Yang Saya Kenang dari Alm.Aji

Beberapa waktu lalu saya teringat akan seorang teman yang telah tiada, pribadi yang cukup energik dan selalu ceria, mungkin itu kata-kata yang tepat untuk Alm.Aji. Saya ingat Alm.Aji ketika membaca tulisan di blog milik teman saya, Virda, melalui blognya Rara. Saya tiba-tiba ingat kalau 25 Januari lalu Alm.Aji ulang tahun! Kalau saja ia masih hidup dan kecelakaan maut tersebut tidak merenggut nyawanya, mungkin dia sudah berumur 22 tahun, dan pasti akan menyelesaikan KKN dan skripsi bersama kami, mahasiswa/I FKIP Bahasa Inggris 2007, Universitas Jambi.

Sejak SMA, saya sudah mengenal cowok manis ini, waktu itu saya tahu Alm karena senior saya di SMA N 4 Jambi, kak Nindi sering nge-MC bareng di radio anak muda di Jambi, EB FM. Maka ketika saya bertemu dengan Alm di Bahasa Inggris, saya langsung tercetus, “ohhh, ini.”

Saya makin kenal ama Alm, saya mengenalnya dengan pribadi yang cukup ramah, suka bercanda, mudah bergaul, dan stylish abis! Untuk pernyataan satu ini saya nggak main-main lho. Saya berkali-kali melihat Alm memakai baju dengan gaya super duper stylish dan ‘in banget ama anak muda. Wajar aja sih kalo Alm suka berpakaian seperti ini, mungkin karena dia nyaman bergaya stylish, dan lagian pekerjaannya sebagai penyiar radio di Dira FM pasti bikin Alm pantang mati gaya ^_^ Selain dikenal stylish, Alm juga hebat cas cis cus berbahasa Inggris. Di kelasnya (kelas B waktu itu), hanya ada dua orang pemegang IP tertinggi, yaitu Mbak Vidia dan Alm.Aji. well, pekerjaan dan aktivitasnya di luar kampus nggak membuat dia hilang konsentrasi ketika kuliah.

Namun, ada beberapa hal yang saya baru ketahui ketika Alm.Aji telah pergi. Ternyata ia seorang cowok yang sangat dekat dengan keluarganya. Alm.sayang dengan mamanya, plus teman-teman yang berada di sekitarnya. Terbukti banyak banget yang datang ke rumah duka ketika Alm akan diantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya. Ada juga yang mengabadikan momen ini lewat video, dan beberapa cewek-cewek terlihat histeris melihat kenyataan Alm telah pergi meninggalkan mereka selama-lamanya. Waktu itu saya menitikkan air mata melihat kepergiannya. Nggak kuat melihat kenyataan kalo sosok berbakat yang dimiliki Jambi ini harus pergi secepat itu. Saya masih ingat ketika suatu pagi di tahun 2009 menerima sms kalau teman kita bernama Alfajri Ariadi telah meninggal dunia. Asli, saya schok banget baca sms itu! Saya pikir ini becandaan siapa gitu pagi-pagi. Tapi setelah merenung ada baiknya saya menelepon si pengirim sms tersebut, dan ternyata kabar duka itu benar. Saya sedih. Diam. Menangis. Terpaku. Kangen dengan sosok itu.

Kini saya yakin Alm.Aji bahagia di alam sana. Ia melihat kami berjuang mati-matian menyelesaikan studi di Bahasa Inggris. Ia pasti tersenyum ketika kami bisa menerima kepergiannya dengan lapang dada. Ia pasti bangga memiliki teman-teman seperti kami, layaknya kami bangga memiliki orang seperti dia.

Tiba-tiba saya teringat kembali akan dua kalimat yang ia lontarkan ketika seleksi pertukaran pemuda ke Australia dan ketika bertemu di lantai II FKIP. Pertama, dia bilang: “Bel, ini tulisan tas kamu seharusnya start-nya ditambah ‘S’ ya? Kan jadi benar The act starts today.” Kemudian dia juga pernah bilang ke saya: “Bella cantik banget pakai jilbab ini.”

Pujian yang tulus dari hati yang tulus. Kami rindu padamu, kawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s