Terbang Bersama Buku di Hidupku

Masih ingat ketika saya menulis tentang beberapa aktivitas yang saya sukai beberapa waktu lalu? Salah satunya ya itu, membaca. Entah kenapa saya sangat menyukai BUKU. Mau buku baru atopun buku bekas, semuanya saya lahap, asalkan sesuai dengan jenis buku yang saya sukai. Bagi saya, membaca adalah aktivitas yang paling menyenangkan. Saya bisa duduk sambil membaca untuk waktu yang lama, diam, dan hanyut di setiap kata-katanya.

Refleksi dari gemar membaca itu lah yang ingin saya tularkan kepada semua orang. Saya ingin semua orang mau membaca, toh itu sudah dianjurkan oleh Allah SWT bukan? Dalam Al-Qur’an surat Al-Alaq ayat 1-5 diperintahkan bahwasanya manusia diwajibkan untuk belajar dan membaca. Membaca disini bukan hanya membaca Al-Qur’an saja, tapi juga membaca semua hal yang ada di muka bumi ini. Membaca dalam arti yang lebih luas, agar kita dapat menambah ilmu pengetahuan yang dapat berguna bagi kemaslahatan umat manusia.

Orangtua saya sangat memperhatikan buku bacaan yang saya baca. Sejak kecil mama sudah membelikan majalah Bobo atau majalah anak-anak lainnya, papa pun demikian. Saya ingat betul waktu di Nipah Panjang, Tanjabtim, tidak begitu banyak toko buku yang ada. Kalopun ada, itupun hanya 2-3 toko, dan buku yang dijual buku bekas semua. Meski kondisinya begitu, saya nggak henti membeli buku disana. Bahkan sempat ada kejadian yang memalukan gara-gara buku lho, kalau ingat itu saya ngerasa bego’ banget deh, hehe..

Ow ya, keluarga orangtua saya yang berada di Palembang kerap membelikan buku untuk saya. Biasanya mereka membelikan komik atau majalah untuk saya, lalu mengirimkannya ke Nipah Panjang lewat paket. And you know what, kiriman buku itu sebesar kotak air minum lho. Kebayang kan banyak banget kiriman buku itu untuk saya? Waktu itu saya merasa menjadi juragan buku ^_^

Dengan banyaknya buku, komik, dan majalah di rumah, saya nggak segan meminjamkannya kepada teman-teman saya di SD dan SMP. Saya merasa senang jika mereka meminjam buku-buku tersebut. Saya nggak segan-segan mereka memilih barang paling berharga itu. Saking banyaknya peminat peminjam buku itu, saya sampai bikin perpustakaan di rumah, tiap pulang sekolah saya selalu menggelar buku-buku di samping rumah. Saya meletakkanya di atas meja kecil, tidak terlalu besar, namun juga cukup menampung buku-buku itu. Jadi ceritanya, buku-buku itu saya sewakan. Haha, kecil-kecil udah punya otak bisnis nih! Saya menyewakan per bukunya Rp.100,- so do you think it’s the cheapest cost, right? Lumayan lah buat nambah uang jajan, plus ngebantu teman-teman untuk bisa menikmati bahan bacaan. Tapi terkadang adapula teman saya yang meminjam tanpa memberikan uang, hal ini dikarenakan ia tidak memiliki uang. Saya pun meminjamkannya dengan ihklas, nggak peduli apa mereka ada uang ato nggak, yang penting mereka mau membaca.

Honestly, apa yang saya lakukan ketika masa kecil di Nipah Panjang dulu benar-benar suatu hal yang patut saya syukuri. Senang rasanya bisa berbagi dengan teman-teman, apalagi ketika mereka bilang: “Bel, bukunyo bagus nian, makasih yo.” Tak ada yang dapat menggantikan perasaan itu tatkala kita mau berbagi dengan orang lain. Saya sungguh mensyukuri peristiwa beberapa tahun tersebut. Kalau ingat kejadian itu, hati saya tergerak untuk melakukan hal yang sama di zaman serba modern ini, memberikan taman bacaan gratis bagi siapapun yang ingin membaca.

Keinginan saya itu sedikit terlaksana ketika saya melaksanakan KUKERTA di Desa Muaro Jambi, sebuah desa yang terletak di dekat Candi Muaro Jambi. Dari awal teman-teman mengusulkan proker apa saya yang ingin dilaksanakan disini, saya dengan semangat mengusulkan agar memberikan taman baca bagi masyarakat. Yup, pengadaan buku bekas lebih tepatnya. Niatnya sih kami ingin membeli buku baru, tapi berhubung tak satu pun proposal kami yang masuk dan disetujui oleh berbagai instansi-instansi yang terhormat, maka saya agak bergeser ke pengadaan buku/majalah bekas.

Impian saya akhirnya terwujud. Awalnya hanya saya yang berinisiatif menyumbangkan buku bekas, saya obrak-abrik majalah-majalah dan komik-komik yang ada di lemari khusus penyimpanan buku. Rata-rata buku yang saya sumbangkan dari dalam lemari itu sekitar 20-an. Saya juga dibantu oleh beberapa teman satu posko yang turut menyumbangkan buku bekasnya. Sungguh, saya sangat berterimakasih atas niat baik itu. Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua, teman.

