Mengapa Saya Cinta Lingkungan?

Actually the information about global warming and climate change had known since 2005, as I ever read in magazine which told about that. Waktu itu sih cuma sekedar baca aja, nggak ngelakuin apa-apa, dan pada akhirnya saya menemukan iklan Lomba Karya Tulis Lingkungan se-Provinsi Jambi yang diadakan oleh KKI Warsi Jambi pada April 2008 lalu. Saya ingat betul iklan tersebut terpampang di koran Jambi Ekspres di halaman kedua. Bentuknya sih nggak sebesar iklan rokok ato iklan motor, tapi itu justru menarik perhatian saya. Selanjutnya saya pun membaca dengan seksama, dan berkata dalam hati: “Wah keren nih, berhubungan dengan lingkungan lagi.” Berhubung saya nggak pernah mengikuti lomba karya tulis apapun sejak SMA (hanya menulis sesekali di koran lokal), saya PD aja mengikuti lomba itu, saya lantas berpikir untuk meminta pertolongan dosen Bahasa Indonesia pada semester 2 kala itu. Alhamdulillah, Pak Edy mau membantu saya yang sama sekali buta soal karya tulis.

Saya pun mengumpulkan berbagai informasi dari buku, majalah, tabloid, koran, poster, internet, dan lainnya tentang lingkungan. Nggak dipungkiri saya berkali-kali menulis dan merevisi kembali tulisan yang saya buat. Capek? Pastinya. Saya bahkan menulis nya hingga pukul 12, lewat tengah malam di kala orang lain sedang nikmatnya tidur. Saya sadar ini kompetisi menulis yang pertama kali saya ikuti tingkat provinsi Jambi, jadi saya bertekad membuatnya semaksimal mungkin. Nggak bisa dipungkiri dukungan dari Pak Edy membuat saya terpacu menghasilkan tulisan yang nggak ngasal. Apalagi beliau berkali-kali merevisi tulisan saya, menghilangkan beberapa bagian yang nggak perlu, dan selalu menyemangati saya.

Well, akhirnya karya tulis yang saya buat itu saya kumpulkan ke markas KKI Warsi Jambi, saya mengisi formulir pendaftaran, dan pulang ke rumah dengan berjuta harapan. Ini adalah kompetisi pertama, karya tulis pertama, tingkat provinsi pula, harapan saya hanya satu: “Berikan saya yang terbaik Tuhan.”

After waiting the result about one month, sampailah pada suatu pagi saya mendapat sms mengenai pemberitahuan pemenang lomba ini. Penyerahan hadiah akan diberikan di WTC Batanghari, kalau nggak salah waktu tepat pada bulan lingkungan hidup, Juni 2008. Saya memberanikan diri datang menghadiri pengumuman  tersebut, dua teman saya yaitu Lola dan Kak Nur turut menemani, tapi mereka hanya sebentar bersama saya, karena mereka ingin pulang. Dan saya praktis sendirian di tempat tersebut, tanpa teman, dan pelanga-pelongo sendiri, hehe.. Satu hal yang saya nggak menyangka, saya bertemu dengan teman lama syaa waktu SMP di WTC, jadilah saya punya teman ngobrol. Nggak lama kemudian, teman SMA saya, Pepi, menghampiri saya, kami pun berbincang-bincang. Saya memberitahu dia tujuan saya ke WTC, dan dia pun berdoa yang terbaik untuk saya. Kami pun naik ke lantai I, sambil mengobrol-ngobrol dan saya tetap mendengarkan dengan seksama hasil pengumuman itu.

Pemenang III dan II pada kategori mahasiswa sudah disebutkan, tinggallah pemenang I, saya deg-degan, mungkin saya nggak mendapat peringkat di lomba ini. Mungkin karya tulis saya nggak memenuhi kriteria pemenang, ahh apa mungkin saya dapat juara I? Mustahil banget untuk ukuran anak bawang yang baru pertama kali ikut lomba karya tulis se-provinsi. And I wait, wait..and just wait, finally my name, yes my name!

“Pemenang I dalam lomba karya tulis lingkungan tingkat mahasiswa diraih oleh mahasiswi Universitas Jambi dengan judul Dampak Perubahan Iklim terhadap Manusia, Hewan, Tumbuhan, dan Lingkungan, Bella Moulina.”

SPEECHLESS. GUGUP. UNBELIEVEABLE. SEPERTI MIMPI.

Saya langsung bertanya ke Pepi, apa dia juga mendengar nama saya disebut sebagai pemenang pertama? Apa benar? Apa itu nggak salah sebut? Dan Pepi bilang itu BENAR. Karya tulis saya berhasil jadi juara I di tingkat provinsi Jambi! Oh Tuhan, saya sangat bersyukur, nggak henti-hentinya ucapan syukur saya lontarkan kepadaNya.

