SIJ, Keluarga, dan Resolusi 2012
31 Dec 2011 Leave a Comment
in Mutiara Hidup, My Dreams, My Thoughts, Sahabat Ilmu Jambi, Segalanya Keluarga
Hello universe, good night! Happy new year 2012! Today I had a lot of activities with my community Sahabat Ilmu Jambi and my family. We spent the day with happiness. I wish you are happy too guys ^_^ Ow ya,saya juga sedikit mo share soal resolusi saya tahun depan nih, dengan harapan resolusi itu bisa terwujud, amiiinnn..
Hari ini saya kembali datang ke Panti Asuhan Darul Aitam. Dimana di panti tersebut telah diadakan lomba dalam memperingati Hari Guru dan Hari Ibu. Lomba-lomba ini diadakan khusus di penghujung akhir tahun untuk anak-anak di dua panti, tambahan lagi Panti Asuhan Madinatul Aitam. Lomba yang diadakan antara lain lomba mewarnai, lomba baca puisi, serta lomba cipta dan baca puisi. Acara yang berlangsung dari pukul 14.00-17.00 ini sangat meriah dan membuat saya bahagia. Saya berharap lomba ini dapat menstimulus mereka untuk bisa menggapai cita-cita kedepannya, membuat mereka mau berkarya meski dalam lingkup kecil, dan menumbuhkan minat baca dan nulis perlahan-lahan. Acara ini juga nggak bakal berlangsung sukses tanpa partisipasi dan kerja sama semua relawan, sekaligus atas izin bapak dan ibu panti. Kami tadi juga disuguhi bakso dari ibu panti Darul Aitam, hmm enak deh
Ow ya saat setelah penyerahan hadiah tadi, ada anak asuh dari panti Madinatul Aitam menangis. Dia nangis karena nggak menang. Hehe, hal lumrah bagi anak kecil nih. Namun beberapa teman sempat kelabakan tadi membujuk si Udin untuk nggak nangis lagi. Ada yang kasih cokelat, ngomong dengan dia, hingga ngelucu. Untungnya dia mau baikan kembali. Lain lagi halnya dengan Syifa atau biasa dipanggil Neng. Anak ini terlihat anteng ketika namanya nggak disebut maju ke depan, tapi pas saya pamit pulang tadi ibu panti bilang ke saya kalau Syifa protes kepadanya kalau dia nggak menang. Hehe, anak yang lucu. Untungnya tadi Syifa nggak nangis ya? Well, terima kasih banyak pokoknya bagi semua relawan, adik asuh, dan pengurus panti, telah berbagi keceriaan di penghujung tahun ini. I’m so happy with you all guys :’)
Next seperti biasa, ritual malam tahun baru dihabiskan dengan keluarga saya. Tadi selepas maghrib saya sekeluarga jalan-jalan keluar rumah. Sekedar menikmati suasana malam tahun baru barang sejenak. Sempat pula mampir ke Kedai Ombay untuk makan. Kami disana teringat adik yang kuliah di Bogor, yang nggak bisa ikut kumpul dengan kami. Teringat pula akan beberapa masyarakat yang mungkin tidak dapat menikmati keceriaan malam tahun baru. Bahagia rasanya ketika hal itu bisa jadi bahan diskusi dengan mama, papa, sadi, setidaknya mereka bisa membuka rasa empati kepada kami untuk bisa berempati pula terhadap orang lain. That’s my family guys. Mungkin mereka sibuk dengan aktivitas luar, tapi pelajaran yang diberikan selalu saja bikin saya bersyukur bahwa saya sangat bahagia berada dalam keluarga ini. Nggak lama kemudian, kami pun pulang ke rumah. Sambil menunggu pukul 00.00 menunjukkan waktu baru, 1 Januari 2012, kami istirahat, sebelum menunaikan sholat tahajud. Kini saya mau share dulu mengenai resolusi 2012 yang ingin saya penuhi. Ada beberapa resolusi yang masih sama seperti tahun 2011, karena resolusi itu masih belum terwujud. Yang pasti saya akan terus berusaha dan berdoa agar resolusi 2012 dikabulkan oleh Allah Swt, aminnn..
Sebenarnya banyak yang setuju dan nggak setuju dengan resolusi. Saya termasuk dalam ruang setuju dengan adanya resolusi. Kenapa? Karena dengan ini hidup saya lebih tertuju ke arah yang jelas. Saya jadi tahu apa saja yang mesti saya capai. Saya bukan orang ambisius, tapi ini membuat saya mengerti bahwa apapun yang saya sukai dan inginkan setidaknya ada jejak memori yang mampu dikenang. Maka dari itu lah ada beberapa hal yang menurut saya ingin dituntaskan pada 2012 esok. Saya nggak tahu ini banyak atau nggak, yang pasti yang saya tuliskan ini adalah resolusi yang saya ingat beberapa hari terakhir. Semoga resolusi 2012 ini membuat saya yakin bahwa mimpi sekecil apapun akan terwujud. Man jadda wajada. Man shabara zafira.
- Lulus kuliah -> Hampir 10 semester saya tuntaskan untuk memenuhi panggilan skripsi untuk menyelesaikan kuliah. Saya bukan tipe pelambat atau pecepat. Saya itu slow but sure. Saya tergolong orang yang stick to the rule bahwa saya ingin begini begitu. Namun apa daya yang saya inginkan nggak berjalan mulus. Saya sampai saat ini masih menyelesaikan skripsi. Insyaallah Januari saya seminar, doakan saja April atau September atau bulan berikutnya saya bisa pake toga, hehe.. Lulus kuliah tahun 2012 itu menurut saya HARUS! J
- Belajar ke luar negeri -> Kalo ini seolah nggak pernah lepas dari resolusi yang saya sematkan pada setiap doa. Nggak henti-hentinya saya berharap kepada Allah Swt untuk bisa diberi kesempatan belajar ke luar negeri. Entah itu belajar yang terkait pendidikan, lingkungan, jurnalistik, atau pertukaran budaya Indonesia, saya ingin sekali menginjakkan kaki di negeri luar. I wish I can reach it in 2012. Doakan ya aplikasi SUSI New Media on Journalism bisa kasih hasil terbaik. Tapi kalau belum rezeki, saya akan terus mencoba kok, hehe.
- Ikut Indonesia Mengajar -> Passion saya di bidang pendidikan mengantarkan diri ini untuk bercita-cita menjadi guru. Senang sekali kalo saya dipanggil Ibu Guru, rasanya adem sekali gitu. Indonesia Mengajar ini merupakan gerakan yang menempatkan lulusan terbaik universitas se-Indonesia di daerah terpencil di Indonesia untuk mengajar dan mendidik, serta menginspirasi anak-anak disana. Saya pengin banget jadi bagian dari gerakan ini, amin.
- Belajar alat musik Jambi -> Penginnya dari dulu saya belajar alat musik Jambi. Kenapa? Karena bahkan sampai saat ini saya nggak bisa main gitar! *frustasi*Saya berpikir bahwa percuma saya nanti belajar alat musik modern tapi nggak mengenal alat musik tradisional Jambi sendiri. Lagipula dari dulu pengin banget minta diajarin ama bapak di TBJ untuk bermain alat musik Kulintang Kayu, tapi nggak jadi mulu. Semoga tahun depan ada kesempatan ya untuk mengenal budaya Jambi.
- Keliling tempat wisata di Jambi & Jawa -> Sebelum melancong ke kota lain, ada baiknya saya bisa menginjakkan kaki di Pulau Berhala, Suku Anak Dalam, Geo Park Merangin, dan lainnya. Impian saya ke tempat pariwisata di Jambi itu bagaikan suatu kewajiban. Miris rasanya kalau ada keluarga atau teman yang bertandang ke Jambi, saya nggak tahu tempat wisata disini kan? Nah setelah itu, saya mau keliling Semarang, Jogja, dan Surabaya. Kalau bisa sih dilanjutkan dengan provinsi lain, hehe. Senang rasanya mengeksplor dan mengenal setiap jengkal Indonesia, kekayaan alam, kesenian budaya, dan ramah tamah masyarakatnya nggak tergantikan dengan apapun deh! Saya berinisiatif jalan-jalan ketika selesai wisuda, amin ya..
- Menyebarkan virus Sahabat Ilmu Jambi -> Semakin banyaknya relawan yang tergabung dalam komunitas ini, membuat saya semakin bersemangat menjalankan komunitas Sahabat Ilmu Jambi. Selain itu dukungan dari berbagai pihak membuat saya percaya bahwa anak muda punya andil besar terhadap perubahan nyata di daerahnya. Jadi saya ingin menyebarkan virus Sahabat Ilmu Jambi bagi semua relawan dan adik asuh, serta menggaet relawan lebih banyak lagi untuk menuntaskan visi dan misi SIJ, meningkatkan minat baca dan nulis anak kurang beruntung. Semoga juga SIJ makin solid, kompak, dan bersemangat.
