Reputation Vs Character

Reputation is what men and women think of us; character is what God and angels know of us.
Thomas Paine

Banyak orang menganggap reputasi sangat penting. Sekali saja reputasi kita rusak, kita bakal dikenang sebagai si A yang punya pengalaman jelek, ato si B yang sama sekali nggak banget karakternya. Reputasi, dimana-mana pasti djunjung setiap orang. mereka rata-rata ingin dikenang sebagai seseorang yang memiliki reputasi baik di mata masyarakat. Lagian siapa sih yang mo reputasinya rusak?
Memang, karakter setiap orang tentu berbeda. Ada yang santun, mudah marah, nggak sabaran, selalu tersenyum, mudah diajak ngobrol, dan sebagainya (ya kira-kira sebagiannya adalah karakterku ^_^). Karakter ini dibentuk dari kepribadian si pemilik, dan pastinya lingkungan dimana ia tinggal. Jika ia hidup di lingkungan yang baik, otomatis karakter terbentuk dengan baik. Namun jika ia hidup di lingkungan yang tidak baik, maka karakter buruklah yang melekat pada dirinya.
Dari berbagai karakter manusia di hidup ini, kita tentu nggak bisa mencapnya sebagai hal yang baik atau jelek. karena sesungguhnya yang mengetahui karakter seseorang itu adalah Tuhan dan para malaikat. Manusia hanya tahu reputasi. Ya reputasi. Dia nggak bakal melirik lebih jauh bagaimana karakter mereka, dan hanya melihat reputasi. Pemikiran manusia hanyalah etrbatas pada apa yang ia lihat, yaitu reputasi dari apa yang melekat pada manusia.
Layaknya reputasi Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari, yang terombang-ambing berkat gunjingan berbagai pihak yang mencemooh, menghina, meragukan, menyemangati, dan mencerca dengan banyak pertanyaan. Sesungguhnya bagi mereka reputasi (mungkin) sangat dibutuhkan. Kehidupan mereka yang haus akan popularitas tentu akan berpengaruh pada karir mereka. Padahal kita nggak tahu kan karakter mereka sesungguhnya? Apakah mereka memiliki karakter seperti video yang ditampilkan atau tidak? Ya pasti tidak dong, wong kita bukan kerabat dekatnya (pengecualian buat teman-teman yang satu darah dengan mereka).
Karakter baik, belum tentu reputasinya baik. Namun karakter jelek, belum tentu repuatsinya akan jelek juga. Semua bergantung dengan apa yang disebut KARAKTER. Karakter yang terbentuk dari kehidupan sedikit banyak akan terimplementasi pada reputasi. Benang merah yang saya kemukakan inilah yang wajib kita cermati. Berhati-hatilah terhadap apa yang kita lakukan. Jangan sampai karakter kita tercemooh gara-gara reputasi yang tidak baik. Kita sudah dewasa, tentu kita sudah tahu mana hal-hal yang perlu ditunjukkan dan mana yang tidak. Semua ada batasan.
So, people can judge you by what is reputation, but they can’t judge you if you have a good character ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s