Menggugah Hati di Novel Sitta Karina

Membaca bagi saya adalah keharusan di hidup ini. Ketika saya bosan ngelakuin apapun, saya ‘lari’ ke buku. Ketika saya stuck ama satu masalah, saya bakal membaca buku. Itu adalah keharusan yang ada dalam daftar TO DO LIST di hidup ini. Kalo nggak baca rasanya gimana gitu? Ada sesuatu yang hilang kalo nggak baca buku.

Sebenarnya saya hampir suka ama semua jenis buku, mulai dari pendidikan hingga novel. Ada beberapa jenis buku yang saya anti baca, politik, ekonomi, sains, dan sejarah. Saya lebih bersemangat kalo disodorin buku tentang pendidikan dan guru, lingkungan, kisah motivasi hidup, psikologi, pariwisata dan budaya, biografi, agama, dan novel! Ya untuk kategori terakhir ini saya kasih tujuh bintang deh ^_^

Meski saya nggak addicted ama novel, nyatanya saya selalu saja terpukau ama gaya menulisnya mbak Sitta Karina, penulis novel dengan sejuta gudang pengetahuan yang bisa bikin saya terkagum dan tercengang. Mbak Sitta yang memulai debut novelnya di Lukisan Hujan ini sangat concern ama gaya penulisan yang nggak biasa kayak di novel teenlit. Dia mampu memainkan deskripsi dan alur cerita yang nggak bosan dan bikin mata tetep hidup sampai selesai membaca novelnya. Ia menyihir saya dalam novel-novelnya, seperti Pesan dari Bintang, Circa, Stila Aria 1: Sahabat Laut, Titanium, Lukisan Hujan, Putri Hujan dan Ksatria Malam, Seluas Langit Biru, dan Imaji Terindah. Novel-novel dengan ilustrasi cantik itu saya beri sepuluh bintang! Hehe..saking bagusnya saya menulis malam ini.

Sebenarnya awal saya tahu nama Sitta Karina dari cerpennya yang ada di majalah Cosmogirl Indonesia. Dimana mbak Sitta menjadi kontributor cerpen  di majalah tersebut. Pertama kali baca sih langsung bilang: KEREN BANGET. Lama kelamaan cerpennya makin menggugah, trus baca juga profil mbak Sitta di majalah Cita Cinta. Dari sana saya baru tahu kalo mbak Sitta juga penulis novel (tahunya telat sih). Saya pun penasaran ama novel yang dihasilkan mbak Sitta. Waktu itu saya hanya mencari di toko buku saja, seperti Kharisma, Tropi, Gloria, dan Gramedia. Pun saya tidak menemukan  novel utuh dari mbak Sitta. Ada yang waktu itu lagi kosong dan sama sekali nggak tahu ada penulis cantik bernama Sitta Karina.

Sampailah suatu ketika saat saya lagi di Kharisma bersama teman saya, Melly. Kami hanya mampir sebentar kesana (niatnya), tapi setelah membongkar buku-buku disana, kami pun berpencar. Saya pun ke bagian novel dan psikologi. Saya masih ingat, novel Pesan dari Bintang-lah yang pertama kali saya temukan disana. Saya terkejut pas lihat ada novel tersebut di antara novel lainnya, terselip, dan tampak lusuh. Ya saya menemukannya dalam keadaan yang 30% bad condition. Waktu itu sempat berpikir beli nggak ya novel ini? Kalo nggak beli, kan percuma udah dicari, masa nggak dibeli? Trus kalo dibeli, uangku bakal nggak ada lagi dong?

Akhirnya teman saya menyarankan agar membeli novel tersebut. Mengingat novel itu tinggal satu-satunya di Kharisma, dan waktu itu Gramedia belum masuk ke Jambi, saya pun memutuskan untuk membelinya. Setelah membeli, novel itu langsung saya baca sampai di rumah. Bahkan ketika membaca novel mbak Sitta yang pertama kalinya ini, saya nggak berhenti berdecak kagum sama halnya dengan cerpen yang ada di Cosmogirl. Well, this book was awesome! Pikirku waktu itu.

Novel mbak Sitta benar-benar menggugah hati saya. Ceritanya membuka mata hati saya tentang kehidupan di dunia ini. Life lesson-nya keren abis, nggak mati gaya, dan nggak menggurui, pokoknya menyentuh banget! Saya nggak menyesal ketika mengeluarkan uang yang banyak saat beli novel mbak Sitta, karena menurut saya novel ini nggak biasa, dan sebuah ide yang ia keluarkan pun harus dibeli dengan mahal (gayanya, hehe).

Di novel-novel yang sudah saya koleksi di atas, cerita cinta memang mendominasi, tapi itu dikemas dalam susunan rapi, indah, dan menawan dalam sebuah imajinasi yang tinggi. Pesan moral seperti jagalah lingkungan hidup, cantik itu nggak mesti putih dan rambut panjang, selalu melihat ke bawah, menjaga budaya Indonesia, anorexia-bulimia, uang nggak bisa membeli cinta, dan merelakan seseorang yang kita sayang adalah segelintir pesan yang saya tangkap sampai sekarang.

Ow ya, banyak teman saya yang juga kepincut ama novel mbak Sitta. Febby salah satunya, cewek ini penggila novel mbak Sitta juga lho.  Dia bahkan baca Pesan dari Bintang berkali-kali dari novelku, ia juga suka minjam novel mbak Sitta yang laen, hehe.. Beli dong by (tapi belinya yang saya belum punya aja ya).

At last, saya sangat menyarankan bagi remaja Indonesia yang pengin belajar bahasa dunia dengan aliran fun, life lesson yang bisa bikin hidup tambah semangat, dan cerita yang menggugah hati, sebaiknya kalian baca deh tulisan mbak Sitta. Nggak rugi juga kok beli novelnya, hehe.. *promosi* Selama novel itu keren dan kita bisa ambil life lesson-nya, kenapa harus mikir dua kali buat belinya?

3 thoughts on “Menggugah Hati di Novel Sitta Karina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s