- Lebih tepat waktu dan lebih memahami orang lain -> Adalah hal sulit bagi saya untuk tepat setepat-tepatnya waktu. Saya harus menyadari sebelum meminta orang lain untuk tepat waktu, saya terlebih dahulu memberi contoh. Ya, resolusi untuk tepat waktu saat berjanji adalah yang ingin saya capai. Saya nggak mau orang ngomel-ngomel kala saya telat. Di sisi lain saya ingin memahami pendapat dan karakter orang lain agar saya bisa menyelaraskan kehidupan dengan mereka. Kalau saya tidak memahami mereka, bagaimana mereka mau memahami saya? Toh kalau saya sudah memahami mereka namun mereka tidak memahami saya, apa boleh buat? Yang penting saya sudah melakukannya kan?
- Membahagiakan orang yang saya sayangi -> Keluarga, kerabat, dan semua orang yang ada disekeliling saya, saya berusaha untuk menyayangi mereka dan tidak mengecewakan mereka. Saya berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih menarik, nggak gampang emosi, suka senyum, nggak ribet, dan mengerjakan sesuatu berdasarkan apa yang saya sayangi. Saya juga ingin apa yang saya lakukan berguna bagi orang banyak. Saya ingin membuat keluarga dan kerabat bahagia di dekat saya, dan saya membanggakan mereka.
- Terakhir, bukan saya menomorakhirkan Dia. Saya ingin lebih dekat dengan Allah Swt. Ya saya sering alfa sebagai hambaNya, maka saya pun ingin mengubah diri ini lebih baik dan lebih dekat dengan Allah Swt. Saya tahu umur akan terus berkurang, hidup saya pun suatu saat akan dicabut jika Allah swt menghendakinya. So that, saya ingin lebih baik di mataNya di 2012 nanti. Jadikan saya hambaMu yang bersyukur, yang selalu mengikuti perintahMu, dan mengikuti jalan lurusMu, serta melakukan hal-hal positif berdasarkan Allah Swt. Tanpa ridhoNya, saya nggak mungkin bisa bernafas hingga sekarang. Jadi, semoga Allah swt selalu melindungi saya dimanapun berada, amin.
Anyway, segitu saja dulu cerita saya hari ini. Komplit banget kan? Hehe.. Mulai dari kegiatan bareng Sahabat Ilmu Jambi, keluarga tercinta, hingga resolusi 2012. Saya berharap resolusi ini nggak sekedar resolusi saja. Saya ingin berusaha dan berdoa untuk mewujudkannya menjadi nyata. Semoga Allah swt juga mengizinkan semua yang saya resolusikan tercapai pada 2012 nanti ya, amin.. Terima kasih atas kenangannya 2011, selamat tahun baru 2012. I’m ready to enter new life ^_^
Antara Mama dan Saya: Sama dan Beda
31 Dec 2011 2 Comments
in Mutiara Hidup, Segalanya Keluarga
“Kamu akan belajar makna pengorbanan ketika kamu mempunyai anak.”
Itu adalah kalimat yang saya dapatkan dari buku A Cup of Comfort for Mothers and Daughters. Buku yang berceritakan kisah inspiratif antara ibu dan anak ini membuat saya tersentuh. Menyadari bahwa tidak banyak yang saya lakukan untuk membahagiakan ibu saya. Mungkin lebih banyak kesedihan yang saya perbuat ke mama selama ini, jauh dari impiannya mungkin untuk melihat saya menjadi anak penurut di matanya.
Buku ini membuat saya semakin sayang dengan mama saya. Membuat saya semakin sadar kalau saya suka mengindahkan perkataannya, akan jadi apa saya ini? Kalau saya masih suka cuek dengan mama, kapan lagi bisa dekat dengan dia? Saya tahu saya akan menyesal nantinya karena tidak memanfaatkan waktu yang baik dengan mama. Saya tidak tahu siapa yang akan lebih dahulu meninggalkan dunia ini, mama atau saya? Karena itulah, saya ingin membahagiakan mama sebelum salah satu dari kami pergi meninggalkan keindahan dunia.
My mom is my inspiration. Mama lah yang membuat saya menggebu-gebu untuk menjadi guru. Toh walaupun saya banyak beraktivitas dalam ranah lain, entah kenapa suatu saat saya akan memantapkan pilihan untuk mengajar dan mendidik generasi muda. Mama barangkali menularkan semangat itu secara tidak sengaja, ketika ia tahu bahwa cita-citanya untuk menjadi guru Biologi sudah terkubur dalam. Saya terinspirasi untuk menjadi guru karena mama. She inspires me a lot.
Mama mengajarkan saya untuk hidup sederhana juga. Ia sampai sekarang masih memakai handphone 1202-nya dan tidak ingin mengganti handphonenya dengan BlackBerry atau semacamnya. Ia tidak hobi shopping dan nyalon. Beberapa hal yang patut saya banggakan dari mama adalah hal itu. Ia juga tidak bisa melihat rumah kotor dan peduli dengan lingkungan. Kata mama, uang banyak bukan untuk dihamburkan atau diperlihatkan pada orang lain, lebih baik menabung untuk masa depan. Kalau sudah seperti ini, saya bakal ngikut kata mama. Setuju banget!
Mama dan saya juga memiliki banyak kesamaan. Kami sama-sama sensitif. Sama-sama berbadan mungil. Sama-sama mudah stres dan lesu. Sama-sama peduli lingkungan. Satu hal yang kata mama saya tidak sama dengan dia adalah saya itu pemberani. Saya dengan cepat bergaul dengan orang lain, sedangkan mama agak tertutup. Saya bergaul dengan cewek dan cowok, sedangkan mama takut dengan laki-laki. Pemberani juga diartikan mama bahwa saya suka beraktivitas dan melakukan sesuatu berdasarkan apa yang diinginkan. Sangat jauh dengan mama saya kala remaja, Bella Moulina bukan duplikat mama soal ini.
Well, meski 22 Desember 2011 sudah lewat, tapi saya selalu mengenang hari itu dimana saya merindukan mama. Pada saat itu mama berada di Mendahara Ilir menemami papa bertugas, saya mengucapkan Selamat Hari Ibu via SMS juga nggak dibalas karena mama rapat. Alhasil saya menelepon mama dengan nada terputus malam harinya. Agak menyesal sih telat, tapi apa mau dikata. Yang penting bagi saya adalah bagaimana berbakti dengan mama, membahagiakannya :’)
“Aku ingin punya sesuatu yang dapat kuwariskan padamu. Bukan sesuatu yang mewah seperti sebuah rumah, tapi setidaknya sesuatu, sepotong kecil dari diriku yang selalu bersamamu.”
Ini Refleksiku, Mana Refleksimu?
30 Dec 2011 Leave a Comment
Hari ini hari Jum’at, besok hari Sabtu, dan lusa adalah…Tahun Baru, 1 Januari 2012! New life comes soon J Sungguh sangat gak kerasa Januari 2012 akan datang secepat ini. Kayaknya saya baru berada pada 1 Januari 2011 beberapa waktu lalu, eh nggak tahunya saya sudah berada di penghujung 2011. Benar-benar waktu itu…time goes by so fastly!
Well, banyak banget yang terjadi pada hidup saya mulai Januari 2011Desember 2011 saat ini. Allah Swt memberikan saya banyak kebahagiaan untuk menjalani hidup, pun di sisi lain saya tidak mengingkari adanya kesedihan yang saya alami sepanjang tahun ini. Bagi saya sangat penting untuk merefleksi apa-apa saja yang telah saya alami di 2011 ini, kemudian membuatnya lebih baik, dan menjadikan itu semua sebagai unforgettable moment in my life.
