Cegah Pemanasan Global Dengan Menanam Pohon Sejak Dini

Enggak bisa dihindarkan lagi, pemanasan global sedang terjadi dan akan terus terjadi di belahan bumi manapun, termasuk Indonesia, khususnya di Jambi. Pemanasan global yang banyak memberikan kontribusi negatif pun terus berlangsung hingga kini. Lingkungan yang rusak dan perubahan iklim yang tidak menentu, adalah salah satu contoh bahaya pemanasan global.

Yang merasakan dampak pemanasan global tentunya generasi saat ini dan generasi mendatang. Enggak mau dong kita mewariskan bumi yang dalam keadaan rusak dan hutannya gundul kepada anak cucu kita kelak? Nah sebelum hal itu terjadi, kita bisa memulainya dari sekarang. Mungkin diantara X-aholic masih ragu-ragu apakah penting menjaga lingkungan? Toh itu kan tugas pemerintah juga! Eittss, sebaiknya pikiran seperti itu dibuang jauh-jauh ya X-aholic, karena generasi muda seperti kamu-lah yang paling berperan dalam kelangsungan hidup manusia di masa yang akan datang.

Salah satu anak muda Jambi yang sempat Xpresi temui beberapa waktu yang lalu adalah Widya Anggraini. Dara yang masih berstatus pelajar SMA N 1 Jambi ini sudah menyadari pentingnya menjaga lingkungan sejak lama. Yuk, kita simak gimana ya ceritanya?

X-aholic, umur bukanlah patokan kapan kita bisa memulai aksi hijau. Buktinya Widya, dia sudah melakukan aksi hijau sejak ia kecil lho, dan mulai sadar kembali saat ini duduk di bangku SMP kelas 2.

“Sejak kecil aku sudah bantu orangtua menanam pohon, kayak pohon sawo dan rambutan di pekarangan rumah. Tetapi tepat aku kelas 2 SMP, aku sudah sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya memulai cerita.

Kesdaran lingkungan tersebut enggak sengaja datang ke dalam diri Widya. Gadis berjilbab ini punya sedikit cerita.

“Aku pernah dengar cerita mengenai efek global warming yang sampai bikin aku takut. Darisana aku jadi mikir, tugas manusia di bumi kan menjaga lingkungan, nah seharusnya kita dapat merawat bumi dan lingkungan. Bayangkan aja deh, apa yang bakal terjadi dengan bumi kalo pemanasan global enggak bisa dihentikan? Duh, ngeri banget deh!” ungkap Widya panjang lebar.

Aksi hijau yang dilakukan gadis kelahiran 21 Januari 1994 ini enggak muluk-muluk lho X-aholic. Selain menanam pohon bersama ortunya, gadis ini juga enggak memakai plastik.

“Sebisa mungkin aku mengurangi penggunaan plastik karena plastik butuh waktu yang lama untuk terurai. Selain itu aku juga jarang pake tisu, aku beralih ke sapu tangan aja. Hemat listrik dan air pun aku terapkan di rumah. Kalo ada listrik ataupun air yang enggak terpakai, secepatnya aku matikan,” papar cewek penyuka wana ungu ini.

Cewek yang tergabung dalam RAISSA Smansa ini berharap makin banyak teman-teman yang memulai aksi hijaunya. Menurut Widya, aksi hijau X-aholic enggak perlu ditunda lagi, karena kalo ditunda bumi makin panas, dan kemungkinan besar lubang ozon akan semakin lebar. “Ya, kita harus mulai dari sekarang!” ucapnya tegas. (bel)

 

Tulisan ini pernah dimuat di Xpresi Jambi Ekspres,rubrik Green Corner,pada 26 Januari 2010 lalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s