Ketika Harus Flashback Satu Tahun di Workshop Menulis ETF-TROTOAR

Ini malam senin, ya malam senin, suatu malam yg harus kita persiapkan dengan baik sebelum hari senin datang. Ngomong2 ada apa ya di hari senin besok? Kalian punya rencana mungkin?

Saya mau cerita tentang hari senin besok, saya ingin flashback ke satu tahun yg lalu, dimana saya bersama-sama teman di Trotoar Unja mengikuti Workshop Menulis ETF-TROTOAR. Sekitar 25 orang mengikuti workshop yg dipandu oleh mas Andreas dan mas Fahri. Dan besok, tepat satu tahun workshop menulis angkatan kedua di Jambi diadakan. Perasaannya? Bersyukur alhamdulillah karena TROTOAR masih diberikan kepercayaan oleh ETF untuk menyelenggarakan workshop ini.

Saya ingat betul ketika setahun yg lalu workshop ini diadakan. Dari awalnya saya tidak kenal mas Andreas sama sekali, hingga suatu hari saya melihat nama mas Andreas di suatu website berita, tercantumlah nama beliau disana. Entah mengapa saya gerakkan tangan ini untuk melakukan pencarian nama Andreas Harsono di Facebook. Finally I found it! Yes, saya melakukan percakapan dan bertanya2 kpd mas Andreas. Hingga suatu saat mas Andreas bertanya kpd saya, apakah Trotoar mau bekerjasama dlm menyelenggarakan workshop menulis? Otomatis saya terkejut, saya baru kenal dgn beliau, tapi mas Andreas berani bertanya kpd orang yg belum diketahuinya secara langsung dan tatap muka. Setelah saya berdiskusi dgn beliau, kami pun setuju, ya Eka Tjipta Foundation meminta kami untuk menjadi partnernya, ditambah pihak PT.WKS yg bersedia menyediakan penginapan dan tempat untuk pelatihan ini. Saya senang, bangga, dan nggak percaya bisa menyelenggarakan acara ini untuk Trotoar, ya untuk sebuah organisasi yg membesarkan pemikiran dan cara pandang saya.

Mulai saat itu, November 2009, saya bersama rekan2 di Trotoar mulai sibuk mengorganisir acara se-kota Jambi ini. Peluang kami ambil dgn konsekuensi kami harus belajar banyak  dari workshop ini. Sewaktu mencari semua hal yg berkaitan dgn workshop ini pun kami merasakan berbagai pengalaman, mulai dari susahnya mencari peserta yg bisa nulis dan sesuai dgn kriteria, hingga hal-hal teknis yg harus diselesaikan secepatnya sebelum workshop berlangsung. Saya pun kerap dihubungi mas Andreas, pagi, malam,ataupun siang beliau selalu menanyakan perkembangan workshop. Mbak Lia dari ETF juga sering berkomunikasi dgn saya, tapi sayangnya saya tidak bertemu dgn beliau sewaktu mas Andreas ke Jambi. Hingga 3 bulan lamanya mempersiapkan workshop pertama yg dieprcaya oleh ETF, akhirnya pada 15 Februari pun tiba. Yaayyy, hasil kerja keras kami terbayar sudah, 25 peserta cukup antusias menjalani workshop. Ahh,  tiba2 saya ingin kembali ke masa2 itu kawan, hehe..

Saya ingin memanggil mereka:

Dimas

Alsep

Rahmat

Sopian

Kak Joni

Mas Abid

Kak Allie

Melly

Rida

Irna

Silvi

Andien

Anike

Kak Chandri

Kak Erisma

Rahayu

Ade

Pak Ronald

Dan beberapa Bapak2 dan Ibu2 dari PT.WKS yg juga mengikuti acara tersebut (maafkan saya lupa namanya ^_^)

Cerita workshop ini nggak lepas dari Rahmat, jargonnya yg kental seperti: “Ini apa, Buk?”, dan dijawab mas Andreas dgn guyonannya: “Ini tangan saya, Dek,” haha..sontak membuat kami tertawa terbahak-bahak. Jargon ini muncul ketika kami selesai survey wawancara di Dusun Sumber Sari. Biasanya kalo selesai mewawancarai penduduk disana, kami kan capek tuh, nah ini nggak, si Rahmat jadi bahan guyonan mas Andreas, dan kami terhibur karenanya. Ow ya, waktu itu saya mewawancarai keluarga pak Saeno, keluarga transmigrasi yg terpaksa pindah dari Aceh Singkil ke Jambi karena Aceh bergejolak. Hmm, apa kabar pak Saeno ya? Saya kangen dengan keluarga itu ^_^

Well, sekarang udah hampir satu tahun workshop yg dulu saya dan teman-teman buat terkenang kembali. Saya selalu tersentuh jika harus flashback ke masa lalu, mereka memberikan pengalaman yg nggak akan bisa tergantikan oleh apapun. Ya paling enak tuh ya flashback, apapun itu. Kini menjelang workshop menulis angkatan kedua dimulai, saya ingin berterima kasih kepada mas Andreas yg sudah mempercayakan Trotoar untuk mengorganisir acara hingga kepengurusan Irna dan Silvi, kpd ETF yg sudah percaya kalau kami mampu menjadi partner yg baik, mas Fahri yg nggak lelah kasih motivasi kami menulis, mbak Lia yg selalu sabar mendengar curahan hati tentang workshop dahulu, semua pihak PT.WKS yg sudah bersedia menyediakan tempat untuk workshop,  teman2 di Trotoar yg sudah berkomitmen menyelenggarakan acara dgn baik (tentunya di kepengurusan saya) dan juga teman2 Trotoar yg kini berada di angkatan ke 5, serta semua peserta Workshop Menulis ETF-TROTOAR angkatan I dan II yg saya salutkan. I proud of you guys, really! Teruslah memberikan tulisan terbaik di Jambi. Meski kita nggak cantik dan nggak cakep serta nggak punya harta, tapi biarkan kata-kata mengubah dunia. Kuat berkata, kuat hidup kita!

2 thoughts on “Ketika Harus Flashback Satu Tahun di Workshop Menulis ETF-TROTOAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s