2011 berikan saya banyak kenangan? Bener banget! Di tahun ini saya gagal sebanyak lima kali untuk go abroad, baik itu tes melalui aplikasi (4) dan tes yang bertemu dengan penguji di Jambi (1). Sungguh saya bukan orang yang ambisius untuk mengejar kesempatan ini. Saya termasuk orang yang memilih juga aplikasi mana yang cocok dengan saya, namun sayangnya aplikasi yang saya masukkan selama satu tahun ini nggak ada yang cocok satupun haha.. Mungkin bukan rezeki saya kali ya tahun ini? Saya sempat kecewa, sedih, bingung, dan tersenyum diberikan kegagalan tersebut di tahun ini. Saya menyadari saya pasti banyak kekurangan dan saya akan mengubah kekurangan tersebut menjadi kelebihan. Saya pun senang Allah Swt menguji saya sebanyak ini, karena kalau saya cepat lolos dan sukses, saya pasti nggak akan mengalami kegagalan dan usaha sungguh-sungguh. Bagi saya, jika berusaha dan berdoa sudah terpenuhi, selanjutnya adalah urusan Tuhan. Dia Maha Tahu untuk kehidupan saya. Mungkin tahun ini saya nggak bisa belajar di luar negeri, namun tahun depan siapa tahu? Saya tak henti-hentinya berusaha dan berdoa kepadaMu, ya Allah, hingga Engkau memberikan izin untukku. ^_^
2011 juga membuat saya mengenal desa dimana di desa tersebut terdapat tempat wisata paling luas se-Asia Tenggara. Apalagi kalau bukan Situs Percandian Muaro Jambi. Tempat wisata ini memang memiliki desa di bantaran Sungai Batanghari. Yup, desa itu sudah ada ketika Situs Percandian Muaro Jambi ditinggalkan oleh pengikutnya. Desa Muaro Jambi namanya, saya dan teman-teman Kuliah Kerja Nyata (KKN) disini selama dua bulan, periode Maret dan April. Saya beruntung pula tinggal dua bulan bersama teman-teman posko yang terkadang bikin geregatan
Ditambah juga keluarga Ayuk Mar yang menampung kami, membuat kami merasa nyaman selama dua bulan disana, serta penduduknya yang ramah dan pemudanya yang sangat nyeni+kreatif abis! Di desa ini pula saya bisa keliling luasnya situs ini, ditemani beberapa local guide yang ramah dan bisa saya tanyai seputar candi. Saya juga berkesempatan mengajarkan bahasa Inggris untuk siswa Sekolah Alam Raya-nya bang Borju, siswa SD dan SMP, serta memberikan praktik daur ulang kertas kepada remajanya. Saya juga belajar Tari Topeng, kesenian tradisional desa setempat yang sarat makna. Tari Topeng inilah yang awalnya membuat saya percaya diri menampilkannya dalam ajang pertukaran pemuda Jambi, namun sayang tepukan tangan juri kesenian budaya kala itu tidak bisa membawa skor saya naik untuk maju ke babak selanjutnya. Tapi tak apa, mengenal budaya Jambi seperti tradisional ini sungguh saya nikmati. Tak peduli apa kata orang, tapi saya menyukainya ^_^
Di tahun ini pula saya tergabung dalam beberapa komunitas seperti Care Environmental Organization (yang waktu itu diperkenalkan oleh Dwi), Sahabat Lingkungan Walhi Jambi, dan Sahabat Ilmu Jambi yang saya bentuk bersama kak Meila dan teman-teman. Meski tidak terlalu aktif dalam dua organisasi lingkungan hidup tersebut, tapi saya senang dari sini saya bisa dapat pengetahuan yang nggak sekedar berbatas pada diktat kuliah saja. Saya menyadari peran pemuda bagi lingkungan sekitar untuk menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan hidup agar semakin asri. Saya melihat betapa teman-teman di kedua organisasi itu sangat kritis menyikapi beberapa perusahaan yang sangat ambisius dalam menyebarkan pangsa ekonominya. Ini tidak saya dapatkan dari perkuliahan, justru ini saya dapatkan dari teman-teman di luar sana yang sangat concern dengan lingkungan hidup.
Selain itu, pada 5 Agustus lalu akhirnya impian saya untuk membentuk komunitas terwujud. Kerisauan hati saya yang melihat beberapa di antara teman tidak hobi membaca dan menulis membuat saya mendirikan komunitas sosial ini. Saya berpikir bahwa jika generasi saya saat ini tidak hobi dual hal tersebut, maka apa yang bakal terjadi pada generasi muda di bawah kami? Jika tidak dari sekarang yang memotivasi anak muda di bawah kami untuk hobi membaca dan menulis, kapan lagi? Kalau bukan saya dan teman-teman yang memotivasi siapa lagi? Selain itu saya cukup gerah dengan mahalnya harga buku yang tidak bisa diakses oleh masyarakat kurang beruntung, terutama anak-anak, maka dari itulah Sahabat Ilmu Jambi terbentuk. Dengan taglinenya Menebar Ilmu, Membuka Cakrawala, kami berharap kehadiran relawan SIJ di dua panti saat ini mampu membuat anak-anak tersebut menyadari pentingnya membaca dan menulis bagi pendidikan mereka kelak. Kami tidak bisa mengubah itu secepat mungkin, perlu pendekatan dari hati ke hati dan bimbingan yang membuat mereka antusias untuk membaca dan menulis. Tapi tak mengapa, berakit-rakit dahulu berenang ke tepian. Memang susah mengajak mereka, apalagi untuk menanamkan karakter. Tapi kami sampai saat ini masih bertahan mewujudkan itu, membuat mereka tahu masih ada yang peduli dengan pendidikan mereka. Relawan pun ada yang bertahan dan juga yang tidak, saya menghormati setiap keputusan mereka. Yang terpenting adalah peran kami untuk berkontribusi di bidang masing-masing. Jika kamu peduli pendidikan anak-anak kurang beruntung, peduli, berkomitmen, dan bisa diajak kerja sama dalam tim, kamu lah yang kami cari untuk berperan serta menyukseskan visi misi SIJ ke depannya sebagai relawan.
Tahun ini pula membuat saya produktif menulis setelah beberapa bulan vakum. Saya juga menjadi jurnalis kembali dan mewawancarai berbagai orang dengan berbagai karakter dan keperluan wawancara. Kisah mereka tersebut membuat saya kadang tersenyum, sedih, bahagia, bingung, kecewa, dan bersyukur bahwa saya masih diberikan kehidupan lebih baik untuk menjalaninya. Pengalaman-pengalaman di hidup saya juga mulai sering ditulis di dalam blog ketika selesai KKN. Tulisan tersebut entah sudah berapa banyak, mulai dari tulisan di koran dan blog. Semoga saja yang saya tulis ada gunanya bagi pembaca dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Karena saya meyakini bahwa, saya menulis berdasarkan apa yang saya tanya dan dapatkan, tidak dikurangi dan tidak dilebihkan.
Ow ya 2011 juga memberikan kesempatan bagi keluarga saya untuk mengunjungi Pula Jawa bersama-sama. Saya, papa, mama, Sadi, nenek, dan kakek, berangkat dari Palembang naik mobil pribadi pada akhir Juni lalu ke Jawa, terutama Cilegon, Jakarta, dan Bogor. Misi saya ikut perjalanan ini adalah mencari bahan skripsi berjudul scrapbook. Saya tahu scrapbook nggak ada di Jambi, maka saya melancong ke Jawa untuk mencarinya dan sekaligus jalan-jalan lburan. Kami mengujungi rumah Bik Dewi di Cilegon, rumah Mama Sri dan Mama Mulkan, serta adik saya yang kuliah di Bogor, ke rumah Bik Yuli, Bunda Femi, dan Ombai Yam di Jakarta, serta sedikit shopping di beberapa tempat. Saya agak menyesal tidak berkunjung ke beberapa tempat budaya, namun apa mau dikata jalanan di Jakarta nggak bikin ayah saya mengenal tol sepenuhnya, kami yang didampingi oleh Mama Mulkan juga nggak punya banyak waktu untuk menjelajah seluruhnya, jadinya kami hanya berkunjung ke beberapa tempat saja. Yang paling miris ketika saya mencari scrapbook di Jakarta, tidak ada yang tahu soal itu -___- Setiap ketemu orang saya menanyai hal itu, tapi nggak ada yang menjawab: “Ya, saya tahu, mbak.” Akhirnya dengan perjuangan keras, scrapbook itu ditemukan di Pejaten Village, dan itu pun mobil papa saya sudah lewat mall tersebut dan terpaksa putar balik arah, hehe. Sampai-sampai saya kena omel gara-gara ingin menemukan toko scrapbook. Alhamdulillah I found it
Go nasional setelah hampir satu tahun vakum juga saya alami. Saya terpilih sebagai peserta Leadership Lifeskill Training yang diadakan oleh Forum Indonesia Muda tahun ini. Saya berangkat dari Jambi seorang diri menuju Jakarta, saya bertemu dengan 100 lebih pemuda seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua yang mengikuti pelatihan selama seminggu ini di Cibubur. Saya mengenal mereka, dan menyadari bahwa saya belum ada apa-apanya dibanding mereka yang telah membuat perubahan nyata kepada masyarakat di bidangnya masing-masing. Saya bahagia menemukan keluarga baru, teman baru, dan pengalaman baru. Mereka bikin saya percaya bahwa masih anak muda yang nggak hanya memikirkan dirinya sendiri, masih ada mereka yang mau memajukan bangsa ini dengan caranya masing-masing. Selain Forum Indonesia Muda, saya juga menjadi kandidat Parlemen Muda Indonesia. Untuk pertama kalinya saya masuk ranah politik yang diorganisir oleh anak muda dengan lembaga independen di Jakarta, siapa nggak kenal Indonesian Future Leaders? Saya sempat meminta dukungan suara dari teman, sibuk motret-motret, dan lainnya. Meski tidak terpilih mewakili provinsi Jambi, tapi saya diundang sebagai delagasi undangan bersama dua orang lain dari Jambi. Semoga sidang tahun depan saya bis menghadirinya ya!
