnya saya harus meninggikan nilai itu, belajar IPS lebih giat, agar tujuan tercapai. But please remember, passing grade ini relatif lho, kadang waktu di try out I dan II, nilai saya berbeda, maka dari itu harus konsisten dalam belajar.

Akreditasi universitas

Mau masuk UI? Lihat dulu akreditasinya. Ato mo mencoba Unja?  Kamu juga harus lihat akreditasinya. Untuk beberapa universitas yang bergengsi tentu memiliki akreditasi yang bagus, beda halnya ama Unja, akreditasi universitas ini belum beranjak naik dari C. T______T

Seringkali akreditasi yang masih di bawah rata-rata dianggap tidak bagus, tapi menurut saya justru akreditasi yang masih rendah itu lah yang membuat semua civitas akademia terus ebrlomba-lomba dalam meningkatkan kemampuannya untuk meraih akreditasi terbaik. Saya sendiri menilai nggak perlu muluk-muluk nyari universitas yang akreditasinya bagus kalo kita sendiri nggak niat buat belajar di jurusan universitas tersebut. Prinsipnya gini, kalo toh kamu diterima di universitas yang akreditasinya rendah tapi jurusannya sesuai keinginan kamu, ambil aja dan disyukuri. Sebaliknya kalo diterima di universitas yang akreditasinya tinggi tapi nggak sesuai dengan jurusan yang kamu sukai, mending pikir dua kali deh.

Bukan bergantung pada akreditasi, tapi bergantung bagaimana kamu bisa meningkatkan kualitas diri sebagai mahasiswa. Toh seandainya kamu memutuskan untuk memilih akreditasi tinggi tapi nggak sesuai keinginan, kamu harus siap dengan segala konsekuensinya ya!

Tanya

Bertanya tentang jurusan yang akan kamu pilih ke mereka yang lebih dahulu menggelutinya nggak salah kok. Misalnya kamu mo masuk Unja, jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, setidaknya kamu bisa tanya ke kakak senior yang kamu kenal, ato cari kenalan dari siapapun, buat tanya berbagai hal mengenai jurusan ini. Dari info yang didapat pastinya berguna buat kamu, seperti kamu bisa tahu siapa aja dosen yang mengajar, bagaimana proses belajar mengajar di kelas (yang tentunya beda banget waktu pas SMA), berapa biaya per semester, dan sebagainya.

So, masih percaya kan ama pepatah ini: “Malu bertanya sesat di jalan”?

Belajar dan belajar

Semua tips di atas sudah kamu lakukan, sekarang waktu nggak boleh disia-siakan dong? Belajar yang rajin adalah kunci utama. Sejauh mana kamu bekerja keras untuk masuk di jurusan yang kamu idam-idamkan, pasti memberikan hasil terbaik nantinya. Kamu bisa belajar dari buku-buku SNMPTN/SPMB/SMPTN, ato ikut bimbel yang menyediakan paket belajar masuk Perguruan Tinggi Negeri.

Biasanya nih, soal-soal yang keluar untuk tahun ini berasal dari soal-soal tahun sebelumnya. Pastikan kamu memiliki teman yang sudah lebih dahulu masuk universitas untuk meminjam soal miliknya tahun lalu. Syukur-syukur kalo teman kamu masih menyimpan ya, hehe.. Kalo nggak cari cara lain. Yang penting belajar dengan halal aja ^_^

Well, kalo kamu sudah melaksanakan beberapa poin di atas, yang kamu perlu lakukan sekarang adalah berdoa dan bertawakal. Percayakan kepada Yang Maha Kuasa untuk memberikanmu kesempatan agar bisa masuk ke jurusan yang kamu sukai. Berdoalah kepadanya terus menerus sesuai agamamu masing-masing, beribadahlah sesering mungkin, dan terakhir serahkan semua keputusan kepadaNya. Yup, bertawakal adalah kunci terakhir.