Naik ke atas podium di hall WTC Batanghari, dilihatin banyak orang, menerima hadiah, dan diberi ucapan selamat oleh petinggi KKI Warsi, nggak bisa saya lukiskan dengan kata-kata. Senangnya minta ampun, dan rasa nggak percaya masih menyelimuti saya. Ternyata Tuhan memberikan yang terbaik untuk saya, dan itu untuk pertama kalinya.

Nah sejak saat itulah saya seperti addicted dengan lingkungan. Semua hal yang berkaitan dengan informasi lingkungan saya ikuti perkembangannya, baik itu dari televisi, koran, majalah, tabloid, internet, ato informasi dari teman dan organisasi pecinta lingkungan. Selain itu saya mulai berburu pernak-pernik bertuliskan lingkungan, saya membeli pin dan tas berkampanyekan bumi ini. Saya juga mulai merecoki teman-teman saya untuk menjaga bumi, nggak buang samah sembarangan, hemat energi, and another ways to save this earth. Yup, I think we can start from the little things, right? Nggak usah muluk-muluk melakukan perubahan besar bagi lingkungan, mulai dari hal kecil dulu aja, sekecil apapun pertolongan kamu untuk bumi, pastilah bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia yang akan datang.

Kesempatan untuk menyebarkan pesan lingkungan kepada semua orang yang saya kenal berlanjut ketika saya menjadi wartawan di halaman anak muda Deteksi Jambi (sekarang berubah menjadi Xpresi Jambi Ekpres), waktu itu saya khusus meliput halaman Green Corner, halaman lingkungan untuk menggerakkan anak muda Jambi juga melakukan hal yang sama seperti saya. Dalam menjadi wartawan bidang lingkungan ini, saya bertemu dengan banyak orang baik itu dari kalangan muda maupun tua yang sangat cinta dengan lingkungan, kami bertukar cerita, dan bertukar semangat dalam mengkampanyekan lingkungan, hehe.. Semakin banyak saya bertemu dengan environmentalist (sebutan untuk mereka yang bergerak dalam lingkungan) semakin membuat saya bahagia, ternyata banyak juga yang cinta lingkungan di Jambi. Terhitung sudah 1 1,5 tahun saya berkecimpung di dunia, hingga akhirnya saya mundur sebagai wartawan pada Desember 2010 lalu, karena ingin fokus KKN dan skripsi.

Now, saya tetap memiliki aktivitas di bidang lingkungan, sudah lama saya ingin masuk Walhi Jambi, tapi baru Februari lalu saya menjadi volunteer di Walhi. Hhmmm, seneng banget bisa diterima oleh rekan-rekan di Walhi (dulu saya sering mewawancarai mereka lho). Saya bersama teman-teman lainnya berkomitmen untuk mengakampanyekan lingkungan secara soft (lembut). Saya merasa ini nggak akan mengganggu kuliah saya sepanjang saya bisa mengorganisirnya. Ow ya, saya juga mulai berbisnis berbagai macam jenis tas, tempat hp, dan t-shirt bertuliskan go green, ya sebuah produk yang mengkampanyekan lingkungan kepada masyarakat. Saya serius dengand ua bidang tersebut, doakan saya saya bisa memberikan yang terbaik bagi lingkungan. Karena saya percaya kalau perubahan nggak bisa dilakukan oleh satu orang, maka saya ingin ‘mempengaruhi’ teman-teman saya untuk menggalakkan perubahan juga.

Guys, mungkin itulah yang membuat saya teramat cinta dengan lingkungan dan bumi yang saya pijak. Saya membayangkan beberapa tahun lagi bumi pasti akan semakin renta, dan kerusakan terjadi dimana-mana, memang hal itu nggak bisa kita hindari, tapi setidaknya saya bisa menguranginya. Saya ingin semua orang yang hidup di dunia ini menyadari perannya sebagai khalifah bumi yang wajib merawat bumi, bukan malah merusak seenaknya! Saya cukup berterima kasih kepada teman-teman saya di FKIP Bahasa Inggris yang suka memanggil saya dengan Miss Global Warming, haha.. Tenang kawan, saya akan tetap menjaa bumi ini agar selalu indah, dan saya pun berharap begitu kepada kamu, ya..kamu..untuk mencintai bumi dan lingkungan, demi kelangsungan hidup yang lebih baik.

One thought on “Mengapa Saya Cinta Lingkungan?

  1. help the planet… hihi… jadi ingat lagunya bang iwan fals,
    “Biarkan anak cucu kita belajar dibawah pohon, Biarkan anak cucu kita menghirup udara segar, Biarkan mereka tumbuh bersama hijaunya daun, Jangan biarkan mereka mati dimakan hama kehidupan”😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s