2011 juga mendekatkan saya dengan keluarga di rumah. Mereka sangat mengetahui aktivitas saya dan mendukung apapun yang saya kerjakan asal itu positif. Mama dan papa juga nggak ragu-ragu untuk memberikan pilihan bagi saya mana yang terbaik untuk dikerjakan. Mereka juga yang selalu aktif bertanya, kapan seminar skripsi? Hehe, iya nih, saya sekarang mengerjakan skripsi, doakan saja awal Januari sudah bisa seminar ya. Mereka bikin saya percaya, ketika ada beberapa orang di luar sana yang menjauhi saya, yang tidak mengindahkan saya karena kesibukannya, yang mengejek dan mencomooh saya, saya masih punya keluarga saya. Saya yakin mereka mengerti saya, dan saya mengerti mereka. Kami satu darah, satu jiwa, dan satu pemikiran, tidak ada yang lebih berharga daripada keluarga.
Kisah terakhir adalah perasaan saya yang terombang ambing bagai ombak di lautan. Bertemu dan berpisah saya alami tahun ini. Saya memantapkan hati untuk tidak mengenal pria dalam waktu dekat, sama saja pikir saya, membuat saya kecewa kembali. Ah, sudahlah yang berlalu biarlah berlalu, semoga saya bisa lebih baik dari sebelumnya, dan semoga dia bisa mendapatkan yang terbaik untuknya. Matahari akan selalu bersinar, dan bintang akan selalu membuat kerlap kerlip indah di langit malam hari. Begitu pula saya, kuatkan saya untuk mampu berjalan sendiri, percaya bahwa suatu saat akan ada seseorang yang kelak mendampingi saya sebagai pendamping seumur hidup. Terima kasih untuk selama ini, ya :’)
Anyway segitu dulu refleksi saya ya, semoga saja refleksi ini tidak menimbulkan kata sombong pada diri saya setelah membacanya. Ini hanya sebagai sharing. Mau ditanggapi bagus, alhamdulillah, pun kalau ditanggapi jelek ya nggak ada manusia sempurna kan di dunia ini? Saya ingin refleksi ini membuat saya mampu mengenangnya dalam beberapa tahun ke depan, seraya berkata: “Oh ini yang saya lakukan pada 2011 lalu ya?” Sebenarnya banyak sih kejadian yang nggak terlupakan, namun hanya itulah yang bisa saya tulis karena tersimpan jelas di memori ini. Saya berharap kegagalan dalam hidup ini tidak membuat saya surut dan patah semangat. Semoga refleksi ini membuat saya semakin memantapkan resolusi terbaik ke depannya, membenahi yang kurang menjadi lebih, dan membuat lebih menjadi bermakna. Sampai jumpa di 2012, nantikan tulisan saya mengenai resolusi besok ya
Ini refleksiku, mana refleksimu?
Refleksi 2011, Resolusi 2012
30 Dec 2011 Leave a Comment
Well, dua hari lagi kita bakal memasuki tahun baru. Waktu berjalan sangat cepat, pikir saya. Betapa tidak, perasaan nih baru kemarin saya merayakan tahun baru 2011, eh sekarang sudah mau menjalani 2012 saja. Satu tahun itu ternyata bikin saya tersadar, apakah selama ini saya memanfaatkan diri dengan baik?
Penting bagi kita (generasi muda) untuk mengetahui apa saja yang telah kita lakukan dalam kurun waktu satu tahun terakhir, dan memikirkan bagaimana saya seharusnya di tahun depan, 2012? Apa pencapaian terbaik yang kamu raih di tahun 2011? Apa saja yang sudah kamu lakukan, pengalaman mengesankan, dan lainnya? Tentu pertanyaan itu hanya kamu yang mampu menjawabnya.
Next, berkaca pada apa yang sudah kita lakukan, tentunya ada beberapa hal yang membuat kita harus lebih baik dari tahun ini. Beberapa resolusi atau pencapaian mesti kita pikirkan dengan matang. Misalnya untuk teman-teman kelas 3 SMA, bagaimana saya bisa lulus UN tahun depan dan masuk ke jurusan favorit di universitas? Atau saya sendiri, memiliki resolusi untuk bisa berkesempatan belajar ke luar negeri, lulus kuliah, dan bisa keliling Indonesia tahun depan. Resolusi itu penting bagi saya, karena itu membawa saya untuk meraih mimpi yang tertunda dan menegaskan bahwa harapan yang saya sematkan padaNya bisa dikabulkan.
Bagi saya, refleksi diri sebelum bikin resolusi juga paling penting. Jangan sampai kita bikin resolusi, tapi kita belum merefleksi diri. Nah kalau sudah direfleksi, marilah menyusun resolusi guys. Tetapkan apa yang ingin kamu capai di tahun depan. Kamu ingin menerbitkan tulisan di kolom Xpresi Jambi Ekspres? Kamu ingin membantu sebagian pendidikan anak-anak kurang beruntung melalui Sahabat Ilmu Jambi? Atau kamu ingin punya banyak teman? Bahkan bisa jadi kamu ingin meraih prestasi yang membanggakan keluarga? That’s your choice, right?
Bagi saya, jangan terlalu muluk bikin resolusi, pilih resolusi yang benar-benar kamu inginkan. Setelah itu jangan lupa berusaha mewujudkan resolusi itu menjadi nyata. Kalau pun gagal, ya coba lagi. Kamu pun mesti berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar resolusi tersebut tercapai, dilengkapi pula dengan dukungan dari keluarga dan teman-teman, pasti tambah klop kan? Trust me, resolusi nggak bakal menjadi nyata kalau kita nggak berusaha kan?
So, 2012 will come tomorrow. Prepare your self and ready for the new life in 2012. Sudah siapkah dengan resolusimu? I pray the best for Jambi youth

Bella Moulina
Universitas Jambi
Ada Semangat Pada Kalian, Sahabat Ilmu Jambi
17 Dec 2011 Leave a Comment
“Sejak kakak semua ada di panti, kami yang dulunya malas belajar kini jadi semangat belajar. Kami sekarang perlahan-lahan mulai suka baca dan nulis berkat bimbingan kakak. Yang paling penting, kami lebih mengert tentang apa yang harus dilakukan, dan kami senang dengan kehadiran kakak.”
Begitulah kira-kira segepok kalimat yang saya dengar dengan tulus, jujur, dan tanpa paksaan dari mereka sore tadi. Saya tidak memaksa mereka untuk berkata yang baik-baik saja tentang relawan SIJ, saya meminta mereka menyuarakan apa yang mereka rasakan terhadap kehadiran Sahabat Ilmu Jambi di tengah mereka. Saya bilang kalau mau kritik kami juga boleh. Tak disangka kalimat itulah yang keluar dari mulut Suli, Juki, Ibnu, dan Miko. So touchy guys :’)
Setidaknya saya punya banyak alasan kenapa ingin mempertahankan komunitas ini tanpa saya harus keluar setelahnya, atau malah membubarkan komunitas ini karena tidak adanya sumber daya manusia yang bisa diandalkan. Setidaknya relawan SIJ perlahan mulai memasuki hati mereka, dengan caranya sendiri, menyentuh kehidupan kaum dhuafa yang masih cilik itu dengan ketulusan hati. Setidaknya adik asuh kami merasa senang ada yang memperhatikan hidup mereka, memperhatikan bahwa masih ada pemuda di Jambi yang peduli dengan masa depan mereka. Setidaknya saya cukup bahagia hari ini di tengah kegalauan hidup yang tak mungkin disebutkan satu persatu disini.