Tidak berhenti disitu saja, saya pun berinisiatif untuk menyebarkan informasi bagi teman-teman yang ingin menyumbangkan buku bekasnya yang masih layak pakai ke taman baca yang ada di posko dan menyalurkannya juga ke Taman Baca PKBM Muaro Jambi. Informasi ini saya tulis di status updates facebook dan timeline di twitter saya, @infoJBI, dan mention ke teman-teman saya, serta mengirim sms ke berbagai teman. Alhasil banyak orang yang peduli dengan gerakan ini. Makin banyak yang nyumbang, makin senang pula saya! Ini berarti tingkat kepedulian teman-teman yang merespon apa yang saya tulis sangat tinggi. Mereka menyumbangkan dengan ihlas, mata saya berbinnar-binar tatkala mereka memberikan buku tersebut. Saya sontak mengucap syukur kepada Allah SWT, ternyata banyak sekali yang peduli agar anak Indonesia gemar membaca. What a happy life!

Sampai saat saya menulis tulisan tentang buku ini, sudah 11 orang yang menyumbangkan bukunya, beberapa ada yang belum saya ambil dengan teman-teman saya. Mereka yang menyumbang antara lain kak Meila, kak Maya, Uchy, kak Resty, Ein, Heri, Andien, kak Nando, Titia, Oky, dan mbak Nani. Dari mereka-lah buku-buku bekas itu bertambah, hingga jumlahnya mencapai 200-an. Buku-buku bekas itu masih sangat bagus ketika saya menerimanya. Bahkan masih ada yang diplastikin alias belum dibuka sama sekali buku tersebut. Ckckckck, saya sangat berterima kasih kepada mereka. Apa yang mereka sumbangkan tersebut sangatlah bervariasi jenisnya. Dari mulai buku pelajaran hingga komik, majalah anak-anak hingga majalah remaja. Tak ketinggalan pula buku motivasi, novel, dan lain-lain. Semua buku tersebut sebagian sudah saya sumbangkan ke Taman Baca PKBM Muaro Jambi, selebihnya masih ada di posko saya karena anak-anak sangat sering berkunjung ke posko untuk meminjam buku. Senang sekali lho melihat mereka antusias menanyakan buku yang mereka mau, trus mereka membaca di depan saya ato membawa pulang buku tersebut.

Buku-buku itu sangat berguna bagi masyarakat disini, terutama anak-anak. Ya, rata-rata yang meminjam buku adalah anak-anak, berlanjut ke remaja. Majalah anak-anak dan komik adalah dua jenis buku yang kerap dipinjam. Mereka kadang harus bergantian hari untuk mendapatkan jenis buku yang sama. Misalnya si A pinjam buku D hari ini, trus si B mo pinjam buku D juga, tapi karena si A lebih dahulu meminjam buku D, maka si B harus mengalah sampai si A mengembalikan buku itu ke posko. Seperti itulah kira-kira kondisi pinjam meminjam buku, hehe.. Senyum saya langsung terkembang seketika ^_^

Guys, saya masih punya ide selanjutnya nih, saya ingin membangun taman bacaan gratis bagi anak-anak kurang mampu, anak jalanan, dan anak-anak yang memiliki semangat untuk membaca. Ide ini ingin saya wujudkan di kota Jambi, tapi belum tahu pasti kapan akan terlaksana. Begitu banyak rencana mengenai taman baca gratis ini di kepala saya, ide-ide tersebut mengalir deras, tapi saya bingung mau mulai dari mana. Bagaimana mengumpulkan anak-anak dan remaja, bagaimana membuat mereka mau membaca, dan yang lebih penting dimana tempat strategis bagi mereka untuk membaca. Saya berharap ide ini akan berlanjut setelah saya melaksanakan KUKERTA. Doakan ya teman-teman semoga ide tulus ini bisa terwujud, ammiiiinnnnnn…

All in all, saya berterima kasih kepada mereka yang telah membuat buku dan majalah bagaikan selezat tekwan, pempek, bakso, soto, dan es krim (ini daftar makanan kesukaan saya, hehe..). Kalau ada dua pilihan antara shopping baju ato shopping buku, saya pasti memilih shopping buku! Biasanya cewek-cewek suka kalap berbelanja baju, saya justru kalap membeli buku (sekitar 200rb saya habiskan untuk berbelanja buku!). Saya juga berterima kasih kepada orangtua dan keluarga saya yang telah membuka mata saya untuk dapat membaca dan mendapatkan ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya. Mereka memberikan kesempatan kepada saya melalui buku. Mereka membuat saya cinta mati dengan buku, tak ada yang dapat menggantikan benda ini, kawan. Tak lupa saya berterima kasih kepada teman-teman yang telah menyumbangkan sebagian bukunya agar anak-anak Indonesia dapat menikmati bacaan yang berkualitas. Mereka sungguh berhati mulia menyisihkan bukunya untuk anak-anak Indonesia. Terakhir, kepada teman-teman masa kecil saya, teman-teman saya saat sudah beranjak remaja dan dewasa, serta anak-anak Desa Muaro Jambi yang mau membaca dan membuka ilmu pengetahuannya dari sepotong buku. Semoga apa yang kalian baca dapat menjadi bekal di masa tua nanti, dan menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas dan dapat membangun negeri ini lebih baik lagi.

Aku ingin terbang bersama buku-bukuku!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s