Saya sangat berharap siapapun kamu yang membaca tulisan ini bisa lolos masuk jurusan/universitas yang diimpikan. Teruslah berjuang meraih mimpi. Dan tetaplah percaya kalo Tuhan selalu mendukung apa yang terbaik untuk kita. ^_^

23 thoughts on “Milih Jurusan Layaknya Milih Pacar :D

  1. aku suka banget sama artikel kk , aku sma deh sma kk , aku suka banget bhsa inggris mmng gak mudah sih , tp aku minat banget kk , dn mmng pengen jd guru sih😀 , oh ya kk akreditas FKIP b.inggris di unja apa ya kk ? mksh kk🙂 mohon bimbingannya

  2. kak aku pengen banget fkip jur geografi,tp mikir lagi untuk kedepannya apa mudah ngejalanin nya .kayak kaka skrg di b.inggris,gimana cara belajar ny ?

    • halo zelvi salam kenal. karena kk suka dan belajarnya sejak kecilm ya jd bawaannya enak aja kalo belajar b.inggris. kamu bisa belaajr b.inggris dr menonton siaran tv/film b.inggris,lagu2,atau baham bacaan anak muda berbahasa inggris jg. klo kamu suka dgn jurusan geografi ya jalanin aja,kenapa ragu>

  3. kk, mau tnya nih…
    sya di SMA jurusan nya IPS,, kalo pngen masuk jrusan agribisnis kira2 pluang ke trimanya gmna ya kak..,, apa sya hrus bljar yg mapel ipa dlu.,??
    trims

    • halo salam kenal.. kalo kamu pengen di agribisnis,kamu bisa belajar lagi,kalo dirasa susah belajar sendiri,bagunya ambil bimbel menuju snmptn yg jurusan IPA ya,atau belajar dr skrg bisa,cuma sayangnya ilmu IPS gak kepake ya😦 good luck!🙂

  4. saya mau tanya kak, Bagaimana kalau misalnya saya mengambil jurusan FKIP Bahasa inggris tapi itu berdasarkan saya suka Bahasa Inggris tapi di satu sisi saya menyadari bahwa saya dikatakan dalam kategori biasa saja kalau di pelajaran Bahasa Inggris padahal sebenernya saya suka pelajaran itu.. Menurut kakak bagaimana apakah saya salah mengambil tindakan? karena saya juga kurang percaya diri apakah saya bisa mengikuti pelajarannya? dan takut untuk mengambil resiko kak. tolong kasih saran ya kak, thanks🙂

    • yg harus kamu lakukan adalah belajar dan percaya diri, meski kita kurang pengetahuan disana, tp kalau ada keinginan utk belajar dan pd bahwa kita bisa, apsti insyaallah bisa🙂 semangat ya!

  5. Kak, mau tanya nih ..
    Saya di SMA jurusan ipa, tapi mau ngambil jurusan Bahasa inggris. Tapi saya blum ikut bimbel ips gitu. Gimana donk kak ? Apa bisa ya kira” ?

  6. Assalamualaikum kakak,
    Kak saya ingin bertanya saya ingin meneruskan kuliah diunja namun saya binggung mau mengambil jurusan apa,jurusan yang saya ambil di SMA ips saya ingin ngambil jurusan hukum tetapi saya blm tau apa saja yang di pelajari di ilmu hukum dan apa yang saya perlu dalami dalam ilmu hukum tersebut
    Terimakasih kak

  7. Kuliah di unja mnrt bunda kyk gmn?
    Kmi skrg msh klas 11murid bunda:D tp smpe skrg msh bnggung mau ambil jurusan ap bun-_-

    • kuliah dimanapun tidak masalah annisa, yg terpenting diri kita mau banyak belajar dr sana atau gak. annisa kelas 11 sma atau smk? nanti sharing aja sama bunda atau bunda ber,insya Allah gak bingung lg🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s