3 Desember 2011 lalu, SIJ memberikan semacam arahan kepada relawan tentang bagaimana seharusnya komunitas ini berjalan. Bertempat di Keiko, saya dan teman-teman saling tukar ide, bercerita soal keluh kesah di panti, memberikan saran untuk relawan kedepannya, dan merumuskan beberapa hal terkait job description relawan dan pengurus agar lebih baik. Ada saran dari salah satu relawan, Rikky, yang menyarankan agar SIJ punya goal setiap bulan atau per dua/tiga bulan agar komunitas ini jelas memberikan arahan kepada relawan, dan kemudian ditindaklanjuti kepada adik asuh.
Lain lagi halnya dengan kak Meila yang memberikan harapannya agar relawan mau berkomitmen setidaknya dua jam saja setiap minggunya untuk mendampingi adik asuh. Jika relawan beberapa minggu tidak datang, maka kekacauan bukan terjadi pada komunitas ini, namun justru pada adik asuh. Hal ini mulai terlihat jelas ketika setiap minggunya, relawan yang datang ke panti selalu berbeda. Dan menimbulkan kalimat seperti ini yang saya dengar, “Kak, mano kakak kemarin? Kok kakak yang datang tuh baru lagi? Sabtu besok kagek kakak baru lagi yang datang, kek mano kak?” Oh well, dengan bersabar saya bilang, “Tunggu saja kedatangan mereka ya, saat ini hanya beberapa yang datang, tidak apa-apa kan, dek?” Ya, itu segelintir kalimat jujur yang saya dengar setiap memasuki panti Darul Aitam, dimana saya juga mendampingi Juki, Ibnu, dan Ansyah disana.
Kami berusaha menghibur mereka atau memberikan guyonan agar mereka tidak mempermasalahkan hal tersebut. Tapi lama-lama saya jadi kasihan dengan psikologi mereka. Berubah-ubahnya kakak asuh yang datang (tidak tetap dan tidak sesuai dengan kakak asuh yang mereka temui tiap minggu) membuat mereka tentu bingung. Dan kakak asuh yang sudah lama tidak nimbrung juga pasti bingung karena susah untuk beradaptasi. Jika seperti ini, saya mengembalikan semuanya kepada teman-teman relawan. Tidak ada paksaan bagi teman-teman, namun kami juga mesti memikirkan kelangsungan pendampingan teman-teman kepada adik asuh. Jika sesekali datang, sesekali tidak, atau tidak sama sekali, hal ini bikin mereka bingung. Ujung-ujungnya bagaimana pendampingan setiap adik asuh akan optimal? Semoga teman-teman mampu menjawab pertanyaan ini masing-masing ya. Sekali lagi saya tidak menekan teman-teman, semua keputusan saya limpahkan kembali kepada teman-teman ^_^
Dalam gathering di Keiko dua minggu yang lalu juga kami menerima kabar baik. Maul, anggota kami yang baru bergabung memberikan fasilitas kepada komunitas yang masih kecil ini :’) Ya, warung ibu beliau yang tidak terpakai disulap menjadi sekretariat SIJ! Woow, that’s great, pikir saya. Dengan adanya sekre, kami tentu akan lebih produktif lagi mengadakan pertemuan, saling tukar pikiran, dan tentunya mewujudkan taman baca gratis bagi masyarakat di sekitar Jambi, bukan? Nah dalam dua minggu ini, relawan pun berbondong-bondong ke rumah maul untuk membereskan sekre tersebut, mulai dari mengangkat barang-barang ke luar warung, hingga memberikan sentuhan estetika untuk mempercantiknya. Kami juga menyampul buku dan mengorganisirnya agar terlihat baik. Terima kasih untuk Maul dan sekeluarga yang telah memberikan tempat bagi SIJ ya! Kayaknya nggak percaya deh orang yang baru masuk ke komunitas ini mau-maunya kasih tempat untuk kita. Terlebih lagi, saya dapat pelajaran baru dari Maul ini. Anak hebat dan tegar!
Setelah gathering yang dihadiri oleh 20 relawan tersebut, kami mulai masuk panti lagi. 10 Desember dan 17 Desember adalah dua hari dimana kami kembali mendampingi mereka sebagai kakak asuh. Banyak ide bergulir di komunitas ini, dari kegiatan lomba dalam peringatan Hari Ibu, diundang oleh radio Dira senin esok, membuat rencana per bulan dan target yang harus dicapai, mengorganisir taman baca, bikin pamflet, pendelegasian beberapa relawan untuk mengikuti forum nasional, inovasi pendampingan setiap minggu, dan lainnya mesti dipikirkan sebelum awal tahun tiba. Kami ingin agar SIJ kedepannya nggak hanya sekedar komunitas berlabel komunitas tanpa memberdayakan pemuda di dalamnya dan tanpa memberikan tujuan jelas bagi adik asuhnya. Makanya sejak saat ini, saya sedikit memotivasi teman-teman, bahwa SIJ bukan saja meminta tenaga dan pikiran kalian untuk menjadi relawan, namun membuat kalian mampu bekerja sama dengan baik, mampu berkomunikasi dengan semua relawan tanpa harus membuat gap, mampu berkontribusi terhadap ide yang ditelurkan, dan mampu menjadi pribadi yang solutif, serta mampu-mampu lainnya yang membuat mereka berlabel “Pemuda Plus”.
Menemukan SIJ seakan menemukan keluarga baru. Disini saya kadang bahagia, marah, kesal, bingung, tertawa, dan konyol. Kita sama-sama masih belajar, jadi tidak ada salahnya jika teman-teman memberikan saran bagi SIJ kan? Correct me if I’m wrong. Beritahu saya jika di dalam diri ini perlu diperbaiki. Yakinlah Indonesia masih punya stok pemuda yang banyak, yang hebat, dan nggak hanya memikirkan dirinya saja. Masih ada kaum dhuafa yang perlu uluran tangan kita. Dan itu kalian: Relawan SIJ! Saya percaya adik asuh kita itu suatu saat akan merasakan manfaat kehadiran kita yang berbulan-bulan di panti, mereka tidak akan lelah bermimpi jika kita terus memompa semangat mereka. Lama kelamaan mereka pun akan menyadari bahwa membaca dan menulis itu penting sekali bagi masa depan mereka. Guys, masa depan dimulai dari sekarang, jadi kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli dengan mereka? Mari menebar ilmu dan membuka cakrawala bersama, tanpa letih, tanpa ngeluh, dan tetap tersenyum! We can do it! Arigato gozaimasu ^_^
SIJ – Sahabat Ilmu Jambi
10 Dec 2011 Leave a Comment
dan terakhir ini adlh cerita dr ana,ayo nikmati tulisan dy. nti akan ada lgi tulisan slnjutnya d bagian lain:)
Ana tau SIJ ini dari FB kak Bella. Waktu itu lagi gak ada kerjaan, eh gak sengaja lihat ada catatan diberanda FB Ana. Gak tau, kayaknya ada faktor yang mendorong Ana untuk baca catatan itu. Selesai dibaca. Ana berminat karena mungkin cita-cita Ana sewaktu kecil itu jadi guru dan memang menyukai anak-anak.
Relawan SIJ itu bagi Ana udah kayak keluarga. Pertama kali masuk SIJ itu masih canggung, masih malu, dan 1 lagi, kayak sejenis pesimis gitu karna hanya Ana satu-satunya relawan SIJ yang statusnya masih sekolah. Berasa pling kecil, paling muda. Tapi seiring waktu berjalan. Ada juga anak SMA yang mau gabung. Mengucap syukur, seenggaknya punya teman seangkatan:).
Ana kayak menemukan keluarga baru selain Ayah, Ibu, Kakak, Adik, Tante, Om, Bibi, Paman, Kakek, Nenek, Oma, Opa dan Sahabat. Gak jarang setiap ketemu sama kakak dan teman SIJ, pulangnya Ana jadi nangis, terharu tepatnya. Ada aja kebaikan kakak-kakak dan teman-teman SIJ sama Ana. Ana juga seperti menemukan sosok kakak yang selama ini Ana rindukan atau menemukan sosok seorang abang yang Ana inginkan, Ana merasa terlindungi. Ana anak ke-2 dari 3 saudara, Ana punya kakak perempuan dan kepengen punya kakak laki-laki. Tapi mungkin Allah punya jalan sendiri, Ana gak diberi izin punya kakak laki-laki dan mungkin juga perempuan.
Menurut kalian, apa sich yang diketahui anak kecil yang berusia 3 tahun 1/2? Ana bahkan gak tau atau tepatnya lupa gimana waktu kakak Ana pergi dan Ana juga lupa gimana wajah kakak Ana. Yang Ana tahu, kakak Ana itu baik, cantik alisnya tebal, bulu matanya melentik, itu yang sering diceritakan Ayah Ana. Ana punya foto terakhir Ana dan kakak Ana waktu udah besar, tapi sekarang foto itu hilang ntah kemana. Padahal foto itu foto satu-satunya waktu usia kakak Ana sekitar 4 tahun dan Ana sekitar 3 tahun. Ana hanya punya foto kakak Ana waktu masih bayi. Kakak Ana pergi sekitar 4 tahun 1/2, beda 1 tahun dengan Ana. Kami memang beda 1 tahun, tapi bulan kami berdekatan dan ultah kakak Ana menuju ultah Ana hanya beda 2 minggu. Ana sayang banget sama kakak Ana, tepat ulang tahun kakak Ana yang ke-17, Ana berdo’a semoga kakak Ana tenang disana, selalu lihatin Ana dari atas sana, lihatin adik tercantiknya ini (ya iyalah, sejelek-jelek nya Ana. Masih cantik Ana lah dari pada adik Ana, adik Ana kan cowok, gak mungkin dibilang cantik) Ana do’anya sampe nangis
*rapat 03 Desember 2011
Rapat kemarin seru, senang dech sama gamesnya, sempat panik waktu Ana gak tau siapa sahaat misterius yang ada di kertas itu. Untung aja Ana tau siapa:). Tapi Ana benar kaget loh sama jawaban kak Rini, Ana aja gak sampai kepikiran kalau itu mendeskripsikan diri Ana. Ana kirain kak Bella buat tentang Ana tuh “salah satu relawan SIJ yg masih bersekolah dan terbilang pendiam” atau sejenisnya gitu, eh ternyata bukan. Jadi malu.
Mau meralat sedikit kak. “muda” ya mungkin Ana bisa dikatakan relawan yang paling muda dan kecil serta unyu (biasanya kalau muda, kecil itu disertai unyu juga kak:D). Kalau Lia mungkin lahir ditahun yang sama, tapi mungkin bulannya diatas Ana. Karna Ana lahir dibulan-bulan akhir gitu. “tak membuatnya patah” patah apa ni kak? Patah tulang atau patah hati? Hehe. “orang mengikuti kegiatan SIJ, terbukti dia selalu on time ketika datang rapat” Ana bukan orang yang on time loh kak sebenarnya. Ana on time karna diberi motivasi. Bukan adik asuh aja yang diberi motivasi, tapi Ana sebagai kakak asuh juga diberi motivasi. Dan sadar gak sadar, orang yang memberi motivasi ke Ana itu kak Bella. Kenapa gitu? Karna Ana masih ingat, sehari sebelum terjun kelapangan alias kepanti. Kita mengadakan rapat dimuseum untuk menentukan adik asuh. Ana datang telat, jauh banget dari perjanjian. Janji datang jam 1, eh malah sampai disana jam 3. Tepatnya itu tanggal 7 oktober 2011, sehari setelah ultah Ana. Haha:D promosi sedikit. Jadi ceritanya gini.
**********
Hari Jum’at, dimana hari yang paling repot (selain hari minggu) bagi Ana, tugas dimana-mana, buku pelajaran berserakan diatas kasur. Dengan pikiran ketugas sekolah. Ana keluar rumah menuju keluar lorong rumah Ana untuk mencari angkot. Lama banget nunggunya, angkotnya gak datang-datang, lihat kepangkalan ojek tapi gak ada 1 pun ojek. Akhirnya nunggu ojek yang keliling-keliling gitu. Banyak banget yang lewat, tapi semua ada penumpangnya. Mau gak mau, nunggu angkot. Setelah dapat angkotnya, pergi dech kemuseum, tapi sayangnya didekat Jamtos lagi macet, karna waktu itu heboh sama iklan Jamtos ”rumah misteri”, sabar lagi nunggunya. Macetnya sampai pasar keluarga. Akhirnya sampailah dimuseum jam 3 kurang 20 menit mungkin.
“nah, ini dia orang yang ditungguin” kurang lebih gitu dech kata kak Bela.
Ana nyengir aja, kayak gak punya salah. Lalu duduk dan rapat pun dimulai.
Ana tau, kak Bella gak punya niat buat nyindir Ana atau gimana. Tapi jujur, kata-kata itu seakan nusuk banget, menujam jantungku, OKE yg ini terlalu lebay. Pokoknya intinya begitu.
**********
Jadi sejak itu Ana mikir “mereka nungguin Ana? Ya ampun. Berasa jadi adik paling bungsu dech, disayangi gini”
Akihrnya Ana bertekat gak mau buat kakak-kakak SIJ repot-repot nungguin Ana, jadi sebisa mungkin Ana datang tepat waktu. Mungkin bukan motivasi sich, tapi sejenisnya lah. Dan salah satu alasan kenapa Ana sering gak bisa kalau rapat hari Jum’at itu karena hari itu rempong dech hidup Ana.
Ana berharap SLJ bisa lebih maju dan disiplin juga sich dalam waktu. Sejujurnya catatan Ana yang sebelumya ‘Menaklukan Sang Waktu’ copas dari teman Ana itu untuk relawan SIJ agar bisa menaklukkan waktu, jangan waktu yang menaklukkan kita. Suatu saat nanti kita akan menyesal telah menyia-nyiakan waktu karna waktu gak bisa diputar. Kalau bisa Ana juga mau memperbaiki kesalahan-kesalahan di masa lalu. Tapi itu mana mungkin.
Tapi kembali lagi kebelakang, kita hanya manusia biasa, terkadang ada aja halangannya untuk mencapai apa yang kita mau, ada aja cobaan nya.
Ya sudah, segitu dulu dari Ana
-wasalam-
_Ana_
Setumpuk Kata Tentang “Sahabat Ilmu Jambi”
10 Dec 2011 Leave a Comment
guys,ini cerita dr virda nadrasari soal SIJ juga lho
sekilas tentang SIJ :
|
Sahabat Ilmu Jambi merupakan komunitas independen yang bergerak di bidang pendidikan, kepemudaan, dan peningkatan SDM anak2 dan remaja Jambi. Sahabat Ilmu Jambi berupaya meningkatkan minat baca dan tulis di kalangan anak2 kurang beruntung, seperti anak panti asuhan, anak jalanan, dan anak tidak mampu. SIJ terbentuk pada 5 Agustus 2011 lalu, dan saat ini memiliki hampir 20 anggota yang akan bersama2 menyebarkan virus membaca dan menulis. Kami menerima sumbangan buku dan majalah anak2/remaja untuk disumbangkan ke panti asuhan dan anak2 yang memerlukan. Kami percaya dengan membaca dan menulis, pendidikan di Jambi akan berkembang dengan baik. Namun, kami tidak hanya berada dalam ranah tersebut saja, kami juga berupaya meningkatkan skill, kreativitas, kepemudaan, hingga berbagi ilmu dari tentor2 yang secara sukarela datang di roadshow kami. SIJ merupakan komunitas relawan, kami bergerak untuk menebarkan ilmu dan membuka cakrawala. Let’s join us! Twitter: @SahabatIlmuJBI, ^_^
|
|
sahabatilmujambi@gmail.com
|
ini cerita saya ![]()
awal mula tau tentang komunitas ini dari status teman di Fb, yang dengan semangat dia selalu buat status tentang SIJ, penasaran saya sms dia, awal mula nya gag kenal sama sekali, ntah siapa dulu yang nge_add di fb. kita temanan di Fb udah cukup lama seingat saya sejak desember 2010 sudah berteman di FB, dan Baru Jumpa di dunia nyata tgl 3 Desember 2011 waw… setahun sudah bertegur sapa di Fb tanpa pernah tatap muka, sekali ketemu langsung di dalam sebuah komunitas yang InsYAllah Menebar manfaat
. ketertarikan saya dengan SIJ ini, semata berdasarkan :
Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)
Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah saw menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani)
melihat apa yang telah di paparkan si “Bela, (teman yang ngajak bergabung di SIJ) tentang apa yang akan di lakukan oleh Komunitas SIJ ini sangat sejalan dengan Hadist diatas. dan saya Ingin menjadi bagian anggota SIJ. Allhamdulillah 3 desember 2011 hari pertama saya bertatap muka langsung dengan bela khususnya, dan para relawan-relawan SIJ lainnya, bersama mereka inilah akan membawa nama SIJ ke kalangan masyarakat dan sekitarnya. sesuai dengan sLogan nya Menebar Ilmu, Membuka cakrawala. semoga Langkah saya di SIJ ini di berkahi dan di Ridhoi Allah Yang Maha Kuasa.


Sedikit motivasi untuk saya dan kamu yang nge_baca tulisan ini.Seseorang tidak akan tahu kapan akan meninggal karena itu rahasia Tuhan. Kadang-kadang ada orang yang secara lahiriah tampak sehat walafiat, namun tiba-tiba meninggal oleh sesuatu sebab yang tidak bisa diduga. Tetapi ada juga orang yang sudah divonis akan segera meninggal karena mengidap penyakit tertentu yang sulit disembuhkan, namun ternyata bisa berumur panjang.
Kematian memang suatu misteri. Kita bisa kapan saja meninggal tak peduli kita sehat atau sakit. Kadang bencana atau kecelakaan yang menjemputnya. Kadang oleh sebab lain. Jika kita tahu kapan hari kematian tiba, terutama jika itu berumur pendek, mungkin semua orang akan berbuat baik dan mengisi kehidupannya lebih padat dengan kegiatan yang bermanfaat baik untuk dirinya sendiri maupun orang banyak, mau membantu sesama, mau berbagi, sehingga kelak ia bisa dikenang oleh banyak orang.
Namun banyak di antara kita, terutama kaum muda, yang berpikir bahwa sisa hidupnya masih panjang, sehingga merasa belum saatnya untuk mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat. Padahal jika hal itu dilakukan bisa menjadi kebiasaan buruk yang akan terbawa sampai tua.
Dalam hidup ini sesungguhnya harta terbesar kita adalah waktu. Oleh karena itu alangkah baiknya jika sedini mungkin kita bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bermakna. Agar hidup lebih bermakna maka kita harus memiliki tujuan hidup yang besar, komitmen terhadap tujuan itu, dan berjuang habis-habisan untuk meraihnya.
Kita hidup bukan hanya sekedar untuk hidup, melainkan untuk terus bergerak, mengerjakan sesuatu, dan mencapai sesuatu. Kita hidup untuk terus melaju pada kecepatan kita masing-masing untuk mencapai hal-hal terhebat yang ingin kita capai. Kita hidup untuk mencapai puncak tertinggi yang mampu kita capai. Kita hidup untuk menjadi berguna bagi diri kita sendiri dan orang lain. Kita hidup untuk memberikan dampak bagi orang-orang disekeliling kita.
Jadi dapat dikatakan bahwa hidup yang telah dianugerahkan kepada kita bukanlah sekedar hidup biasa. Hidup dianugerahkan kepada kita untuk kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Hidup dianugerahkan kepada kita untuk kita isi dengan pencapaian demi pencapaian, prestasi demi prestasi. Hidup bukan untuk sekedar hidup, melainkan untuk mencapai sesuatu atau memenuhi tugas tertentu yang diberikan kepada kita !
Kesan Pertama bertemu dengan adik Asuh di panti Asuhan 10 desember 2011
Baru masuk ke aula nya, biasa saja, kondisi darah masih stabil, senyum masih Lebar, sapa sana sini (sok akrab maksudnya :p ) . menit selanjutnya mulai acara perkenalan, trus ini dia jatah nya saya ngasih Game ke mereka sekedar game pembukaan, tapi baru di awal permainan mereka pada gaduh, hiperaktif, gag nurut, huaaaaaaaaaaaaaaaaa suram, kita udah teriak-teriak kasih instruksi tapi malah sibuk dengan gaya mereeka masing-masing. boleh di bilang awal permulaan acak kadul. setelah di bacakan adik asuh dan kakak asuh, saya pun melirik adik asuh saya. di baca kan ada 2 orang, tapi yang datang 3 orang. mula-mula ngajak perkenalan dulu, kan gag kenal maka tak sayang ujar saya. yap setelah perkenalan baru tau saya nama meraka lutfi, dino, mario mereka sama-sama kelas 5 SD. usai perkenalan saya membahas apa yang telah mereka dapatkan minggu lalu bersama kakak asuh sebelumnya. ternyata mereka berscerita tentang cita-cita. tak lam waktu saya bersama 3 orang adik ini, karena mereka tertarik ke kelompok lain yang sedang bermain SULAP. hedewww, alhasil semua adik asuh saya hijrah ke kelompok sebelah, ternyata mereka memakai pribahasa ” Rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri” . yaaa saya di kacangin, ok..ok.. saya pindah juga ke kelompok anak pre-scholl sesuai cita-cita dulu kan pengend jadi Guru TK
.
setelah beberapa lama saya ikut gabung ke kumpulan adek-adek asuh saya. saya ikut dalam permainan mereka. tapi cuma sebentar, cz pandangan saya tertuju pada anak laki-laki berbaju oren yang duduk di pojokan. yaaap dia salah satu adek asuh saya di saya sebutkan tadi. saya dekati dia, dan mengajak ngobrol sana-sini. pembicaraan kami tentang keaadan dia di sekolah, dia menceritakan kenapa dia bisa tinggal di panti asuha. trus kenapa dia pindah dari sSD ke Madrasah cz katanya dia pernah betinju dengan guru nya di SD. dan pernah melempar gurunya pakai kursi … haduuuuwwww (dalam hati ne anak pemberani atau nakal?????? masak guru di lempar pakai kursi? ) dengan antusias saya mendengar cerita dia, cz dia di tawarin belajar, gag mau. buat Pr, gag ada. membaca, malas. so, akhirnya dengarin cerita kehidupan dia, dan di tambah ringisan dia karna kakinya sakit efek maen bola. tak lupa pula menanyakan kerajinan dia solat dan hapalan surat-surat pendeknya. dia bilang, cuma rajin solat magrib dan isya saja. sedikit motivasi saya ungkapkan ke dia, berharap motivasi tersebut tidak masuk ke telinga kanan dan keluar di telinga kirinya. tak terasa sudah jam 17.00 itu tandanya kami para relawan undur diri dari panti asuhan, yaa memang hanya 2 Jam kami mengisi dan berbagi iLmu disini. ternyata 2 jam untuk kegiatan seperti ini sangat singkat. coba 2 jam di lakukan untuk pelajaran kimia atau fisika, pasti berasa lama hahahhahahah
. di saat semua adek-adek membaca doa penutup belajar, hanya dia (yang baju oren) diam di depan tembok dengan muka menunduk kebawah. saat moment salam-salaman. hanya dia yang tidak. dengan inisiatif sendiri, saya menghampirinya dan berkata “, ”kakak pamit pulang dulu yaa.sabtu depan kito ketemu lagi. apopun cerito mario. kakak siap dengar, trus mario pengend ngarang cerito apaun, belajar apopun kk siap
. kk dah anggap mario adek sendiri, sebaliknyo mario jugo harus nganggap kakak, sebagai kakak mario . trus dia nangisssss.. 

huaaaaaaaaaaaaaaa, galaunya hati saya,. apa ada perkataan saya yang salah??? ah entahlah hanya dia yang tawu mengapa dia menagis
di akhir perjumpaan kami yang pertama ini. semoga sabtu depan dia menyambut saya dengan ramah, dan mau belajar bersama lagi, walaupun tidak untuk membaca, setidaknya dia mau bercerita apa saja dengan saya, mungkin setelah saya bisa masuk kedalam dunianya saya bisa menebarkan virus-virus gemar membaca agar dia mencintai Tuhannya dan Ilmu dari buku-buku yang di baca, sehingga visi misi SIJ ini tercapai saya terapkan dia yang berbaju oren ini. sepertinya saya harus banyak membaca artikel-artikel tentang psikologis anak, agar cepat bisa memahami kepribadian adik-adik asuh saya . ![]()
Bukan hanya cacatan Kaki !!!!
10 Dec 2011 Leave a Comment
Cerita ini berasal dr apa yg dialami Yuhelmi Alfatulnisa soal SIJ,mari baca kembali
Kenapa judul tulisan ini adalah bukan catatan kaki,.. harapan nya Cuma satu, ini adalah salah satu warna perubahan dalam pengabdian pemuda untuk mencoba membangun negeri yang mungkin telah rapuh dalam kondisinya. Dan saat ini lah pemuda memiliki peran membangun. Bukan tidak mungkin tidak hanya sector pendidikan yang harus di perhatikan dalam membangun peradaban suatu bangsa, namun pada kenyataannya untuk membangun sebuah peradaban itu kita memang harus benar-benar meyakinkan pendidikan kita berada dalam kondisi yang baik. Sehingga ilmu pengetahuan nanti nya akan mampu diserap oleh anak bangsa. Dan ini bukan hanya cacatan kaki tapi adalah fakta real, kami ada karena mereka ada.
Jika berbicara persoalan bangsa maka takkanpernah kering tinta dalam mengungkapkan permasalahannya, takkanletih lidah berbicara mengungkapkannya, namun saat ini tak banyak solusi yang berhasil di hasilkan apalagi perbuatan. Bagi saya SIJ (sahabat ilmu Jambi) adalah salah satu wadah yang memang telah lama ingin saya geluti terlepas bukan bidang saya yang notabene adalah seorang mahasiswa lapangan, tapi kesatuan visi dan misi SIJ sendiri mampu membuat saya yakin jalan ini.
Jangan tanyakan apa yang telah negeri berikan
Tapi tanyakan lah yang sudah anda berikan untuk negeri tercinta ini,…
Komunitas ini adalah awal perjalan organisasi sosial yang akan saya kembangkan. Mungkin tidak pantas saya ceritakan bahwa saya juga memiliki cita-cita serupa SIJ. Impian saat ini adalah ingin mencoba membangun desa-desa yang memiliki potensi besar namun tak berkembang semestinya misalnya desa-desa pesisir (red.tepi) sungai batanghari, mengingat potensi daerah pesisir sendiri sangat bagus. Untuk mewujudkan itu saya akan belajar dari SIJ, namun tidak berarti SIJ akan bersifat sementara, SIJ akan selalu tetap jadi yang pertama.
Ini seperti terdengar seperti berlebihan bagaimana tidak awal mulanya tidak terlalu yakin untuk gabung di komunitas ini, terlalu banyak akan dikerjakan di penghujung perkulihan, namun itulah pilihan antara peluang untuk mulai peduli atau peluang untuk sesuatu yang berbeda dan benar-benar berbeda. Sama hal nya dengan organisasi-organisasi lainnya hari ini awal perkenalan, maybe terlambat tapi tak apalah dibandingkan tidak sama sekali. Perkenalan adalah tema hari ini dan pembagian adik angkat. Untuk relawan baru saya tak begitu mengenalmedandan watak adik asuh, tapi meskipun demikian saya semakin membulatkan tekat dan yakin ini awal yang baik dan semua itu harus dimulai dari ini.
Satu hal yang mungkin membuat sahabat-sahabat lainnya mampu bertahan adalah komitmen, niat dan kepedulian, dan itu yang saya tangkap dari mereka.
Ceritaku Hari Ini di Sahabat Ilmu Jambi
10 Dec 2011 Leave a Comment
Aku tergabung dalam suatu komunitas namanya Sahabat Ilmu Jambi (SIJ). SIJ ini adalah komunitas yang punya visi untuk menumbuhkan minat baca dan tulis di kalangan anak kurang mampu. Jadi tuh, aku bareng anggota SIJ lainnya (yang disebut relawan) datang ke panti asuhan setiap hari sabtu dari jam 3 sampai jam 5 sore untuk mendampingi mereka baca, nulis, atau kadang kami berdongeng, saling cerita, dan main games. Panti yang kami datangi setiap sabtu adalah panti yang sama, kami nggak akan pindah dari panti tersebut sebelum misi kami tercapai.
Jadi relawan di SIJ itu nggak digaji, malah kitanya yang harus merelakan waktu, tenaga, dan dana demi SIJ ini. Karena kalau bukan kita yang peduli terhadap anak-anak generasi penerus bangsa ini, siapa lagi? Pemerintah? Pemerintah kayaknya udah kebanyakan kerjaan, daripada kita berdemo nggak di dengerin mendingan kita melakukan suatu tindakan.
Selama beberapa bulan jadi kakak asuh di panti asuhan, banyak pengalaman dan cerita yang aku dapet. Salah satunya kayak hari ini, sehabis aku ngajarin cara cepat menghafalpelajaran dan cerita tentang legenda sangkuriang sama adik asuh aku cerita-cerita bareng ibu panti. Dari ibu panti itu aku tau background beberapa anak disitu salah satunya ehm… sebut aja inisialnya R. nah si R ini baru satu minggu di panti ini, dia dianterin sama kenalan bapak tirinya. R diantar ke panti itu karena kenalan bapak tirinya ini nggak mau lagi nampung R di rumahnya. Sedangkan ayah R sendiri udah lama meninggal. Ibu kandung R menikah lagi sama orang lain dan…. membiarkan R diasuh di panti.
Miris. Kalau kata buku, guru, dan mamaku “nggak ada seorang ibu manapun yang tidak sayang dan nggak mau ngurus anak kandungnya sendiri”. Tapi kasus si R buktinya, emang sih aku nggak kenal dengan ibu si R dan nggak bisa bertanya langsung kenapa dia membiarkan anaknya di asuh di panti asuhan. Emangnya dia nggak sayang sama anaknya? Kenapa dia tega? Emangnya dia nggak mikir gimana terguncangnya jiwa R? R udah berumur 11 tahun, aku rasa dia sudah cukup mengerti dan paham akan rasa sakitnya di antar ke panti asuhan sedangkan dia masih punya ibu kandung yang sudah menikah lagi.
Ya Allah.. berikan yang terbaik untuk R. selama tadi aku di panti, wajah R keliatan ceria bareng anak-anak panti lain. Pas aku tanya dia suka baca buku apa dan minta dibawain buku apa minggu depan dia bilang minta dibawain majalah bola. Duh anak itu, di raut wajahnya nggak keliatan sama sekali kalau latar belakangnya seperti itu.
Si R sekarang belum sekolah. Masih menurut cerita bu panti, seharusnya R sekarang udah kelas 5 sd. Tapi terakhir dia sekolah Cuma sampai kelas 3 sd. Setelah masa ujian sekolah berakhir, baru ibu panti akan menyekolahkan R lagi. Tadi pas aku suruh nulis si R malah lupa-lupa ingat huruf-huruf alphabet. Membaca pun si R masih kurang lancar.
Ingin sekali rasanya aku merangkul R dan mengatakan dia harus kuat. Dia adalah salah satu pemimpin masa depan yang hebat nantinya. Dia harus punya mimpi dan semangat untuk mencapai cita nya. Semoga aku dan relawan SIJ lainnya bisa membantu dia untuk tetap ceria dan bersemangat untuk bermimpi dan mewujudkannya.
Sahabat Ilmu Jambi, menebar ilmu membuka cakrawala.
Cerita Ein Tentang Sahabat Ilmu Jambi
10 Dec 2011 Leave a Comment
Beberapa bulan lalu kak Bella pernah nge-twit bahwa dia lagi mencari orang-orang yang mau bergabung di komunitas Sahabat Ilmu Jambi yang mempunyai misi menumbuhkembangkan minat baca dan tulis di kalangan anak-anak kurang mampu. Langsung deh Ein mention kak Bella dan bilang kalau Ein tertarik dan mau ikutan. Nah disitu lah awalnya Ein tau tentang SIJ.
Dari dulu Ein emang pengen mendampingi atau ngajar anak-anak kurang mampu gitu, tapi Ein nggak punya mental dan persiapan yang cukup. Untungnya ada kak Bella, setidaknya melalui SIJ keinginan Ein itu bisa tersalurkan. Ein juga punya mimpi, suatu saat nanti punya yayasan sekolah sendiri yang murid-muridnya itu berasal dari kalangan kurang mampu tapi mempunyai minat dan potensi yang besar.Ssemoga suatu saat mimpi itu bisa terwujud, sodara-sodari mana amin nya? Aaaamiiiin…………..
Sekarang kan SIJ udah berjalan kurang lebih 2 bulan tuh, kesan Ein selama jadi kakak asuh itu gado-gado. Maksudnya, ada rasa senang, seru, deg-deg-an dan kadang-kadang ada keselnya juga. Ein jadi tau kalau menghadapi anak kecil itu nggak gampang, jangankan diajak untuk baca buku, di ajak ngobrol biasa aja perhatian anak-anak itu masih kemana-mana. Rempong memang, tapi itu lah tantangannya. Ein pengen mereka menganggap Ein sebagai kakak asuh sekaligus guru bagi mereka, tempat mereka bercerita dan bertanya segala hal. Yah, semoga cepat atau lambat mereka akan menganggap Ein begitu. Sekali lagi, mana suaranya????? Aaaamiiiiiin.
Jadi relawan SIJ itu kan nggak digaji, malah kitanya yang harus merelakan waktu, tenaga, dan dana demi SIJ ini. Karena kalau bukan kita yang peduli terhadap anak-anak generasi penerus bangsa ini, siapa lagi? Pemerintah? Pemerintah kayaknya udah kebanyakan kerjaan, daripada kita berdemo nggak di dengerin mendingan kita melakukan suatu tindakan. Nggak usah yang muluk-muluk dan “wow” dulu sih, mulai aja dengan bergabung menjadi relawan SIJ misalnya
ini ceritaku, apa ceritamu?



